
"Boneka. Situasi tadi begitu membingung kan untuk ku. Masa sih, tiba-tiba ada seorang wanita dan laki-laki yang seperti nya seumuran dengan orang tua ku. Mengaku kalau mereka akan menjadi calon mertua ku di masa depan? Yang benar saja? Aneh kan. Terus dia ngasih kalung ini untuk ku sebagai hadiah ulang tahun ku? Padahal, ulang tahun ku kan masih lama. Dan dia juga berpesan, untuk tidak melepas kan kalung ini dari leher ku. Dengan alasan, agar mereka dapat mengingat ku? Auah, aku bingung" Kata ku sambil memeluk erat boneka ku.
Aku merebahkan diri ku ke kasur ku yang empuk nan menggoda. Seakan-akan, bantal ku memanggil ku "Ayo tidur... Ayo tidur... ". Ya sudah lah. Besok sekolah. Lebih baik, aku tidur lebih awal. Ku lihat di langit-langit kamar ku, yang penuh sekali dengan lampu berbentuk bintang.
Ku matikan lampu kamar ku. Dan Ku pejam kan mata ku. Aku tak sadar, jika aku tertidur sambil memeluk boneka yang ku dapat tadi siang dengan sangat erat.
Keesokan hari nya;
Pagi-pagi sekali aku sudah bangun dari tidur ku. Aku bersiap untuk pergi ke sekolah. Seusai berpakaian, aku turun untuk sarapan. "Bagaimana jalan-jalan nya kemarin? " Tanya ayah sambil membaca koran.
"Biasa aja" Kata ku sambil mengambil dua lembar roti dan mengoles kan selai stroberi di atas nya.
"Kok biasa aja? Nggak ada yang menarik gitu? " Tanya mama ku sambil meletakkan susu untuk ku.
"Iya, biasa aja" Jawab ku sambil meminum susu yang di letak kan mama ku tadi.
Aku melihat ke arah jam dinding, dan menunjuk kan pukul 6 pagi. Aku tersentak kaget dan membuat ku tersedak minuman ku. "Aku telat. Aku pergi dulu" Kata ku sambil mengambil tas ku dann langsung berlari secepat nya keluar rumah.
Tiba-tiba, ada seorang laki-laki dewasa, seperti nya tukang ojek, ia menawari ku untuk naik ojek saja. Ya sudah lah, dari pada nanti aku tidak dapat angkot, terus telat, terus di hukum. Hyiii. Gak mau. Mending aku naik ojek aja.
"Ini neng, helm nya" Kata nya sambil memberikan ku helm.
"Oke, ayok jalan pak" Kata ku sambil mengancing kan helm ku.
"Gimana mau jalan neng, neng aja belom naik ke motor" Kata nya.
"Oh iya".
Brummm.
*~*
Sudah naik ojek. Udah nggak telat masuk sekolah. Ehhh, masih tetap aja kena hukum. Ya tuhannn.
Flashback on.
" Nih bang ongkos nya, makasih ya" Kata ku sambil memberi kan ongkos nya pada abang tukang ojek itu.
"Kembalian nya ambil aja bang" Kata ku sambil berlari masuk ke dalam gerbang sekolah
"Kembalian apaan neng. Uang nya pas!! " Teriak nya tak kalah besar dari teriak kan ku.
Aku terkekeh, dan setelah aku memasuki gerbang sekolah, aku pun langsung berjalan ke ruang kelas. Sesampai nya di kelas aku langsung duduk dan langsung membuka tas ku. Mengeluar kan buku bahasa Indonesia ku (Biasa, anak rajin). Idih.
Tiba-tiba terdengar suara bisikan anak laki-laki yang berada di kelas yang sama dengan ku. " Hey udah PR bahasa Indonesia? ". Hah? PR bahasa Indonesia? Emang ada ya.
Langsung ku buka buku bahasa Indonesia ku. Dan sial nya ternyata beneran ada PR. Dan aku belum membuat PR tersebut.
" ****** aku belum buat PR. Fix bakal di hukum guru inimah " Kata ku sambil membuka buku cetak bahasa Indonesia ku.
Tiba-tiba bel sekolah berbunyi. And the teacher comes. ****** mana guru nya udah datang. Guru killer lagi. Ck tamat riwayat ku. Image ku sebagai anak teladan hancur karena PR ini. Enyah kau PR!.
" Kids! Tolong kumpulkan PR kalian di meja ibu sekarang ".
Akh, tuh guru ingat pula ada PR. Duh gimana ini. Bisa di hukum hormat bendera aku. Panas-panas lagi. Entar aku hitam. (Ea...). Semua anak pun berlari ke meja guru, dan meletak kan buku PR mereka masing-masing. Aku hanya bisa tersenyum paksa dengan kejadian ini.
" Apa ada yang tidak buat PR?! ".
****** ditanya lagi. Oke kita Terima kesalahan kita. Aku pun mengangkat tangan ku. Pertanda belum buat PR. Wajah ku masih ku paksa tersenyum.
Terdengar bisik-bisik tetangga dari mulut teman sekelas ku. " Kok Lia gak buat PR? Dia kan murid teladan".
Jderr!!
"kuy murid teladan juga manusia biasa, manusia bisa lupa kapan saja, ku doakan kena karma kau! " Ujar ku dalam hati sambil tersenyum paksa.
