
Tunggu dulu.
Hari ini aku yang gila atau bukan sih?
Kok dia sikap nya tambah dingin pada ku sih?!
Aghh kenapa ini?!
Sungguh aku bingung. Kenapa sikap Akbar tambah dingin pada ku. Ini kenapa dah? Tolong jelaskan pada ku. Situasi apa ini?
Aku dan dia saling bertatap, tapi seakan aku tidak ada di hadapan nya. Dia menatap ke depan, tapi mata nya terlihat jelas tidak melihat ke arah ku. Apa aku pernah berbuat salah pada nya? Dia kenapa sih.
Padahal selama ini aku sudah tidak merasa Canggung lagi di dekat nya. Tapi... Tapi..... Tapi.... Ini kenapa malah balik canggung lagi ughhh!
"Kak" Panggil ku memecah keheningan diantara kami berdua.
"Hmm? ".
Seriously? Lu kenape sih? Barusan dia hanya berdeham pada ku. Biasa nya " Apaan? Kenapa? ". Sumpah dah dia kesambet apaan sih. Merinding gua.
" Ikh berenti ngambek kek bocah napa?! " Teriakku.
"Siapa yang ngambek? ".
Entah kenapa mendengar pertanyaan yang di balikkan ke arah ku, rasa nya agak jleb gitu di hati. " Lalu kakak kenapa dah? Kesambet apaan sih kak? Kakak gila??".
"Alhamdulillah masih waras ".
Kesel! Sungguh darah ku tengah mendidih saat ini. Aku siap untuk meledak. Menyebalkan. " Aghh". Tanpa sengaja ku layang tangan ku pada nya seakan ingin memukul wajah nya. Tapi jujur saja wajah nya pantas sekali di pukul. Menyebalkan.
"Mau ngapain kamu?! Mau mukul?! " Ucap nya setengah berteriak.
"Nggak?! ".
Menyebalkan!!
Aku berjalan meninggalkan nya sendirian yang sibuk dengan lamunan nya. Luna... dia duduk sambil meminum segelas air. Aku duduk di samping nya sambil mendengus kesal.
" Kenapa Lia? ".
" Capek?! Kamu liat gak sih, tuhh anak, kenapa tiba-tiba jadi dingin gitu pada ku?? Lah padahal tadi siang kencan dengan ku biasa saja?! ".
" Kencan!!! ".
Luna berteriak, seketika memuncratkan air di dalam mulut nya ke arah wajah ku. Jorok!! Ih!!!. " kamu kencan sama Akbar?!! Seriusan?!! Kapan!!!".
"bukan kencan sih... Melainkan kencan palsu " jawab ku.
"Sama saja. Akhirnya kamu dewasa juga ya".
" Memang nya kamu fikir aku akan tetap jadi anak kecil gitu? " 💢
"Tapi apa rasa nya ya kencan sama Akbar itu" tanya nya.
"Coba aja sendiri".
Aku berdiri, bergegas ke arah Akbar kembali. Karena dari tadi mata nya menatap ke arah ku terus, seakan-akan menyuruh ku untuk mendekat ke arah nya kembali. Dan Luna?? Masih berkhayal bagaimana rasanya kencan sama Akbar.
Padahal pacar nya banyak banget, dasar Playgirl.
Saat aku mulai mendekat ke arah Akbar, tangan ku tiba-tiba di genggam salah satu perempuan, yang tak lain pelatih ku sendiri.
" Kenapa senpai? ".
*Senpai dalam bahasa Jepang artinya kakak.
" Coba sekarang kalian peragakan gerakan kalian, saya mau lihat".
Aku dan Akbar saling bertatap, karena dari tadi kami tidak serius latihan. Kami mulai melakukan perintah senpai itu, tapi aku lupa salah satu gerakan. Karena dari tadi aku tidak serius.
"Kenapa Lia? Kamu lupa? ".
Aku hanya mengangguk pelan karena malu. Senpai itu menghela nafas nya kemudian berkata" Latihan lagi, saya mau lihat kalian yang akan menjadi pemenang, saya menanam kepercayaan kepada kalian".
