
Hari berganti hari dan bulan terus berlanjut tidak terasa sudah 6 bulan Sha masih terbaring seperti biasanya tidak ada respon apapun, saat ini yang bisa dilakukan oleh keluaga dan orang terdekat sham apa lagi dengan tuan Aditama sangat sedih melihat putra Satu-satunya dikeluarganya itu sebagai penerus untuk melanjutkan bisnisnya saat ini tidak bisa lagi diharap oleh tuan Adi,tubuh Sham dengan kaku terbaring ditempat tidur hanya dengan alat medis ditubuh masih saja menempel.
Setiap hari Tuan Aditama selalu datang kerumah sakit untuk melihat putranya itu,dengan rasa sedih dirinya bicara pada putranya saat ini masih dengan mata tertutup.
"Nak, jika kamu tidak mau berjuang untuk hidup lagi, Papi sudah iklas, tapi Papi masih sangat berharap kamu bangun dari tidur panjang kamu ini,kami sungguh merindukan kamu nak,Mamimu hanya selalu sedih melihat kamu seperti ini,bangunlah Sham kamu adalah orang yang kuat tidak mudah meyerah, berjuanglah untuk hidupmu nak. "Kata Tuan tama dengan isak tagis yang tidak dapat ditahanya lagi melihat kondisi putranya itu sungguh meyedikan.
Sham meneteskan air matanya saat sayup-sayup mendegar suara Papinya saat ini sangat sedih, namun dirinya tidak dapat mengerakan dan membukak mata itu yang sungguh berat Sham rasakan.
Sham dapat mendegar apa yang dikatakan oleh orang terdekatnya tapi sayang mereka tidak bisa melihat.
"Ini sudah 6 bulan nak kamu terbaring disini, bangunlah Papi sungguh berharap kamu akan bangun, dan berkumpul dengan kami lagi."Kata Tuan Adi dengan deraian air mata bicara pada tubuh Kaku Sham yang sudah tampak kurus.
Dengan Penuh tenaga Sham agar bisa dirinya untuk mengerakkan tubuhnya namun dirinya sungguh tidak bisa.
Sham dengan sedikit dirinya mulai mengerakan jemarinya, saat bersamaan Tuan Adi lagi memegang tangan putranya itu merasakan apa yang baru dirasakanya.
Tuan Aditama kembali melihat jemari yang Sham yang masih melekat ditangan nya, dilihatnya jemari itu sedikit begerak, betapa kaget dan senang saat ini yang dilihat tuan Adi tidak percaya, putranya saat ini mulai mengerakkan angota tubuhnya selama 6 bulan ini pertama kali diri Sham baru memberi respon.
"Dokter!!" pangil Tuan Aditama agar dokter yang berjaga diruangan ICU berlari keruangan Sham dirawat.
"Lihat Dok putraku jemarinya bergerak? " Kata Tuan Aditama dengan rasa senangnya.
"Sebaiknya Tuan Keluar terlebih dahulu biarkan kami priksa keadaan Tuan Sham. " Kata Dokter yang menagini Sham dalam beberapa bulan ini.
Tuan Aditama tidak sabar menunggu hasih dari dokter yang masih berada didalam ruangan itu, dengan rasa tidak tenang saat Tuan Aditama dengan mondar mandir didepan ruang rawat Sham.
Ardi yang baru saja datang dengan Rikiy melihat Tuan Aditama terlihat sangat kawatir, Ardi sangat bingung melihat Papi dari bosnya itu.
"Om Kenapa, ada sesuatu yang terjadi dengan Sham? Tanya Rikiy juga bingung dengan melihat Tuan Adi terlihat kawatir itu.
"Semoga saja Sham bisa cepat sadar dari koma yang selama 6 bulan ini dirinya tidak ada respon sama sekali tapi hari ini Sham bisa mendengar Om bicara dirinya mengerakkan jemari tangannya."Jelas Papi Sham sangat berharap saat ini putranya bisa sadar.
"Semoga saja itu Tuan besar, saya juga berharap Tuan Muda bisa sadar dari komanya."Sahut Ardi seadanya, tapi dirinya sedikit legah mendengar ucapan dari Papi Bosnya itu.
