My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Peyelesaian masalah Sham sudah berahir



Empat jam perjalanan yang ditempuh Sham kekota dengan pikiran sudah mulai tenang saat meningalkann istrinya bersama kedua mertuanya.


Sham baru bicara setelah empat jam perjalanannya bersama Ardi asisten dan orang kepercayaan itu.


"Bagai mana kabar orang tuaku saat ini Ar, apa masih aman mereka disana saat ini? "Kata Sham dengan sikap seorang pemimpinnya yang sangat dingin, beda saat diri Sham bersama keluarga Istrinya.


"Mereka baik-baik saja saat ini Tuan muda, anda tidak usah memikirkan Tuan besar, Tuan besar dan nyonya, mereka aman kerena anak buah kita juga berjaga di tempat penyekapan orang tuan anda saat ini apa lagi Abian juga ada bersama Tuan besar saat ini lagi meyamar jadi anak buah Ronal."Kata Ardi dengan santai bicara pada bosnya.


"Baiklah, terus bangai mana dengan rencana kita apa hari ini kita akan langsung keperusahaan? "


"Iya tua, kerena ada rapat untuk pemidahan kekuasaan pada Tuan Ronal." kata Ardi megsih tahu Sham apa yang selama ini diincar Ronal.


"Tidak semudah itu Dia mendapatkan itu Ar,kerena semua rekan bisnisku bukan orang yang mudah dia bodohi, apa kamu sudah bilang pada semua kolega kita yang ikut dalam saham perusahaan kita??" kata kembali.


"Sudah Tuan, saat ini mereka mengikuti permainan Ronal deperti apa sepupu Tuan itu wajahnya saat melihat Tuan nantik."Kata Ardi sedikit tersenyum pada Bosnya itu.


"Aku bangga punya asisten pintar dan licik seprti kamu Ardi." kata Sham. membalas ucapan Ardi barusan dengan senyuman sedikit licik itu dan entah apa yang ada dipikiran Sham saat dalam perjalanan keperusahaan milik keluarga Sham.


Sham dalam diam masih saja teringat istrinya yang ditinggalkan tapi Sham juga tidak bisa berbuat banyak saat ini sunguh dirinya tidak dapat berbuat apa-apa kerena semua sudah sangat mendesaknya.


Setengah jam berlalu Sham sampai juga diperusahaan itu dengan rapi disaat di mobil dirinya bisa menganti pakaian itu dengan santai.


Mobil mewah yang membawa Sham dan Ardi berenti digedung tingi menjulang itu, dengan santai Sham berjalan dan didampingi oleh adistenya itu dilantai gedung yang mewah itu, banyak kariawannya yang kaget melihat kedatangan Sham yang sudah dikabarkan mati kerena kecelakaan masuk ke sungai dan mayatnya tidak dapat ditemukan.


Bermacam artikel yang menerbitkan tengan pengusaha mudah seperti Sham,gonjang gajing tentang musibah itu orang tidak tahu Sham masih hidup.


Saat ini di ruangan miting, semua kolega yang menanam saham diperusahaan Sham sudah berkumpul dan lagi membicarakan siapa yang akan mengantikan Sham jika benar Sham suah meningal.


Salah satu rekan bisnis Sham sengaja bicara seperti itu agar orang yang berbuat curang pada Sham bisa bisa mereka semua lihat pada hari ini, siapa dalang dibalik penyerangan Sham beberapa bulan lalu, teman Sham Rikiy sengaja membahas itu saat ini kerena dirinya sudah dikasih tahu oleh Ardi terlebih dahulu tentang Sham.


"Jadi kita tidak mungkin Tuan-Tuan menujuk sembarangan orang untuk mengisi jabatan Tuan Sham selama ini,jika tidak ada persetujuan dari Tuan Aditama."Kata Rikiy membuka suaranya lebih dahulu.


"Benar juga ucapan Tuan Rikiy tidak semudah itu kita bisa menduduki kursi itu?? "Kata Salah satu kolega bisnis Sham menujuk Kursi dimana Sham selama ini duduk sebagai pemegang Sham yang terbesar diperusahaan itu.


"Benar juga!! " kata yang lain saat ini terjadi riuk pikuk dalam ruangan itu dengan keributan yang sengaja dibikin mereka.


"Tenang Tuan-Tuan Semua."Ucap Ronal masuk dengan sikap sombongnya itu, dan berjalan santai dan duduk di kursi kebesaran Sham.


"Tidak ada yang bisa mengatikan Sham selain aku, kerena pakman ku sudah Memberikan kuasaan padaku untuk mengatikan putranya yang saat ini dikabarkan sudah lewat tidak tahu kabarnya sekarang."Senyum licik itu terlihat diwajah angkuh Ronal.


"Siapa kau bisa-bisanya menduduki tempat Sham?Kata Riky tidak suka pada Ronal.


"Hai Tuan, apa kau tidak mengenalku? baiklah jika banyak dari kita tidak tahu dengan ku, Aku adalah sepupu Sham satu-satubya, Sham tidak memiliki saudara, jadi hanya aku yang bisa mengambil jabatan ini."Kata Ronal sangat sombong.