"Silahkan keluar dari kelas ibu, jangan ikut pelajaran ibu kali ini, next time PR nya jangan di kerja kan lagi ya".
Minta di giling nih guru. Sabar Lia. Emang kamu yang salah, gak buat PR sih. Aku pun terpaksa keluar kelas. Apes banget dah. Tapi untung dah, aku gak di hukum membersih kan wc, terus di hukum hormat tiang bendera. Untung banget.
Flashback off.
Jadi, di sini lah aku berada. Di luar ruang kelas ku, dan mendengar kan penjelasan guru di dalam. Aku mengingat setiap kata, detail, dan pertanyaan yang di lontarkan guru ku pada teman-teman ku di kelas.
Sebelum keluar dari kelas tadi, aku menyisip kan buku tulis ku dan pena di baju ku, berniat ketika aku di luar kelas, aku akan mencatat semua penjelasan nya. Dan aku bisa belajar, walau dari luar ruang kelas.
Aku cepat-cepat mencatat semua penjelasan nya, baik itu di papan tulis, atau dari perkataan nya. Dan tiba-tiba, pintu ruang kelas terbuka, mengaget kan aku dan membuat buku tulis ku tercoret dengan pena.
"Eh, ibu".
Aku cepat-cepat menyembunyi kan buku tulis ku dan pena ku kebelakang tubuh ku. " Sudah selesai bu? " Tanya ku.
"Sudah. Tapi apa yang kamu sembunyikan di belakang mu? Tunjuk kan sekarang" Kata nya sambil melihat ke arah belakang ku.
Aku menunjuk kan kepada nya buku tulis ku. Aku takut, dia memarahi ku karena dari tadi aku mencatat penjelasan nya. "Kamu memang anak yang rajin ya. Ya sudah, kali ini ibu maaf kan. Sana masuk ke kelas" Kata nya sambil menyuruh ku masuk ke dalam kelas.
Aku mengangguk sambil berkata " I-iya bu". Aku buru-buru masuk ke dalam kelas ku, dan langsung duduk di kursi ku. Selanjut nya, adalah pelajaran matematika. Kemudian bu Silvi masuk ke dalam kelas ku, dan....
"Anak-anak, silakan PR nya di kumpul".
What the?!
Aku langsung membuka buku matematika ku. Ya Tuhan, tolong datang kan keberuntungan setelah kesialan datang. Jreeng. Aku sudah membuat PR ku. Alhamdulillah, Terima kasih ya Allah.
Tiba saat nya mengumpul kan PR, Anak-anak yang tadi ku doakan, ternyata tidak membuat PR. Alhamdulillah. Doa ku terkabul. Terima kasih untuk kedua kali nya ya Allah. Wuhhh. Tiba-tiba aku semangat sekali.
"Okeh, yang tidak buat PR, silahkan seperti biasa".
Kalau dengan bu Silvi, yang tidak buat PR di suruh hormat ke tiang bendera. Untung aku nggak buat PR waktu bu Ana. Btw guru bahasa Indonesia tadi nama nya bu Ana. Aku lupa ngasih tahu ke kalian.
" Okeh, kita mulai pelajaran nya. Buka buku halaman 109, dan akan ibu jelaskan terlebih dahulu".
Skip.
Karena author gak pinter matematika. Karena ketika melihat angka, dan mendengar kan guru matematika menjelas kan, author selalu ngantuk. Dan tidak mengerti. (Jangan di contoh ya guys. Cuman orang profesional yang boleh melakukan nya). Idihh.
*~*
Tringgg.
Fuahhh.
"Belum istirahat!! " Teriak seisi kelas dengan serempak.
Istirahat, aku tidak pergi ke kantin. Aku malas untuk pergi ke sana. Dan Salsa, Giska, dan Alex datang menghampiri ku setelah mereka jajan dari kantin. "Nggak jajan Lia? " Tanya Giska.
"Nggak, lagi males" Kata ku.
"Tumben kamu gak buat PR" Kata Salsa mencoba mengejek ku.
"Aku males" Kata ku sambil terkekeh.
"Kalung dari siapa itu? " Tanya Alex sambil menunjuk ke arah kalung yang menjuntai dengan indah di leher ku.
"Owh, ini di kasih orang" Kata ku sambil melepas kan kalung itu, untuk menunjuk kan kalung itu pada teman-teman ku.
Salsa mencoba membuka liontin itu. Tepp. Liontin itu terbuka. "Kosong? " Tanya Salsa.
" Tunggu, ada angka di dalam nya" Kata Giska sambil menunjuk ke arah liontin yang kini di pegang oleh Salsa.
"Oh iya ya" Kata Salsa.
"29,04,2003, kek tanggal lahir mu Lia, terus di sebelah nya, 31,10,2002 tanggal lahir siapa itu? " Tanya Alex.
"31,10,2002 ? Mana ku tahu" Kata ku sambil mengangkat kedua bahu ku.
"Jangan-jangan ini kode jodoh mu Lia" Kata Giska.
Hah?!
*~*
Stay save Everyone. Author berharap kalian bisa menjaga kesehatan, rajin cuci tangan. Kita pasti bisa melawan virus corona. Kita perang, kita lawan corona dengan kebersihan dan doa. Dan author juga berharap, corona akan hilang sebelum Ramadan. Aamiin**.
To be continued...
Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__