My Unrequited Love, It's You

My Unrequited Love, It's You
Chapter 15 Alone or Together?



Seusai membeli coklat, aku kembali menemui Akbar. Tapi aku tidak melihat seseorang pun duduk di sana. Dia tidak ada di tempat itu lagi.


"Apa aku di tinggal sendirian? " Tanya ku dalam hati.


"Kalau beneran di tinggal sendirian, aku mau jalan-jalan sendirian ahhh" Kata ku sambil meninggalkan area permainan.


Sementara di waktu yang bersamaan.


"Lah, dia malah jalan sendirian Bar".


" Sudah ku duga, dia itu berbeda, kalian pulang duluan aja gak apa. Aku mau ngintilin tuh bocah"


*~*


Aku pergi ke toko buku, setelah menitipkan boneka ku ke penitipan barang. Aku melihat-lihat buku novel. Melupakan sejenak, kekesalan ku karena kekalahan ku tadi. Tapi, aku sedih. Mereka tega beut ninggalin aku sendirian di sini. Tapi, gak apa. Aku bisa berjalan-jalan semau ku. Bebas tidak ada yang menghalangi ku.


Aku mengambil salah satu buku berjudul "My Last Encounter With The world". (Sekalian promosi author nya:)). Aku membaca sinopsis buku itu, dan kemudian memutuskan untuk membeli nya.


Note: Novel itu ada di mangatoon:) Baca ya.


Seusai membeli buku itu, aku keluar dari toko buku itu. Saat berjalan-jalan, aku merasa ada seseorang yang mengikuti ku, tapi aku tak peduli. Karena di Mall ada banyak sekali manusia. Aku yakin dia tidak akan berani melakukan sesuatu yang jahat pada ku.


"Tapi, bosan juga kalau sendirian di Mall. Aku gak tahu mau ngapain. Nonton lagi aja kali ya? Ya sudah, aku nonton lagi aja. Kali ini kita akan coba menonton film romantis. Kata Salsa sih film ini bagus" Kata ku dengan semangat yang sudah menyelimuti ku.


Aku kembali ke bioskop. Memesan tiket, dan duduk di tengah. Aku juga tak lupa membeli pop corn dan soda berukuran sedang, ya iyalah, masa aku beli yang berukuran besar. Mana habis aku makan sebanyak itu. Tak lama menunggu, akhir nya aku dipersilahkan masuk ke dalam teater. Aku mencari tempat duduk ku, dan menunggu film itu mulai.


*~*


"Nggak bagus. Sumpah. Nyesel aku nonton ini. Banyak banget kiss scene nya, ngerti aja nggak" Kata ku sambil memakan pop corn ku dengan penuh kekesalan.


"Ya iyalah gak ngerti, ngerasain nya aja gak pernah " Kata ku sambil tertawa sendiri dengan kebodohan yang tumbuh di dalam kepala ku.


"Jadi mau ngerasain nih? ".


Seseorang berkata seperti itu pada ku. Asal suara nya berasal dari samping kanan ku. Saat ku toleh kan kepala ku ke kanan dengan perlahan, aku terdiam. Kenapa dia ada di sini? Bukannya, dia udah pulang tadi. Kok di sini.


" Eh kak Akbar " Kata ku sambil memasang wajah kebingungan.


"Kamu tuh ya, jadi orang. Kalau di tinggalin gitu telpon kek, atau kirim pesan, ini malah keluyuran" Kata Akbar sambil menjitak kening ku dengan jari telunjuk nya.


"Aduh. Salah siapa coba yang ninggalin" Kata ku tak mau kalah berdebat dengan nya.


"Kamu-".


" Maaf ya mbak, mas, kalau mau sidang isbat jangan di sini, di sini bioskop".


Orang di belakang kami memarahi kami karena kami berdua dari tadi berisik. "I-iya mbak" Kata ku sambil meminta maaf pada nya. Aku dan Akbar saling berpandangan, kemudian tertawa kecil. "Kena tegur tuh" Kata ku sambil menahan tawa.


*~*


"Aihh. Sad ending film nya. Nggak nyesel aku nonton nya" Kata ku pada Akbar.


"tadi kata nya nyesel. Karena banyak kiss scene nya, kamu nggak ngerti" kata Akbar.


