My Unrequited Love, It's You

My Unrequited Love, It's You
Chapter 3 It Is Not My Date!!!



Pagi ini pagi Senin. Hari pertama ku sekolah. Aku bersekolah seperti biasa. Pergi ke sekolah di antar tukang ojol. ( ojek online). Yeahh di karenakan sekolah SMA ku  jauh dari rumah. Sekitar 1 km.


Sesampainya di sekolah, aku melihat sepasang teman ku menunggu di depan gerbang sekolah. Alex, Salsa dan Giska namanya. Mereka bertiga ini teman semasa SD dulu. Dan tak disangka kami masih bersama-sama di SMA ini.


" Pagi beb ku " Panggil salsa pada ku.


" Najis! " Cetus ku.


" Ikh kamu mah gitu Li, udah ah ayo masuk".


Kami berempat pun masuk ke dalam sekolah, baru sampai di gerbang. Terdengar suara bisik-bisik tetangga antar kakak Kelas.


" Dekk cantik banget deh ".


" Mau jadi pacar kakak gak? ".


" Minta nomor WA nya dong dek ".


" Eh jangan ganggu, dia itu cewek gue ".


" Ikh gila cantik banget mereka ".


" Adek kenalan yuk".


" Sini abang anter ke kelas".


" Ikh sok cantik banget deh! ".


" Cantikkan gue kali! ".


" Genit ".


Ya  kira-kira itulah bacotan kakak kelas ketika melihat kami bertiga si cewek cantik. Bisa dibilang kami ini primadona sekolah. Karena kata kepala sekolah baru kali ini sekolah ini mendapat kan murid secantik dan sepintar kami. Ehhe  sombong lu Lia. Dan Alex? Banyak yang ngomongin kalau dia ganteng, tapi dia biasa aja tuh, datar kayak papan ujian.


Sesampai di kelas. Kami duduk di belakang dekat jendela. Di kelas pun banyak yang berbisik seperti kakak kelas tadi. Karena wajah kami ini kami sering di godain om-om genit sewaktu pulang sekolah, yeahh kecuali Alex. Karena hal itu kami jadi belajar beladiri. Salsa Karate, Giska silat, dan saya??


Oh iya author nya gak ngasih tahu ya apa beladiri yang sedang aku jalanin. Nama beladiri nya Kempo. Dia ikut Kempo di dojo PT Pusri. Tahu Pusri kan?? Kalau gak tahu silakan searching di mbah Googl*.



Readers:  korban Googl\* itu author nya.



Author:  kok kuping w panas yak.



Kembali ke topik.


Tiba-tiba guru datang ke dalam kelas. Dan ternyata dia guru seni. Owh seni, aku paling suka seni. Tapi aku gak terlalu bisa mewarnai. Hanya bisa membuat sketsa.


Author:  gapapa daripada author yang sama sekali gak bisa sama sekali gambar .



Readers:  malah curhat dia.



Author:  sesekali curhat gapapa kali. Oke kembali ke topik.



Kami pun diminta untuk ke ruang studio. Disana banyak kanvas, alat-alat seni yang sudah tersedia. Dan gratis tentu nya.



Readers:  korban gratisan:\)



Author:  mau lanjut gak nih!? Komen mulu deh! \-\_



Readers:  iye iye Thor, jan marah.



Sesampainya di ruang seni. Kami diminta untuk duduk di kursi. Aku pun duduk di dekat anak laki-laki, ya dia termasuk sahabat ku, Alex.


" Oke anak-anak silakan menggambar sesuka hati kalian, tapi tolong untuk bergantian menggambar nya".


Di belakang ku ada Salsa dan Giska menunggu ku menggambar. " Menggambar apa Li?? " Tanya Alex sambil menepuk pundak ku.


" Gak tahu, mungkin aku mau gambar seseorang deh ".


Aku pun mulai melukis. Dan tak di sangka aku malah melukis wajah si cowok nyebelin itu. Mau ngulang gambar tapi gak bisa. Aku mesti gantian dengan teman ku.


" Wah gambar siapa tuh Li?  Ganteng banget ".


" Teman pembawa sial " Ujarku.


" He?? "


Aku pun bergegas dari kursi ku. Dan Salsa menempati kursi ku. Sedangkan Giska menempati kursi di sebelah Salsa.



Skip langsung pulang sekolah.


Sepulang sekolah aku pun memesan ojol lagi. Tapi sialnya aku malah tidak mendapat kan ojol tersebut. " Gak dapet beb? Kalau gak bareng kami yuk, jalan kaki" Ajak Alex, Giska, dan Salsa" Ya sudah lah pulang jalan kaki saja! ".


Dengan terpaksa aku harus pulang jalan kaki bersama dengan dua temen ku ini. Hiks 1 km. Pegel ini kaki. Setelah 700 meter berjalan, aku pun melewati sebuah SMA Negeri bertulis SMA Ditha 1. Tiba-tiba


hasrat ingin mengeluarkan kertas gambaran pun datang, aku pun mengeluarkan kertas itu dari dalam tas.


" Kenapa di keluarin beb? " Tanya Salsa.


" Gak tahu Tiba-tiba pingin ngeluarin nya " Ucap ku dengan mata yang tertuju pada kertas itu.


" Kata bu guru kertas itu besok di bawa, mau dinilai " Ujar Alex


" Iya, aku tahu makany-"


Brukkk!!  Gedubrak!!


Karena tidak memperhatikan jalan dengan benar, aku malah menabrak salah satu siswa SMA Negeri Dhita 1.


" Ah maaf, ayo berdiri ".


" Ah Terima kasih ".


