
"Bukan, aku bukan pacar nya, aku hanya pacar palsu nya" kata ku pada Salsa.
"pacar palsu? Apa maksud mu?" tanya Salsa pada ku.
AKu berdiri, membuat tubuh ku sejajar dengan Salsa, sambil berkata "sudah lah, bukan hal yang penting" kata ku sambil tersenyum.
Aku menarik Salsa. Kami berdua berlari bersama. Salsa terus bertanya pada ku di saat-saat kami sedang berlari. Dia bertanya "kenapa kita berlari? Kita bisa berjalan" katanya tidak apa-apa dapat aku aku hanya ingin kita cepat sampai ke rumah lanjut ku yang mana membuat salah kesal
Sesampai nya di rumah. Aku berganti pakaian. Aku mengenakan pakaian berwarna pink bertulis kan nama ku dan Salsa, dan celana pendek batas lutut. Dan aku langsung pergi ke rumah Salsa. Ku lihat Salsa belum mengganti pakaian sekolah nya dengan pakaian biasa.
"kenapa kamu belum mengganti pakaian mu? "tanya ku sambil masuk ke dalam rumah nya.
"Kamu kan tahu aku itu penakut" kata nya sambil terkekeh.
Aku duduk di sofa rumah Salsa dan Salsa mengganti pakaian nya di kamar nya. Ku main kan handphone ku dan tiba-tiba ada ide jahat muncul di kepala ku. Ide itu, aku berniat menstalking Akbar di social media nya. Ku cari Stagram nya dan ku lihat tidak ada postingan sama sekali, tapi followers nya lumayan banyak dari punya ku:).
Sebenarnya kenapa ya aku bersembunyi tadi, padahal itu adalah saat-saat yang membangga kan bagi semua orang karena bisa melihat orang yang di sukai, tapi tidak untuk ku. Saat ini hati ku bimbang. Aku tidak tahu, apakah aku mencintai nya atau tidak, yang jelas Luna menyukai nya juga.
Aku bingung, apakah aku harus membuat Luna dekat dengan Akbar atau aku yang mendekat ke arah akbar karena secara garis besar aku dan akbar adalah seorang partner latihan. Tapi bagi ku sulit sekali. Aku tidak tahan. Aku tidak bisa merusak pertemanan ku dengan Luna hanya karena kami menyukai laki-laki yang sama.
Tapi aku tak rela jika Akbar bersama Luna, karena menurut ku Luna hanya bermain-main dengan Akbar. Aku merasa, kalau Luna hanya menganggap Akbar sebagai sebuah barang yang bisa dipinjam dan dikembali kan. Aku tak yakin perasaan Luna pada Akbar. Aku tidak yakin, dia serius menyukai Akbar.
Tiba-tiba Salsa muncul di hadapan ku dengan mengguna kan pakaian berwarna merah bertulis nama ku dan Salsa. "Kamu ngapain?" tanya Salsa pada ku sambil dia duduk di sebelah ku.
"Dari tadi kamu hanya memain kan handphone mu saja" kata Salsa sembari mengambil handphone yang ada di tangan ku.
Dia melihat apa yang sedang ku buka, yeahh kalian tahu kan, aku sedang mestalking Akbar. "Kamu ngapain ngestalk anak ini? Kami bilang, dia bukan pacar mu, tapi kenapa kamu menstalking nya? "tanya Salsa pada ku.
"Aku tidak tahu" kata ku sambil terkekeh.
"Lia, apa ada yang kau sembunyi kan dari ku" tanya Salsa sambil menatap sinis ke arah ku.
Glek.
"tidak ada" kata ku sambil memaling kan pandangan ku dari Salsa.
"Kamu memaling kan pandangan mu, yang artinya kamu sedang menyembunyi kan sesuatu dari ku, kata kan pada ku. Apa yang kamu sembunyi kan dari ku, cepat! " Kata Salsa dengan nada suara yang mulai meninggi. Di saat seperti ini Salsa bisa lebih galak dari ku.
