
Dirumah utama Tuan Aditama saat ini ada perdebatan tentang Sham, suami-istri itu membicarakan putra mereka dan mamy Ris juga ingin tahu sebenarnya siapa istri putranya kerena suaminya sudah menemukan gadis itu sudah mengetahui keberadaan istri dari putra nya.
"Pi,mamy mau tahu siapa sebenarnya istri dari putra kita, saya sudah sudah curiga pada kamu dari 4 bulan lalu, kamu menyemuyikan dari ku, ada apa sebenarnya ini, apa tujuan kamu Pi." Kata Mamy Ris pada suaminya itu.
"Sayang bukan seperti itu maksudnya saya meyemuyikan itu dari kamu, kerena Papi ingin putra kita bisa mencari istri, apa dia benar-benar meyayangi gadis itu dari hatinya, itu saja." kata Tuan Aditama menjawab kata istrinya itu.
"Sekarang aku juga ingin tahu pi, siapa gadis itu? jangan bilang Zeren gadis yang kamu maksud, kerena mamy sudah melihat bebynya kemaren, bebynya mirip sekali dengan Sham kecil." Jelas Buk Ris pada Suaminya itu.
"Apa kamu sudah kesana sudah melihat cucu kamu sayang?"Kaget Tuan Aditama pada Istri.
"Ahhh dasar kamu pi, sungguh jahat kanu padaku, meyemuyikan itu dariku, tega kamu lihat Zeren menderita sampai saat ini dia sangat menunggu putra kamu untuk menjemput,kenapa kamu tidak bilang pada Sham istri dia bersama kita selama ini." Kata Buk Ris dengan air mata bahagia dan sedih mengingat kesakitan yang ditahan Rena selamaa ini,dan rasa bahagia dirinya dapat menemui mengetahui menantu dan cucunya. selama 4 bulan belakangan ini Buk Ris juga berusaha mencari keberadaan istri putranya itu dengan mengirim orang untuk mencari tahu tentang Rena.
"Papi juga gak menyangkat Zeren adalah istri Sham." Kata Tuan Aditama tersenyum senang saat ini.
"Terus apa yang ada dipikiran kamu ini pi!! " Mamy Ris dengan menarik kuping suaminya itu dengan sangat geram pada Tuan Aditama telah membohonginya.
"Sayang jangan seperti ini, Papi sudah bilang sebenarnya kenapa harus ditarik lagi ini telinga, sakit sayang, lepas ya!! " Bujuk Tuan Aditama pada istrinya itu.
"Biar kamu kesakitan kayak gini, tega berbuat pada putra kamu, lihat Sham itu gak semagat selama 4 bulan ini dia tidak dapat menemukan istrinya, sebaiknya kamu bilang padanya yang debenarnya." Kata Buk Ris sangat geram dengan perbuatan suaminya itu.
"Iya, nantik kita bicarakan dengan putra kamu sayang, tapi lepas dulu." Tuan tama mintak ampun jika istrinya itu sudah ngamuk seperti saat ini.
"Sakit sayang.", kata Tuan Adi lagi sedikit mengusap telinganya yang menyerah kerena tarikan oleh istrinya.
"Siapa yang cari pekara duluan kamu bukan,apa kamu gak mikir nasib menantu kita selama dia hamil dia ingin dekat suaminya, setidaknya Sham juga tahu saat itu dia tahu istrinya lagi hamil, tega kamu."Kata Mamy Ris masih meyerugut pada suaminya itu.
"Iya, maaf Papi salah, jangan marah lagi, nantik kita akan kerumah Sham dan jelaskan ini pada anak nakal itu." Kata Tuan Aditama.
"Tinggu-gunggu pi, saat ini Zeren lagi kerja dirumah Sham, bagai mana reasinya dia saat merasakan makanan yang dimasak oleh istrinya itu, apa dia dapat mengenal masakan istrinya?? " Kata Mamy Ris ada rasa penasaran pada putranya saat itu.
"Kita lihat saja Mi, jika Sham peka, pasti dia dapat mengenal masakan itu."Kata Tuan Adi seadanya menyikapi kata istrinya itu.
Saat ini Mamy Sham juga merencanakan sesuatu untuk putranya itu agar bisa bertemu istrinya yang bekerja dirumah putranya itu.
"Apa lagi yang ada dipikiran kamu sayang? jangan yang aneh-aneh lagi,biarkan Sham yang mengetahui sendiri saat ini istrinya sudah dekat dengan dia." Kata Tuan Tama memperingati istrinya itu.
