
Lia poV
Kencan!?
Akh!!
Ini pertama kali nya aku kencan!!
Gimana nih!!
Jantung ku berdebar nih!
(Author :Ya iyalah berdebar, galau gak berarti udah dead!)
(Lia: hush!)
Rasa nya hari ini begitu aneh.
Aku menggambar wajah nya.
Bertemu nya di sekolah nya.
Aku memaki nya pembawa sial.
Aku menabrak nya.
Kertas gambaran ku basah karena nya.
Di suruh jadi pacar palsu nya.
Dan sekarang??
Aku harus melanjutkan akting ku sebagai pacar palsu nya.
.
.
.
.
.
.
.
Dan kini dia menganggap bahwa aku pacar asli nya.
Menggoda ku dengan kata-kata nya yang manis. Eaaa emang gula?
Kali ini aku sudah ke habisan kata-kata untuk perilaku nya. Biasanya aku selalu saja memarahi nya.
Berteriak pada nya.
Memaki nya seperti biasa.
Tapi sekarang berbeda.
Aku malah mengikuti permainan nya.
Dan sekarang kami malah bergandengan tangan.
Dia masih menggenggam tangan ku dengan erat.
Berjalan bersama ke toko pancake.
Aku hanya melihat wajah serius nya.
Yang menambah ketampanan dari dalam diri nya. Ukhh.
Wahai jantung ku kuat lah!!
Lia poV end.
Akbar poV.
Sebenarnya aku ini ngapain sih?
Ngajakin dia makan?
Minta dia jadi pacar palsu ku pula.
Sebenarnya aku kenapa?
Mana aku gandeng anak pelatih ku lagi!
Nanti gimana kalau ketahuan pelatih ya aku gandeng anak nya?
Tapi entah kenapa bocah ini diam saja?
Biasa nya selalu memarahi ku.
Memaki ku lah.
Tapi tumben nih bocah diam.
Kan jadi enak kalau dia diem gini.
Gak rewel seperti biasa nya.
Tapi dia cantik kalau lagi malu.
Wah mikir apa aku ini?!
Akbar poV end.
" Dimana sih toko nya, lama bener nyampe nya? " Tanya ku dalam hati yang sudah mulai kesal.
" Gimana kaki mu? Masih sakit? " Tanya nya sambil menarik ku ke dekat nya.
" Pertama jangan tarik aku ke dekat mu, kedua kaki ku baik-baik saja, karena sudah kau hentak -_- ".
" Gapapa sekali hentak, yang penting sakit nya cuman sekali, setelah itu gak bakal sakit lagi kalau kena hentak lagi " Ucap nya ngawur.
" Heee ngawur kamu! Btw ini di mana sih, kok gak nyampe kita " Ucap ku yang sudah mulai kesal.
" Belok gang kanan itu setelah itu kita sampai".
" Gang?? Ikh kamu gak bakal ngelakuin hal aneh ke aku kan? Siapa tahu kamu bohong. Modus nya mau ngajak makan tapi malah ngelakuin hal lain" Ucap ku sambil menyilangkan tangan ku ke dada ku.
" Heh gadis berisik! Mana ada aku bohong! Lagian aku gak tertarik melakukan hal itu ke cewek berisik seperti mu. Malah aku mau muntah kali. Apa-apaan itu pose menyilang kan tangan. Lagian aku gak bakal ngapain kamu kok. Aku ini laki-laki berpendidikan ".
" Hoo.. Gak usah ngegas dong, aku kan bercanda biasa aja " Ucap ku tenang.
" Selain kamu? Ikh pede amat" Ucap ku sambil memutar bola mata ku.
" Bisa-bisa aku mati kena hipertensi karena mu! Sabar-sabar " Kesalnya sambil menenangkan diri nya.
Aku pun terkekeh melihat sikap nya itu. " Ya udah cepetan! " Ujar ku sambil menaikkan dagu ku.
Kami pun kembali berjalan. Tapi sekarang kami tidak bergandengan tangan lagi. Ukh jadi nyesel karena ngelepas tangan nya tadi.