"Jangan sombong anda Tuan, tidak semuda itu anda untuk bisa duduk dan mengambil jabatan itu, kerena orang yang pintar dan punya otak yang jenius yang bisa duduk disitu, kenapa? anda ingin tahu, tidak muda mengelolah bisnis Sham. "Kata Rikiy sedikit merendahkan Ronal.


Ronal tidak melihat dan teliti dengan surat itu, dirinya dapat juga ditipu oleh Tuan besar Aditama.


"Pukk... pukk..!! temukan tangan Sham terdengar diseluruh ruangan itu dengan santai Sham berjalan mendekati sepupunya.


"Bagus sepupu ku, apa kamu sudah puas bermainnya, selama ini aku sudah main kucing-kucingan dengan kamu, sungguh melelahkan bukan,saat aku mengetahui siapa yang bermain dibelakangku selama ini, pas naas pada diriku saat itu, apa kau masih ingat meyerkapku dan menghabisi ditempat jauh dari kota, sungguh nasib baik masih berpihak pada Ku Ronal, aku tidak jadi mati, apa yang kau pikirkan selama ini.


"Kau.....!! ucap Ronal tidak percaya sepupunya itu masih hidup.


"Kenapa Ronal kau kaget melihatku masih ada? "Tanya Sham menatap tidak suka dan marah pada Ronal.


"Tapi sayang Sham semua yang kau miliki semua sudah menjadi milik ku, lihat ini, surat ini sudah ditanda tangan oleh Papimu sendiri pemindahan kekuasaan padaku, sekarang pergilah Sham keluarga kamu akan merangkak miskin hidup dijalanan saat ini juga, pengawal?? " pangil Ronal pada anak buahnya yang ada diluar.


" Pangil terus anak buah kamu yang tidak berguna itu."Kata Sham santai bicara dan senyuman liciknya itu terlihat diwajah Sham.


"Kau apakan orang-orangku?Kata Ronal Sangat marah.


"Saat yang sama untuk kamu yang akan aku perlakukan seperti mereka, kata Sham, membukak pintu ruangan itu dengan remot yang sudah dipeganya itu, tampak semua anak buah Ronal sudah tergeletak dilantai .


"Dasar kurang ajar!! "Teriak Ronal sangat marah pada Sham.


"Hep,tunggu Sepupuku yang tidak tahu diri,apa yang kau balas pada keluargaku dan mamiku yang membesarkan kau dengan kasih sayang selama ini tidak pernah dia membagi cintanya terhadap kau, sekarang kau lihat vidio itu! ;"Ucap Sham memutar vidio yang sudah disiap kan Ardi, layar itu hidup dan terlihat kedua orang tuan Sham yang sedang disekap dengan tangan terikat tali dan mulut mulut diladban.


"Dasar kau tidak manusia Ronal, dengan tega kau mengurung orang yang sudah membesarkan kau selama ini, memang kau tidak berguna." kata Sham dengan kemarahannya yang tidak bisa ditahanya lagi setelah beberapa kali melihat vidio yang dikirim oleh Abian padanya.


Semua orang yang ada diruangan itu ikut tidak senag melihat pada Ronal, dengan kejahatanya pada Sham dan keluarganya.


Orang-orang saling berbisik mentap Ronal dengan jijik dan tatapan tidak suka mereka pada pria yang disangka baik rupanya orang jahat, sungguh tidak dapat dipercaya.


"Rikiy yang sudah mengetahui itu semua ari Asisten sahabatnya itu sudah menyiapkan kado Ronal yang tidak akan bisa Roanal bicara.


"Silakan kalian masuk pak, sudah saat dia untuk meginap dihotel bintang lima itu."Kata Rikiy memangil polisi yang sudah ada diluar ruangan itu.


"Sekarang nikmati hidup kamu di dalam deruji Besi itu Ronal kerena apa yang kau tuai selama ini itu yang kamu nukmati."Kata Sham mendorong Ronal pada polisi yang sudah menunggu Tugas mereka.


"Bawak dia pak!! "Kata Ardi pada salah satu polisi itu.


"Baik tian Ardi, Terimakasih sudah membantu kami dalam meyelesaikan kasus ini selama beberapa bulan ini."Kata komandan polisi itu pada Ardi.


"Santai saja pak, kita saling bantu."Kata Ardi ramah.


Semua orang melihat Ronal di tangkap kerena jekicikanya selama ini tidak bisa Sham pecahkan, kerena sudah menghabiskan bayak uang perusahaan, membuat Sham tidak bisa diam lagi ,apa lagi diaaat dirinya akan meyamar untuk masuk menjadi kariawan biasa untuk menyelidiki Ronal,namun gagal kerena Ronal lebih dahulu megetahui rencananya, ronal tidak segan menghabisinya, tapi nasib Sham masih beruntung dirinya masih bisa selamat walau satu minggu dirinya tidak sadarkan diri dan luka ditubuhnya sangat membuatnya tidak nyaman beberapa bulan, dan untuk berjalan saja dirinya tidak bisa, kerena ada Rena dan keluarganya yang membantunya untuk pulih lagi.


*******