My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Sham kaget saat merasakan menuh makan siang yang dibawak mammy nya



Hari Rena selalu merasa senang selama bekerja dirumah majikananya itu, dirinya sudah tidak bersedih lagi kerena sudah ada teman untuk bercerita jika tidak dengan mbak Jum darinya kadang bercerita dengan nyoya besar rumah itu.


Selama Rena bekerja di kediaman Aditama dirinya sudah sering tersenyum, dirinya tidak mau bersedih lagi menunggu suaminya untuk kembali.


Rena asik dengan Mebuat masakan untuk dia dan makan siang untuk teman sepekerjanya didapur dengan menu seadanya saja, hari ini Rena memasak sayur asam dan tempe mendoan dengan sambal ulek terasi.


Buk Ris ingin kembali kerumah sakit namun dirinya tidak sempat makan siang dirumah, buk Ris sengaja makan dirumah sakit saja agar bisa menemani Putranya siang ini.


Buk Ris mencari mbak Jum kedapur, tapi hanya Rena yang dilihat olehnya.


"Zeren mana Mbak Jum?" tanya Buk Ris pada Rena masih asik dengan alat perangnya itu.


"ehh nyoya bedar, nyoya cari mbak jum ya, dia lagi bersikan kamar atas, katanya nyoya yang suruh?? " kata Rena apa adanya.


"Ohh ya saya lupa, kamu bisa gak siapkan bekal untuk aku dan putraku untuk makan siang dirumah sakit ya Zeren, itu kamu masak apa untuk makan siang kalian hari ini? " Tanya Buk Ris melihat Rena Lagi memasukan sayur asam dibut Rena kedalam mangkuk.


"Masakan orang susah nyoya, pasti nyoya bakal gak mau ini, makanan legendaris nyoya."Kata Rena sedikit ketawa dengan candaannya pada majikanya itu.


"Ahhh kamu ini, itu saja kamu bungkus untuk saya ya, dan jangan lupa itu temenya dan sambal uleknya juga dilihat enak lo Zeren,untuk putraku kamu bungkus saja yang dimeja ya."kata Buk Ris pada Rena dengan sangat lembut dan sopan.


"Baik nyoya besar, saya akan siapkan cepat." kata Rena sedikit berlari kearah lemari untuk mengambil rantang.


Buk Ris hanya tersenyum melihat tingkah Rena selalu seperti itu agak kecicilan.


"Kamu jangan suka kayak gitu Zeren itu ingat perut kmau, ahhh ngilu saya jika lihat kamu seperti barusan, nantik kamu terpeleset."Ingat Buk Ris pada Rena.


"Tenang nyoya saya tidak akan apa-apa masih terkendali kok." sahut Rena kadang suka asal.


"Dasar anak ini, suka membakang kata orang tua, ahhh kamu." kata Buk Ris sedikit kesal pada Rena kadang dirinya merasa kasiahan pada gadis itu.


Tidak lama Rena sudah siap dengan rantang yang berisi beberapa menu makan siangan untuk buk Ris dengan dua rantang ditangan Rena.


"Udah Siap Nyoya besar,silakan nikmati makan siang anda dengan nikmat." kata Rena becanda lagi.


"Kamu ini, sini saya pergi ya, kamu istirahat setelah ini, tidak usah lakukan apa lagi, nantik lagi kamu masak, itupun jika kami pulang Zeren." kata Buk Ris pada Rena.


"Siap nyoya besar."Kata Rena dengan sangat senang pada majikanya itu sangat perhatian padanya.


Tidak waktu lama buk Risma perjalanan kerumah sakit hanya 25 menit saja dirinya sudah samapai dirumah sakit di mana saat ini putra dirawat.


Sudah dua hari Sham sadar dari koma ,Sham sudah mulai tahap terapinya tubuhnya agar bisa digerakan tidak terlalu kaku lagi untuk digerakan.


Ray barus saja siap dengan terapi untuk melatih otot kakinya agar bisa digerakan kerena selama 8 bulan Sham tidak bergerak itu yang membuat Syaraf pada ototnya sedikit tidak berfungsi.


"Asalamualaikum" kata Buk Ris masuk dengan membawa dua rantang ditanganya..


"Walaikumsalam," sahut Sham dari dalam bersama dokter terapi dan satu perawat.


"Belum siap ya terapinya ya dok? ' kata Buk Ris dengan sanalgat ramah pada dokter itu.


"Apa dia akan sembuh dengan cepat dok?"Kata Buk Ris ingin tahu.


