My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Aktivitas pagi Rena dihari pertama kerja



Pagi shubuh Rena sudah bangun untuk megemas pakaian kotor Bayinya dan mencuci pakaian kotor putranya itu sebelum dia berangkat kerja,agar nantik ibunya sudah gak repot lagi saat dia tidak ada dirumah.


Rena siap dengan mencuci dia melanjutkan lagi dengan kebiasaan membuat sarapan pagi untuk keluarganya, agar ayah-ibunya juga abang Rena bisa Sarapan sebelum kerja.


"Ahhh siap juga,aku akan lebih tenang meningalkan Rafki dengan ibu jika semua sudah selesai aku kerjakan." Ucap Rena setelah selesai kerja pagi ini baru jam setengah 6 pagi.


"Ren kamu sudah siap semua kerjakan pekerjaan rumah? nantik ibuk juga bisa kerjakan kok." kata Buk Surti melihat sarapan pagi sudah siap dibut oleh Rena.


"Biarkan saja buk, nantik ibuk tingal pokus jaga Rafka saja saat aku kerja, siang aku sudah kembali." Kata Rena tidak banyak cerita..


Rena kembali kekamarnya, baby Rafki masih saja tidur dengan anteng dengan memeluk guling kecil dan mungil dikaki kecilnya itu.


Rena mendekat pada putranya itu sambil tersenyum dan megusap kepala putranya dengan rasa sayang yang tidak bisa diberikan oleh siapapun pada anaknya itu.


"Sayang Mama akan kerja kamu tingal sebentar sama nenek dan kakek ya, siang nantik mama sudah kembali,saat mama kembali kita akan main ya." Kata Rena mengusap kepala dan mencium kening beby Rafki.


Rena bersiap untuk berangkat kerja sebentar lagi pasti supir yang disuruh oleh nyoya besar pasti akan sampai dirumahnya.


Tidak lama bunyi klasok mobil dari luar, itu menadakan supir yang akan mengatur Rena kerumah Sham sudah datang.


Dengan cepat Rena mencari ibunya dimeja makan saat itu pak Taman sudah duduk dimeja makan lagi meneguk tehnya.


"Buk, ayah!! aku berangkat dulu ya, aku titip Rafki ya buk." Kata Rena dengan terburu-buru keluar dari rumah kontrakan abangnya.


Rena melihat sudah ada pak supir yang menunggu Rena untuk kerumah Sham pagi ini.


"Maaf ya pak saya sedikit lambat." kata Rena sopan.


"Tidak apa non, mari kita berangkat." kata Supir dari rumah nyoya besar yang disuruh untuk mengatur Rena.


"Jauh ya pak dari sini? " Tanya Rena sedikit ingin tahu.


"Tidak non,keluar dari komplek seni dan kita jalan sekitar 10 menit sudah sampai non Zeren." kata Pak aseb menjawab kata Rena juga sudah tahu pak Aseb supir pribadi nyoya besar.


"Ohhh!! " kata Rena tidak bicara lagi.


Tidak lama mereka sampai di rumah yang sangat mewah dan besar itu, Rena hanya merhatikan rumah milik putra majikannya itu, tidak disangkah putra Majikannya itu memiliki rumah begitu mewah dari rumah orang tuanya.


"Gila ini pak Aseb, ini gedung apa sihh, masa tuan Sham punya rumah cantik dan besar kayak gini, melebihi dari rumah nyoya besar?? " Kata Rena bicara pada pak Aseb yang tersenyum saja melihat tingkah Rena.


"Nama orang kaya non Zeren, ya seperti inilah, tuan muda jarang pulang kerumah utama dari jaman dia kuliah, dia lebih memilih tingal sendiri, tuan mudah tidak mau merepotkan orang tuanya dari dulu." Kata Pak Aseb menjelaskan itu pada Rena.


"Enak ya jadi anak orang kaya, gak kayak kita ya Pak, untuk menghidupkan anak dan kelurga harus banting tulang agar bisa makan." kata Rena bicara apa adanya.


"Benar sekali non Zeren, jika kita gak kerja makan pakai apa anak dan keluarga kita." Jawab pak Aseb.


Pak Aseb mengatar Rena bertemu pada kepala pelayan rumah besar itu, yang bertanggung jawab untuk mengawasi para pekerja dirumah Sham.


"Selamat pagi buk Mai,saya disuruh nyoya untuk mengatar non Zeren kesini." kata pak Aseb pada buk Mai.


