My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Masih suasana dirumah mertua



Sham harus bermalam malam ini dirumah orang tuanya kerena mamah dan papinya tidak membolehkan mereka kembali,mereka masih ingin bermain dengan cucu satu-satunya dikeluaga Adutama.


Sham masih senang hati menemani kedua orang tuanya masih bermain dengan anaknya yang pertama kali dilihat oleh papinya semenjak Beby Rafki lahir.


Rena jugu duduk disamping suaminya itu dengan hati senang melihat mertuanya sangat senang bersama putranya saat ini.


"Mas tumben itu bocah gak rewel ini sudah jam tidurnya lho? " Ucap Rena pada Sham yang masih duduk bersamanya.


"Mungkin Anak kita tahu ini rumah oma dan opanya, jadi dia mulai mengkek pada mereka berdua." kata Sham hanya tersenyum santai saja yang masih melihat wajah cantik istrinya itu dengan mata tajamnya.


Rena selalu menatap kelain arah ketika suaminya itu mulai menatap nya dengan tajam, sehinga membuatnya tidak merasa nyaman.


"Hai sayang kenapa menatap kearah sana,aku ada disini?? " kata Sham dengan memutar tubuh istrinya itu agar bisa melihat kearah nya.


"Apaan sih mas, kamu ini gak bisa lihat aku nyaman duduk disamping kamu, makanya jangaan menatapku kayak barusan, aku gak nyaman dengan tatapan mematikan kamu itu." Kata Rena membalas kata Sham sedikit malas melihat pada suaminya itu.


"Kamu ini aneh sayang kenapa kamu jadi seprti ini, biasanya kamu gak gitu padaku?Kenapa?" Tanya Sham kembali yang masih menatap istrinya itu.


"Gak kenapa-kenapa mas hanya saja aku belum terbiasa dengan wajah baru kamu ini, aku biasa lihat wajah mas Ben yang sedikit aneh itu, bukan kamu yang asli ini, aku jadi kaget kurang terbiasa. "Jelas Rena apa adanya pada Sham yang tersenyum padanya.


"Hanya wajah yang berubah Sayang tapi anggota tubuh Ben dengan Sham itu masih sama jika kamu menyentuh atau kita bersentuhan,rasanya masih seperti yang dulu gak ada bedanya kok." Kata Sham santai dengan gaya biasa Rena dengar Sham jika bicara.


"Oklah jika begitu mas, aku coba biasakan dengan Wajah Sham bukan wajah Ben lagi, dan juga aku akan memangil kamu dengan Mas Sham dan menyimpan nama Ben yang penuh kenangan itu dalam hatiku, mas Ben yang aku suka dan aku cinta." Balas Rena tidak berenti bicara jika sudah ada lawan yang dia akan menjadi pendengarnya..


Disaat Sham bucara dengan istrinya itu mamy Ris datang dengan mengedong beby Rafki yang sudah tertidur setelah bermain dengan oma dan opanya.


"Sham lihat tingkah putramu ini, persis seperti tingkah kamu waktu kecil,lagi asik bermain masa udah tertidur saja." kata Mamy Sham tersenyum senang melihat cucunya itu sangat membuatnya geram saja.


"Jika tidak ingat dia menangis sudah papi gigit itu bocah." Kata Papi Sham Sunguh geram pada putaran Sham dan Rena yang sudah tidur nyenyak dipelukan omanya.


"Ya sudah Zeren, kamu bawak deh masuk kekamar Sham sana, kasiahan ini bocah tidur ditangan, entar pada sakit semua badanya. "Kata Mamy Ris memberikan cucunya itu pada Rena.


"Baiklah mi, biar Zeren bawak masuk kekamar lebih dahulu,tapi Aku gak tahu kamarmu mas ? " kata Rena benar-benar tidak tahu kamar Sham.


Selama Rena bekerja dirumah mamy Risma tidak pernah diri Rena untuk masuk kedalam rumah besar itu, dirinya hanya sebatas dapur saja, kerena tugas Rena dirumah itu hanya memasak saja.


Baru ini pertama kali Rena menginjakan kakinya di dalam rumah besar itu kerena Sham yang membawanya.


