My Unrequited Love, It's You

My Unrequited Love, It's You
Chapter 36 Gerbera Daisy



"Iya ya. Kenapa coba aku mau mengubah sifat nya, padahal dia sudah mengancam ku. Begitukan reaksi yang ingin kau lihat? Maaf Lia. Aku nggak bisa, " Jawab Salsa sambil memasang wajah memelas.


"Kenapa nggak bisa?, " Tanya ku padanya.


"Kau tahu kan Lia. Aku menyukai Alex. Aku menyukai nya. Aku tidak bisa melihat nya terus-menerus jatuh ke pengaruh yang buruk. Dia itu orang yang baik Lia. Cuman salah didik aja, " Jawab Salsa dan membuat ku tertawa kecil.


Miris rasa nya, jika cinta pertama mu seperti Alex. Laki-laki kurang ajar tak tahu diri itu, berani sekali dia mencuri hati sahabat ku yang baik bin polos ini. Ya yang jelas Alex, jika kau menyakiti sahabat ku sedikit saja. Kau akan berurusan dengan ku. Siap-siap saja ada tulang mu yang patah.


Sementara itu Alex;


"Hiiii. Kok tiba-tiba merinding. "


*~*



Aku menemani Salsa menyiapkan makan siang, karena orang tua nya akan segera pulang. Ia berencana memasak sup ayam untuk makan siang. "Kenapa sup ayam?, " Tanya ku sambil mencuci wortel dan kentang yang sudah di siapkan oleh Salsa.


"Hmm. Gak tahu. Tiba-tiba keinget dia aja, " Jawab Salsa sambil tersenyum miring namun tatapan mata nya mengarah ke arah lain.


"Hah? Dia? Siapa? Alex?, " Tanya ku memastikan.


Salsa hanya tersenyum melihat ku. Aku sudah tahu pasti jawaban nya hanya dari senyuman nya itu. Ya pasti Alex. Salsa, Salsa. Kamu ini, kalau bucin ya bucin.


20 menit kemudian.


"Akhirnya selesai juga, " Ucap Salsa sambil menyeka keringat nya yang sudah banyak sekali mengucur.


Tok tok tok


"Itu pasti mereka. "


Salsa berlari ke pintu rumah nya dan membuka nya. Terlihat kedua orang tua Salsa bersama adik-adik nya yang menenteng tas dan kresek hitam yang seperti nya berisi makanan.


"Kakak!. "


Adik-adik Salsa berlari-larian dan saling berebutan untuk memeluk kakak nya itu. Aku tersenyum dan berjalan mengarah ke kedua orang tua Salsa. Menyalami mereka berdua sembari Salsa masih sibuk melepas rindu dengan adik-adik nya.


"Om. Tante, " Ucap ku menyalami mereka berdua.


"Eh Lia. Makasih loh udah nemenin Salsa di rumah, jadi ngerepotin, " Ucap Ibu Salsa.


"Aishh, gak apa kok tante, " Ucap ku sambil menebar senyum.


"Makan siang yuk, " Ajak ayah Salsa.


"Ah tidak perlu om. Saya sudah bilang mau makan siang bersama ayah, " Ujar ku.


"Yahhh. Ya udah deh, oleh-oleh nya kamu bawa deh, " Ucap Ibu Salsa kemudian mengambil kresek itu dan memberikan nya pada ku.


"Terima kasih tante. Om. Lia pamit pulang dulu ya, " Pamit ku.


Aku pulang ke rumah ku yang berada tak jauh dengan rumah Salsa. Saat aku membuka pintu rumah, ku dapati ayah ku memakai pakaian yang begitu rapi. Sweater merah, dan celana jeans biru tua, dengan jam tangan yang terpasang di tangan nya.


"Ayah mau kemana?, " Tanya ku heran sambil meletakkan oleh-oleh yang ku dapat ke meja.


"Kamu sekarang ganti baju sana. Pakai baju yang waktu itu ayah kasih, dandan juga ya, " Ujar ayah sambil merapikan pakaian nya.


"Tunggu dulu, kita mau kemana?, " Tanya ku lagi untuk kedua kali nya.


"Kita akan makan siang di luar," Jawab ayah.


Aku mengangguk kan kepala ku dan berlari ke kamar ku yang ada di lantai dua. Aku pergi ke kamar mandi, mencuci muka ku dan menyikat gigi ku. Aku langsung mengganti pakaian ku dengan dress warna pink keunguan yang pernah di hadiahi ayah ku untuk ku.


Aku menyanggul setengah rambut ku ke belakang, dan setengah nya ku biarkan tergerai. Aku memakai parfum ke tangan, belakang leher, dan sebagian di pakaian ku. Aku menggunakan lip tint yang pernah ku pakai waktu jalan bersama Akbar.


Oke, aku siap.


Aku langsung berlari ke lantai bawah, menemui ayah yang sudah siap terlebih dahulu. Aku menggunakan sepatu yang warna nya juga selaras dengan warna pakaian ku.


"Ayo ayah. "


"Widihh. Anak perempuan ku cantik sekali, " Puji ayah.


"Memang nya aku tak pernah cantik apa, " Kesal ku namun agak sedikit tertawa.


"Kamu kan biasa nya berpakaian seperti laki-laki kalau jalan bersama Ayah, " Ujar ayah meledek ku.


"Ahh dasar!, " Kesal ku.


