My Unrequited Love, It's You

My Unrequited Love, It's You
Chapter 34 Alex's past



"Apa?, " Tanya ku dan Salsa penasaran.


"Merubah sifat Alex!. "


"Hah? Merubah sifat Alex? Apa maksud mu?, " Tanya ku dan Salsa tak percaya.


Giska menghela nafas nya dan kemudian ia bercerita. "Dulu, Alex tidak pernah bersikap seperti itu. Dia dulu adalah anak yang sangat baik, ramah, dan pengertian. Tapi semenjak hari itu sifat nya berubah. Dia sangat berubah, dia sudah tak sama lagi dengan Alex yang ku kenal, " ujar Giska sambil memasang muka yang terlihat sedih.


"Kejadian apa?," tanya Salsa penasaran.


"Akan ku cerita kan masa lalu Alex. Masa lalu Alex yang menurut ku begitu kelam. Alex itu terlahir di keluarga yang mapan. Keluarga yang selalu bercukupan dan terkadang terlalu berkecukupan. Dulu sebelum kejadian itu terjadi, Alex adalah anak yang periang, baik, ramah, dan pengertian. Alex selalu dibangga-banggakan oleh orang tua nya dan oleh keluarganya sendiri. Kadang aku merasa cemburu dengan kepintaran akal dan kemampuan yang di miliki Alex. Sampai-sampai dia selalu dibanggakan oleh orang tua nya."


"Tapi apa kalian tahu, jika seseorang terlalu dibanggakan baik itu oleh orang tua nya atau keluarga nya, anak itu akan tumbuh menjadi anak yang sombong. Tapi tidak dengan Alex, dia tidak tumbuh menjadi anak yang sombong seperti kebanyakan anak orang kaya di luar sana. Dia tumbuh seperti anak-anak normal lainnya. Dia sering bermain bersama anak-anak di sekitar rumah nya, dia sering berkunjung ke rumah keluarga. "


"Dia juga sering sekali bermain dengan ku. Bagi ku dia adalah sepupu ku yang paling baik. Dia selalu menjadi sepupu kesayangan ku, karena ketika bersama nya aku merasa begitu senang sangat senang. Aku juga selalu merasa aman ketika bersama Alex. Aku merasa seperti Aku adalah orang penting. Aku merasa bangga karena diri ku yang biasa saja ini bisa bermain dengan orang yang selalu dibanggakan oleh keluarga ku."


"Alex Hidup di keluarga yang penuh banyak masalah kalian tahu kan keluarga Alex adalah Seorang pebisnis. Bahkan ibu nya juga ikut berbisnis seperti ayah nya. Ayah Alex selalu mengajari Alex untuk mengelola bisnis. Sedari kecil, dia selalu diajarkan ayahnya untuk mengelola bisnis perusahaan. Karena dia itu pintar, dia jadi bisa cepat belajar. Dia langsung mengerti apa saja yang ayah nya lakukan dan apa saja yang ayah nya ajarkan pada nya."


"Dia hanya mengangguk dan menuruti semua permintaan ayah nya, bahkan Alex kecil sering kali di bawa ke setiap meeting kantor. Karena hal itu Alex seperti sudah terbiasa berdiri di depan orang banyak. Lihat saja di sekolah, dia tidak ada rasa gugup sekali pun ketika berpidato di depan banyak orang. "


"Dia juga, malah mendapat kan kemampuan untuk membedakan orang yang baik dan mana orang yang jahat. Yeahh kalian tahu kan setiap pebisnis itu selalu mencari investor dan terkadang mereka mendapat kan investor yang baik atau mereka rela saling membantu. Dan terkadang juga ada investor yang tidak punya otak, mereka malah meminta bunga yang lebih besar dari kerja sama itu, mereka bilang sih untuk keuntungan perusahaan dan ternyata mereka hanya lah seorang penipu."


"Dan semenjak Alex bisa membedakan orang yang jahat dan mana orang yang baik. Dia jadi sulit berteman. Dia jadi sangat sulit berteman, sampai-sampai semua keluarga khawatir bagaimana nasib anak itu kedepan nya. Dan setelah itu kami berdua bertemu dengan kalian berdua, Salsa dan kau Lia. Hari dimana kalian membicara kan tentang pekerjaan ayah kalian, Alex langsung mengatakan kalau ayah mu bisa bekerja di Axiel Grup," Ujar Giska sambil melihat ke arah Salsa.


