
Akhirnya kami semua bisa berkumpul di ruangan ini.
Jam masih menunjukkan pukul delapan. Tapi kami semua sudah hadir di sini. Kulihat Stefany, Ana dan lainnya memakai tanda pengenalnya lengkap. Aku pun ikut-ikutan dengan mengalungkan tanda pengenal di leherku ini. Hingga akhirnya manajer masuk lalu memberi tahu kami.
"Kita akan menyambut kedatangan bos baru perusahaan ini. Jadi tolong berikan sikap terbaik kalian. Jangan membuatku malu." Dia pun berpesan pada kami.
"Baik, Pak!"
Kami pun menjawabnya dengan serempak. Tak lama ia kembali keluar ruangan rapat ini. Sedang kami duduk lagi sambil menunggu bos perusahaan yang baru datang. Aku pun bercakap-cakap sebentar.
Kursi-kursi di ruang rapat ini melingkari meja yang besar. Yang mana kami sampai membentuk dua lingkaran. Semua karyawan hadir tak terkecuali yang lama ataupun yang baru. AC ruangan juga sampai full dihidupkan. Dan tak berapa lama manajer perusahaan kembali datang ke ruangan ini. Dia meminta kami berdiri. Kami pun berdiri mengikuti instruksi. Hingga akhirnya ada seseorang yang datang, masuk ke ruangan ini.
"Silakan, Tuan Hyung."
Manajar kami pun mempersilakan seseorang itu masuk dengan amat santun. Namun, saat melihat siapa yang masuk, saat itu juga aku terkejut. Ternyata yang masuk ke ruangan ini adalah seseorang yang pernah bersamaku dulu.
Di-dia ...?!
Jantungku berdetak keras. Aliran darahku melaju cepat. Langkah demi langkahnya terasa seperti suara pacu kuda di medan perang. Hampir-hampir saja jantungku ini copot melihatnya. Tak kusangka jika dia adalah bos baru kami. Dia adalah Vi.
Habislah riwayatku.
"Selamat datang di perusahaan, Tuan Hyung." Manajer perusahaan lalu mempersilakannya menyampaikan kata sambutan sebelum memulai pekerjaan sebagai bos yang baru.
Sontak aku kalang kabut sendiri. Berdiri salah, mau duduk juga salah. Lantas aku mengambil apa saja yang ada di meja. Aku mengambil pamplet anniversary perusahaan ini. Aku mencoba menutupi wajahku. Sungguh aku sangat malu. Namun, tindakanku ini membuat manajer menegurku.
"Saras! Berdiri yang benar!" Dia berteriak dari depan sana kepadaku.
Astaga ... apakah aku lupa terbangun hari ini? Apakah ini mimpi? Kenapa aku melihat Vi pagi ini? Dan dia ... dia adalah bos baru kami. Jadi selama ini???
Seribu pertanyaan seolah mencuat di pikiranku. Tak berharap jika hal ini nyata terjadi. Lantas manajer mempersilakan Vi untuk memberikan kata sambutannya pagi ini. Vi pun menujukan pandangannya ke arahku. Saat itu juga aku menelan ludah berulang kali. Dia menatapku dan juga tersenyum menyeringai di sana. Sepertinya hari pembalasan itu akan segera tiba. Entahlah, lebih baik aku banyak-banyak berdoa saja.
"Selamat pagi. Perkenalkan saya Hyung. Saya bos baru kalian di sini." Dia pun memperkenalkan dirinya kepada kami.
Sungguh tamatlah sudah riwayatku. Ternyata pria yang bersamaku selama tiga minggu kemarin adalah seorang bos perusahaan yang sedang menyamar. Dan kini aku tinggal menunggu giliran untuk dilempar. Vi pasti marah besar karena sikapku kemarin. Aku pun harus siap dengan segala alasan pemecatan. Jadi lebih baik banyak-banyak berdoa saja sekarang. Karena mau tak mau aku harus menerima kenyataan.