"Baiklah aku akan cerita kan semua nya. Sebenar nya, aku bingung Salsa. Saat ini, aku sedang menyukai seseorang" kata ku pada Salsa.
Salsa yang kaget dengan pernyataan yang ku buat, saking kaget nya, dia berdiri dari duduk nya. "Apa!Kamu suka sama seseorang? " Tanya Salsa.
"Apa kau menyukai orang yang ada di layar handphone mu ini?" tanya Salsa sambil menunjuk kan layar handphone ku. Aku mengangguk, tidak dapat berbicara, tidak ada kata-kata yang ingin ku katakan pada Salsa. Karena semua tebakan dari nya sudah sangat tepat dan jelas.
"Terus kenapa kamu bilang dia pacar palsu mu? " Tanya Salsa lagi.
"terus kenapa kamu tadi tiba-tiba menarik ku pergi dari gerbang sekolah itu?" tanya salsa pada ku sambil kembali duduk di sebelah ku.
"Aku bingung. Aku menyukai nya, tapi salah satu teman ku menyukai nya juga" kata ku sambil menundukkan kepala ku.
"Siapa?" tanya Salsa.
"Kamu ingat perempuan yang pernah ku cerita kan pada mu, yang selalu gonta-ganti pacar" kata ku.
"aku ingat, Luna kan? " kata Salsa memastikan.
"Iya"jawab ku sambil mengangguk.
" Tunggu dulu bukan nya terakhir kali kamu bercerita pada ku, Luna sudah mempunyai seorang pacar baru" Kata Salsa.
"Benar sekali, tapi sudah putus" kata ku.
"Putus?! Cepet amat deh" Kata Salsa sambil mengerutkan kening nya.
"Salsa, aku bingung. Sangat bingung" kata ku.
"kenapa harus bingung? " kata Salsa.
"Menyukai seseorang bukan lah sebuah kesalahan" Kata Salsa sambil menyenderkan tubuh nya.
"benar tapi masalahnya aku mencintai orang juga di cintai oleh teman ku Salsa" kataku
"ya terus apa masalah nya dengan mu? Kamu menyukai seseorang Lia, apa kamu takut semua ini akan merusak pertemanan mu dan Luna? "tanya Salsa yang mana membuat ku terkejut.
" Iya" jawab ku sambil memasang wajah murung.
"dengar Lia kamu berhak untuk bahagia dan aku tanya sekarang, apakah kamu rela kalau dia jadian sama Akbar dan mereka berdua ngedate? Dan bagaimana dengan mu? Apa kamu nggak merasa sakit kalau melihat semua itu? "tanya Salsa.
"tidak aku tidak ingin melihat nya sama sekali, tapi aku tidak mau dicap sebagai orang yang egois. Salsa, selama ini aku tidak pernah menyukai laki-laki dan Akbar adalah laki-laki pertama yang aku sukai" kata ku.
"iya aku tahu, kita sudah berteman sangat lama Lia, aku jadi ingat waktu ada anak laki-laki yang meminta mu untuk menjadi pacar nya dan kamu menolak nya di depan semua orang. Kamu yang menolak nya, tapi aku yang malu" Kata Salsa smbil menepuk jidat nya.
"Salsa. Coba saja, aku tidak menyadari perasaan ini, coba saja, dan aku tidak akan merasa bimbang dan merasa bersalah seperti ini" Kata ku sambil bersandar di bahu Salsa.
"Kenapa kamu merasa bersalah? Cinta itu tidak butuh alasan Lia, dia juga tidak bisa di larang untuk tumbuh. Semua ini, pasti sudah direncanakan Tuhan" Kata Salsa sambil menepuk kepala ku dengan lembut.
"Yang jelas, aku ingin memberi tahu mu, kamu berhak untuk bahagia. Terkadang, cinta membutuhkan sebuah pengorbanan, dan tinggal diri mu sendiri yang memilih, mengorbankan kebahagian mu demi orang lain, dan menjadi orang yang paling tersakiti" Kata Salsa sambil menggenggam erat tangan kanan ku.