
Malam harinya. Sungguh canggung yang dirasakan oleh kedua insan di dalam kamar itu. Malam yang biasanya begitu dinantikan oleh pasangan suami istri, yang baru saja menikah.
Ustaz Rian mengerutkan keningnya setelah melihat Nisa menaruh bantal guling di tengah-tengah kasur.
"Untuk apa kamu taruh bantal guling itu?" tanya Ustaz Rian bingung lalu duduk di bibir ranjang.
"Itu sebagai pembatas kita ketika tidur, Ustaz Rian maupun Nisa tidak boleh melewati guling itu," jawab Nisa gugup.
Jantung Nisa berdegup dengan kencang berada dekat dengan Ustaz Rian. Baru pertama kalinya ia bersama dengan seorang pria satu kamar. Ia berharap Ustaz Rian mengerti dengan permintaannya.
"Hm." Ustaz Rian hanya berdehem menanggapinya.
"Ustaz Rian, maafkan Nisa. Nisa masih belum bisa menerima pernikahan ini. Dan maafkan Nisa, Nisa belum bisa melayani Ustaz," ucap Nisa menundukkan kepalanya.
"Ustaz bisa mengerti," jawab ustadz Rian lalu membaringkan tubuhnya di atas kasur king size itu.
Nisa mengangkat jari kelingkingnya. "Berjanjilah pada Nisa, Ustaz tidak akan menyentuh Nisa sebelum menerima kelulusan. Dan Nisa janji kok kalau sudah lulus nanti Nisa akan memenuhi keinginan Ustaz."
Ustaz Rian mengangkat jari kelingkingnya juga, sembari berkata, "Kamu harus berjanji pada Ustaz, mulai besok harus menggunakan jilbab. Dan tidak boleh terlalu dekat dengan pria lain karena kamu sudah menikah."
Hening.
"Kamu dengarkan, ceramah ini baik-baik. Islam mewajibkan muslimah dan apalagi bagi seorang istri untuk mengenakan jilbab di atas pakaian rumahnya.
Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu WaTa'ala dalam surat al-Ahzab ayat 59 yang artinya : Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuamu dan isteri-isteri orang mukmin. Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
Dari hal itu, Nisa kamu harus pakai jilbab. Kamu sudah baligh, satu langkah kamu keluar rumah tidak memakai jilbab. Maka satu langkah juga Ayah kamu dan ustadz masuk neraka.
Bukan hanya kamu yang akan menanggung dosanya, tetapi ustadz dan Ayahmu juga. Coba renungkanlah Nisa, ini demi kebaikan kamu juga," jelas ustadz Rian panjang lebar memberikan pelajaran supaya hati gadis di sampingnya itu sedikit terenyuh. Sudah menjadi kewajibannya untuk mengajak Nisa ke jalan yang lebih baik.
Satu alis tebal milik Ustaz Rian terangkat. "Ini baru adil, ustaz akan menuruti permintaan kamu, dan kamu akan menuruti permintaan ustaz. Bagaimana Khairunnisa?" tanya Ustaz Rian.
"Um ... baiklah. Nisa akan memakai jilbab mulai besok."
Kedua jari kelingking berbeda ukuran itu saling terkait.
Nisa tersenyum tipis. "Terima kasih telah mengerti."
"Ya."
Nisa menguap, kantuknya tidak di tahan lagi.
"Sebelum tidur ambil air wudhu dulu Khairunnisa," titah ustadz Rian.
"Nggak, ah. Nisa sudah ngantuk." Keukeh Nisa. Dia langsung menutupi seluruhnya tubuhnya dengan selimut.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam menyebutkan keutamaan berwudhu sebelum tidur. Orang yang berwudhu sebelum tidur, akan didoakan malaikat.
Dari Abdullah bin Umar radliyallaahu 'anhu , Rasulullah shallallahu' alaihi wa sallam bersabda :
من بات طاهرا, بات في شعاره ملك, فلم يستيقظ إلا قال الملك: اللهم اغفر لعبدك فلان, فإنه بات طاهرا
“Barangsiapa yang tidur dalam kondisi suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun karena malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci.'" (HR. Ibnu Hibban )
Ustaz Rian hanya bisa menghela napas berat, Nisa sangat keras kepala dan sulit di atur.