"Gitu ya api." hela Mamy Ris mendengar kata suamianya itu.
"Biarkan mereka sama-sama tahu, kita jangan ikut campur lagi kerena kamu sudah mendekatkan mereka saat, jadi kita bisa lihat seprti apa selajutnya kisah cinta Sham pada istrinya."Kata Tuan Tama lagi dengan santai.
**
Saat ini Rena sedang berpikir dengan apa yang dikatakan oleh kepala pelayan dirumah Sham, menyuruh Rena memasak makanan kampung untuk tuan muda,makan siangnya siang ini.
Dengan bingung Rena berpikir dan dia harus bangaimana, apa yang akan dimasaknya saat ini, apa majikanya itu akan Suka makan kampung yang dimasak olehnya nantik.
"Aku bingung buk, masak tuan muda mintak aku masak gituan ya, apa tuan akan memakan makanan itu? " kata Rena dengan bingung.
"Jangan kamu pikirkan lagi ini sudah jam 11 Zeren, cepatan kamu masak, nanti kamu bisa terlambat mengantar makanan pada tuan muda." kata buk Mai mengingatkan Rena lagi.
"Aku harus masak apa ya buk, apa aku harus masak makanan legendaris lagi ya." kata Rena suka asal saja jikanbiacar,dan dia masih ingat saat itu mamy Ris membawa masakan saat tuan muda sakit, saat itu Sham menyukai makanan itu.
"Apa lagi itu masakan nya Zeren, kamu ini ada saja bikin nama." kata Buk Mai sedikit ketawa saat Rena bicara seperti itu padanya.
"Ya sudah Rena masak itu saja dari pada mikir dari tadi gak bisa ketemu apa yang akan aku masak.
Rena kembali pada tempat tempatnya itu dan membukak tempat peyipanan sayur dan megabil semua bahan, Rena dengan sigap megolah itu semua tidak butuh lama Rena akhirnya siap juga dengan 1 jam mengerjakan itu dengan singap.
Setelah siap memasukan semua kedalam rantang tempat bekal itu yang akan dibawanya keperusahaan Sham siang ini.
"Buk, aku pamit berangkat dulu, nantik terlambat setelah ini aku akan langsung pulang kerena bayiku sudah lama aku tingal."Kata Rena pamit untuk pergi mengatar makanan itu untuk tuan muda.
"Baiklah, kamu akan diantar oleh supir dirumah Zeren, setelah itu kamu bisa pulang, kerena kerjaan kamu sudah siap." kkata buk Mai seadanya.
Rena berangkat dengan mobil yang telah disiapkan oleh Sham untuk para pekerja untuk belanja kepasar, hari ini Rena juga diantar oleh supir salah satu dirumah besar itu, dengan santainya Rena berlajalan dilobi perusahan besar itu,Rena setelah sampai dirinya juga sebetulnya tidak nyaman dengan memasuki gedung tinggi itu..
"Bagai mana saya bisa mengatar makanan ini, aku saja tidak tahu bangai mana keruanaga tuan muda.
Rena saat dilantai lobi gedung hanya celiguk-cekinguk awalnya, namun Rens tidak segitu bodohnya, dia akhirnya berjalan kearah resepsionis dilantai itu.
"Selamat siang Mbak, apa yang bisa kami bantu? " Kata salah satu pekerja dimeja resepsionis itu dengan sangat Rama pada tamu.
"Siang mbak, saya ingin mengatar makan siang untuk tuan Sham, tapi saya tidak tahu ruangannya dimana? " kata Rena menjelaskan pada wanita cantik itu.
"Mbak tunggu sebentar ya saya akan menghubungi tuan Sham lebih dahulu." Sahut wanita itu.
Rena menunggu petugas resepsionis itu bicara pada Sham, setelah siap wanita itu keluar dari tempat dia berkeja dan memintak Rena untuk megikutinya,Rena hanya diam saja masuk kedalam life menuju lantai 12 dimana ruangan Sham.
Setelah sampai Rena hanya diam saja masih bingung melihat hanya ada dua ruangan di depanya saat ini.
"Mbak silakan masuk saat ini tuan Sham sudah menunggu mbak." kata Wanita dengan sopan.
"Baiklah mbak terimakasih banyak ya." kata Rena sangat sopan.
Setelah itu Rena berjalan kearah ruangan Sham, Rena sangat ragu saat mau mengetuk pintu ruangan itu.
*****