My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Terlihat Jelas



Sampai dirumah sakit Rena dan Raka langsung keruang khusus untuk ibu hamil.


Rena sudah ditunggu dokter yang sudah beberapa kali memeriksanya, atas nama Raka yang mendaftarkan Rena.


Setelah dokter siap memeriksa Rena, mereka bertiga berbicara tentang kehamilan Rena.


"Begini pak Raka,nona Rena tidak bisa melahirkan normal dirinya harus melakukan operasi sesar kerena anak yang kita lihat dari layar monitor tadi, bayi yang ada dirahim nona Rena saat ini tidak normal bayinya melintang jadi tidak bisa untuk melahirkan normal, apa lagi waktunya sudah dekat untuk melahirkan."Kata Dokter itu menjelaskan.


"Apa gak bisa adik saya melahirkan normal? diharuskan untuk operasi ya dok? tanya Raka kembali.


"Benar sekali pak Raka, kita berdoa saja semoga saja bisa normal itu kuasa yang diatas, nantik pas seminggu mau lahiran kita bisa priksa kembali jika itu berubah letak bayi didalam,dengan itu mungkin nona Rena bisa normal melahirkan, tapi jika tidak ada perubahan pada posisi bayinya ya tersaksa kita akan melakukan operasi, untuk keselamatan bayi dan ibunya."Terang Dokter itu dengan Rama.


"Baiklah dok jika begitu kami undur diri dulu." Kata Raka.


Raka dan Rena keluar dari ruang priksa ibu hamil itu dan Rena berjalan lebih dahulu dari Raka.


Raka menebus obat untuk adiknya terlebih dahulu, sedangakan Rena menunggu Raka dibangku tunggu yang ada di lantai dasar rumah sakit itu, saat itu Sham juga berada disamping Life ingin naik ke lantai tiga untuk menemui dokter yang menangani nya, saat itu Sham dengan berdiri dengan tongkat di sebelah tangan kirinya agar dirinya tidak jatuh.


Sham melihat sekilas wajah Rena yang lagi duduk dari kejauhan dari life dia berdiri, Sham memeperhatikan wajah itu dengan betul-betul, apa dia tidak salah lihat.


Sham tidak terputus arah matanya pada gadis itu, gadis yang sudah 8 bulan lebih tidak dilihatnya saat ini dirinya bisa mekihat lagi.


"Tuan mari lifebya sudah bukak."kata Ardi pada atasnya itu.


"Tunggu Ar, aku ingin memastikan itu apa itu benar atau aku salah lihat saat ini."Kata Sham melihat pada Ardi sebentar.


"Ada apa taun, sepertinya anda melihat sesuatu? " Tanya Ardi dengan binggung memperhatikan tuanya itu berjalan kearah tempat duduk Rena itu.


Saat bersamaan Sham juga dihalangi oleh seorang ibuk-ibuk yang lagi terdesak untuk masuk kedalam life sehinga Sham hampir jatuh akibat ibu itu agak mendoronga tubuh Sham mingir kekiri.


Saat Sham ingin kembali ke tempat dimana Rena duduk tadi tapi tidak ada orang lagi disana, Sham hanya binggung dirinya benar-benar melihat istrinya ada disana, dia dengan jelas melihat wajah cantik istrinya itu.


"Tuan apa yang ada lihat? " Kata Ardi mengejar bosnya itu.


"Aku tidak salah lihat Ar, ada istriku disni barusan saat ibuk itu mendorongku,gadis yang mirip dengan Rena duduk disana."Kata Sham menujuk ke kearah kursi tunggu yang ada tidak jauh darinya.


"Mungkin itu hanya halu tuan saja, kerena sudah sangat merindukan Nona Rena Tuan jadi seprti ini."Kata Ardi mengingatkan Bosnya itu hanya melihat bayangan Rena dipikiran bosnya itu.


"Enatalah Ar, mari kita pergi kata Sham kembali masuk kedalam Life yang sudah terbuka itu.


Sham tidak bisa percaya dirinya benar-benar melihat istrinya bukan halunya saja hari ini, Rena memang ada di kota yang sama dengannya saat ini.


