
Sham terbangun dengan membuka matanya, dirinya melihat ada Kedua orang tuanya dengan masih kabur matanya,dengan pelan Sham kembali membuka mata itu kembali dengan Jelas terlihat wajah risau kedua orang tuanya itu selama dirinya terbaring koma di rumah sakit selama 8 bulan lamanaya.
Namun Saat ini tuhan masih sangat meyayangi dirinya, Sham masih diberi kesempatan untuk bisa bersama dengan orang yang sanagat disanyaginya.
Pertama Sham berkata hanya Nama Rena yang diucapkan oleh pria yang masih lema itu.
"Rena...!! kata Sham baru bicara.
Tuan Aditama sabgat kaget mendengar kata itu keluar dari mulut putranya itu, kerena tuan Aditama tidak tahu nama siapa yang diucapkan oleh putranya itu, dirinya hanya menatap putranya itu dan kembali sama-sama saling menatap dengan istrinya.
"Apa maksud putra kamu itu, dengan menyebut nama seorang gadis?"Kata Maminya Sham dengan bingun.
"Mi,Mana Rena? Kata Sham kembali bicara masih Sangat lemah.
"Kamu jangan bicara apapun dulu Sham, keadaan kamu sat ini belum stabil, kamu butuh istirahat."Kata tuan Adi tidak menjawab kata putranya itu.
Sham Hanya diam saja mendengar kata Papinya yang yang tidak tahu tentang Rena Saat ini, ada apa statusnya dengannya.
Sham kembali iistirahat beberapa jam, tuan Aditama masih berpikir mengenai nama yang dibilang oleh Sham saat didalam ruangan Sham dirawat..
"Siapa Rena? Tanya Hati tuan Adi saat ini masih berpikir.
Saat bersamaan Ardi juga baru datang dirinya yang baru siap ada pertemuan dengan Kolega bisnis Sham,Ardi langsung menuju rumah sakit saat tuan Adi memberi tahunya bahwa atasanya Sham baru saja sadar dari komanya setelah 8 bulan tidak sadarkan diri setelah peristiwa penebakan oleh saudara sepupunya sendiri saat itu.
"Tuan Besar !!" Sapa Ardi baru saja sampai.
"Ardi kamu sudah sampai,duduklah terlebih dahulu."Kata Tuan Aditama pada Asisten putranya itu.
"Ada ada tuan besar meyuruhku untuk datang kesini, apa ada yang ingin tuan tanya padaku? "Kata Ardi saat ini sudah merasa tidak aman.
"Santailah Ar, saya tidak akan menelan kamu jika kamu berkata jujur pada ku."Ungkap tuan Aditama santai.
Ardi menatap Ayah dari bosnya itu dengan rasa takut dengan reaksi tuan basar Aditama.
"Ardi kamu harus bilang yang jujur pada kita, kamu yang tahu tentang Sham selama ini, apa lagi dirinya saat menghilang selama tiga bulan sebelum kejadian yang penembakan Sham."Kata nyonya besar Aditama.
"Ada apa nyonya, saya kurang mengerti maksud perkataan nyonya? "Kata Ardi dengan bingung.
"Siapa Rena Ar? "Kata Tuan Adi dengan bicara tegas dan sangat tegas.
"Rena? Kenapa tuan bertanya tentang istrinya tuan muda? "Ucap Ardi tidak sadar secara spontan dirinya bilang itu pada tuan besar.
"Istrinya Sham, kamu bilang apa barusan Ar, istri.... putraku? "Kata Mami Sham tidak percaya putranya sudah menikah tampa dia tahu sama sekali.
"Maafkan saya Tuan dan nyonya besar, bukan saya meyemuyikan ini dari kalian tapi ini pernitaan tuan muda agar tidak memberitahu kalian terlebih dahulu, pas saat itu kami baru samapi disini, tuan muda akan bicara sendiri pada tuan dan nyonya, nam... un, Kejadian yang tidak pernah kita duga membuat tuan muda seperti ini."Kata Ardi hanya bisa menundukkan kepalanya tidak bicara lagi kerena dirinya juga kerasa bersalah pada kedua orang tuan Atasannya itu.
