My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Sham mendesak Ardi untuk mencari tahu tentang Zeren



Dua hari berlalu semenjak sham kembali dari desa istrinya itu, namun entah kenapa dirinya tidak terlihat senang ada yang selalu mengganjal dipikirkan.


Sham selalu kepikiran tentang Zeren juru masak mamy yang ada dirumah mamy empat bulan lalu masih bekerja dirumah orang tuanya Sham.


Sham selalu penasaran tentang gadis hamil itu, mamy Ris pernah bilang padanya Zeren ditingal suaminya sampai saat itu tidak pernah datang setelah kepergian suaminya.


Itu yang saat ini dicernah dan dipikirkann oleh Sham kata mamy nya pernah bicar tentang gadis itu, sebelum berenti bekerja dirumah milik orang tuanya itu.


"Kenapa aku selalu berpikir bahwa gadis itu adalah Rena, kerena suara dan bentuk tubuh nya mirip dengan istriku." kata Sham sambil berpikir dengan melipat tangan dua didagunya.


"Apa selama ini istriku ada bersama keluargaku? " Tanya Sham masih saja dalam pikirannya.


Sham betul-betul tidak bisa bekerja dengan baik dua hari ini semenjak kembali dari desa Rena, dirinya betul-betul berpikir untuk mencari istrinya saat ini.


Semua orang kepercayaannya sudah disuruh untuk mencari Rena disekitar kota saat ini, kalau memang saat ini Rena berada di kota yang sama dengan Nya, jika yang dilihat Sham pas dirumah sakit itu tidak salah orang.


Namun sayang Sham tidak kepikir untuk mencari tahu saat itu pas dirumah sakit untuk mencari atau cek nama istrinya pada resesonis rumah sakit yang pas Rena priksa kehamilannya.


"Tok.. Tok..!! "


Sham kaget saat mendegar ketukan pintu dari luar, dirinya langsung mengambil posisi biasa kembali setelah berpikir keras kerena Rena.


"Ya, masuk..!! " Kata Sham santai saja melihat siapa yang masuk kedalam ruang kerjanya itu..


"Ada apa Ar, ada yang ingin kamu kasih?? " Kata Sham dengan nada tidak bersahabat.


"Saya hanya mengantar ini tuan, berkas yang perlu tuan baca kembali tentang kerja sama dengan rekan kerja kita." Kata Ardi sedikit was-was saat mendengar nada bicara atasannya itu.


"Kamu tarok dimeja ku saja, nantik saya akan coba baca kembali." kata Sham sambil berdiri dari tempat duduknya dan berjalan kearah kaca yang terlihat hanya gedung-gedung tinggi sejajar dengan gedung perusahaan milik keluarganya itu.


"Jika begitu saya akan tarok tuan, jika tidak ada yang tuan inginkan, saya akan kembali kerungan untuk melajutkan pekerjaan saya." kata Ardi hendak keluar setelah menaruh berkas itu dimeja bosnya.


Sham kembali memangil asistennya itu sebelum Ardi keluar dari runganya, dengan nada yang sangat menakutkan Ardi.


"Tunggu Ardi, kamu jangan pernah keluar dari ruangan ini sebelum kamu menjawab pertanyaanku." Kata Sham sangat dingin, tidak seperti biasanya Sham bicara tegas dan dingin seperti saat ini.


"Ada Apa tuan muda?? " Kata Ardi sedikit merinding mendegar suara briton Sham barusan.


"Jawab dengan jujur Ardi, apa yang telah kamu bicarakan dengan papa, saat aku menyuruh kamu mencari tahu tentang Zeren beberapa bulan lalu, sampai sekarang kamu tidak dapat menujukan hasilnya pada ku, apa yang sedang kalian rencanakan? "Kata Sham menatap Ardi dengan tatapan mematiakan Sham.


"Anu,,, anu tuan muda...!!! Kata Ardi terbanta-banta tidak dapat menjelaskan paada Sham, kerena Ardi juga merasa takut saat ini pada bosnya itu.


"Anu-anu apa Ardi,cepat katakan, aku tidak mau dengar kata yang lain, aku baru tahu kalian bicara dan memberikan sebuah berkas pada papiku,aku baru lihat di cctv rumah papi semalam." Kata Sham menatap Ardi dengan tajam.


