My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Kepulangan Sham,Namun Rena juga akan pergi



Air mata Sham menetes sesaat, dengan kepalanya menuduk, saat ini Sham berpikir apa mungkin istrinya yang berada dirumahnya saat ini, tapi Sham menepis perasaan itu semua, tidak mungkin Rena akan bekerja setelah kepergiannya dari desa itu.


Sham lama terdiam setelah merasakan masakan itu, maminya juga merasa heran saat ini kenapa putranya itu tiba-tiba diam saja dengan kepala menunduk.


"Sham kamu kenapa, kok gak dimakan itu nasinya, itu dingin sudah gak enak kamu makan, cepat habiskan." Suruh Buk Ris pada putranya itu dan tidak melihat lagi pada Sham, buk Ris juga melajutkan makan siangnya dengan diam.


"Iya Mi. "kata Sham dengan cepat menghapus air matanya agar mammynya tidak melihatnya.


Sham makan dengan sangat lahap hari ini dia bisa merasakan masakan yang sama rasanya dengan masakan istrinya,Sham hanya diam selama makan tidak sedikitpun ada suara diruangan itu.


Setelah siap makan siang Mamy Sham keluar sebentar untuk mencari sesuatu untuk Sham, Mamy Sham meningalkan dirinya sendiri dikamar rawat itu.


Sham juga berpikir kenapa masakan juru masak yang dibilang mamy nya itu sangat sama rasa nya dengan masakan Rena.


Seprti itulah kira-kira saat ini yang ada dipikiran Sham dalam pikirannya, namun setiap ingat hal itu Sham selalu menepis, rasa tidak mungkin saja Rena akan bekerja kerena uang yang ditinggalkan Sham sangat cukup menghidupi Rena selama beberapa tahun untuk kebutuhan Rena dan keluarganya, apa lagi ada uang tabungan Rena yang setiap bulan dikirim Ardi.


"Apa mungkin itu Rena? ahhh tidak-tidak itu tidakan akan mungkin Rena bisa pergi, Ayahnya tidak akan memperbolehkan dia untuk bekerja." Kata Sham di benaknya saat ini selalu memikirkan tentang Rena.


"Ahh aku harus cepat pulih agar aku bisa menjemput Rena untuk bersama ku, tidak mungkin aku akan berdiam lebih lama disini."Kata Sham bicara sendiri untuk menyemangati dirinya sendiri.


Sham harus berusaha dengan semangat saat ini dia punya dia harus cepta puli kerena banyak yang akan diurus Sham lagi tidak akan mungkin dirinya akan berbaring dan duduk berdiam lebih lama lagi ditempat tidur rumah sakit itu.


**


Hari terus berlanjut saatnya Rena akan keluar dari pekerjaan hari ini pas satu minggu semenjak pertama kali dirinya memasakan Sham makanan yang selalu dimintak Sham makan dari rumah pada Mamy nya satu minggu ini.


Setelah siap memasak Rena akan bersiap kerena sore ini Raka abangnya Rena akan menjemput dirinya tingal dirumah sewaan Raka yang tidak jauh dari pabrik tempat Raka bekerja.


Rena sambil melihat Mbak Jum sudah sedih saja melihatnya akan meningalkan tempatnya bekerja, saatnya mereka berpisah hari setelah dua bulan Rena bekerja dirumah milik Aditama itu.


"Kita pasti jarang ketemu, mbak sedih banget Zeren kamu meningalkan tempat ini, sunyi dapur jika gak ada kamu."Kata Mbak Jum duduk di samping Rena dan membantu Rena untuk memasukan pakaian Rena Kedalam kopernya.


"Jangan sedih kayak gitu Mbak Jum, aku masih tingal dikota ini, mungkin aku lahiran dikota ini ditempat tingal abang Raka, jika Mbak Jum libur datanglah kesana, aku juga pasti merindukan Mbak." kata Rena bicara lembut saat ini.


"Ya sudah nantik Mbak akan main pas libur kesana dehh, akan sering lihat bayi kamu lahir nanti pasti gaga itu beby laki-laki nya."Kata Mbak Jum pernah menemani Rena untuk priksa kerumah sakit,disanalah Bahwa Rena akan melahirkan bayi laki-laki nantik kerrna seperti itu hasil dari USG.


" Iya mbak Jum, sana lanjutkan kerja bentar lagi Nyoya besar akan kembali, kata Nyoya besar hari ini putranya akan pulang dari rumah sakit."Kata Rena bicara pada Mbak Jum.


"Iya, makan Mbak dari kemaren bersikan kamar tuan muda, takutnya dia akan marah jika banyak debu, dia paling gak suka debu menempel pada prabot dikamarnya." jelas Mbak menjelaskan apa yang tidak disuka anak majikannya itu pada Rena.


