My Unrequited Love, It's You

My Unrequited Love, It's You
Chapter 14 The Doll Bride



Hah?


"Maksud loe apa? Ciuman nggak langsung? Maksudnya? " Tanya ku tidak mengerti.


"Sudah, kamu nggak ngerti mending diem! " Kata nya memarahi ku.


Lah? Kok aku di malah marahi? Apa salah ku ya Tuhan.


*~*


"Huahhh. Gak serem. Film horror tapi nggak serem" Kata ku sambil berjalan keluar dari teater. Saat aku melihat ke belakang ku, Stefano dan teman-teman lainnya, terlihat sangat lemas. Kenapa ya?


"Kenapa kalian semua lemas? " Tanya ku pada mereka semua.


"Serem! " Kata mereka berteriak serempak membuat ku dan Akbar terkejut.


"Mana ada seram" Kata Akbar sambil memainkan handphone nya.


"Ya sudah lah kita makan siang dulu" kata Akbar sambil menarik ku mengikuti nya kembali.


"Kamu kenapa sih terus-terusan menarik ku?" tanya ku.


"Nanti kamu hilang, bisa-bisa kena marah sama ayah mu nanti aku" Kata Akbar tanpa menatap ku.


Aku hanya tersenyum dan terkekeh karena nya. Dia membawa kami semua ke tempat makan yang ada steak nya. "ah pas sekali, aku sedang ingin makan steak".


Akbar menyuruh ku duduk di samping nya, tidak memperboleh kan ku duduk di hadapan nya dan di sebelah ku bukan Stefano lagi. Tapi salah satu teman wanita nya Akbar dan Stefano? Dia duduk berhadapan dengan Akbar, tak lama pelayan datang membawa buku menu kemeja kami, dan Akbar mengambil nya dan berkata "Lia, kamu mau apa tolong jangan terserah lagi. Tolong pilih lah sendiri, karena aku belum belajar telepati" kata nya sambil memberikan ku buku menu itu.


"Iya" jawab ku.


"Aku pilih bla...bla...bla".


" Oke itu saja, terima kasih" kata Akbar kepada pelayan itu.


Selagi menunggu aku memain kan handphone ku dan tiba-tiba ada pesan masuk dan ternyata itu adalah kakak ku. Dia mengingat kan aku untuk membeli kan nya coklat nanti. "Astaga anak ini makanan terus" kata ku dalam hati.


Tiba-tiba Akbar mengambil handphone ku dari tangan ku dan mengetik kan sesuatu di handphone ku. Dan kemudian dia mengembali kan nya, sambil berkata "simpan nomor ku, siapa tahu ada yang penting" kata nya. Aku mengangguk dan menyimpan nomor nya.


"Lia" panggil Stefano.


Aku menegak kan pandangan ku dan melihat ke arah Stefano. "sebenar nya, aku ingin tanya, apa yang kamu sukai dari Akbar? "tanya nya. Aku menatap ke arah Akbar dan dia mengangguk seakan menyuruh ku untuk menjawab nya sesuai dengan pendapat ku sendiri, mungkin dia meminta ku untuk mengarang, mungkin.


"aku menyukai nya karena dia tampan" kata ku sambil menunduk kan kepala ku karena aku takut ketika aku mengatakan itu wajah ku mulai memerah seperti kepiting rebus.


"tuh kan kenapa sih cewek cantik pasti suka nya sama orang tampan" Omel Stefano yang mana membuat seisi meja tertawa.


"Makanya, lahir lagi sana, minta sama Tuhan biar tampan" Kata wanita di sebelah ku sembari tertawa.


"Uhm... Selain tampan apa lagi yang kamu sukai dari nya? " tanya wanita di sebelah ku.


"Ah, aku, uhm selain itu aku juga menyukai matan ya dan senyum nya" Jawab ku.


"Terus menurut mu Akbar itu orang nya bagaimana?" tanya nya lagi.


"Aku rasa dia orang yang baik, dia itu juga orang yang pemarah, suka mengatur-ngatur juga, da juga dia orang yang agak dingin kek kulkas, kalau dia melihat orang atau melihat ku juga kadang-kadang dia melihat ku seperti sedang melihat musuh" kata ku jujur.