Sesampainya di sana kami duduk di dekat tanaman. " Wah bunga ini ". Aku pun langsung memperhatikan bunga yang ada di sebelah kami. Karena bunga ini adalah bunga yang sering ku lihat waktu aku liburan.
" Kamu tahu bunga ini? " Tanya nya.
"Tahu. tapi aku gak tahu nama bunganya".
" Huh sama aja bohong ".
" Ini silakan menu nya " Ucap seorang pelayan.
" Terima kasih". Kami pun segera memesan pancake.
" Hei gadis berisik. Kamu mau apa? ".
" Terserah ".
" Mau yang large atau small? ".
" Terserah".
" Mau rasa apa pancake nya? ".
" Terserah ".
"Mau topping apa? Buah atau snack? ".
" Terserah ".
" Saus apa? Coklat atau green tea? ".
" Terserah ".
" Hei kok malah terserah-terserah mulu Sih! " Ucap nya dengan kesal.
" Ah maaf aku terbiasa di atur, tidak pernah memilih".
" Lia dengar ya. Jika kamu di beri pilihan untuk memilih, maka pilih lah. Lagian kata terserah itu bikin pusing tahu. Apa aku harus belajar telepati dulu? " Tanya nya.
" Baiklah aku mau yang small, rasa coklat, topping nya buah, saus coklat, dah itu aja".
"Yang small? " Tanya nya.
"Iya kenapa? ".
" Gak sih. Baru kali ini aku liat gadis berisik makan nya dikit ".
Aku pun bersiap melempar garpu yang ada di depan ku saat ini. " Eitss eitss mau ngapain kamu!. Aku cuma bercanda tahu! ".
" Makanya jangan bercanda! ".
" Cewek kalau lagi unmood serem! Ganti topik, ganti topik"* dalam hati Akbar, mungkin:)
" Uhm. Cowok nyebelin kamu kok sekolah di sana? " Tanya ku memecah keheningan.
"Humm memangnya kenapa kalau aku sekolah di sana? Cemburu karena kamu gak bisa liat cogan tiap hari? " Goda nya.
"Elah kepedean kamu".
Emang ganteng sih.
Kemudian makanan pun sampai. Dan kami berdua langsung melahap makanan itu.
Dan skip langsung selesai makan.
" Sudah? Ayo cabut. Nanti malam kita kan mau latihan ".
" Tunggu. Aku mau ke toilet. Kamu tunggu di sini ".
Aku pun ke toilet untuk mencuci tangan ku. Tapi aku tak sengaja menabrak seseorang. " Ah maaf, eh lho Alex" Ujarku tak percaya dengan apa yang ku lihat.
"Loh li, kok kamu di sini? Sama siapa? " Tanya nya.
"Tuh " Jawab ku sambil menunjuk ke arah Akbar.
"Dia ya, ya sudahlah".
" Btw, kamu pakai baju biasa, ganteng "ujar ku.
" Woya jelas aku ganteng " Jawab nya PD.
"Memang ganteng sih, sama kayak Akbar, tapi agak beda ".
*~*
Ugh males banget.
Capek.
Pen pulang.
Pen makan.
Pen tidur.
Pen Alex.
" Napa loe? Senyam-senyum sendiri? Serem ah".
Akbar duduk di samping ku yang masih membayangkan wajah Alex yang begitu tampan tadi sore.
" Cowok nyebelin. Kek nya aku lagi jatuh cinta deh " Ucap ku ngawur.
"Sama siapa?! " Tanya nya tapi agak tinggi.
"Alex. Sahabat ku" Ujar ku sambil menatap Akbar.
"Owh g-gitu ya, ya sudah ".
Kak Akbar pergi meninggalkan aku yang kini duduk sendirian. Sejujurnya aku bingung. Kak Akbar kenapa? Setelah mendengar ucapan ku yang suka sama Alex, wajah nya tadi agak murung.
Tunggu.
Apa Jangan-jangan, kak Akbar suka sama aku?!
Gak mungkin ah.
Lagipula dia tadi bilang kalau dia gak nafsu sama aku.
Kalau dia gak nafsu sama aku, berarti dia gak suka sama aku kan?!