
Hari-hari berjalan dengan semestinya, dirinya Rena tidak memikir terlalu seperti pertama dirinya berpisah dengan Sham, Rena tidak mau larut dalam kesedihan setiap hari menunggu suaminya itu akan kembali,dengan usia kandungan Rena sudah memasuki 8 bulan juga.
Rena sudah bergerak saja mulai susah dengan kehamilan bilang sudah tidak kecil lagi,dirinya meguatkan diri tidak menagis saat ini akan rindu padamu suaminya, apa lagi saat hamil seprti ini pasti saja keinginan bersama suaminya pasti ada, namun Rena tidak mau bersedih lagi.
Rena saat ini bekerja di kota ikut dengan abangnya dua bulan yang lalu kembali saat Rena hamil 6 bulan,anak laki-laki Pak Tarman bekerja di kota.
Rena bekerja dirumah bos abanya selama ini sangat baik pada Raka dan Rena.
Rena bekerja sebagai juru masak di rumah besar itu,abang Rena juga bekerja sebagai kariawan kepercayaan tua Afi dipakai kertas milik tuan Aditama,dan Rena juga tingal di rumah besar itu yang saat ini bosnya lagi tidak dirumah, jadi Rena tidak terlalu bayak kerja, dirinya memasak pas tuan rumah itu dirumah saja.
Para pekerja rumah tanga lain saat ini membicarakan anak dari yang majikan mereka.Rena hanya mendegar perbincangan mereka tidak telalu pokus untuk mendegar.
Kalian tahu tidak Saat ini tuan muda Sham sudah sadar dari komanya selama beberapa bulan dia terbaring tudak sadarkan diri semenjak kejadian penembakan itu, sungguh pilu aku mendengar tuan Muda bernasib selalu tidak baik, baru saja kembali dari menghilang dari kota ini, pas kembali disambung lagi dengan peristiwa mengerikan yang sangat kita tidak bisa paham dalam keluarga orang kaya."kata salah satu pembantu rumah tanga yang tukang bersi-berdi rumah.
"Sudah jangan bicara itu lagi nanti nyonya besar mara jika kita menbicarakan putra mereka, saat ini kita bersyukur saja tuan Sham sudah kembali lagi, dengan lama berjuang untuk hidup.
"Rena hanya diam saja mendengar pembicaraan mereka, kerena Rena juga tidak tahu yang nama Sham itu, semenjak dia bekerja dirumah itu dirinya tidak pernah masuk ke dalam rumah besar itu dirinya hanya sebatas dapur saja, sedangkan orang yang mehindangkan makanan yang siap dimasak Rena pembantu lain.
Rena hanya bertugas masak selama dia bekerja dirumah itu,masakannya sesuai dengan selera keluarga itu, Nyoya besar dan tuan Aditama sangat mdeyukai apa yang dimasak Oleh Rena.
"Zeren, apa kamu setelah melahirkan akan bekerja lagi disini nantik? " kata Pembantu lain pada Rena.
"Aku juga belum tahu mbak jum, lihat nantik jika anakku ada yang mengasuh aku akan bekerja lagi, jika tidak ada aku akan kembali ke desa rencananya."kata Rena seadanya.
"Susah juga ya jika anak kamu gak ada jaga, pahal tuan rumah ini sangat meyukai kamu, mereka selalu muji masakan kamu Zeren."Kata Teman sepekejanya Rena.
"Lihat nantik saja mbak, untuk saat ini aku belum bisa memastikan." Kata Rena dengan senyuman.
"Pasti kami akan sunyi jika tidak ada kamu disini nantik Seren,seminggu lagi kamu akan berenti kerja karena kamu akan melahirkan."Kata Mbak jum pada Rena denga rasa tidak ingin berpisah dengan Rena semenjak Rena gabung dengan mereka dapur itu selalu ada canda saat mereka bekerja.
Apa lagi dengan sifat Rena saat ini juga suka kecicilah dan mudah akrap dengan siapa saja, jika orang melihat tingkah bodoh Rena pasti akan ketawa termasuk pemilik rumah mewah itu.