"Biarin! ".


Akbar tersenyum pada ku, dan tiba-tiba dia melepaskan jaket yang menempel pada tubuh nya. Kemudian, dia melempar kan jaket itu kepada ku. "Pakai. Baju mu terlalu terbuka" Kata nya sambil melihat pakaian yang ku kenakan.


Aku melihat pakaian ku yang memang agak sedikit terbuka, tapi tidak terlalu terbuka, menurut ku sih. "Mesum!" Kata ku pada Akbar sambil menutupi bagian dada ku dengan jaket nya.


"Aku nggak mesum. Tapi Stefano yang mesum" Kata nya sambil berjalan di depan ku.


Aku menatap nya dengan penuh tanda tanya. "Kamu gak merhatiin Stefano apa? Dia terus-menerus melihat badan mu. Jadi lain kali, kalau jalan bersama ku dan teman-teman ku, jangan pakai pakaian yang terlalu terbuka" Kata Akbar sambil menatap sinis ke arah ku.


"Kalau aku nggak mau? " Tanya ku sambil menyusul diri nya.


"Kalau kamu nggak mau. Akan ku robek pakaian mu di depan umum. Biarin kamu telanjang" Kata nya sambil menatap licik pada ku.


"Pada akhirnya kamu yang punya pikiran kotor" Kata ku sambil memasang wajah cemberut.


"Aku bilang pakai jaket nya. Kenapa tidak kamu pakai?! " Tanya nya dengan nada suara yang agak meninggi.


"Memang nya kenapa sih kak? Aku nggak kedinginan tahu, malah ada kepanasan. Palembang panas tahu" Kata ku sambil duduk di kursi panjang di mana depan kami ada area anak-anak bermain.


"AKU NGGAK SUKA! ".


Aku terkejut mendengar perkataan nya barusan. " Nggak suka? " Tanya ku.


"Kenapa? " Tanya ku.


"Ha-hhh. Aku cuman ingin kamu memperlihat kan tubuh mu ke suami masa depan mu nanti, ngerti nggak? Jadi pakai jaket nya" Kata Akbar sambil memakaikan aku jaket nya.


"Iya iya" Kata ku kesal.


Saat mengancing kan jaket nya. Mata ku tiba-tiba melihat ke arah tempat foto. "Kak, kita kesana yuk, aku mau foto" Kata ku sambil menarik Akbar yang mana membuat nya berdiri.


"Nggak mau. Itu buat cewek" Kata nya.


"Masa? Itu ada laki-laki juga, ayo! ".


Aku menarik Akbar ke tempat foto itu. Setelah itu, aku dan Akbar menunggu untuk di foto. Terus, tiba-tiba, fotografer nya bilang " Kalian mau foto prewedding? Kalau begitu silahkan ganti pakaian dulu".


Hah?


Aku dan Akbar sama-sama kaget dengan perkataan laki-laki itu barusan. "Eh bukan. Kami hanya ingin foto biasa. Bukan prewedding" Kata ku di barengi anggukan Akbar.


"Aihh. Maaf ya, saya kira kalian mau foto prewedding. Soalnya kalian kelihatan serasi, kalau begitu, silahkan pilih tema nya" Kata nya sambil menunjuk kan buku tema pada ku dan Akbar.


"WHITE" Kata ku dan Akbar secara bersamaan.


"Okey".


Kami di beri properti foto dan kami sudah siap di posisi. "Yakkkk, Siap-siap ya. Satu... Dua... Tiga...".


Crekkk.


Crekkk.


Crekkk.


"Iya".


Kami berdua berjalan bersama sambil melihat foto itu. Dan tiba-tiba. Insting imut ku terpanggil. Aku menoleh ke kanan, memperlihat kan jelas pada ku toko yang menjual barang-barang imut. Ku tarik Akbar lagi, dan kami berdua masuk ke dalam toko itu.


" Lia. Ini buat cewek, aku ini cowok " Kata Akbar sambil menepuk jidat nya.


"Sudah diam" Kata ku sambil memilih bando berkarakter hewan.