"Saat itu, aku sempat kaget Kenapa tiba-tiba dia berkata seperti itu. Tapi aku tidak terlalu memusingkan nya, aku malah merasa senang kalau dia membantu keluarga mu. Aku juga pasti yakin, karena bagi ku Alex anak kebanggaan orang tua akan selalu menjadi kebanggaan. Dan setelah berteman dengan kalian, Alex mulai sering berbicara dengan anak-anak lainnya. Dia jadi seperti anak yang paling bahagia."


"Sampai kejadian itu terjadi. Kematian ibu nya Alex, yang membuat Alex membenci setengah mati dengan diri nya sendiri. Dia begitu terpukul. Dia merasa sangat terpukul dengan kematian ibu nya. Karena menurut Alex, ibu nya meninggal karena diri nya. "


"Kenapa dia menyalah kan diri nya sendiri?," Tanya Salsa khawatir.


"Karena pada saat kejadian itu, Alex meminta kedua orang tua nya untuk pergi melihat bintang di sebuah bukit. Bukit itu, memang sangat bagus untuk melihat pemandangan dari atas. Alex sudah sampai duluan dan menunggu kedatangan kedua orang tuanya. Tapi mereka tak kunjung datang, Alex menunggu mereka sendirian di alam bebas tanpa bodyguard. Saat Alex berada di perjalanan untuk pulang ke rumah dengan jalan kaki, ia mendapatkan sebuah telpon. Betapa terkejut nya ia ketika mendengar kabar kalau orang tua nya kecelakaan. Ia berlari dari bukit itu, sampai ke rumah. Mungkin pada saat itu dia tidak merasakan rasa lelah ketika berlari saking takut nya ia."


"Dan ketika Alex sampai di rumah, di sana lah aku melihat sosok Alex yang begitu histeris ketika melihat ibu nya terbaring lemas tak bernyawa. Ia berteriak, memanggil nama ibu nya, dan memukul-mukuli paha nya. Ia berteriak sangat kencang, membuat ku seketika merinding mendengar nya. "


"Dia bilang 'Kenapa bukan aku saja yang mati! ' itu yang dia teriak kan sampai membuat ku merinding," Ujar Giska sambil menatap Salsa.


"Tolong, lanjut kan cerita mu, " Pinta Salsa Lembut.


"Oke. Semenjak ibu nya meninggal, dia menjadi anak yang pendiam. Dia menjadi pendiam kembali. ia berubah menjadi anak yang egois, tidak memikirkan perasaan orang lain, dan selalu bersikap semena-mena."


"Dan ayah nya Alex hanya diam saja ketika melihat putra nya bersikap sewenang-wenang. Karena ia merasa dia sudah gagal merawat dan mendidik putra nya. Bagi ku tidak ada kata terlambat untuk memperbaiki sebuah kesalahan. "


"Setelah Alex masuk SMA, dia mulai menjadi laki-laki yang nakal. Dia sering berpesta pora di klub-klub atau dimana saja. Bahkan dia sering sekali membawa seorang wanita ke rumah nya dan ke kamar nya. Dan setiap hari nya ia selalu membawa wanita, setiap hari nya sih gonta-ganti wanita. Aku gak tahu apa saja yang mereka lakukan di kamar nya. "


"Ayah nya Alex selalu menasihati nya untuk tidak melakukan hal aneh dengan wanita yang ia bawa ke kamar nya. Bahkan ayah nya pernah memukul nya agar dia tersadar dengan perbuatan nya yang tidak baik. "


"Apa dia tersadar?, " Tanya ku.


"Nggak lah. Lihat!, " Kata Giska sambil memperlihat kan luka gigitan Alex yang ada di leher nya.


"Eh, ehehe, udah lanjutin aja, " Ujar ku.


"Pokok nya. Kalau rencana pertama ku nggak berhasil, kita lakukan rencana kedua. Rubah sifat Alex yang selalu bermain wanita dan buat dia mengikhlaskan kematian ibu nya. "


"Kenapa sifat nakal nya harus di rubah?, " Tanya Salsa.


"Yeahh. Agar ayah nya Alex senang karena kamu berhasil membuat putra nya berubah dan keluarga mu dapat terselamat kan dari ancaman Alex, " Ujar Giska sambil mengacungkan jempol nya.


"Hilih."


To be continued...


Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__