"Cepat jelaskan Ar, jika tidak bikin surat penguduran diri kamu sekarang juga, dan aku tidak akan mengasih kamu gaji dan kompensasi sedikit saja." Ancam Sham pada Ardi.


"Ja... nga.. n, tuan muda, baik aku akan menjelaskan pada tuan tapi jangan potong gaji dan keluarkan saya dari pekerjaan ini tuan, saya mengaku salah. " Jawab Ardi terbanta-banta dan takut pada Sham.


"Jelaskan Ar, aku tidak mau menunggu lagi!! " Kata Sham santai dengan tatapan seperti mau menelan Ardi.


Ardi mulai membicarakan dengan sedikit takut pada Sham, kerena dirinya juga merasa bersalah pada bosnya itu meyemuyikan apa yang sudah dia tahu tentang Zeren selama 4 bulan ini, tapi saat Ardi ingin memberikan data itu semua pada Sham, saat bersamaan tuan besar Aditama berjumpa di ruangan tamu dengan Ardi saat itu.


Tuan besar Aditama memintak berkas tentang istrinya putranya itu pada Ardi, dan menyuruh Ardi untuk berbohong kerena Zeren yang bekerja sebagai juru masak dirumah keluarga besar Aditama itu adalah istrinya putranya saat itu Rean juga sedang hamil anak putranya dan cucunya.


Ardi menceritakan tentang itu semua pada Sham, agar dirinya bisa bebas dari hukuman apa yang akan didapatnya setelah ini.


"Tapi tuan besar yang memitak aku untuk tidak bilang pada anda tuan muda, agar tuan besar bisa melihat cinta tuan pada nona Rena Tuan.


" Sekarang bilang padaku Ar, dimana saat ini istri ku berada?"Tanya Sham tidak sabar ingin mendengar kata itu dari Asistennya itu.


"Soal itu saya tidak tahu tuan,tapi tuan bisa pikirkan sendari, bukankah itu istrinya tuan muda jangan selalu bertanya pada saya tuan muda, cukup anda meyulitkan saya dengan pekerjaan saja."Kata Ardi masih bisa bicara santai pada bos besar nya itu.


"Bisa diam kamu gak Ar, jika kalau bilang dari 4 bulan lalu pasti aku bisa bertemu dengan kedua mertuaku didesa, tidak seperti ini, begok!! " Kata Sham sedikit kesal pada Asistennya.


" Maaf tuan muda, saya harus bagai mana lagi, anda bos saya, tuan besar juga bos besar saya juga, seharusnya tuan juga sama-sama mengerti saja."Kata Ardi bicara dengan mengusap kepalanya kerena dia juga bingung saat ini dengan ucapannya pada Sham..


"Kamu ini bikin aku pusiang tahu gak Ardi, sekarang cari alamat dimanan Rena Tingal, kamu sudah tahu bukan dia itu adik Raka, kamu cari alamat rumah Raka dimana? " Suruh Sham pada Ardi,namun atdi sedikit dengan mengerutkan keningnya.


"Eehhh tunggu dulu bos, bangai mana tuan bis tahu jika nona Rena adiknya Raka? " Bingung Ardi pada Atasannya itu.


Sham tidak banyak bicara lagi kerena dirinya saat ini tidak ingin melihat mungka Asisten begoknya itu.


"Kamu Lama-lama bikin aku tambah pusing Ardi, cepat kamu lakukan apa yang aku mintak,jangan banyak tanya lagi." kata Saham ketus.


Ardi dengan loyo keluar dari ruangan Sham dengan mulut komat kamit sendiri apa yang baru didengar dan diperintahkan padanya.


"Ahhhh kenapa nasib kamu ini gak pernah senang Ardi jadi asistennya bis besar,nasib kamu selalu apes, dapat bos gila kayak tuan Sham, nasib-nasib!! " Kata Ardi dengan meratapi nasibnya kurang beruntung hari ini.


"Sudah tahu Nona Rena adalah adik Raka, kenapa dia gak tanya sama papinya saja, kenapa harus meyuruh aku juga, dasar bos gak punya hati!! " Repet Ardi dipintu ruangan Sham.


"Jangan megupati aku terus Ar, jika mau ingin aman." Teriak Sham dari dalam.


"Iya tuan!! " Kata Ardi dengan cepat meningalkan ruangan bosnya.


********