"Semoga saja itu tidak benar kamu Rena, aku sungguh merasa bersalah pada kamu sudah hampir sembilan bulan kita terpisah, tidak ada kabar dariku untukmu, mungkin saat ini kamu merasa kecewa padaku, Maafkan aku sayang."ungkp hati Sham saat ini.


Setelah pulang dari rumah sakit Sham tidak langsung kembali kerumah orang tuanya, Sham kembali kerumah mewahnya, selama ini Sham tingal dirumah itu sendiri,dia hanya hidup mendiri tampa ada mamy dan Papi selama dia kuliah sampai sekarang Sham suka hidup terpisah dari kedua orang tuanya itu.


"Baiklah tuan, saya akan mengatarkan anda kesana."kata Ardi tidak bisa membantah keinginan bosnya itu.


**


Lain saat ini dengan Rena barus sampai dirumah Konrakan Raka dengan membawa sayuran dan ikan yang baru dibelinya dari pasar, Rena memintak Raka untuk mengatarnya kepasar setelah dari rumah sakit.


Rena Menyusun bahan itu lemari peyipanan dan memasukan ikanyan sudah diberikan Rena Ke lemari pendigin.


"Kamu istirahat abang mau jemput ayah dan ibuk dulu, nantik saja masaknya setelah kamu sudah istirahat." Kata Raka mengingatkan adiknya untuk beristirahat sebelum dia pergi.


Rena hanya diam saja tidak meyahuti kata abangnya itu, setelah kepergian Raka,Rena tidak tingal diam saja kerena sudah jam 4 sore, tidak mungkin dia istirahat lagi.


Rena langsung memasak untuk makan malam mereka berempat, Kerena sudah ada ayah dan ibunya nantik bersamanya.


Dengan singap Rena memasak tidak butuh lama, satu jam putus oleh Rena dengan dua menuh sudah siap dihidangkan di meja makan oleh Rena, dan ada sayur tumis kangkung yang selalu jadi masakan handal Rena menemani ikan yang sudah diolahnya itu mejadi sambal yang enak di meja.


Tidak lama Rena selesai dengan pekerjaan sorenya, Rena langsung memberikan tumbuhnya kerena sudah merasa gerah kerena keringat yang sudah lengket ditubuhnya itu, setelah 20 menit Rena siap dengan mandi dan memakai pakaian daster untuk ibu hamil dengan perut yang sudah membesar itu Rena sudah susah untuk bergerak.


Tidak lama Ayah dan ibunya Rena baru saja sampai dikontrakan abangnya itu, saat kedatangan Kedua orang tua Rena lagi duduk nyatai didepan televisi dengan Kaki meyelojor dilantai.


"Dek kamu capek ya? " kata Raka drngan membawa satu tas ditangan nya.


"Tidak Bang, mana ayah dan ibu bang? Kata Rena mencari dua orang itu.


"Masih di luar, itu lagi cuci kaki ada orang hamil didalam rumah jadi buang peyakit dulu mereka di depan." Sahut Raka pada adiknya itu dengan santai.


Rena tidak bicara lagi dirinya langsung menyusul kedua orang yang dua bulan ini tidak dilihatnya.


"Ayah-Ibuk...!! Ahhhh Rena sangat merindukan kalian berdua." Kata Rena dengn memeluk aAyah dan ibuknya itu.


"Kamu ini gak pernah berubah, lihat itu perut sudah mau brojol gitu masih saja cegeng." Kata Pak Taman pada putri satu-satunya dikeluarganya.


"Biarin saja, yang penting Rena bisa manja sama Ayah-ibu, Emang ada yang marah jika Rena seperti ini sama Kalian?" Kata Rena masih saja Tidak melepas pelukan itu pada kedua orang tuanya itu.


"Ya sudah kita masuk dulu, gak enak dilihat orang." Ajak pak Taman pada putrinya itu.


Saat masuk Rena tidak melepaskan tangannya itu pada Lengan ayah dan ibunya itu, dia masih saja tetap bergantung pada mereka.


Raka yang melihat tingkah adiknya yang manja itu hanya geleng-geleng kepala saja.


*********