My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Sedikit penyesalan Sham



"Bangai mana aku harus menjelaskan ini pada kamu Ren, aku merindukan kamu." Kata Hati Sham masih menatap istrinya itu, dengan butiran air mata yang sudah tergenang dipelupuk matanya.


Rena melihat Sham dengan mata ingin menangis dirinya jadi bingung sendiri pada Majikkannya itu.


"Maaf tuan kenapa anda yang sedih, aku saja tidak apa-apa??"Ucap Rena pada Sham yang masih larut dalam pikirannya sendiri sehinga tidak terdegar Rena bicara didekatnya.


"Tuan,,, tuan..!! apa anda tidak api-apa?? ", Pangil Rena masih memangil majikannya itu.


"Ahhh gak, aku gak apa-apa, jika begitu aku langsung berangkat Kerja. " kata Sham dengan cepat memalingkan wajahnya yang sudah tidak bisa menahan kesedihan saat mendegar kata Rena barusan.


Rena hanya bingung dengan sikap majikannya yang tampak aneh, baru pertama kali dirinya melihat putra nyoya besar tapi orangnya sedikit tingkah aneh.


"Ada spa dengannya,kenapa dia yang sedih pada hal seharusnya aku yang bersedih kenapa tuan yang menagis." kata Rena masih bingung pada Sham yang meningakkan dirinya.


"Aku salah ngomong ya, pada tuan muda, aduhhh mulut ini gak bisa diam jika sudah bicara, kenapa kamu bisa bicara seperti itu pada tuan." Kata Rena dengan merepet dirinya sendiri, Rena merasa bersalah pada Sham bahwa dirinya salah omong pada Tuan Muda tempat dia bekerja saat ini.


" Apa aku akan dipecat tuan besok ya, aduhh Rena kenapa kamu bisa kayak gini, kamu tidak bisa jaga omongan pada tuan muda." kata Rena masih bicara sendiri setelah kepergian Sham.


Tidak dengan Sham saat ini didalam mobilnya hanya tertuduk diam saja tidak melakukan apapun, Sham masih mengingat kata Tiada dari istrinya sendiri.


"Sesakit itukah kamu Sayang,selama aku pergi dan tidak kembali pada kamu, dan tidak menepati janjiku waktu itu,sehingga kamu bilang aku sudah tiada."Kata Sham sangat sedih dan merasa sangat bersalah pada Rena, istri yang selama ini sangat dirindukanya, tapi hati Rena sudah terlalu kecewa padanya.


"Apa yang harus aku lakukan untuk menebus ini semua, aku harus bangai mana menjelaskan ini pada kamu nantik, apa kamu bisa menerima ini Ren." kata Sham masih tertunduk bicara pada dirinya sendiri di dalam mobilnya yang masih terpakir dihalaman rumah mewah itu.


Tangis Sham tidak bisa ditahan lagi Sham melepaskan semua rasa yang sesak dari tadi dia tahan,saat ini Sham sangat senang dan bahagia bisa melihat kembali wajah yang dirindukan itu manun dirinya tidak dapat untuk meyentuh istrinya kerena wajahnya hukan wajah Ben.


Sham harus mencari cara untuk bisa menjeskan ini pada Rena, tapi Sham tidak semudah itu melakukannya,masih banyak yang harus Sham jaga saat ini, apa istrinya itu bisa menerimanya kembali setelah apa yang terjadi padanya selama ini.


Itu yang dipikirkan oleh Sham saat ini, Sham tidak bisa terburu-buru untuk melihatkan wajah Ben pada Rena, Sham harus berusaha keras untuk bisa bisa memenangkan hati istrinya itu lagi.


"Semoga saja kamu dapat memahami apa yang sudah terjadi setahun ini pada ku Rena." Harap Sham suatu saat nantik dirinya akan jujur pada istrinya itu untuk memberitahu siapa Ben sebenarnya.


Sham kembali keperusahaannya untuk miting hari ini dengan pikiranya masih pada Rena tidak dapat Sham serius dalam mendegar pembicaran dari mereka yang mejelaskan tentang kerja perusahaan rekannya kerja itu.


Setelah siap dengan miting Sham langsung kembali keperusahaannya dan Sham hanya diam saja berjalan kearah ruangannya, dirinya tidak bayak bicara pada Asistennya Ardi.


Ardi ada sedikit aneh dengan tingkah Atasannya itu dari pagi sampai saat ini Sham tampak berbeda, apa lagi saat siang dikatakan masih pagi.


