
Rena lagi asik melipati pakaian bayinya yang baru berusia hampir empat bulan itu, bayi laki-laki yang dimiliki Rena dapat menghiburnya, selama beby Rafki lahir Rena tidak terlalu sedih lagi,selama hamil kadang Rena sering menagis dalam kesendirian, tiada tahu siapapun tentang kesedihan mengingat suaminya yang tidak pernah datang lagi.
Rena sudah mulai melupakan Suaminya, Rena tidak mau berharap terlalu banyak dari suaminya lagi, cukup kesedihan yang ditingal oleh Sham selama setahun ini dirinya berharap pada suaminya.
Rena kadang masih ingat kata suaminya sebelum pergi meningalkan dirinya, Shan akan selalu ingat padanya dan tindakan akan pernah melupakan dirinya,perkataan Sham selalu diingat Rena, tapi tidak satupun dari kata itu benar, dirinya hanya menunggu dangan hati yang teramat sedih dan rasa kecewa pada suaminya.
"Rena kamu sudah siap merapikan pakaian Rafki."Kata Raka tiba-tiba masuk kedalam kamar dimana ada kopenakannya yang lagi tidur nyenyak.
"Jangan berisik bang, nantin dia bangun. "Sahut Rena dengan pelan bicara pada abangnya.
"Ok!!" kata Raka sangat pelan bicara pada adiknya. "itu ada yang cari kamu didepan?Kata Raka lagi.
"Siapa bang, rasa tiap hari ada tamu dirumah kamu ini? " Kata Rena dengan sedikit bingung.
"Siapa lagi mbak Jum, ada didepan sama nyoya besar."Kata Raka denga cepat.
"Ehhh, tumben nyoya datang kesini bang, ada apa ya, pada hal nyoya gak pernah kesini." kata Rena heran dengan mantan majikannya itu.
"Sono, cepatan kamu keluar gak enak sama nyoya besar!! " Kata Raka meyuruh adiknya itu keluar dari kamarnya itu.
Rena denga cepat keluar dari kamar menuju ruang tamu saat ini ada mantan majikannya bersama ibunya Rena.
Rena tersenyum melihat Mantan majikannya itu, dan tidak lupa Rena meyalimi tangan many Ris.
"Apa kabar kamu Zeren,lama kita tidak bertemu." kata Mamy Ris menyapa mantan juru Masaknya itu dengan senang.
"Alhamdulillah Nyoya besar saya sehat dan juga dengan bayi saya." Kata Rena dengan senang melihat nyoya besar datang kerumah abangnya.
"Mana bayi kamu Zeren, apa saya boleh melihatnya? "kata Mamy Ris dengan sopan ingin melihat putra Rena.
"Boleh Nyoya, dia lagi tidur di kamar, mari nyoya jika ingin melihatnya." Kata Rena juga sangat Rama dan semangat pada mantan majikannya itu.
Mereka bertiga masuk kedalam kamar Rena saat itu masih ada Raka didalam kamar itu masih menjaga bayi Rena yang masih tidur itu.
Mamy Ris masuk dan berjalan kearah tempat tidur Rena dimana bayi laki-laki Rena ada diatas tempat tidurnya dengan wajah lucu dan imut,saat melihat wajah putranya Rena Mamy Ris mengingat wajah putranya sangat mirip waktu kecil dengan bayi Rena.
"Kenapa dia mirip Sham kecil? " Kata Mamy Ris sedikit terdiam saat melihat bayi Rena.
"Dia sangat tampan Nyoya, aku jadi ingin mencubitnya." kata Mbak Jum melihat putra Rena sangat geram.
"Jum jangan ribut kamu, kasihan dia bangun, mari kita keluar, nantik dia bangun, kamu ribut saja." Repet many Ris pada asisten rumah tangannya itu.
Mereka kembali keluar dari kamar itu, hati mamy Ris sudah tidak enak, kenapa bayi Rena bisa mirip dengan Sham kecil, tanda tanya dihatinya saat ini.
"Apakah Zeren istrinya Sham yang ditinggalkan di desa saat itu? " Saat ini tanda tanya yang berputar dikepala mamy Ris.
"Ada apa ini, apa sebuah kebetulan saja,ahhh aku tidak bisa diam saja, ini harus aku bicarakan dengan papi Sham."Mamy Ris bicara dalam hatinya.
"Nyoya silakan diminum minumannya." Kata Rena berbasa basi pada mantan majikannya itu.