"Biar aku antar, ini juga sudah malam saatnya kita istirahat."Kata Sham juga berdiri dan meninggalkan kedua orang tuanya itu yang masih duduk tersenyum pada sepasang suami-istri itu.


Setelah peningalan Sham dan Rena Papi Sham tidak lepas dari senyuman senangnya malam ini, rasa puas dan rindunya selama ini pada cucunya namun malam ini bisa dia rasakan dan melihat wajah tampan cucunya itu.


"Aku juga sangat senang akhirnya putraku bisa hidup bahagia dengan istri dan anaknya." Ungkap mamy Ris sungguh senang saat ini melihat Zeren dan putranya bisa bertemu lagi.


Selama ini mamy Risma tidak pernah menyangkah Zeren lah istri putranya itu, tampa di sadari menantunya yang sudah beberapa bulan tingal bersamanya selama Sham masih koma.


Lain saat ini dikamar Sham yang ada dirumah utama milik Aditama, didalam ruangan suhunya sudah sejuk itu, Sham memperhatikan putranya tidur diatas ranjangnya itu dengan nyaman dan nyeyak.


Sham untuk pertama kali malam ini tidur bersama Istri dan anaknya.


Beberapa menit mereka diam sesaat lalu Sham kembali menatap istrinya itu dan bangkit dari tempat tidur itu dengan mengakat tubuh istrinya itu agar putranya tidak terganggu oleh suara mereka berdua saat bicara.


Rena sangat kaget Sham menggendong tubuhnya melayang dan Sham menaruh tubuh kecil istrinya itu disofa yang ada dikamar itu.


"Mas kamu ini kenapa mengedongku kayak gini sih?? " Kata Rena sedikit kaget.


"Aku ingin menghabiskan waktu kita berdua saja, tampa putra kita terganggu tidurnya." Santai Sham bicara setelah menaruh tubuh istrinya duduh disofa santai dikamar Sham.


Rena hanya tersenyum saja melihat suaminya itu dengan santai membuka pakaian di depannya, seprti biasa kebiasan Sham sebelum tidur dirinya lebih suka terlanjang dada dengan celana pendek ditubuhnya itu.


"Kenapa tersenyum melihatku sayang, mau?? " Canda Sham paaa istri yang sudah bermukah malunya.


"Aku hanya lihat tato yang ada dilengan kamu mas,aku paling suka dengan tato berbentu bunga itu."Kata Rena menyentuh kegan Sham yang bertato itu.


"Apa itu saja yang mau kamu sentuh ditubuhku sayang, kamu tidak menginginkan yang lebih lagi dari ini? " Kata Sham sedikit usil pada istrinya itu.


"Itu maunya kamu mas, keinginan kamu agar aku bisa menyentuh tubuh kamu ini."Kata Rena dengan sedikit mencubit dada kotak-kotak Sham dengan sedikit geram.


"Dielus sayang bukan dicubit, itu sakit." Kata Sham lagi.


"Ahh kamu Jagan ngada-ngada dehh mas, aku gak mau kamu lakukan bukan-bukan dirumah mamy,pasti sangat memalukan saja." Kata Rena cap poin saja saat ini suaminya itu menginginkan yang lebih darinya malam ini.


Sham hanya tersenyum datar saja, Sham tahu istrinya itu pasti menolak untuk hal yang intim saat dirumah orang tuanya, Sham juga mengerti ucapan Rena dan dirinya tidak akan memaksa malam ini untuk main gempur sama istrinya dirumah milik mamynya.


"Sayang apa aku boleh mintak setelah kita dirumah nantik?"Kata sham duduk disamping istrinya itu.


"Tidak ada yang melarang kamu untuk memintak Hak kamu mas, kerena itu juga tugasku sebangai istrinya sah kamu."kata Rena mengerti suaminya saat ini.


"Tapi maaf untuk jika malam ini kamu memintak padaku, aku pasti menolak kerena ini dirumah mamy, aku gak mau merasa aneh saja jika dilihat mamy dengan rambut pasah keluar dari kamar."Alasan Rena saja seperti itu, kerena dirinya merasa segan saja pada mertuanya jika suaminya menginginkan hak nya yang sudah lama tidak didapatkan.


Next......