Ardi hanya menghela nafas saja melihat bosnya itu dengan rasa penesaaranya pada Sham.


Ardi kembali melanjutkan jalan kearah ruangannya yang ada disebelah ruangan Sham.


Sham hanya diam saja duduk di Sofa tamu yang ada dirungannya itu,saat dia ingin duduk sudah ada rantang makan siang dimeja itu tamu,


Sham hanya tersenyum ketika melihat benda itu dimejanya, Sham laku mengambil rantang itu dan membuatnya dengan ingin merasakan makanan yang dimasak oleh Istrinya itu, sudah lama dia sudah tidak merasakan masakkan istrinya itu.


"Walau aku tidak bisa memeluk kamu hari ini Rena, tapi setidaknya aku masih bisa merasakan buatan kamu dan melihat kamu, aku tidak sabar ingin memelukmu, tapi aku harus menjelaskan ini semuanya pada kamu."Kata Sham sambil menaruh Tutup ratang itu disamping meja, Sham juga berharap dirinya akan secepatnya akan memberitahu tentang dirinya yang sebenarnya pada istrinya, kerena tidak mungkin Sham harus menahan rindu itu semakin lama lagi,istrinya juga bersamanya setiap hari, bekerja sebagai pembantu dirumah nya sendiri.


Sham tidak pernah membayangkan istrinya sendiri menjadi pembantu dirumahnya sendiri, entah bagai mana Sham saat ini hatinya melihat Rena mau menjadi jurus masak untuk mencukupi kebutuhan bayi dan keluarganya selama Sham tidak bersamanya, selama ini Sham selalu mengirim uang kerekening Rena yang sudah dibicarakan pada Ardi sebelum dia koma, tapi Rena tidak pernah ingin melihat isi tabungan yang sudah diberikan oleh Sham sebelum Sham berangkat ke kota.


Sham dalam lamunan dan pemikirannya saat ini, Sampai Sham tidak tahu Papinya sudah ada diruangannya itu, Tuan Adi hanya diam sambil memperhatikan putranya itu.


"Sham apa yang sedang kamu pikirkan? " Kata Tuan Adi pada putranaya yang masih diam saja larut dalam lamunannya itu.


"Sham....!! "Pangil tuan Adi kembali untuk kedua kalinya.


Sham baru mendengar dan sadarkan dari lamunannya saat mendegar suara Papinya.


"Ahmm, Pi...!! ", Sahut Sham saat melihat papinya itu sudah berdiri disamping nya.


"Apa yang kamu pikirkan, sehinga tidak sadar papi ada disini, kenapa lagi? " Kata Tuan Aditama mekihat putranya itu agak kebingungan.


"Ahhh tidak pi,aku hanya memikirkan tentang istriku saat ini,kenapa papi tidak pernah bilang pada ku bahwa Zeren adalah Rena istri ku, kenapa Papi malah mendiamkan saja, selaama ini dia bersama papi?"Kata Sham ingin tahu alasan Papinya itu, kenapa tega berbuat seperti itu padanya.


"Maafkan papi Sham, selama ini papi juga tidak tahu, ziren adalah istri kamu, saat Ardi membawa data tentang Zeren, saat itu papi tidak percaya rupanya Juru masak mamy kamu itu salah menatuku." Kata tuan Adi tersenyum saja atas perbuatanya itu.


"Tipi saat ini bukankah istrinya kamu sudah ada dirumah kamu sendiri Sham, apa lagi yang kamu tunggu,sudah saatnya kamu untuk memberi tahu pada Rena, kamu itu Adalah Suaminya dia dengan wajah kamu yang lain, kasiah anak kalian saat ini sering ditinggalkan Rena." Kata Tuan Adi lagi menyuruh putranya itu untuk memberitahu istrinya siapa dia sebenarnya.


"Tapi Pi, aku takut Rena tidak menerimaku, aku takut dia akan menjauh dariku." Kata Sham saat ini semua itu yang ditakutinya, Sham takut istrinya tidak akan menerima dirinya sebagai Sham.


"Jujur lebih baik dari terus berbohong Sham, jangan merasa kalah dulu sebelum kamu berperang." Kata Tuan Adi dengan santai mengingatkan putranya itu.


Sham hanya diam saja mendengar kata papinya itu, kenapa dia menyerah sebelum mencoba untuk jujur dan bicara paa istrinya lebih dahulu.


Next.....