
" Tunggu, ada angka di dalam nya" Kata Giska sambil menunjuk ke arah liontin yang kini di pegang oleh Salsa.
"Oh iya ya" Kata Salsa.
"29,04,2003, kek tanggal lahir mu Lia, terus di sebelah nya, 31,10,2002 tanggal lahir siapa itu? " Tanya Alex.
"31,10,2002 ? Mana ku tahu" Kata ku sambil mengangkat kedua bahu ku.
"Jangan-jangan ini kode jodoh mu Lia" Kata Giska.
Hah?!
"Ngawur kamu! " Kata ku sambil menjitak kepala Giska.
Ku lihat wajah Alex, tiba-tiba wajah nya berubah menjadi murung. Aku berdiri sambil berkata "aku ke toilet sebentar ya" Kata ku sambil mengambil kalung liontin ku dari Salsa.
Aku berjalan tapi tidak menuju ke toilet. Melainkan, aku pergi ke taman belakang sekolah. Di sana, aku duduk di bawah pohon yang menjulang tinggi, membuat teduh sekitar ku. Aku buka liontin itu, dan ku lihat secara seksama angka-angka yang terukir di dalam nya.
"Kode apa ini? Masa iya, ini tanggal lahir orang? Tapi kalau iya, tanggal lahir ku kok ada di sini, terus di sebelah nya, tanggal lahir siapa? " Tanya ku dengan diri ku sendiri.
Ku tutup liontin itu dan ku pasang kan kembali kalung itu pada leher ku. Aku berjalan untuk kembali ke ruang kelas ku dan kelas berikut nya dimulai.
*~*
Tringg!!.
Bell pulang sekolah berbunyi. Aku, Salsa, dan Giska pulang naik angkot, sedangkan Alex dia tidak bersama kami lagi. Dia masih ada urusan dengan kepala sekolah. Sesampai dirumah, aku langsung masuk ke kamar ku, berganti pakaian, dan langsung merebah kan tubuh ku seperti biasa. Aku itu kaum rebahan. Aku memejam kan mata ku, dan tertidur selama satu jam. Dan... Tiba-tiba...
Tok tok tok.
Kakak ku masuk ke dalam kamar ku sembari membawa nampan berisi buah. "Apa itu? "tanya ku masih setengah sadar dari tidur ku.
"buah, Mama menyuruh ku untuk memberikan mu buah ini, dia menyuruh mu untuk memakan nya, makan ini. Ku letak kan di sini ya" kata nya sambil meletak kan nampan buah itu di meja belajar ku.
"Kenapa kok wajah nya murung?" Tanya kakak ku.
"Tadi aku kena hukum" kata ku sambil memasang wajah cemberut.
"Kenapa? " Tanya nya.
"aku lupa kalau hari ini adalah pelajaran bahasa Indonesia, aku lupa kalau ada PR. Aku tidak buat PR" kata ku masih memasang wajah cemberut.
Kakak ku tertawa. Dia menertawai aku, ngeselin. "Ini nih, akibat, kalau mikirin cowok mulu. Udah jangan mikirin cowok terus dek. Pikirin pelajaran, nanti aja mikirin cowok, masih bau kencur begini" kata nya sambil mengejek ku.
"aku nggak mikirin cowok ya" kata ku pada nya yang masih menertawai aku.
Kakak ku itu orang nya suka sekali mengganggu ku. Dia selalu menertawai aku ketika aku mendapat kan sebuah masalah seperti ini. Tapi dia, adalah orang yang pertama kali yang akan membantu ku dalam menyelesai kan sebuah masalah, baik itu masalah yang besar atau pun masalah yang kecil, yeahh walaupun dia akan tertawa dulu baru menertawai aku.
Kakak juga orang yang perhatian. Dia selalu memperhatikan aku. Dari segi fisik, kesehatan, pakaian, dan lain-lain. Dia juga bukan orang yang pelit, dia selalu berbagi semua hal dengan ku termasuk uang. Kadang-kadang dia memberi ku uang jajan sekolah. Atau juga, kadang-kadang dia memberi kan aku sebuah hadiah, ya seperti tas, atau sepatu, atau buku komik, novel atau yah banyak lagi.
By the way, kalian semua belum tahu nama kakak ku. Belum ku kasih tahu kan, nama kakak ku itu, nama nya Andrea, sebentar lagi dia akan lulus kuliah dan mungkin saja dia akan segera menikah. Mungkin, mungkin ya karena aku tidak pernah tahu apakah dia sudah punya pacar atau belum.
"Kak? "panggil ku membuat nya berhenti karena dia baru saja akan meninggal kan aku di kamar.
"apa?" tanya nya membalik kan wajah nya menatap pada ku.
"kamu kapan nikah sih kak? Aku mau punya ponakan" tanya ku.
"Nggak tahu, jodoh ku ke mana ya? "Tanya nya sendiri.
"jodoh mu belum lahir kali" kata ku sambil menahan tawa.
"astagfirullah, ngawur kamu, jangan ngawur ah" kata nya sambil memarahi ku dan kemudian dia keluar dari kamar ku. Aku tertawa geli melihat reaksi nya. Karena aku ini orang yang suka sekali melihat nya marah.
*~*
Aku ngapain di sini? Aku jadi kek orang ketiga. Mau pergi atuh. Tapi nggak bisa Aku jadi obat nyamuk nih! Ya sudah, aku jadi love aja deh di antara mereka berdua.
Flashback on.
Aku berdiri dan berjalan ke arah meja belajar ku, aku duduk dan mulai menyantap buah yang di bawa kakak ku tadi. Tiba-tiba telepon ku berdering dan ku lihat Salsa menelpon ku. Aku cepet cepat mengangkat telepon dari nya.
