Nayla's Love Story

Nayla's Love Story
Cewek Pengganggu •



Selepas kepulangan mereka dari kediaman orang tua Dafa ,Dafa tak langsung mengantarkan Nayla pulang tapi mereka akan pergi ke mall untuk sekedar jalan jalan ,makan dan tentunya nonton. Baru saja sampai di mall,mereka berdua langsung menuju tempat makan karena Nayla sudah merengek lapar.


"Kamu mau makan apa?",tanya Nayla pada kekasihnya saat mereka sudah duduk didalam tempat makan.


"Samain aja sama kamu deh".


Nayla langsung memanggil pelayan untuk mencatat pesanan mereka. Sedari tadi Nayla hanya memandang Dafa yang sedang asik bermain game diponselnya.


"Daf" ,panggilan dari Nayla hanya dibalas deheman oleh Dafa.


"Aku mau nanya deh".


"Tanya aja", balas Dafa namun tatapannya masih mengarah pada ponselnya.


"Kalau ada yang ngajak bicara itu tatap mukanya bukan ponselnya" ,sindir Nayla. Mendengar sindiran Nayla ,Dafa langsung mematikan ponselnya.


"Iya sayang mau nanya apa hmmm".


"Sejak kapan si kamu suka sama aku?" ,tanya Nayla.


"Kenapa nanya gitu" ,Dafa mengerutkan kening nya.


"Iya engga kenapa kan pengen tau aja gitu", jawab Nayla cengengesan .


"Aku aja ngga tau sejak kapan suka sama kamu. Kan cinta itu datangnya tiba tiba Nay, emang awal ketemu kamu, aku udah kagum si", Dafa menjelaskan .


"Aku ngga nyangka aja gitu,padahal kan setiap ketemu,sifat kamu itu nyebelin dan jail banget sama aku" .


"Ya justru dengan cara itu biar aku deket sama kamu lah".


"Tapi kamu beneran serius sama aku kan?" ,tanya Nayla memastikan.


Dafa hanya terkekeh mendengar pertanyaan dari Nayla ,ia lantas meraih tangan Nayla dan menggenggam nya, "aku bener bener serius sama kamu Nay".


"Aku takut aja kejadian masa lalu keulang lagi", ucap Nayla pelan.


"Tenang aja ,aku pastiin gak bakal kejadian antara kamu sama Brian keulang lagi", ujar Dafa tegas dengan sorot mata yang memancarkan kesungguhan.


"Aku percaya sama kamu . Em ngomong ngomong soal Brian ,dia apa kabar ya?,aku udah jarang ketemu".


"Ngapain harus nanyain dia si", Dafa langsung merubah raut wajahnya menjadi kesal dan langsung melepas genggaman tangannya.


"Cie cembukur sama mantan" ,ledek Nayla ,Dafa hanya meliriknya sekilas.


"Udah gak usah cemburu gitu ih, lagian aku bener bener nanya doang gak ada maksud apa apa".


"Brian lagi honeymoon ke Maldives sama sahabat kamu itu" ,jawab Dafa malas.


"Wah jadi kepengin k--".


"Pengen honeymoon juga Nay?, kalau itu sabar ya tunggu aku jadi suamimu dulu" ,Dafa langsung menyela.


"Apaan si Daf, aku cuma pengen liburan ke Maldives,disana itu pantainya indah banget".


"Ngomong ngomong aku tiba tiba kebelet nih, mau ketoilet dulu ya sayang ",izin nya. Nayla hanya mengangguk sebagai jawaban.


Selang beberapa menit Dafa meninggalnya, Nayla sudah didirundung kebosanan lagi pula pesanan mereka sudah sampai, Nayla sudah sangat lapar sebenarnya .


"Udah lah makan duluan aja", ucap Nayla. Sedang asik menikmati makanan yang ada, Nayla tersedak karena ia melihat perempuan yang bertemunya dulu ditoilet,perempuan yang belum Nayla ketahui siapa namanya, dan benar saja dia sedang berjalan kearahnya.


"Hai kita ketemu lagi", sapanya dengan nada sinis. Nayla hanya menatapnya datar. Ia bingung sebenarnya ,dia ini siapa sih,sok kenal.


"Lo jadi bisu ?,gak mau jawab sapaan gue" ,ucapnya lagi, dan dengan tidak tau malunya dia duduk didepan Nayla. Padahal itu adalah tempatnya Dafa.


"Sorry gue gak kenal lo dan gue gak ada urusannya sama lo" ,ucap Nayla malas.


"Tentu lo ada urusannya sama gue. Karena lo udah berani deketin Dafa". Nayla semakin bingung dengan perempuan didepannya ini. Dafa lagi Dafa lagi yang dia bahas.


"Gue bilang sama lo , putusin Dafa atau lo akan tau akibatnya. Dafa itu cuma jadiin lo pelampiasan doang", ucapnya mengancam.


"Hubungan gue sama Dafa itu gak ada urusannya sama lo. Jadi lo gak berhak ngatur ngatur gue" ,sengit Nayla.


"Wow berani juga lo sama gue" ,balasnya dengan bertepuk tangan pelan.


"Sebenarnya siapa lo?", tanya Nayla.


"Lo gak perlu tau siapa gue karena itu gak penting, yang paling penting itu lo harus putusin Dafa secepatnya " ,jawabnya dengan nada penuh penekanan.


"Gak jelas banget" ,cuek Nayla, ia langsung melanjutkan menyuapkan makanan kedalam mulutnya, dan mengabaikan perempuan didepannya. Merasa diabaikan perempuan itu menggeram marah.


"Lo!" ,tunjuknya.


"Apa!" ,balas Nayla sengit.


"Gue bilangin sama lo, lo gak punya kerjaan?,sampe harus ngurusin hubungan orang,gue gak tau lo siapa dan itu gak penting bagi gue buat tau,karena lo bukan orang penting. Lo cuma orang yang gak punya kerjaan yang suka ngerecokin hubungan orang. Cih! gak tau malu banget. Gak ada cowo lain?sampe lo ngejar ngejar cowo gue. Haduh cantik cantik tapi sifatnya gitu" ,sambung Nayla dengan nada mengejek.


"Apa lo bilang?. Berani banget lo ngomong kaya gitu",bentaknya marah. Namun Nayla hanya acuh ia tetap menikmati makanan yang ada didepannya.


Baru saja perempuan tersebut ingin menampar Nayla, tapi dia tak sengaja melihat Dafa sudah berjalan mendekat, akhirnya niatnya dia urungkan.


"Tunggu pembalasan gue" ,ucapnya dan langsung pergi begitu saja sebelum mendengar jawaban Nayla. Toh lagi pula Nayla tak akan menjawabnya.


"Maaf ya sayang tadi toiletnya penuh jadi ngantri", ucap Dafa lembut.


"Its okay".


"Kenapa kok mukanya bete gitu? Ada yang gangguin kamu?" ,tanyanya menyelidik.


Sebenarnya Nayla ingin mengatakan yang sebenarnya,tapi ia urungkan.


"Engga kok", Nayla langsung tersenyum meyakinkan.


"Kalau ada yang gangguin, bilang aku oke".


"Siap bos" ,balas Nayla. Ia akan melihat seberapa jauh pergerakan perempuan tadi.