My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Titik Terang tentang Sham



Sore nya Rena Sham pergi juga setelah Kedua orang tua Rena kembali kerumah,Mereka berdua pergi dengan motor Bebek yang dimiliki oleh Pak Tarman dengan santai Sham membawa motor itu, dengan hati senang bisa berdua jalan dengan gadis yang dia suka.


Rena juga merasakan apa yang dirasakan oleh Sham saat ini, keduanya seakan lupa ucapan mereka siang tadi,Rana juga tidak mengingat itu lagi dirinya selalu bercerita pada Sham banyak hal yang bisa Dham tahu tentang desa itu.


Sampai disebuah tempat di mana para anak muda bersantai dan nongkrong ,di tempat keramaian itu dirinya juga saat ini berad, dengan duduk Sham dengan santai sambil memperhatikan sekitarnya agar dirinya bisa mencari tempat dimana dia akan menghubungi seseorang.


"Ahmmm, Rena kamu apa gak punya ponsel ? seperti mereka?Tanya sham baru saja ingat semenjak dirinya berada di desa itu Rena tidak pernah bermain dengan benda pipi itu.


"Pertanyaan apa itu Mas Ben, jangan ngacok kamu Ahh. " Kata Rena sanatai. " Mas Ben Tahu keadaan Orang tuaku kayak mana, jadi Jagan tanya hal yang aneh-aneh dehh."Jawab gadis itu dengan santainya.


"Maafkan aku, tapi aku ingin tahu saja." Kata Sham mengerti apa dari ucapan gadis itu.


"Jika mas Ben ingin menghubungi keluarga atau semacamnaya,mas Ben bisa lewat itu?? "Kata Rena menujuk telpon umum yang ada Di balai desa yang agak jauh dari desanya itu.


"Kami disini selalu kesana Mas, jika ingin bicara dengan sanak saudara yang jauh, lagi pula tidak ada sinyal didesa Rena jika mengunakan benda yang Mas Ben bilang itu." Kata Rena menjelaskan pada Sham sedikit lembut..


"Ohhh gitu ya,aku gak tahu lagi pula aku gak perna tahu."Kata Sham mengerti.


" Sebenarnya Mas Ben ini sudah ingat siapa Mas sebenarnya, kok Pertayaan Mas sampai kesitu sih? " Tanya Rena ingin tahu Sham apa sudah mengingat siapa dirinya.


"Ahhh tidak, aku belum ibgat."Sanabung Sham dengan cepat agar gadis itu tidak curiga padanya.


**


Lain saat ini diruamh Keluarga besar Sham Tuan Adi tama sudah sangat geram pada Orang kepercayaannya tidak dapat menemukan putranya yang diserang oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya beberapa bulan saat Sham sedang meyamar menjadi sosok lain, untuk mencari tahu tentang apa yang terjadi di perusahaannya dalam setahun ini banyak uang perusaan yang ditilap oleh orang yang memafaatkan suasana saat Sham tidak berada diindonesia.


"Jadi apa yang bisa kalian lakukan delama dua bulan ini, sampai sekarang kalian berdua tidak bisa menemukan putraku yang hanyut di sungai saat itu, semua yang ada dijas Ray seperti dompet dan ponsel Ray tingal ditepi jembatan saat dirinya dilempar oleh orang yang tidak dikenal,itu adalah sungai yang sangat deras."Kata Tuan Aditama sangat emosi.


"Maafkan kami tuan, kami akan bekerja keras lagi untuk bisa menemukan tuan muda secepatnya." kata Anak buah tuan Adi tama.


"Ini sudah dua bulan putraku menghilang, apa dirinya bisa selamat dari mereka,atau dia masih hidup sekarang."Kata tuan Adi sangat sedih kerena putranya yang bisa diandalkan selama ini.


Tidak lama Asisten Sham datang dengan membawa kabar sedikit menyenangkan untuk Orang tua Sham.


"Maaf tuan, saya menganggu waktu anda, kerena ada hal yang ingin saya sampaikan tentang Tuan Muda." Kata Ardi bicara pada Tuan besar rumah itu.


"Ada apa Ar, katakanlah?? " Kata Tuan Aditama menatap asisten putranya itu.