"InshaAllah nyoya, seizin allah tuan Sham akan bisa jalan normal lagi, berdoa yang terbaik saja untuk kesembuhan dan pemulihan tuan Sham.Baiklah tuan Sham dengan sengat tiap hari saya yakin anda bisa, saya tingal dulu masih ada pasien lain yang harus saya priksa Nyoya, saya permisi."kata Dokter itu pergi dari dalam kamar rawat Sham.


Sham tersenyum pada mammy nya itu dengan perasaan sangat senang mendegar kata dokter barusan.


"Kamu dengar Sham apa kata dokter tadi,jika kamu rajin melatih kaki kamu itu dengan cepat kamu bisa jalan." Kata Buk Ris pada putranya itu.


"Iya Mi, aku akan lebih semgat lagi, dan berusaha agar aku bisa berjalan normal seperti dulu lagi.


"Semagat putraku, mammy ingin kamu pulih nak."Senyum bahagia buk Ris samgat terlihat diwajah tidak muda lagi.


Sham melihat pada tangan maminya itu bawaan mammy nya hari ini kerumah sakit dengan rantang dua ditangannya.


"Mam, itu apa yang mammy bawak apa makan siang untuk ku?Tanya Sham pada mammy nya itu.


"Ahmmm, ini makan siang untuk mami dan kamu, kita makan pasti kamu sudah sangat ingin makan rumah kita, tapi bukan mami yang masak." kata Buk Ris.


"Tidak apa Mam, aku ingin makan." kata Sham tidak masalah siapa yang memasak makanan itu.


"Koki baru kita yang masak, tapi dirinya hanya satu minggu lagi bekerja dirumah kita,pada hal dirinya jagok masak, sangat disesal sekali nak."kata Buk Ris sedikit sedih Rena akan berenti.


"Emang Koki lama Mana mi, kok ganti lagi? dan kenapa Koki baru mami berenti kerja jika mami suka dia masak? " kata Sham sedikit bingun pada ucapan mamy nya itu.


"Koki lama mami sudah berenti kerena ingin menetap dikotanya dan bekerja disana, dan Koki baru mamy ini dia perempuan dia lagi hamil tua sekarang palingan sebulan lagi dia akan lahiran, makanya dia berenti kerja dulu,samapai anaknya lahir, tapi kasihan juga itu anak ditingal suaminya gak bertangung jawab gitu semenjak pergi tidak kembali senpai sekarang, kasihan Zeren nak." kata Buk Ris cerita juru masaknya itu pada Sham.


"Ya sudah mi, jangan sedih seperti itu, nantik mamy bisa cari Koki baru untuk masak di dapur mami, apa susanya mi, mamy buka itu rantang perut Sham juga sudah lapar, apa benar itu enak masakan juru masak mamy? Sham juga mau rasakan." kata Sham memintak Maminya untuk membukakan rantang itu .


Buk Ris dengan cekap menata rantang itu dimeja makan pasien yang ada ruangan itu.


"Nah ini kamu makan, mamy makan disana saja kerena ini menunya sangat legendaris sekali nak, mamy ingin makan ini saja."Kata Buk Ris pinda keshofa tamu yang disiapkan rumah sakit selelah Tempat tidur Sham.


"Emang apa menunya itu mam, aneh saja ini bicara mamy."kata Sham masih belum meyetuh makan siang dibawah oleh mamy nya itu.


Sham masih melihat kearah rantang yang dibilang dengan menuh legendaris oleh mamynya,ada rasa penasaran Sham pada menu yang ada didalam rantang itu.


Sham melihat isi rantang itu membuat Sham diam sejenak kerena seakan ingat apa yang sering dimasak istrinya selama diri didesa Rena.


"Kenapa kamu malah bengong gitu Sham, kamu ingin masakkan orang susah ini juga? kata Zeren hanya orang susah saja yang sering makan kayak gini, mami kadang ingin ketawa jika dengar gadis itu bicara suka asal."Kata Buk Ris berjalan kearah Sham dengan memberikan tempe goreng tepung itu dan sayur asam itu pada putranya juga tidak lupa buk Ris mengasih Sambal sedikit saja pada Sham kerena Sham belum sepenuhnya pulih.


Sham mengambil tempe itu dan berlahan masuk kemukutnya, Sham agak terdiam mulutnya menguyah tempe yang dimakan nya itu, Sham lansung berpikir tempe yang dimasak oleh juru masak maminya ini sama dirasanya dengan masakan istrinya,setelah itu Sham meyendok sayur asam itu dan mecobanya, namun lebih kaget lagi Sham dengan rasa itu di mulut Sham.


Air mata Sham menetes sesaat, dengan kepalanya menuduk, saat ini Sham apa mungkin istrinya yang berada dirumahnya saat ini, tapi Sham menepis itu semua, tidak mungkin Rena akan bekerja setelah kepergiannya dari desa itu.


******