"halo?" tanya ku.
"Lia kamu ke rumah ku ya? Aku sendirian" kata nya.
"Oke siap, tapi aku makan siang dulu" kata ku.
Aku senang berada di rumah salsa. Apalagi ketika selasa sendirian di rumah, aku bisa bercerita, belajar, atau menonton bersama nya. Aku turun ke bawah. Dan aku mengambil makan siang ku. Tentu nya setelah aku menghabis kan buah ku.
Seusai makan siang, aku tak lupa membawa handphone dan buku diary ku. Aku berlari ke rumah Salsa yang berjarak tidak terlalu jauh dari rumah ku. "Salsa!!" panggil ku dari luar pintu rumah.
Salsa membuka kan pintu dan mempersilah kan aku masuk. Saat aku ingin masuk ke rumah Salsa, aku di kagetkan dengan suatu hal. Aku melihat kehadiran Alex di situ. Aku terdiam, seketika mematung. Aku menatap Salsa dengan bingung dan mulai bertanya.
"kamu bilang sendirian, kok malah ada Alex? " tanya ku.
"Nggak apa" Kata nya.
Aku duduk di sofa dan Salsa duduk berhadapan dengan Alex. Aku merasa jadi obat nyamuk. Aku ini jomblo kenapa aku dihadap kan dengan situasi mereka berdua. Siapa pun, tolong aku.
"Udah lama lex? " Tanya ku pada Alex yang sibuk dengan buku pelajaran nya.
"Sejaman kali ada" Kata nya sambil melihat ke arah jam tangan nya.
"Kalian nggak ngapa-ngapain kan selama sejam itu? Kamu nggak ngelakuin hal aneh kan ke Salsa? Kalau iya ku hajar kamu" Tanya ku sambil menatap mereka berdua dengan sinis.
"Nggak! " Jawab Salsa dan Alex bersamaan membuat ku kaget.
"Yee, kali aja kali. Kok kalian ngegas. Habis Salsa pakek celana pendek sih, dan juga baju mu berantakan Lex, jadi wajar dong aku mikir begitu" Kata ku.
"Nggak wajar tahu?! " Kata Salsa di sambut anggukan kepala Alex.
"Jadi yahh, maaf kan aku karena sudah memikir kan yang tidak-tidak" Kata ku.
"Yee, kami lagi belajar tahu" Kata Alex.
"Hii tumben berdua aja, kalian nggak ngapa-ngapain kan? Pintu rumah aja tadi di tutup. Kok aku penasaran? Jangan-jangan kalia- " Tanya ku.
"Nih bocah minta di giling kek nya" Kata Salsa.
"Nggak makk. Maaf keun daku" Kata ku sambil meminta ampun.
Flashback off.
Yeahhh, jadi, di sini lah aku berada. Di tempat yang penuh dengan bumbu asmara, dan penuh perasaan tak enak. Oy oy, aku nggak enak tahu. Jadi obat nyamuk di sini. Someone, help me please. Please, I want to come back. I want sleep again.
Aku memain kan handphone ku dan tiba-tiba ada notifikasi pesan dari Akbar. Aku cepat-cepat membuka nya dan ku baca pesan nya. Dia menulis kan test contact.
"Kenapa? ".
Kemudian dia mengetik dan membalas pesan ku. "Test contact, siapa tahu belum kamu simpan nomor ku" kata nya.
"sudah" jawab ku.
Duh, aku aneh banget deh, aneh sekali, padahal hanya pesan singkat dari nya, aku sudah senang setengah mati. Senang sekali tidak ada rasa yang bisa di pungkiri lagi, saking senang nya aku tidak sadar kalau aku dari tadi terus- menerus tersenyum sendirian seperti orang gila.
Tiba-tiba mata ku mengarah menatap ke arah Alex. Dari balik handphone ku, aku bisa melihat wajah Alex sedang memandangi ku. Aku semakin menutupi wajah ku dengan handphone ku dan tiba-tiba telepon Salsa berdering, ternyata itu ibu nya yang menelpon diri nya.
"Sebentar ya aku angkat telepon dulu" ucap Salsa sambil mengambil handphone nya dan meninggalkan aku dan Alex berdua di ruang tamu.
Sumpah, situasi saat ini sungguh membuat ku bingung. Canggung, sekaligus tidak nyaman.
"Kenapa kamu senyam-senyum seperti orang gila?";tanya Alex sambil menghentikan aktivitas nya yang sedang menulis buku catatan nya.
" Tidak ada" Jawab ku dengan cepat.
"yang benar? " tanya nya lagi. Aku mengangguk sambil menjawab "iya tidak ada". Tiba-tiba Salsa memanggil ku, menyuruh ku untuk ke belakang, dan tanpa pikir panjang. Aku meletak kan buku diary ku dan handphone ku di atas atas meja dekat Alex, dan aku berlari ke arah Salsa yang sedang menunggu ku.
Alex poV.
Handphone nya? Apa ini? Buku diary? Atau bukan? Sudah lah, bukan urusan ku, ini privasi nya. Tiba-tiba, aku merasa kan ada getaran berasal dari handphone Lia, dan saat ku lihat. Dia mendapat kan sebuah notif pesan dari seseorang.
"Siapa? Laki-laki kah? ".
Dan notif pesan itu ada dua, dan ku lihat di sana tertulis. " Jangan lupa hari ini, akan aku tunggu".
Akbar? Siapa? Pacar nya?
Alex poV end.
To be continued...
Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__