
Hari ini dimana Sham akan berangkat ke desa dimana istrinya ditinggal selama setahun lebih dirinya tidak pernah datang lagi dan memberi kabar tentang diri Sham pada istrinya.
Sham Sudah sangat membaik saat ini dirinya sudah bisah berjalan dan tubuhnya sudah sehat seprti biasa lagi, dirinya berjanji pada kedua orang tuanya akan menjemput istrinya setelah dia pulih, saat ini waktu yang tepat untuk Sham kesana menjemput Rena.
Sebelum Sham berangkat dirinya kembali melihat benda yang ada dikotak yang disimpanya didalam mobil pribadinya itu, Sham membukak kotak itu lagi, dia mengambil benda yang mirip wajah asli jika dipakai Sham.
"Ardi apa aku harus memakai ini kembali?" Tanya Sham pada asistennya itu.
"Itu harus tuan karena tidak memakai itu, nona Rean tidak akan mengenal wajah tuan." Kata Ardi seadanya.
"Apa dia akan Marah padaku Ar, sudah satu tahun lebih aku meningalkannya." kata Sham sendu.
"Tuan harus tahu bantasan tuan muda, bicaralah dengan baik dan jelaskan pada nona, apa yang terjadi." kata Ardi
"Aku takut Rena akan kecewa padaku kerena meninggalkan dia sangat lama, apa dia mau menerimaku, saat kita datang nantik Ar." Kata Sham sedikit takut istrinya akan marah dan tidak menerima nya lagi.
"Berdoa saja yang baik tuan, jangan mikir yang bukan-bukan."Kata Ardi menjawab seadanya.
Dalam perjalanan Sham hanya banyak dian saja tidak ada yang dibicaraan lagi pada Asistennya itu, dirinya hanya memikirkan saat bertemu istrinya nantik pas samapai didesa itu.
Tiga Jam perjalanan mereka Akhirnya Sham sampai juga di rumah kecil itu, rumah yang sudah tidak terawat lagi,Sham melihat rumah itu sudah tidak ada yang menepati rumah itu, rumah itu kosong dan rerumputan sudah tingi menjalar keseling rumah Orang tua Rena.
"Ada apa ini Ar, apa yang tidak aku tahu selama ini tentang Rena,apa anak buah kamu tidak pernah lagi untuk memperhatikan keluarga Rena?" Kata Sham sangat kecewa saat dirinya datang untuk menjemput istrinya, namun tidak sesuai dengan harapannya, dia tidak melihat istrinya tapi hanya menepati rumah yang sudah kosong.
Pas Sham lagi asik dengan pikiranya ada tetangga yang datang menghapirinya.
Orang itu adalah tetangga rumah pak Tarman,orang itu sangat senang melihat Sham datang kembali ke desa mereka.
"Nak Ben, kamukah itu? Kata Buk Sari menyapa Sham tidak percaya.
"Buk Sari!! " Sapa Sham kembali.
"Kenapa kamu baru kembali sekarang Nak Ben, istrinya kamu sudah pinda kekota ikut abangnya dan kedua mertua kamu juga ikut bersamanya."Jelas buk Sari pada Sham.
"Apa mereka sudah lama meningalkan tempat ini Buk?"kata Sham tidak percaya.
"Kalau pak Tarman baru Empat bulan ini tidak disni tapi Rena yang sudah hapir setegah tahun dikota ikut abangnya, kerena selalu sedih memikirkan kamu, pas putra pak Tarman kembali dan Rena ikut dengannya." Jelas Buk Sari pada Sham.
"Ya sudah buk jika begitu kami kembali lagi, mungkin saya akan mencarinya sendiri. " Kata Sham sangat sedih dan kecewa saat apa yang dilihat hari ini tidak sesuai dengan maunya.
"Mari tuan kita pergi!! " Ajak Ardi pada bosnya itu.
Sham meningalkan rumah yang penuh kenangan itu dengan sangat rasa kecewa saat ini dihatinya, hari ini dirinya akan melihat wajah cantik Rena, tapi lain kenyataan, hanya rumah kosong tampa berpenghuni.
"Ardi ini sudah Empat bulan dari aku mintak kamu cari tentang Juru masak mamy itu, kenapa selama ini aku mersa dia adalah istriku, suara dan bentuk tubuh itu mirip sekali dengan Rena."Kata Sham pada Ardi.