"Kalau begitu, saya ingin memberikan saran. Saat penguncian ini, kamu, Akbar, tarik tangan Lia dengan kuat, dan kamu Lia, genggaman mu juga harus kuat, kalau bisa sampai darah nya gak ngalir".
" Mati dong saya senpai, gak bisa jadi pemenang nanti" Jawab Akbar sambil menahan tawa.
"Benar juga".
Ini senpai nya yang ling-lung atau aku yang gila??
Aku menggenggam tangan Akbar dengan kuat, tiba-tiba dia menarik ku ke dekat nya. " Begini senpai? " tanya Akbar. "Masih kurang, tunggu saya benerin dulu". Senpai itu mendorong pinggul dan punggung ku ke depan, membuat wajah ku dan Akbar menjadi sangat dekat. Mata ku dan dia beradu pandang, karena malu, kami berdua sama-sama memalingkan pandangan mata secara bersamaan.
Tapi... " kenapa kalian gak saling se tatapan, tatapan?! ". Senpai itu menarik wajah kami menjadi saling bertatap kembali. Aku rasa wajah ku sudah merah seperti kepiting rebus. Rasa nya ingin sembunyi di suatu lubang yang gelap, di mana tidak akan ada orang yang akan menemukan ku.
" Kalau begitu lanjutkan kuncian nya".
Bam!!!
Akbar Membanting ku sesuai dengan perintah senpai itu. Aku tahu kuncian nya akan berakhir dengan membanting. Tapi aku masih tetap kaget, karena berputar di langit, seakan-akan sedang terbang. Untung si Akbar menggenggam tangan ku dengan kuat. Kalau nggak, udah deh, patah tulang aku.
"Nais!! " ucap senpai itu.
Nais pala mu senpai, sakit ini. Lagian yang bener itu nice, bukan nais.
"Oke kita break 15 menit".
Akbar menarik ku untuk berdiri. Rasa nya kepala ku begitu pusing sehabis di banting tadi. Soalnya aku baru makan:). Aku berlari ke kamar mandi, karena sesuatu ingin keluar. Yaitu, muntahan.
Hoekk!!
Sekarang coba kalian bayangkan, gimana rasa nya kalau baru saja makan langsung di banting begitu?? Ingin muntah bukan?!.
Luna turun mengikuti ku ke kamar mandi. Sambil membawa air minum untuk ku. " Nih Lia". Dia memberikan air minum itu pada ku, dan aku meminumnya.
"Kamu sih, baru makan langsung di banting".
" Mana ku tahu kalau aku akan di banting Luna:) ".
" Bener juga".
Kok rasa nya hari ini kayak aneh semua, pada ling-lung. Tuhan... ada apa ini??.
Luna duduk di atas wastafel, sambil memainkan tangan nya. Wajah nya terlihat begitu lusuh, sepertinya ada yang dia sembunyikan. "Mau curhat kamu Lun? " tanya ku sambil mengikuti nya duduk di wastafel.
"Lia!! Aku habis putus sama pacar baru ku!! ".
Bodo amat!!
" Kamu itu ya, setiap kali putus pasti bilang begini, Lia aku gak percaya lagi sama cinta!! Aku gak akan pacaran lagi!! Eh besok nya dapet pacar lagi, kan kesel aku tuh".
"Kok kamu yang kesel sih?! ".
"Ya iyalah, kamu putus cerita sama aku, maki-maki tuh cowok di depan aku, nangis nya ke aku, tapi besok nya ngulang lagi?! ".
Kalian ada gak temen yang selalu bilang "Gak percaya cinta" pas lagi putus sama pacar nya, eh besok nya dapet gebetan baru?? Ada?? Kalau author ada satu:). Curhat, nangis nya ke author, besok nya pacaran lagi. Bodo lah. Sedangkan author nya sendiri masih jomblo:).
"Kau benar Lia, mulai sekarang aku akan move on!! Aku akan cari gebetan baru!! ".
Tuh kan!!
" Dan target baru ku sekarang, adalah Akbar!! ".
Deg
Akbar??
"Kenapa rasanya dada ku sakit sekali mendengar nama Akbar di sebut??"*Dalam hati sembari memegang dada ku.
Kenapa ini?...
To be Continue...