"Anak buah saya sudah menelusuri sungai dimana Tuan Muda dibuang oleh mereka, sungai itu mengarah kedesa mojo sari Tuan, tapi disana tidak ada sinyal untuk bisa menghubungi anak buah saya saat ini lagi mecari Tuan muda yang bisa saja terdapar disekitar desa itu." kata Ardi menyampaikan pada papi nya Sham.


"Sekarang kamu perbanyak orang kamu untuk meyekusuri tempat itu agar Sham cepat ditemukan, ini sudah lama dia jika berada disana." Kata Tuan Aditama dengan semangat untuk menyuruh anak buahnya untuk mencari keberadaan putranya satu-satunya itu.


"Jangan Sampai tahu istriku saat ini, sampai Sham belum kita temukan, jika dia tahu pasti dia akan selalu memaksa ingin ketempat itu." Ingat Tuan Aditama pada Ardi asisten Sham.


"Baik Tuan besar, jika begitu saya undur diri." Kata Ardi dengan hormatnya pada orang tua bosnya itu.


Setelah kepergian Ardi Tuan Aditama kembali berdiri dijedelah kaca yang ada dirungan kerja Sham saat ini dengan menatap jauh keluar dirinya memikirkan bangai mana nasib putranya saat ini, apa masih hidup putranya atau sudah tidak di dunia ini lagi, Hanya itu setiap hari yang dipikirkan oleh tuan Aditama.


"Dimana kamu Sham Papi sungguh merindukan kamu Nak, lihat sampai saat ini mami kamu tidak bisa bangkit kerena selalu memikirkan kamu." Kata Tuan Aditama dengan hati yang sedih.


"Jika kamu tidak ada didunia ini, sehendaknya mayat kamu bisa kami lihat nak,tapi sampai saat ini kabar kamu tidak papi tahu."Dengan hati yang selalu melolong sedih seakan Sham benar-benar meningalkan keluarga besarnya.


Saat bersaan dengan pemikiran Tuan Aditama ada masuk satu pesan di ponselnya, itu dari anak buahnya saat ini sudah dapat titik terang pencarian yang beberapa bulan ini mereka semua bekerja keras.


"Tuan besar sepertinya keingin Tuan dikabulkan oleh yang maha besar,kami bisa menemukan tua muda saat ini lagi bersama seorang gadis, di balai desa di daerah xxxxxxxxxxxxxxx. Jelas yang ditulis oleh Anak buah Tuan Aditam dengan satu poto Sham bersama gadis.


"Tetap kalian awasi dia, jangan kalian terlihat, kenapa putraku betah disana." kata Tuan Aditama sangat senang melihat Sham masih hidup.


Dengan senyuman di bibir wajah yang sudah dimakan waktu itu, seraut kebahagian terlihat diwajah tampan tua Aditama.


"Akhirnya kamu bisa papi lihat lagi nak,saat ini kamu lagi bersenang-senang disana, apa yang kamu lakukan dengan gadis itu?"Kata Tuan Aditama.


Tidak lama terdengar ketukan dari luar,membuat lamunan Tuan aditama terganggu.


"Ya masuk. " Kata Singkatnya.


Terlihat kembali Asisten Sham dari balik pintu masuk itu.


"Ada Apa lagi Ar?? " Tanya Tuan Aditama sedikit tanda tanya mentap Ardi.


"Tuan baru saja Tuan Muda menghubungiku, dirinya baru megabiri bahwa dia baik-baik saja saat ini, Tuan muda juga berpesan tidak usah Tuan terlalu menghawatirkannya, secepatnya dia akan kembali."Pesan Sham pada Asisten nya itu.


"Baiklah, kalian jangan ganggu dia dulu, biarkan dia untuk menyelesaikan apa rencana dia saat ini, kalian tingal awasi saja dari jauh Sham."Suruh Tuan Aditama pada Asisten Putranya itu.


"Baik Tuan, saya permisi." Kata Ardi keluar dari ruangan Itu.


Tuan Aditama sudah sangat senang saat ini bagai mana kabar dari putranya selama dua bulan ini dirinya mencari tahu putranya apa masih hidup, tapi Tuhan masih meyayangi putranya dengan mengasih putranya bernafas lagi.


Tingal saatnya mencari siapa dalang dari kejadian dari semua penyerangan tiba-tiba pada putranya itu, saat ini Tuan Aditama hanya berpikir hanya orang terdekatnya saja yang bisa tahu rencana Sham selama ini.


*******