"Maafkan saya tuan, saya belum sempat mencari tahu itu, kerena tuan tahu kerjaan kita sangat banyak semuanya menyesak tidak bisa untuk aku bersantai sedikit saja." kata Ardi menjelaskan pada Bosnya itu, memang seperti itu keadaanya.
"Baik tuan secepatnya aku akan cari tahu." kata Ardi tidak bicara lagi kerena dia tahu bosnya itu akan mengamuk padanya.
"Kamu kerja yang benar Ar, jika kamu masih ingin aman." Kata Sham santai tapi menekan Ardi.
"Baik tuan. " Kata Ardi sedikit menelan ludah nya tanda ada peringatan dari ucapan Atasannya itu.
Sham kembali lagi kekota dengan membawa rasa kecewa hari ini tampa hasil yang puas dirinya bisa bertemu dengan Rena hari ini.
Sampai dikediaman Aditama Sham berjalan tidak begitu semangat dirinya menuju tangga ingin kekamar nya yang ada di lantai dua rumah besar milik Aditama itu.
"Sham!! " Pangil Papinya melihat putranya baru saja sampai.
"Ya pi, ada apa?"Kata Sham kembali memutar tubuhnya dan kakinya sudah naik satu anak tangga rumah itu.
Sham melihat papinya hanya tersenyum saja padanya,Sham kembali berjalan dimana saat ini papinya juga berjalan kearah ruang keluaga dan duduk disofa ruangan itu.
" Kenapa lemas seperti itu kamu Sham, apa yang terjadi? " tanya papinya dan bingung juga Tuan Aditama melihat siakap putranya itu.
"Tidak ada hasil yang bagus pi hari ini yang akan bisa buat Sham terseyum dan senang."ungkapnya seadanya pada Papinya itu.
"Kamu gak jadi menemui istrinya kamu didesa itu? "Tanya Tuan Tama kembali.
"Sudah pi, tapi mereka tidak tingal didesa itu lagi." kata Sham tidak semangat.
"Ohhh gitu, ya kamu cari tahu dimana mereka berada sekarang, kamu itu banyak orang yang bisa mencari tahu keberadaan istrinya kamu kok susah Sham."Kata Tuan Aditama santai dan biasa saja melihat putranya itu.
Namun Sham tidak pernah tahu Papinya saat ini sudah menemukan siapa yang menjadi menatunya dan istri putranya selama setahun ini sudah dinikahi Sham.
"Jika kamu gak berusah cari mana bisa ketemu istrinya kamu Sham,papi juga ingin bertemu dengan menantu papi." kata Tau Aditama lagi agar putranya itu lebih semangat lagi untuk mencari keberadaan istrinya, dengan berusaha agar Tuan tama bisa melihat putranya itu apa sangat mencintai istrinya.
"Sham mau kekamar dulu pi, saat ini pikiran Sham lagi suntuk,jadi belum memikirkan semua ini." kata Sham berlalu dari tempat papinya itu duduk.
Tuan Aditama hanya tersenyum saja pada Putranya itu tidak bersemangat itu.
Setelah kepergian Sham tuan Aditama kembali menelpon seseorang untuk mendengar kabar menantunya itu lagi.
"Bagai Abian, apa kamu sudah menemukan semuanya, saat ini Sham sudah sangat sedih istrinya tidak dapat dia temukan didesanya? " Kata Tuan Adi bicara pada Asistennya itu.
"Sudah tuan, saat ini nona muda lagi mengurus bayinya, seharian ini cucu tuan sangat rewel, mungkin dia merasa ayahnya lagi sedih." kata Abian yang ada dirumah kontrakan Raka sekedar bertamu saja.
"Pasti cucuku sangat gagah, tapi belum saatnya aku untuk membawanya dalam keluargaku, biar anak nakal itu mencarinya sendiri, aku sudah bilang sama Ardi untuk tidak bilang rencanaku pada Sham.
Selama dua bulan Rena bekerja dirumahnya Tuan Aditama dan istrinya tidak sadar Rana yang bernama Zeren itu adalah istri dari putranya, tapi Tuan Tama baru tahu saat Ardi dimintak Sham untuk mencari tahu tentang Zeren baru disanalah mereka tahu Zeren yang bernama Zerena itu adalah menantunya gadis yang dinikahi oleh putranya, apa lagi saat itu Tuan Aditama tahu Rena lagi hamil cucunya, betapa bahagianya Tuan Aditama melihat data yang dibawak Ardi padanya.
*******