My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Jadi malapetaka



Sebelum polisi membawa Ronal pergi namun sepupunya Sham tidak diam saja dia lebih berusaha bagai mana bisa lepas dari borgol polisi kerena ingin membalas perbuatan Sham padanya,hari ini dirinya bisa bernasib buruk.


Ronal menarik pistol anak buah komandan polisi dan mengarahkan pada Sham saat ini masih mentapnya tidak percaya.


"Hahaha, Sham tidak semudah itu kau bisa lolos dari ku, jika aku tidak bebas jadi kau juga tidak bisa dengan enak menikmati hidup sepupuku yang malang, aku akan menekan pelatuk pistol ini, jika kalian tidak menjauh dariku."Ancam Ronal pada semua polisi dan anak buah Sham yang berjaga diluar ruangan itu.


"Silakan Ronal lakukan sesuka hatimu, jika kau lebih senang, tapi ingat jika aku mati ditangan kamu, maka kau seumur hidup akan mendekam dipenjara."Kata Sham denga lantang pada sepupunya itu agar Ronal sadar akan dirinya sendiri sudah mengabil langkah salah.


"Aku tidak akan peduli dengan hidup ku Sham kerena bertahun-tahun aku sudah menahan sakit yang aku rasa, keluarga kamu sudah membunuh orang tuaku. "Tuduh Ronal lagi pada Sham.


"Jaga ucapkan kamu Ronal, apakah kamu tidak tahu orang tuamu meningal bukan kami yang membunuh tapi kerena kecelakan mobilnya."Sahut dari luar, perkataan Tuan Aditama dan istri berdiri didepan Ronal.


Tuan aditama baru saja bisa terlepas dari anak buah Ronal kerena semua orang ronal sudah disekap oleh orang-orang Aditama.


"Kalian kenapa ada disini, bukankah kalian juga seharusnya mati? " Kata Ronal dengan kaget dan rasa marahnya melihat Pamannya itu masih hidup.


"Tidak semudah itu kamu untuk meleyapkan aku Dan istri ku Ronal, seharusnya kamu berpir terlebih dahulu berurusan dengan ku." Kata Tuan aditama dengan senyuman kecupnya, kerena ada sedikit kekecewaan pada pemuda yang dari kecil dibesarkan dengan kasih sayang yang sama dengan Sham, saat besar pemuda yang ada di depannya menaruh dendam dan rasa iri pada putranya.


"Aku tidak pernah tahu ayah ku kecelakaan, jika itu benar aku juga tidak akan pernah percaya Kalian pembunuh."Sahut Sham pada Ronal masih tidak mempercayai mereka.


"Jika begitu lihat lah ini kata Tuan Adi menaruh ponselnya dengan vidio rekaman cctv jalan yang sudah lama disimpan oleh Tuan Aditama.


Ronal mengabil ponsel itu dengan mata masih sangat sigap mengawasi sekitarnya dengan tangan yang mengarah dengan pistol ke Sham.


Ardi dan Rikiy tidak tingal diam saja mereka berdua mulai melakukan rencana mereka, Ardi saling mengasih kode pada Rikiy bagai mana cara mereka bisa menyelamatkan Sham dari ancaman Ronal, berbahaya jika Sham tertembak Ardi tahu saat ini Sham juga memikirkan istrinya.


Namun sebelum mereka berdua bertindak, Ronal benar mukah kerena dirinya masih tidak percaya orang tuanya kecelakaan, dirinya malah menuduh vidio itu hanya rekayasa.


Ronal dengan berutal membidik Pelatuk pistol itu dengan dua kali tembakan mengenai dada dan Kepala Sham dengan sangat marah.


Tapi polosi tidak diam saja polisi juga mehadiakan ronal dengan timah panas itu pas dijantung Ronal, sehinga Ronal tidak bernafas lagi.


"Diorrrrrr, Doorrr!! " Bunyi tembakan itu bersamaan tumbang Sham dan Ronal dilantai.


"Sham... Ronal...!! "Pekik istrinya Tuan Aditama dengan sangat tidak percaya kedua putranya tergeletak dilantai dengan bersimbah darah.


Semua yang orang yang ada di ruangan itu hanya diam melihat kejadian itu.


Dengan sigap Ardi dan Rikiy untuk menarik ambulan untuk bisa membawa kdua orang yang sudah amruk.


"Kita Tidak punya waktu lagi Ar, cepat bawa Sham kerumah sakit, dia masih bernafas." Kata Rikiy dengan cepat mengangkat tubuh sahabatnya itu dan dibantu oleh beberapa anak buah Ardi.


Namun tidak dengan Ronal pemuda itu tidak bernapas lagi dirinya dan pucat kaku tergeletak dilantai.