"Sebulan sebelum tuan muda kembali ke kota ini tuan besar." kata Ardi tidak berani lagi menatap tuan besar Aditama.
"Terus bagaimana dengan gadis itu saat ini?" Kata Papi Sham lagi ingin tahu tentang istrinya Sham.
"Istrinya tuan mudah saat ini masih di desa itu tuan,tuan muda sengaja meninggalkan nona Rena kerena dirinya berencana akan menjemputnya setelah memberitahu tuan."kata Ardi lagi.
"Apa dia gadis baik-baik Ar? Tanya Maminya Sham.
"Nona Rena gadis baik Nyonya,dia adalah putri dari orang yang merawat tuan muda saat peristiwa peterangan pada tua Sham yang direncanakan oleh tuan Ronal, dan gadi itu yang pertama kali menemukan tuan muda saat hayut di sungai itu juga dan nona Rena yang merawat tuan Muda selama beberapa bulan Tuan Sham tidak bisa apa-apa." Jelas Ardi tidak tertigal satu saja dari cerita Sham padanya.
"Kenapa Sham bisa menikahi Gadis itu, apa sham mersa berutang budi dengan keluarga itu? kata Maminya kembali.
"Tidak Nyonya, tuan Sham sangat mencintai Nona Rena,kerena kebersamaan yang membuat tuan jatuh hati pada nona Rena."Jawab Ardi yang tidak bisa berbohong lagi pada mereka.
Tuan Aditama hanya diam saja ada sedikit rasa senang dirinya saat ini putra kembali sudah menikah, selama ini Sham tidak pernah terdegar dekat dengan wanita, tapi saat ini putra sudah memiliki istri.
"Apa yang harus kita jawab pada Sham, dia menanya istrinya pada kita?"Kata istrinya tuan aditama bertaya kembali.
"Kita Pura-pura tidak tahu saja, biar Ardi saja yang bicara pada bosnya kerasnya itu,kita ikuti saja alur cerita Sham, mungkin dia reklek bilang nama itu saat baru terbangun tadi."kata Tuan aditama pada istrinya itu.
Setelah pembicaraan mereka bertiga, Ardi masuk kedalam ruangan Sham yang sudah dipindahkan kekamar rawat biasa tidak diruang ICU lagi.
Arydi menatap tubuh tuanya itu dengan tetsenyuam pada atasannya .
"Selamat tuan, akhirnya taun kembali dengan tidur panjang tuan selama 8 bulan tidak bangkit dari ruangan tadi." kata Ardi meyapa Bosnya itu dengan rasa senang.
"Ardi bagai bana dengan kabar Rena selama aku tertidur disini?"Tanya Sham pada Ardu tangan kanannya itu.
"Nona saat ini baik-baik saja didesa tuan,saya selalu mengirim uang belanja yang tuan perintahkan sebelumnya kejadian itu menilai tuan." kata Ardi santai.
"Aku sangat merindukannya Ar, tapi aku tidak bisa untuk mengerakan tubuhku ini saat ini, pasti dia sanagat megewatikan diriku yang tidak mengabarkan apapun saat aku pergi samapi sekarang."kata Sham merasa bersalah pada istrinya saat ini.
Namun tidak mungkin dalam keadaan dirinya tidak bisa apa diri nya untuk menemui istrinya .
"Jangan pikirkan itu dulu tuan, sebaiknya tuan muda pokus saja pada pemulihan tubuh tuan yang baru saja sadar dari kematian."Kata Ardi mengingatkan bosnya itu.
Sham juga tidak memaksakan kehendaknya saat ini, dirinya tahu tubuhnya tidak seprti dulu, kerena saat ini tubuhnya belum dapat digerakan sama sekali dari mulai dirinya dasar samapi saat ini tubuh itu terasa berat untuk Sham gerakan.
Dham akan menunggu dirinya bisa pulih seperti semula lagi, dengan semangat yang ada didirinya untuk bisa pulih agar dirinya bisa cepat bisa bertemu dengan Rena.
Sham hanya diam saja saat ini membayangkan wajah cantik istrinya itu, selama dalam tidur panjang hanya wajah Rena yang dia lihat, Rena selalu menagis melihatnya dari kejahuhan,saat itulah Sham bisa sadar menyebutkan nama gadis itu.
*******