
Saat kebersamaan mertua dan orang tuanya Sham suasana menjadi lebih enak, perbincangan antara Ayah Rena dan papinya Sham sangat enak dilihat mereka berdua bisa bercerita panjang sampai tidak tahu waktu tuan Aditama saat ini,jam diding sudah menujukkan pukul 8 malam, dirinya masih juga berbincang setelah siap makan malam sambil menghabiskan segelas kopi yang dibikin oleh Rena. Sham dan Raka juga ikut dalam perbincangan mereka, Sham hanay duduk biasa saja sambil bermain ponselnya dan menyahuti satu demi satu perkatan dari mereka bertiga, kerena Sham lagi asik melihat chat Ardi baru dikirim padanya tentang Bella saat ini.
Tuan aditama melihat putranya sedikit bingung dirinya akhirnya bersuara juga dan bertanya.
"Sham ada apa? Papi lihat kamu sedikit aneh, kenapa? "Kata Tuan Aditama lagi.
"Ahhhh, gak apa-apa Pi, ini ada chat dari Ardi mengirimku sedikit Impormasi dari anak buahnya tentang Bella."Kata Sham kerena dia setidak ingin membahas Bella didepan Mertuanya dan abang iparnya..
"Ohh,tapi kamu jangan sampai lengah untuk mengawasi wanita ular itu, dia sangat licik papi yakin anak itu pasti ada sesuatu yang direncanakan pada kamu dan keluaga kita nak, Mintak anak buah Ardi untuk mengawasi Rena dan Putra kamu, kerena kita belum tahu apa dari rencana wanita itu." Kata Tuan Aditama mersa curiga juga bukan Sham saja yang mensasarkan kemuculan Bella dikotanya.
"Aku sudah memintak Ardi untuk orangnya mengawasi disekitar rumahku Pi, papi gak usah kawatir tentang keselamatan istri dan anakku."Kata Sham agar Papinya tidak terlalu kawajir dengan keselamatan Rena dan Beby Rafki.
Raka hanya diam saja mendegar pembicaraan mereka berdua dia megerti apa yang dibicarakan oleh suami dan mertua adiknya itu.
Begitu juga dengan Pak Taman tidak kau ikut campur maslah menantunya itu, kerena pak taman juga gak tahu apa yang dibahas mereka berdua,Pak taman bisa mengambil kesimpulan dari perkataan menantunya itu,pak Tarman hanya menyerahkan pada Dham yang lebih bisa melindungi istri dan anaknya.
Tidak lama Rena datang dengan membawa Rafki dan Tas kecil di tangan Buk surti yang membantu putrinya itu.
"Apa semua masih berbicang?" tanya Rena pada orang yang duduk diluar rumah Raka yang ada diteras rumah kontrakan Raka.
"Apa kamu mau pulang Dek?"Kata Raka melihat putra adiknya itu sudah sedikit mengantuk.
"Iya bang, Rafki sudah ngatuk dan sudah mulai rewel ini sudah jam tidurnya."jawab Rena pada Raka.
"Ya sudah, sana kalian pulang kasihan cucuku itu Nak, lihat itu matanya sudah gak bisa ditahan lagi."kata Pak Taman melihat cucunya sudah hampir tertidur digendongan putrinya itu.
"Sham kamu pulang lebih dahulu,Papi masih ingin berbincang sebentar lagi dengan Raka dan mertuamu."Kata Tuan Aditama menintak putranya untuk membawa pulang istri dan anaknya.
Sham juga tidak tega melihat putranya sudah sangat mengantuk sehingga mata putranya itu sudah terpejam digedongan istrinya.
Sham dan Rena pamit untuk kembali pulang lebih dulu,walau saat ini Papinya masih ingin berbincang banyak dengan mertuanya dan Raka kakak iparnya.
Tidak butuh lama kerumahnya Sham dari rumah Raka hanya memakan waktu 10 menit perjalanan saja akhirnya Sham dan Rena sudah sampai dirumah besar milik suaminya itu.
Rena lansung membawah Beby Rafki masuk kedalam kamarnya yang sudah disiapkan untuk putranya oleh Sham, saat itu sudah ada Beby sister yang akan menjaga Beby Rafki yang sudah agak berumur dari Rena, dilihat dari umur mungki sudah pengalaman untuk mengurus bayi yang masih belum berumur 4 bulan.
"Selamat malam non Rena !"Sapa Buk Mai yang baru saja siap merapikan kamar Beby Rafki dengan pengasuh Putra dari majikanya itu.
"Malam juga Buk Mai. "Senyuman Rena Rama pada Kedua orang itu walau saat ini Rena belum tahu ibuk yang satu lagi.
"Non Rena,ini pengasuh yang akan menjaga Den Rafki yang sudah saya pilih dari lima yang datang siang tadi." kata Buk Mai memperkenalkan Buk Bida yang sudah bermur 40 Tahun.