"Ohh ya pak Aseb semalam tuan muda sudah bicara pada Saya." Sahut buk Mai dengan Rama pada mereka.


Dengan tersenyum Buk Mai melihat Rena dengan rama buk Mai menyapa Rena.


"Selamat bekerja disini Zeren semoga saja kamu bisa betah ya, kerena tuan muda tidak muda cepat nyaman dengan masakan koki yang baru, kerena kamu dari rumah nyoya besar dan pernah menjadi juru masak nyoya, jadi saya berharap tuan Muda Sham suka dengan apa yang kamu masak." kata Buk Mai dengan ramah bicara pada Rena.


"Saya akan berusaha sebaik bisa agar tuan muda bisa memakan masakkan saya Buk."Sahut Rena seadanya.


"Semoga saja ya, berusahalah memberikan yang terbaik pada Tuan muda." kata Buk Mai berjalan membawa Rena kedapur untuk melihat tempat dia akan bertempur sebentar lagi.


Rena hanya tersenyum melihat dapur yang bersi dan rapi dirumah Sham.


Rena juga sudah mulai melakukan kegiatannya itu kerena butuh waktu beberapa jam lagi tuan muda dirumah itu akan bangun dan turun untuk sarapan pagi dan akan berangkat bekerja.


Rena dengan santai menyiapkan sarapan dan menuh lain selain nasih goreng cumi yang dibikinya pagi ini,menuh biasa saja untuk pertama kali dia memasak untuk tuan muda.


"Akhirnya selesai juga semoga tuan muda suka." kata Rena tersenyum setelah siap menata makanan itu dimeja makan..


Setelah itu Rena kembali kedapur melanjutkan pekerjaannya membersihkan alat masak yang baru dia bikin kotor.


Dikamar Sham baru saja bangun tidur dilihatnya jam baru pukul 7 pagi, Sham berajak masuk kekamar mandi dan setelah 15 menit tubuh berotot itu baru saja siap dengan mandi, Sham memakai kemeja dan stelan jasnya membuat diri Sham tampak rapi dan tampan, Sham bersiap untuk berangkat kerja pagi ini.


Setelah siap Sham turun kebawah dan melihat buk Mai sudah berdiri disamping meja makan untuk melayani Sham sarapan pagi ini, kerena seperti itu Sham setiap makan dimeja makan itu.


"Pagi tuan muda!! " Sapa buk Mai dengan sopan pada majikannya itu.


"Pagi buk Mai." Kata Sham membalas sapaan itu dengan cuek Sham duduk.


Sham melihat kearah menuh pagi ini,Sham bingung kerena yang ada dimeja makan itu terlihat menuh yang simpel saja, nasih goreng cumi, dan ada pendamping dengan lauk lain.


"Buk Mai apa juru masak yang dikatakan mamy semalam sudah masuk kerja pagi ini?"Tanya Sham pada Buk Mai


"Sudah tuan, pagi ini sarapannya dimasak oleh juru masak yang disuruh nyoya besar tuan." kata Buk Mai dengan menuduk saja, kerena buk Mai takut Sham tidak akan menyukai masakan Rena.


"Sepertinya masakan ini simpel saja, tidak masalah saya akan coba.'"Kata Sham menarik sedikit sendok makan yang sudah disiapkan disamping pirinya itu.


Sham tidak tahu siapa koki penganti koki dirumahnya itu kerena Mamynya bilang sudah ada koki baru yang akan mengantikan koki rumah Sham.


Dengan satu sendok sham memasukkan nasih goreng itu kemulutnya dan berlahan dirinya menguyah dengan lembut dan saat itu sham tidak bisa bilang, lama Sham terdiam saat merasakan nasih itu, sudah lama dirinya tidak merasakan masakkan ini, akhirnya dia merasakan kembali masakan itu.


Sham hanya bisa diam dan melanjutkan makannya kembali sampai habis, Sham tidak berkomentar satupun dari hidangan yang ada dimeja pagi ini.


Setelah siap makan sham langsung berangkat kerja, sebelum dia keluar dari ruang makan itu, Sham bicara pada buk Mai.


"Buk Mai, makan siangku nantik masak makanan yang simpel saja, seprti masak kampung gitu saja,aku ingin makanan seperti itu." Pesan Sham pada Buk Mai..


"Baik tuan muda, saya akan sampaikan pada juru masak baru rumah ini."Sahut Buk Mai mengerti saat ini tuanya itu suka apa yang dimasak oleh Rena.


*******