
Seharian Sham berada dirumah tidak membantu pak Tarman di sawah kerena kasihan pada istrinya yang tidak bisa jalan kerena ulah ular pitonnya yang tidak sabaran ingin masuk lubangnya, jadi begitulah nasip Rena saat ini dirinya harus berdiam seharian dalam kamar tampa melakukan apapun hari ini.
"Sungguh membosankan sekali jika berdiam seharian didalam kamar, tidak ada yang bisa aku buat." Suntuk Rena bicara sendiri dalam kamarnya.
"Mas Ben mana ya kok gak terlihat batang hidunganya, kemana dia? Bingung Rena tidak melihat suaminya terahir kali mengatar teh untuknya pagi tadi dan sampai saat ini hampir siang tidak melihat suaminya.
Rena bangkit dari tempat tidurnya itu dengan berlahan walau merasa sedikit sakit dikelangkangnya Rena masih bisa berjalan tapi tidak normal biasanya.
Rena keluar dari kamarnya dengan mata megitarai seisi rumah namun tidak ada juga suaminya, dengan rasa kawatir Rena duduk di bangku teras rumah itu dengan sedikit melamun.
"Apa mas Ben pergi meninggalkan aku setelah mendapatkan semua dariku?? "Hanya itu saat ini isi pikiran Rena,dirinya mulai takut jika suatu saat Sham meningalkan dirinya.
Sungguh tidak dapat Rena bayangkan hidup tampa suami dan menjada diusia muda, apa lagi dirinya barusan saja menika, apa kata orang kampung tentang dirinya.
"Ahhh Rena jangan mikir yang bukan-bukan kenapa sihh, mungkin saja mas Ben kebawah bantu bapak, lebih baik aku masak saja buat Makan siang nanti deh, dari mikir yang gak keruan bikin aku jadi ngeri." Ucap Rena sambil berjalan kearah dapurnya.
Sampai didapur Rena melihat persedian bahan untuk dimasak sudah habis, jadi dirinya sempat mikir sebentar.
"Ahhh kenapa kamu bingung Rena, itu masih ada cabeh tumbuh di belakang rumah dan sayur ubi masih bisa kamu petik untuk dimasak hari ini, kok susah sih?jangan bikin ribet diri sendiri bodohh!! " Ucap Rena pada dirinya dengan berjalan sedikit tidak nyaman dirinya saat ini tapi demi untuk makan siang keluarganya Rena belain untuk memetik cabe dan sayuran itu kebelakang rumah.
Tidak butuh lama Rena melakukan itu 15 menit selesai dia mengabil bahan utuk dimasaknya itu bersamaan dirinya dan Sham masuk dari pintu dapur yang ada disamping rumah kecil itu..
"Lhooo mas kamu dari mana, dicariin dari tadi?? " Kata Rena melihat suaminya itu membawa beberapa kantong berisi sayuran dan bahan lain untuk masak mereka.
"Aku dari pasar Rena sayang, itu tadi aku lihat gak ada bahan masak pas aku ingin masak, ya kepasar saja belaja sekalian, sempat mau kasih tahu kamu tapi kamu masih tidur."kata Sham santai dan menaruh semua bahan masak yang dibelinya barusan.
"Itu mas beli ikan dan ayam kamu masak ya, biar aku bantu untuk bersikan ikannya, kamu pasti masih gak nyaman bukan?? " Ucap Ben lagi.
"Emang mas bisa masak? "Kata Rena pada suaminya itu.
"Gak tahu juga, main coba aja rencananya tapi pas bahanya habis terpaksa belaja dulu."
Rena hanya tersenyum saja mendengar kata suaminya itu kerena selama tingal bersama keluarganya Sham tidak pernah masak, tapi jika untuk membersihkan ikan itu sudah sering dilakuan Sham saat mereka abis mancing disugai bersama pak Tarman.