Wanita di sebelah ku tertawa kemudian berkata " Akbar Akbar, kamu itu seharus nya menghilang kan kebiasaan menatap orang seperti ingin mengajak orang berkelahi dan dia ini kan pacar mu" kata wanita itu. Aku hanya diam sambil tersenyum dan kemudian tiba-tiba Akbar menyenggol kaki ku dan menyuruh ku untuk diam. Ya, sudah aku diam nih.


Aku memain kan handphone ku kembali. Dan kemudian, salah satu pelayan membawa kan makanan yang sudah kami pesan tadi dan kami mulai memakan steak itu.


*~*


Seusai makan Stefano mengajak kami untuk pergi ke tempat bermain, dan Akbar pun menyetujui nya dan anehnya Akbar terus-terusan menggenggam tangan ku dan mulai menarik ku kembali hampir saja aku terjatuh.


"Kalau begitu kita main nya pisah ya, kalau kalian ingin main di tempat yang berbeda dan bermain permainan yang berbeda juga silahkan. Kita pisah di sini, tapi jika sudah selesai kita kumpul di tempat duduk itu" kata Akbar dan disambut angguk kan oleh teman-teman nya.


Aku berniat untuk mengikuti teman-teman wanita nya Akbar, tapi dia tidak melepas kan tangan ku, dia masih tetap menggenggam tangan ku dan malah menarik ku kembali. "Kamu kenapa sih jangan tarik-tarik, aku mau jatuh tahu" omel ku pada nya.


Dia tidak menggubris omelan ku dan dia membeli kartu untuk kami berdua bermain. "Mengapa kamu tidak bermain bersama Stefano? Dan yang lain saja? "tanya ku.


"males" jawab nya singkat, padat, dan jelas.


"Lia, kita main bola basket yuk" ajak nya.


"bola basket? "tanya ku.


" Iya, kita bertanding siapa yang kalah harus traktir" kata nya.


Aku yang mendengar kata 'traktir' langsung setuju dengan ajakan nya. "oke aku mau". Kami berdua mengantri untuk bermain bola basket, karena ada banyak sekali orang yang ingin bermain di sana. Dan tiba giliran kami, Akbar terus-terusan mencetak skor. Aku kesal melihat nya, bisa-bisa aku kalah dan aku harus mentraktir nya. Aku tidak boleh kalah. "Aku harus menang" kata ku dalam hati sembari menyemangati diri ku.


Aku memang mulai mencetak skor dan mengejar skor nya, tetapi tidak berhasil dia masih tetap menang dari ku. "Jadi siapa yang menang?" Tanya nya tersenyum mengejek ku.


"kamu curang! " Kata ku.


"Hah? Aku curang? Siapa? Aku? Sorry ya, di hidup ku tidak ada kamus yang tertulis untuk ku curang dalam sebuah permainan" kata nya.


"kamu curang tahu. Kamu tinggi enak, kaki mu panjang bisa lompat, maka nya kami bisa menang" Ucap ku kesal.


"Ish. Menyebal kan dasar! ".


Kami berdua bermain beberapa permainan dan salah satunya adalah capit boneka. Tapi Akbar tidak mau bermain capit boneka karena menurut nya itu hanya untuk anak perempuan. Padahal boneka-boneka di sana sangat cantik. Aku ingin mendapat kan nya walau satu saja. Aku melihat, memandangi kotak kaca yang dipenuhi dengan boneka-boneka. Aku masih menginginkan nya, tapi aku tidak bisa memainkan nya karena kartu nya ada di Akbar.


"ya sudahlah, aku pasrah".


Akbar poV


Aku melihat anak ini terus-terusan memandangi kotak kaca yang berisi dengan boneka-boneka itu. Apa dia memang benar-benar menginginkan boneka itu? Seperti nya iya. Ya sudahlah. Aku beranjak pergi ke kotak kaca itu. Aku menggesekkan kartu ku dan mulai memainkan kotak itu. Aku berusaha untuk mengambil beberapa boneka untuk anak kecil itu tapi tak kusangka aku malah mendapatkan dua boneka sekaligus.


Dan yang lebih tak ku sangka boneka-boneka yang ku dapat adalah sepasang, satu laki-laki yang satu nya perempuan, tapi yang membuat ku kaget kedua boneka ini menggunakan pakaian layak nya seorang pengantin. "Kenapa aku mendapatkan boneka pengantin ini?" tanya ku.