Setelah aku berdiri dan melihat wajah orang yang ku tabrak barusan, ternyata si cowok nyebelin yang selalu membuat ku sial.


" Eh kamu cowok nyebelin!"


" Eh kamu cewek berisik! ".


Teriak kami serempak sambil menunjuk ke arah wajah berlawanan arah.


" Ha-hh pantas saja aku sial, ternyata aku ketemu dengan cowok nyebelin ini, menyebalkan! ".


" Beb kertas gambaran mu " Kata Giska sambil menunjuk ke arah kubangan air.


" Astaga, kertas nya, basah! basah deh ".


" Kamu gambar wajah ku ya?? ".


Blush!!


Pipi ku memerah karena kepergok si pemilik wajah asli nya. Aku pun menghadap ke arah nya sambil berkata " Gak tuh, ge-er! " Ujar ku dengan wajah memerah.


" Hei kalian itu wajah ku kan? " Tanya nya pada tiga sahabat ku.


" Bukan! " Teriak ku menyela. Sebelum ketiga sahabat ku menjawab pertanyaan nya.


" Masa, walau  basah, aku masih bisa lihat gambaran mu, dan kau menggambar wajah ku tanpa seizin ku! ".


Aku pun kaget dengan suara nya mulai meninggi. " Beb kami pulang duluan ya, tuh angkot ada di depan halte, dah beb" Kata Salsa dan Giska sambil berlari menjauh dari ku, dan sialnya mereka juga menarik Alex pergi bersama mereka.


" E-ehh tunggu hoi, kok aku di tinggal sendirian sih! ".


Aku pun juga mau menyusul ke arah tiga sahabat ku itu, tapi tangan ku tiba-tiba di genggam oleh cowok nyebelin ini.


" Mau kemana kau!? " Tanya nya sambil menarik tubuh ku ke dekat nya.


" Ya mau pulang lah! Gak liat! ". Ucap ku kesal karena di tinggal dua sahabat ku pulang.


Tiba-tiba terdengar suara dua laki-laki dan dua perempuan memanggil nama nya. " Hoi Akbar!! Nongkrong yuk!? ".


" Gak ah aku gak mau nongkrong lagi, ada cewek ku yang lagi nungguin aku! " Teriak nya sambil menatap ku.


Double blush!!


" He-hei aku bukan cewek mu! ".


" Ssttt bantu aku kali ini saja, berakting lah seperti pacar ku" Pinta nya


" Weh Akbar udah ada cewek, kenalin dong".


" Widih cantik banget bar, buat aku lah " Ujar nya sambil mendekat ke arah ku seakan ingin  menyentuh ku.


Tiba-tiba tangan ku terasa di tarik oleh seseorang. Dan benar saja cowok nyebelin ini yang menarik ku ke belakang nya. Agar aku tidak di sentuh oleh teman nya itu.


" Maaf ya jangan sentuh-sentuh!? " Ujarnya sambil tersenyum paksa


" Weh cewek nya gak boleh di sentuh, ya sudah lah kita kenalan aja ya gadis cantik ".


"Aku Stefano, dia Rifki,  dia Anindya, dia Sarah " Ucapnya sambil memperkenalkan satu persatu teman - temannya.


" A- aku Lia".


" Ya sudah, aku mau kencan dengan nya, kalian jangan mengganggu! ".


Eh kencan!? What the??


" Okelah selamat kencan, kalau jadian jangan lupa PJ nya ya!? ".


Aku pun di bawa kabur oleh anak ini dari teman-teman nya. "Maaf ya, teman-teman ku memang agak jahil, selalu mau menyentuh orang yang baru dia kenal".


" Terima kasih karena telah menarik ku kebelakang mu ".


" Sama-sama, uhm aku juga minta maaf karena berteriak pada mu tadi, aku gak bermaksud begitu pada kamu".


" Hmm. Sekarang kita impas, aku menggunakan wajah mu untuk di lukis tanpa seizin mu, dan kau juga menggunakan nama ku sebagai pacar palsu mu tanpa seizin ku! ".


"Kalau mau jadi pacar beneran boleh kok" Godanya.


Triple blush!!


" Akh a-apaan dah! " Ucap ku dengan wajah yang memerah.


" Hehehe bercanda kok, ngomong-ngomong karena kita lagi berdua, aku mau ajak kamu makan pancake di toko yang baru saja buka ".


" E- eh dengan ku? " Tanya ku.


" Iya, anggap saja seperti kencan beneran " Goda nya lagi.


"Apa sih! "Teriakku yang kesal karena godaan syaitan nyata ini


" Gak kok, aku hanya ingin makan itu, tapi sayang nya toko itu hanya memperbolehkan pasangan satu cewek satu cowok, karena katanya toko itu di buka khusus untuk pasangan kencan ".


" Toko macam apa itu? " Tanya ku dalam hati.


" Jadi kenapa malah ngajak aku ".


" Karena...  Tidak usah di bahas oke, kita fokus pada pancake nya saja, tapi pertama-tama kau harus berakting menjadi pacar ku, ngerti? ".


" Gak mau! ".


" Kalau gak mau, kamu pulang gih, kamu gak usah makan pancake nya" Ujar nya


" Ya udah bye, kan kamu yang pingin makan pancake bukan aku, dadah " Jawab ku sambil melambai pada nya.


"Heh!! Kembali kesini!! ".


" Benar-benar menyebalkan " *Dalam hati.


"Ya sudah aku ikut ".


" Hmp bagus!  Baiklah, nikmati lah kencan pertama mu dengan ku, dan juga pegangan tangan ku ini " Godanya sambil membisikkan ke telinga ku.


Triple blush!