Buk Risma baru saja pulang dari rumah sakit, dirinya tampak lelelahan selama ini buk Risma sering bolak balik ruamah sakit selama Sham masih koma.
Buk Risma mencari Zeren kedapur untuk membuatkan dia Teh.
Dengan Singap gadis itu menuju dapur dilihatnya nyoya besar rumah itu sudah berada di dapur dan duduk di meja makan dapur untuk pembantu rumahnya .
"Loh nyoya kok duduk disini." tanya Rena melihat majikanya itu duduk dengan sedikit mengurut kepalanya dan bahunya dengan tangan sendiri.
"Nyoya pasti lelah ya, biar Zeren bikin teh ya, setelah itu biar aku pijet nyoya, biar agak enak nyoya." kata Rena dengan perut membucit berjalan kearah kompor dan Rena memasak air panas untuk meyedu teh.
Setelah siap Rena Membuat teh untuk buk Risma dan diri Rena langsung memijat kepala dan bahu majikannya itu dengan lembut.
"Sudah Zeren kamu gak perlu melakukan ini semua,kamu juga pasti capek dan lelah saat hamil seperti ini kamu masih bekerja."Kata Buk Risma bicara begitu pada Rena, kerena Rena perna sedikit bercerita tentang suaminya yang pergi ke kota sampai saat ini tidak kembali,tidak semua yang diceritakan oleh Rena pada Majikannya itu.
"Ya terus bagai mana lagi nyoya besar saya harus bekerja, jik saya diam saja didesa hanya menunggu dia akan kembali itu akan menambah saya sedih." kata Rena sudah terbisaa bicara pada majikannya itu selama hampir dua bulan dia bekerja dirumah itu.
Buk Risma juga nyaman dengan Rena, mereka kadang jika ada waktu kadang buk Risma mengajak Rena berbincang ditaman belakang rumah itu.
"Minggu depan kamu sudah tidak bekerja lagi disini Zeren pasti saya juga akan merasa sunyi tidak ada teman untuk berbicang,dan tidak ada yang mendegar ku lagi.Kata buk Risma dengan rasa sedih juga Rena akan berenti bekerja di rumahnya seminggu lagi..
"Ah ibu, sekarang saya sudah punya hp, kita bisa berbicang dengan itu, apa sulitnya sih buk!! " Jawab Rena Santai.
"Benar juga kata kamu Zeren, ibu jadi lupa ya? "Kata Buk Ris dengan sedikit ketawa mendegar kata Rena barusan.
Keakraban Rena dan Risma dengan saat pertama kali buk Risma melihat gadis itu yang di kenalkan oleh Abangnya juga bekerja sebagai supir disalah satu pakrik kertas yang dari usaha tuan Aditama yang lain.
Buk Risma saat bertemu Rena dipabrik itu Rena mengantarkan makan siang untuk Raka.
Kerena Raka adalah orang kepercayaan tuan aditama tidak sengaja membawa Rena keruangan tuan Aditama saat itu ada buk Ris bersma mereka.
Awalnya Raka ingin memasukan Rena sebagai kariawan dipabrik itu namun dengan melihat keadaan Rena sedang hamil tidak mungkin Tuan Aditama mempekerjakan Rena disana itu akan beresiko besar untuk kehamilannya.
Dengan tidak ambil pusing Buk Risma menawarkan Rena untuk bekerja dirumahnya saja sebagai juru masak pas saat itu koki masak dirumahnya berenti bekerja jadi dengan setuju saja Rena menerima tawaran buk Risma.
Itulah yang membawa Rena berada di rumah krluarga aditama itu, tampak dia tahu Sham putra dari buk Risma adalah suaminya sendiri, tapi jika Rena melihat putra buk Rimas tidak juga Rena mengenal suminya kerena nama dan wajah itu berbeda, selama ini Rena hanya tahu dirinya Sham dengan wajah anehnya dan nama Ben.
******