Ayah langsung menghidupkan mesin mobil nya, dan kami berdua pun langsung capcyuss ke luar rumah. Aku melihat-lihat pemandangan kota yang kian panas namun banyak sekali orang-orang berlalu-lalang. Aku tak tahu ayah ingin membawa ku kemana, mungkin ke mall? I don't know.


"Nggak. Ke cafe, " Jawab ayah ku tanpa menatap ke arah ku.


Aku mengangguk kan kepala ku dan kembali fokus ke jalanan. Tak lama, kami sampai di tempat tujuan. Kini berdiri sebuah cafe yang penuh sekali dengan orang-orang mengantri. Cafe nya begitu tinggi bin luas, ada banyak sekali pelanggan.


"Ayo masuk, " Ajak ayah sambil berjalan mendahului ku.


"Eh tunggu ayah, " Pekik ku dan mencoba berjalan menyamai langkah kaki nya.


Aku melihat-lihat sekeliling cafe yang bernuansa seperti taman. Cafe penuh sekali dengan wallpaper yang sangat indah. Banyak orang berfoto di sana. Di sana juga banyak sekali ayunan yang di hiasi dengan tanaman dan akar pohon plastik, membuat tempat itu makin indah. Sungguh, di sini indah sekali.


Tak lama, seorang pelayan menyuruh kami masuk ke sebuah ruangan. Kata nya sih ruangan itu sudah di siapkan untuk kami. Kira-kira siapa yang memesan kan nya? Pasti sangat mahal. Aku duduk merapat dengan ayah ku.


Tiba-tiba, beberapa makanan mulai berdatangan dan di sajikan di depan kami. Lah kok? Kami kan belum memesan apa-apa. Kenapa sudah ada makanan yang datang.


"Sebentar lagi tuan akan datang, " Kata pelayan itu kepada ayah sambil membungkuk kan badannya, kemudian ia pergi meninggalkan kami berdua dengan makanan yang banyak sekali.


"Ayah. Siapa sih?, " Tanya ku keheranan.


"Sshhh. Tenang saja, " Kata ayah ku sambil jari telunjuk nya berada di mulut nya menyuruh ku diam.


Krekkk.


Tiba-tiba, ada tiga orang masuk ke dalam ruangan kami, dan aku tahu siapa mereka. "Eh tante dan om yang kemarin, " Sapa ku ramah.


"Halo. Ketemu lagi ya, " Sapa nya lembut.


"Ayo, silakan di makan, " Ucap salah satu laki-laki yang mana aku tidak mengenal siapa itu.


"Ahh, oh iya ya. Kenalkan. Saya Alvin, anak sulung dari mereka berdua, sekaligus pemilik cafe ini. Salam kenal ya, " Ucap nya sambil menjulur kan tangan nya mengajak ku berjabat tangan.


"Nasalia. Panggil saja Lia biar akrab. Salam kenal juga, " Kata ku sambil menjabat tangan nya.


"Nama yang bagus, " Puji nya.


"Terima kasih, " Jawab ku sambil tersenyum.


Kami makan siang terlebih dahulu. Aku menyuapkan sesendok makanan ke mulut ku. "Bagaimana enak?, " Tanya nya lagi. Aku mengangguk kan kepala ku dengan mulut yang masih penuh dengan makanan di dalam nya.


"Enak sekali, " Jawab ku sambil mengacungi jempol kanan ku.


"Kalau begitu, makan yang banyak ya, " Perintah nya sambil tersenyum.


*~*


"Uhh kenyang, " Ucap ku dalam hati.


"Masih mau lagi?, " Tanya nya sambil menawari ku sebuah cupcake.


Aku melihat ke arah ayah ku dengan mata yang berbinar. Seolah mata ku bertanya " Apa aku boleh memakan nya?. " Ayah ku tersenyum sambil mengangguk kan kepala nya.


"Boleh, " Ucap ku sambil mengambil cupcake coklat plus stroberi itu.


"Makan yang banyak ya, " Perintah nya lagi dan di sambut anggukan kepala ku.


"Lia, kamu keluar dulu gih. Ayah mau membicarakan sesuatu, " Ucap ayah menyuruh ku keluar.


"Kalau begitu. Mau ikut bersama ku? Mau ku ajarkan cara membuat cupcake?, " Ajak nya.


"Tentu saja. Ayoo. "


Aku ikut bersama laki-laki itu. Dia mengajak ku ke tempat yang begitu banyak ayunan pohon dan bunga. "Wahhh, indah sekali, " Jawab ku terkesima.


"Uahhh bunga Herbras, " Ucap ku ketika aku menemukan bunga yang sangat indah.


"Kamu tahu bunga itu?, " Tanya nya sambil mendekat ke arah ku.


"Tentu saja aku tahu bunga itu, bunga ini ada di pelajaran IPA ku, " Jawab ku.


"Apa kamu tahu arti dari bunga ini?, " Tanya nya sambil memetik salah satu bunga itu dan kemudian mencium lembut wangi bunga nya.


"Tidak tahu, " Ucap ku menggeleng kan kepala ku.


"Bunga ini. Bunga Herbras atau Gerbera Daisy, bunga ini di kenal karena melambangkan akan kecantikan, kepolosan dan kemurnian, " Ucap nya sambil meletakkan bunga yang ia cabut tadi ke telinga ku.


To be continued...


Jangan lupa vote, komen, dan kasih rating bintang 5. Dan juga, support author dengan cara follow instagram nya author @__serendipitygirl__