"Ohh ya Zeren Terimakasih,ini merepotkan kamu saja Zeren." Kata Buk Ris tidak enak hati.
"Tidak apa nyoya, hanya sekali-kali nyoya kesini masak gak dapat minum, pelit kali yang punya rumah ya Mbak Jum." Canda Rena saat kebersamaan mereka.
"Begini Zeren kedatangan kami kediani ingin bicara sesuatu pada kamu, tapi ini tidak memaksa kamu, tapi ini hanya tawaran untuk kamu Saja Zeren."Kata mamy Sham pada Rena.
"Ada apa nyoya besar? " Kata Rena ingin tahu apa maksud dari kedatangan majikannya itu hari ini kerumah abangnya saat ini.
"Zeren apa kamu ingin bekeraja lagi?" Kata Mamy Sham dengan melihat kearah Rena.
"Bangai mana ya Nyoya,saya ingin bekerja tapi gak bisa nginap dirumah nyoya, kerena ada Rafki yang harus Saya urus juga nyoya, jika siang Rafki bisa tingal sama ibu tapi untuk malam mungkinn saya gak bisa nyoya, maaf!! " Kata Rena dengan berat hati bicara seperti saat ini pada mantan majikannya itu.
"Jika begitu kamu bisa kerja setegah hari saja,tapi kamu tidak bekerja tumah utama kita, tapi dirumah putraku, kamu bisa masuk kerja pagi saja dan sampai siang hanya memaksakan putraku sarapan dan makan siang saja, dan kamu siap masak bisa antar ke tempat dia bekerja, setelah itu kamu bisa kembali pulang untuk bersama anakmu Zeren."Jelas mamy Ris.
"Kenapa Harus saya nyoya, bukankah masih ada koki yang lebih bisa dan pintar masak dari saya nyoya." Kata Rena dengan bingung.
"Putraku suka masakkan kamu Zeren maka, saya memintak kamu untuk mengurus makan untuk Sham." Kata Mamy Ris kembali.
Rena sedikit berpikir dengan tawaran Mantan majikannya itu sesaat, dan setelah itu Rena kembali menatap ibu surti yang lagi melihatnya dengan senyuman.
"Kenapa malam melihat ibu nak jika kamu ingin kerja ya silakan, itu tidak menyita waktu kamu banyak nak, hanya sebentar saja kamu kerja." Kata Buk surti pada putrinya itu.
"Tapi buk, gak apa saya titip Rafki dengan ibuk? " Kata Rena lagi.
"Ya gak masalah lagian Rafki bukan anak yang suka rewel nak, biar ibu saja jaga anak kamu, jika kamu ingin kerja." kata Ibunya lagi.
Rena tersenyum mendengar kata ibunya itu, dan kembali menyetujui tawaran dari mamy Sham.
"Jika begitu besok kamu bisa langsung kerumah Sham yang tidak jauh dari sini,Sham memiliki rumah di jalan sebelum masuk Komplek sini." Kata Buk Ris menjelaskan kerena rumah Sham sangat dekat dari tempat tingal Rena, makanya Buk Ris memintak Rena bisa mengurus makan untuk putranya itu.
"Baiklah nyoya besok pagi selai sholat shubuh saya akan lansung kesana saja, jika alamatnya gak jauh dari sini." Kata Rena setuju saja apa yang baru dibilang oleh mamy Sham.
"Kamu bisa diantar Sopir saja kesana, besok sebelum jam 6 pagi ada supir yang menjemput kedinibdan mengantar kamu kerumah Sham, jadi bekerjalah dengan baik ya Zeren, kerena putraku itu agak dingin orangnya,susah jika ajak untuk bicara, dia memiliki sifat keras kepala." kata Mamya Sham membicarakan Sham pada Rena.
"Semoga saja Sham suka dengan apa yang kamu masakkan untuknya setiap hari,nantik saya juga akan bicara pada Sham."Kata Buk Ris kembali.
"Baiklah nyoya saay akan berusaha buat tuan muda suka dengan masakkan saya." kata Rena lembut dan sagata ramah.
Setelah pembicaraan itu Buk Ris kembali pulang kerumahnya,dan Rena kemabli melanjutkan pekerjaan, dan melihat putranya msih enak tidur Rena merasa senang putranya tidak terlalu membuatnya sibuk kerena Rafki tingkahnya anteng saja, tidak banyak tingkah.
*******