"Malam nyonya." Sapa Buk Bida pada Istri tuan muda Sham.
"Malam Buk, jangan Pangil saya nyoya Buk, pangil saja dengan Nona atau nama saya saja."kata Rena tidak biasa dengan sebutan itu padanya.
"Baik Non."Kata Buk Bida merasa tidak enak dengan panggilan Nama pada majikan nya itu, lebih baik dia memangil Nyoya rumah itu dengan panggilan sama dengan Buk Mai.
"Gitu juga gak apa kok Buk,Saya juga senang dengarnya kerena telinga orang desa gak biasa dipangil gitu." Senyuman Rena pada kedua wanita yang sudah berumur itu.
Sham masuk kedalam dengan tas kecil milik putranya dan memberikan itu pada Rena.
"Ini sayang milik Rafki, biar dirapikan lagi yang masih bersih."Kata Sham memberikan tas tempat perlengkapan Beby Rafki pada istrinya.
"Biar saya saja Nona,Nona dan tuan bisa istirahat, kerena Den Rafki juga sudah tidur biar saya yang jaga Den Rafki." Kata Buk Bida yang sudah mulai bekerja malam ini.
"Ohh ya Buk, terimakasih banyak ya atas bantuannya."Rama Rena dan bicara lembut pada Buk Bida.
"Ya non, ini sudah tugas saya untuk jaga Den Rafki." Sahut Buk Bida tidak banyak bicara.
Setealh itu Rena Dan Sham permisi untuk kekamar mereka berdua saat ini, kerena Sham dari pulang kerja belum memberdihkan tubuhnya, Sham langsung masuk kedalam kamar mandi kerena sudah sanagat gerah tubuhnya berkeringat.
Tidak lama Sham keluar dari kamar mandai itu, dilihat nya Rena lagi mengambil pakaian tidurnya didalam lemari, Sham menyusul istrinya saat itu juga.
"Sayang, sana kamu bersikan tubuh lebih dahulu, kamu belum mandi bukan." Kata Sham memeluk tubuh istrinya itu dari barlakang.
"Iya, ini aku mau ambilkan pakaian untuk kamu mas,abis ini aku baru mandi." Kata Rena dengan memutar tubuhnya pada Sham dengan memberikan pakaian pada Suaminya.
"Sana cepatan, aku sudah ingin buka puasa sayang, aku sudah tidak sabar ingin menikmati tubuh indah kamu ini lagi."bisik Sham dengan lembut ditelinga istrinya itu.
"Apa sih kamu mas." Sahut Rena sedikit malu pada suaminya itu.
Rena juga paham saat ini kerena sudah lama Sham menahan dirinya dan tidak pernah melakukan Hungan suami-istri lagi selama dia koma sampai bertemu istrinya saat ini.
30 menit Rena dikamar mandi baru Rena baru keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk ditubuhnya,Sham yang menunggunya diatas ranjang saat ini sambil membaca majalah.
Sham melihat kearah istrinya yang masih memakai handuk itu, Sham tidak dapat menelan dilvanya, bentuk tekuk tubuh istrinya itu terpampang jelas saat masih memakai handuk ditubuhnya.
"Sayang kemarilah? " pintak Sham pada istrinya itu.
"Tungguin sebentar kenapa sih mas, aku lagi cari pakain tidurku." kata Rena hendak membuka lemari pakaiannya yang tidak jauh dari tempat Sham memandang dirinya.
Sham langsung turun dari ranjang dimana tadi dia duduk, mendekat pada Rena, kerena tidak tahan lagi melihat tubuh sexy istrinya itu yang selalu menggodanya, Sham langsung mengakat tubuh kecil Rena keranjang.
Sham melayangkan satu ciuman dikening istrinya itu dan turun kehidung, kedua belah pipi Rena, dan berakhir dibibir sexy istrinya itu.
Sham bermain agak lama dibibir itu kerena sudah candu baginya selama ini, sahan baru merasakan bibir itu sudah setahun lebih lamanya tidak merasakan itu lagi, malam ini sham baru bisa merasakan bibir itu.
"Aku mencintaimu sayang!! " ungkap Sham setelah puas bermain dibibir istrinya itu.
Rena hanya tersenyum saja setelah apa yang baru dilakukan oleh suaminya, Rena juga tidak menolak keinginan suaminya itu saat ini kerena itu sudah tugasnya untuk memberi kepuasan untuk suami, Rena ingin menjadi istri yang baik untuk Sham.
**
Sedangkan ditempat lain sat ini Bella yang masih berada di bar bersama laki-laki di sampingnya, sedang membicarakan sesuatu, entah apa yang sedang dibicarakan oleh sepasang manusia itu dengan gaya liar Bella saat di luar .
********