Buk Risma tidak sadar diri lagi setelah apa yang dilihat barusan dirinya benar-benar Shok dengan kejadian yang menimpa keluarganya.


Sham dan Ronal dibawak kerumah Sakit terdekat dari perusahaan itu,dan juga buk Risma dengan Ambulan baru saja datang.


"Tuan Besar jangan seperti ini Tuan Sham pasti baik-baik saja, tenanglah Tuan." Kata Ardi menenangkan Papi dari bosnya itu.


"Bagai mana ini bisa terjadi Ar,aku tidak pernah menyalahkan kedua putra ku akan seperti ini, apa aku salah mendidik Ronal selama ini? " Sesal Tuan Adi, dirinya merasa gagal mendidik Ronal menjadi anak baik.


"Tidak usah disesalkan lagi Tuan, semuanya sudah terjadi, Tuan Ronal sudah tidak bernyawa, kita juga akan memakamkan jasatnya.",Ungkap Ardi dengan sabar.


"Aku tidak akan menyalahkan salah satu putraku pergi seperti ini, dengan persaingan Ronal dan rasa irinya pada Sham membuat lupa akan dirinya."Kata Tuan Adi sungguh sangat meyayangi Ronal seperti anaknya sendiri tidak pernah mengangap Ronal ponakan nya selama ini.


Ardi hanya bisa diam saja tidak bisa bicara apa lagi,kedua putara Tuan Aditama bernasib naas hari ini, tapi tidak dapat berbuat banyak, itu semua dari kuasa yang diatas, maut, hidup dan Rezeki semua dia yang menetukan.


Tidak lama Dokter keluar dari ruangan operasi setelah dua jam didalam untuk mengeluarkan tima panas tembakan Ronal pada Sham.


Tuan Aditama dengan cepat bertanya pada Dokter yang baru terlihat dipintu, dengan hati dan pikiran takut dirinya mendengar kata Dari dokter, tuan Adi takut Dham juga bernasib sama dengan Ronal yang sudah tidak bernyawa.


"Bagai mana dengan putraku dok, apa Sham baik-baik saja?Kata Tuan Aditama tidak sabaran mendegar kata dari dokter itu.


"Tenang Ya Tuan, saat ini operasi Tuan Sham sudah berhasil kami lakukan, namun ada sedikit masalah pada Tuan Sham, kerena peluruh di kepalanya membuat Tuan Sham koma, kami belum memastikan kapan Tuan Sham akan sadar Tuan, dengan itu Tuan Adi bisa sabar dengan Kabar ini."Kata Dokter dengan berat mengatakan itu pada Tuan Aditama.


"Anakku koma."Kata Tuan Aditama sangat terpukul oleh kejadian ini, tubuh nya Amruk dilantai kerena tidak bisa menahan rasa yang menganggu pikiranya saat ini, Tuan Adi jatuh pingsan sama seperti istrinya saat ini.


Kedua pasang suami-istri itu terbaring lemah dikamar yang sama saat ini.


Satu jam berlalu kedua orang itu baru sadar, Tuan Tama membuka mata dirinya melihat istrinya sudah menatap nya dengan deraian air mata ditemani Rikiy disamping istrinya itu.


"Om sudah sadar?"ucap Rikiy melihat Papi Sham baru membukak mata.


"Bagai mana dengan Sham Rik?"Kata tuan Adi dengan suara lemahnya.


"Om jangan pikirkan Sham saat ini, aku yakin Sham adalah pria yang kuat,dia pasti bisa melewati ini." kata Rikiy mengasih semagat pada Orang tua sahabatnya itu.


" Ardi mana? " Kata Tuan Adi tidak melihat Ardi bersamanya.


"Ardi lagi mengurus jasat Ronal Om akan dikebumikan sebentar lagi, jadi Ardi menyiapkan keperluan untuk pemakaman Ronal."jelas Rikiy pada mereka berdua.


"Pi kita pulang sekarang, aku juga ingin melihat Ronal utuk terhir kalinya, dia juga anakku."Kata Buk Risma dengan sedih.


"Rik bawah kami pulang kami juga ingin melihat Ronal dimakamkan hari ini." Kata Tuan Adi memintak Sahabat putranya itu untuk mengantarnya pulang.


"Baiklah om, jika om bisa dan kuat." kata Rikiy tidak masalah dengan itu.


Tuan Aditama berdiri di tepi liang lahat itu dengan deraian air mata apa lagi istrinya hanya bisa menagias melihat tubuh Ronal dimasukkan kedalam lubang yang berbentuk segi empat itu, sungguh memilukan hati Tuan Adi dan istrinya, kedua putranya saat ini bisa seperti ini, sedangakan Sham berhmjuang untuk hidup.


******