"Aku juga sangat berharap Om semoga ada keajaiban untuk Sham, ini sudah cukup lama dirinya terbaring."Kata Rikiy kembali.
"Semoga saja Rik, om sunggu senang ada respon seperti barusan om rasakan dan om lihat, tidak Sia-sia kita selalu mengajaknya bicara.Sahut Tuan Aditama dengan sedikit legah melihat kemajuan Sham.
**
"Mas Ben, ini sudah enam bulan kamu pergi tampa ada kabar sedikitpun tentang kamu yang dapat Rena dengar, mungkin saat ini kamu sudah mengingat tentang kamu, dan melupakan aku disini? " kata Rena saat berpikir dengan lamunannya.
"Mungkin sudah terhapus diriku dan keluarga ku dipikiran kamu saat ini Mas Ben, jika memang itu Rena senang, Rena akan selalu berdoa untuk kamu mas Ben agar kamu baik-baik saja disana walau saat ini kamu tidak dapat mengingat Rena lagi."Kata Rena dengan rasa sedih dan kerinduan nya pada Suaminya saat ini yang dirasakannya.
Rena juga sadar saat ini dirinya menikah dengannya tidak dalam keadaan memori Sham dalam tidak Baik,mungkin itu yang ada di pikiran Rena saat ini (Sham hanya berbohong dirinya tidak mengingat tentangnya selama tingal didesa Rena, tapi dirinya baik-baik saja, Sham tidak lupa akan ingatanya hanya berbohong agar jati dirinya tidak diketahui oleh keluarga Rena).
PaknTarman masih melihat putrinya melamun saja dibangku dimana biasanya Sham duduk disitu juga Rena duduk.
"Nak ada apa?Ayah perhatikan dari tadi kamu selalu melamun?"Tanya Pak Taman pada putrinya itu.
"Ayah...!! "Keget Rena mendengar suara Ayahnya.
"Jangan terlalu memikirkan suaminya kamu, Ayah yakin dia kembali menjemput kamu." Kata Pak Tarman menghibur hati putrinya yang sedih saat ini dilihatnya.
"Ayah, apa mungkin mas Ben sudah ingat siapa dirinya saat ini, dan tidak mengingat kita lagi disini Yah?"Ungkap Rena pada Ayahnya itu dengan tiba-tiba bicara seperti itu..
"Kenapa kamu bicara begitu Nak, jika saja dia sudah mengingat dirinya siapa, mala bagus, tapi perlu kamu ingat sayang,jika kamu jodoh Nak Ben suatu saat kamu akan dipertemukan kembali dengan dia, apa lagi saat ini ada anak dia dirahim kamu."Kata Pak Tarman kembali.
"Rena hanya takut yah ,apa yang Rena takutkan selama ini benar terjadi dan Mas Ben benar-benar melupakan Rena istrinya dan keluarga ini." Kata Rena dengan sangat sedih saat ini.
"Jangan bersedih nak, berdoa saja semoga suaminya kamu baik-baik saja dikota." ingat pak Tarman pada putrinya.
"Iya yah, Rena selu ingat apa kata ayah."Kata Rena dengan sedikit senyuman dengan Rena paksakan agar ayahnya terlihat senang.
Namun Tidak dengan Rena saat ini dirinya benar-benar sedih selama 6 bulan dirinya menunggu suamainya dengan harapan besar pada Sham kembali dan membawa dirinya untuk bersama suaminya.
**
Hari-hari terus berlanjut saat ini Sham baru saja terbangun dari tidurnya itu setelah dua bulan lalu dirinya untuk pertamanya kali dapat merespon ucapan orang terdekatnya.
Sham baru saja membuka matanya, dengan bingung Sham saat memperhatikan ruangan itu dan terlihat Papi dan maminya duduk disamping tempat tidur itu,keluarga Sham baru saja dikabarkan oleh rumah sakit Saat Sham baru sadar satu jam yang lalu, dan dirinya tertidur kembali diberi obat agar Sham tidak terlalu memaksakan dirinya untuk bangun dan mengerakan tubuhnya yang tidak bertenaga.
******