"Nama tuan muda Mbak ya kayak gitulah."Santai Rena masih lanjut dengan pekerjaan itu.


"ya sudah aku mau lanjut lagi kerja, masih ada yang mau Mbak pell dilantai dua tempat piknes tuan muda, entar dia ngamuk Zeren." Kata Mbak Jum langsung meningalkan Rena dikamar tempat para pekerja dirumah itu.


Rena hanya tersenyum saja melihat Mbak Jum pergi, dirinya juga lama terdiam kerena selama dia bekerja disini tidak ada yang membuat dirinya sedih, saat ini dia kembali memikirkan suaminya yang tidak kunjung mejemputnya ke desa.


Rena tidak lagi sedih hari ini dirinya akan tingal bersama abangnya Raka juga tidak sampai sebulan lagi dirinya akan bertemu lagi dengan kedua orang tuanya, kedua orang tua Rena bersamanya saat Rean akan melahirkan nantik.


"Ahhh tidak apa seminggu lagi ibuk dan Ayah akan sampai dikota ini pasti rumah akan bang Raka akan rame jika ada merey berdua."Kata Rena sangat senang Kedua orang tuanya akan tingal bersamanya sampai dia melahirkan.


Satu jam berlalu Buk Ris baru sampai dari rumah sakit sat ini dengan putranya yang masih duduk diatas kursi rodah kerena Sham belum begitu kuat untuk berjalan.


Semua yang bekerja menyambut putra dari majikan mereka baru saja kembali dari rumah sakit, hanya Rena saja yang tidak ada saat Sham datang.


Buk Rus memperhatikan Rena tidak ada di antara mereka, buk Ris akhirnya bertanya pada Jum yanga juga menyabut kedatangan putranya.


"Selamat datang kembali tuan muda. " Sapa semua pembantu rumah itu.


Sham hanya senyum saja saat pekerja dirumah Mamy nya itu menyapanya.


"Jum, mana Zeren, apa dia sudah pergi? "Tanya buk Ris pada Jum.


"Belum Nya, Zeren lagi berkemas, mungkin dia lupa itu nyoya bahwa tuan muda kembali hari ini."Jelas Jum pada Majikannya itu.


"Ya sudah kalian silakan lanjutkan Kerjaan lagi, dan kamu Jum tolong bawak kekamar Sham ini."Kata buk Ris mengambil barang bawaan dari rumah sakit pada Mbak Jum.


"Baik Nyoya." Kata Jum dengan cepat.


Ada sedikit rasa ingin tahu Sham tentang gadis yang dibilang mamynya itu, seminggu ini Sham makan dengan masakkan Rena setiap hari, Sham selalu memintak pada mamy nya agar dibawakan makanan dari rumah kerena itu bisa mengobati Rasa rindu Sham saat merasakan masakkan itu.


"Mam,apa gadis yang mamy bilang itu akan pergi hari ini? kata Sham bertanya pada buk Ris, kerena sham ingin tahu dan ingin melihatnya.


"Iya Sham, saat ini dia lagi berkemas barang-barang nya jadi gak bisa sambut kamu datang kerumah ini, kemanapa kamu suka dengan masakkan juru mamy yang imut itu, apa kamu juga suka yang dimasaknya tiap hari? Canda Buk Ris pada putranya itu.


"Ahhh gak mam, aku hanya ingin tahu saja seperti apa rupanya."Kata Sham santai dan tidak menjawab kata mamy nya lagi.


Sham memintak Ardi mendorong kursi rodanya untuk kekamar nya yang ada dirumah mamy itu, biasanya Sham tingal dirumah nya sendiri dan juga sham sering berada diluar negeri kerena bukan di Indonesia saja bisnis Sham.


Samapi di kamar Sham dibantu berdiri oleh Ardi kerena Sham sudah bisa sedikit-sedikit melangkah kaki nya walau itu masih berat untuk berjalan.


"Ar,bangai mana dengan orang kamu yang mengawasi Rena didesa, apa sudah tahu Rena masih ada di desa? " kata Sham.


"Itu dia Tuan Muda, Safik tidak pernah melihat nona Rena selama dua bulan ini dirumah itu lagi, hanya kedua mertuanya anda saja yang tingal dirumah itu, nona jarang kelihatan. "Jelas Ardi merasa tidak enak pada Sham.


"Tidak masalah Ar, aku mengerti kalian tungasnya tidak itu saja banyak yang kalian kerjakan, setelah aku bisa jalan kita kesana untuk menjemput istri ku, dan juga aku kan bilang pada papi dan mamaku tentang ini semua."Kata Sham tidak ingin meyemuyikan pernikahannya dengan Rena pada kedua orang tuanya.


********