"ya sudahlah yang penting aku dapat"kata ku.


Akbar poV end


Tiba-tiba akbar berdiri dan dia memainkan capit boneka itu. Aku pikir dia tidak akan mendapat kan boneka apapun, tapi ternyata dia mendapat kan dua boneka sekaligus. Wow hebat pikir ku.


Aku berdiri mendekat ke arah nya dan ku lihat boneka itu adalah sepasang laki-laki dan perempuan dan aku tak menyangka boneka itu menggunakan pakaian layak nya seorang pengantin. "Ini untuk mu anak kecil" Kata Akbar sambil memberikan kedua boneka itu pada ku.


"terima kasih" kata ku.


"Tapi boneka ini terlalu banyak untuk ku, kakak ambil yang laki-laki ya, aku simpan boneka yang perempuan dan kakak simpan yang laki-laki" ucap kuda sambil memberikan boneka laki-laki itu kepada Akbar.


Akbar terdiam dan kemudian mengambil boneka itu. "Baik, akan aku simpan boneka ini" jawab nya sambil tersenyum pada ku. Ku tarik tangan nya dan ku buat dia mengikuti ku. Aku mengajak nya pergi ke tempat yang menjual banyak makanan.


"Sekarang pilih, kamu apa, aku kan sudah kalah dalam permainan tadi" kata ku pada Akbar.


"Jangan yang mahal tapi".


" Iya. Aku mau permen kapas dan es krim" ucap Akbar sambil menunjuk permen kapas berwarna ungu dan es krim rasa coklat dan vanilla.


"Oke tunggu" kata ku.


Akbar duduk bersama boneka laki-laki nya itu dan aku membeli es krim dan permen kapas itu. "Mbak itu pacarnya ya?" tanya penjual permen kapas dan es krim.


"Ehh pacar? " Tanya ku.


"Iya pacar" jawab nya.


"Bukan aku dan dia hanya pacar palsu" kata ku jujur.


"Pacar palsu? Ah saya nggak ngerti anak jaman sekarang, tapi tunggu boneka itu boneka pengantin ya mbak? " tanya penjual itu sambil melihat boneka yang ku pegang.


Aku mengangguk dan berkata "iya ini boneka pengantin tapi sepertinya sih" kata ku tak percaya.


"walah boneka nya cantik kek yang punya, saya doain ya mbak walaupun kalian cuman pacar palsu saya doain semoga kalian berjodoh seperti boneka pengantin ini" kata nya sambil melihat ke arah boneka ku dan boneka yang di pegang oleh Akbar.


"Aamiin" jawab ku.


"ini mbak permen kapas dan es krimnya".


"terima kasih".


Aku membawakan permen kapas dan es krim itu kepada Akbar yang sedang duduk sendirian. Aku duduk di sebelah nya. " Nih kak" kata ku sambil memberikan permen kapas dan es krim itu.


"Terima kasih, kalian berdua ngobrol apa tadi? " Tanya Akbar.


"Ahh, dia tanya apa kita sepasang kekasih? Aku jawab bukan, hanya pacar palsu" kata ku.


"Terus dia ngedoain kita. Dia ngedoain kita berjodoh seperti boneka ini" kata ku sambil memainkan boneka tadi yang ada di tangan ku, tiba-tiba Akbar batuk-batuk tersedak makanan nya sendiri.


"Eh kenapa kak? " Tanya ku khawatir.


"Tidak, hanya tersedak makanan ku" Kata nya sambil mengelus dada nya.


Tiba-tiba aku teringat dengan pesan kakak ku yang minta di belikan coklat pada ku.


"Kak, aku ke supermarket dulu ya aku mau beli coklat, kakak ku mesan tadi" kata ku yang disambut anggukan oleh Akbar.


"Mau ku temenin?" Tanya nya.


"tidak aku bisa sendiri" kataku sambil meninggal kan dia sendirian.


"Gila penjual itu malah doain aku berjodoh dong aduh, kok aku malu" Kata ku sambil memeluk erat boneka ku.


Akbar poV


"Gila penjual itu malah doain aku berjodoh dong aduh".


Akbar poV end


To be continued...


Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__