Ku pilih satu berkarakter kucing. Ku pasangkan ke kepala Akbar. "Tuhkan, lucu" Kata ku sambil menarik Akbar ke kaca, agar dia dapat melihat betapa lucu diri nya.


"Lia, yang benar saja, aku kek kucing" Kata Akbar sambil tertawa.


"Tunggu. Ku pilihkan satu".


Akbar mulai memilih bando itu, dan ketika dia selesai memilih. Dia, memasang kan bando itu ke kepala ku. Dia menarik ku ke kaca, dan membiarkan aku melihat diri ku sendiri.


" Aishh. Aku kek bocah deh" Kata ku sambil melihat bando berbentuk hati.


"Kamu kan memang bocah" Ejek nya.


"Ikh! Aku udah gede tahu, kamu aja kali yang bocah" Kata ku sambil memukul lembut Akbar.


"kamu tuh bayi tua" ejek Akbar lagi.


"kalau aku bayi tua, kamu apa dong? " kata ku.


"aku? Aku pangeran berkuda putih" kata nya sambil tertawa


"berkuda hitam kali" kata ku.


Aku dan dia pun tertawa dengan ejekan yang terus-menerus kami lontarkan.


Sementara di waktu yang bersamaan.


"Lia... ".


*~*


Aku dan Akbar, melanjut kan perjalanan kami. Kami pergi ke tempat area permainan lagi. Di sana, kami bermain sepuasnya. Tidak ada teman-teman nya, dan hanya ada kami berdua.


" Jadi... Lia. Kamu suka alone atau together? "


"Together" Jawab ku dengan penuh senyum keceriaan.


*Akbar tersenyum


*~*


Aku dan Akbar pulang ke rumah, dan tidak lupa mengambil barang yang kami titip. " Jangan di buang loh ya nih boneka. Buat kenang-kenangan. Dan ini foto tadi" Kata ku sambil keluar dari mobil Akbar.


"Iya iya, nanti ku simpan boneka nya" Kata Akbar sambil menggerak kan tangan boneka itu.


"Dadah" Kata ku sambil mengikuti nya menggerak kan tangan boneka yang ada pada ku.


Brummm.


Aku masuk ke dalam. Di mana aku di sambut oleh kakak ku yang menagih hutang, eh bukan, coklat maksud nya. "Nih, zombie makanan" Kata ku sambil memberikan coklat yang ku beli tadi pada nya.


Aku masuk ke dalam kamar ku, dan langsung merebahkan diri ke kasur ku. Ku ambil boneka itu, dan ku letak kan di atas perut ku, sambil berkata " Seperti nya aku memang benar-benar mencintai nya" Kata ku pada boneka itu.


"Eh jaket nya, aku lupa. Kalau aku tadi masih mengenakan jaket nya. Nanti saja deh ku kembalikan" Kata ku sambil melepaskan jaket itu.


Aku berjalan ke arah kaca, dan melihat pakaian yang ku kenakan. Tiba-tiba aku teringat kalimat Akbar yang berhasil membuat guncangan di hati ku.


"Aku cuman ingin kamu memperlihat kan tubuh mu ke suami masa depan mu nanti".


Akhhhhh. Suami masa depan!! Kamu aja gimana!! Aihhh.


" Boneka. Rasa nya. Aku malu" Ucap ku pada boneka yang ada di kasur ku.


Akbar poV.


Gila.


Bisa-bisa nya aku bilang begitu pada anak itu.


"Aku cuman ingin kamu memperlihat kan tubuh mu ke suami masa depan mu nanti".


Gila. Sumpah. Kata-kata itu muncul begitu saja di kepala ku. Ya Tuhann. Aku berasa berharap ke dia.


" Boneka. Rasa nya. Aku malu" Ucap ku pada boneka di sebelah ku.


Akbar poV end.


Kakak ku tiba-tiba masuk ke dalam kamar ku. "Boneka dari siapa nih dek? " Tanya nya.


"Dari Akbar" Kata ku.


"Boneka pengantin? Awas jodoh loh dek" Kata nya.


"Aamiin" Jawab ku segera mengaminkan perkataan kakak ku.


"Jadi, kamu pilih siapa? " Tanya kakak ku sambil menyilang kan tangan nya.


"Akbar, atau Alex? ".


Hah?


To be continued...


Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__