Tidak butuh Lama Sham siap membersihkan ikan dan ayam yang dibelinya dipasar tadi kerena dia sengaja membeli sedikit saja nantik takut istrinya akan curiga jika dia belanja banyak,Rena hanya tahu dirinya tidak banyak uang.
"Mas kamu bisa beli ikan apa kamu ada uang? ucap Rena sambil membersikan bawang.
"Ohh, ini ikan kamu muanya diapakan biar aku bikin buat kamu Mas Ben? " Tanya Rena agar dia bisa mesakan atas keinginan suaminya.
"Aku terserah kamu saja Rena, jika kamu yang masak semuanya enak, jadi gak butuh mau diapakan itu ikan dan ayamnya.
"Yah sudah dehh, ikan nilanya aku bikin Nila pangang aja ya, sama ini sambal ulekk terasi pasti enak dan itu ayam biar aku bikin goreng balado saja untuk malam dangan sayur asam."Kata Rena dengan cepat mengerti apa yang ingin dimasaknya sekarang, kerena jarang mereka makan yang enak, hari ini Rena akan memasak enak buat keluarganya, kerena suaminya hari ini yang belanja.
Dengan cepat Rena mengolah bahan itu sedikit bantuan dari suaminya, sepasang suami-istri itu saling membantu pekerjaan itu, saat Rena melajutkan mengoreng ayam yang baru selesai diungkapnya, Sham saat ini membakar ikan ditunggu kayu yang ada disebelah Rena lagi mengoreng ayam.
Keduanya saling tersenyum dan merasa bahagia hari ini mereka bisa melakukan kerjaan bersama dengan sudah menikah, selama ini Sham dan Rena selalu menjaga jarak kerena tidak ada ikatan apapun diantara mereka berdua,tidak dengan hari ini dirinya Rena sudah istrinya Sham.
"Rena, apa masih sakit anunya kamu itu ya? maaf ya jika aku bikin kamu gak bisa gerak!! " Kata Sham lembut saat mereka masih mengerjakan kerjaan mereka.
"Mas Ben kok bahas itu lagi, Rena jadi malu, jika diingat semalam itu."Kata Rena engan wajahnya yang sedikit memerah menahan malunya pada suaminya itu.
"Hai sayang jangan malu begitu, kita suami-istri sekarang jadi jangan pernah kamu malu lagi, aku mencintai kamu sepenuh hatiku." Kata Sham jujur lagi pada istrinya itu.
"Ahhm, iya mas." kata Rena bicara singkat saja, dirinya tahu suaminya sangat mencintainya.
Rena melihat ikan yang dibakar Sham hampir saja gosong dirinya langsung teriak, sampai Sham harus menutup mulut istrinya itu dengan suara Rena yang semakin kuatnya.
"Jangan teriak gitu, nantik tetangga kita mala mikir yang bukan-bukan kerena mendegar suara cempreng kamu ini." Kata Sham melepas tangannya yang ada dimulut Rena.
"Tapi itu lihat mas gosong, cepatan angakat." Ucap Rena lagi kerena ikan itu sedikit gosong tapi masih bisa untuk dimakan.
"Ini masih bisa dimakan sayang bukan gosong, pas namanya." Kata Sham santai.
Reba tidak bayak bicara lagi akhirnya mereka berdua siap juga memasak didapur dan Rena sudah menyiapkan makan siang untuk suaminya.
"Makan siang bapak dan ibuk biar mas Yang antar kebawah mungkin mereka gak bakal pulang Rena, sekalian aku bantu bapak menanam padi." Kata Sham dengan senang hati membantu keluarga istrinya itu dan orang yang barbaik hati padanya sudah menyelamatkan nyawanya, Sham sangat berutang budi pada keluarga istrinya itu.
Dengan menikahi Rena Sham dapat membalas kebaikan keluarga pak Tarman, dengan cara itu Sham bisa membayarnya membahagiakan putri mereka, apa lagi Sham juga sangat mencintai putri mereka.
**********