
Siang ini Rena dengan bergegas menyiapkan makan siang untuk suaminya saat ini, Rena merkemas makanan yang sudah dimasaknya itu kedalam rantang setelah siap Rena langsung permisi untuk keperusahaan Sham untuk mengatarkan makan siang yang sudah menjadi tugasnya sebelumya dia tahu bahwa Sham adalah Ben suaminya.
"Buk May, aku pergi dulu ya, nantik aku akan langsung ketempat ibuk abis mengantar makan siang untuk mas Sham dikantornya."Kata Rena memberitahu buk Mai.
"Tapi nona jika anda pergi juga siang ini, siang ini ada beby sister untuk den Rafki datang siang ini juga." Jelas Buk mai.
"Aku percayakan saja sama buk mai saja kerena buk mai yang lebih tahu dariku, Asal jangan orang masih mudah sepertiku saja, aku ingin yang mengasuh Rafki orang yang pengalaman."Kata Rena memintak agar pengasuh anaknya tidak terlalu muda.
"Baiklah jika begitu Non, saya akan pilih dari mereka yang datang nantik siang." Kata buk mai tidak banyak bicara lagi dirinya hanya mengikuti apa mau istri majikanya itu.
"Ohhh ya buk, apa pembantu yang mengantikan mereka berdua sudah ada? " Kata Rena juga ingin tahu.
"Sudah Non, semalam sudah ada ganti mereka berdua, yang ini mereka semua tidak akan melakukan hal yang sama lagi saya sudah bicarakan ini sebelum mereka bekerja disini."Jawab buk Mai apa adanya.
"Baiklah buk terimakasih atas bantuan buk mai, aku berangkat dulu, nanti mas Sham lama nungguin aku." Kata Rena tersenyum pada Buk Mai.
Buk mai hanya membalas Rena dengan senyuman saja,kerena dia tahu Rena juga sangat mencintai suaminya, sama seperti Sham mencintai Rena dengan sepenuh hatinya.
30 menet waktu ditempuh Rena untuk keperusahaan suaminya, sampai didepan gedung itu Rena sudah ditunggu Sham dilantai bawah kerena sudah terlambat 15 menit dari biasa Rena mengatarkan makan siang untuk nya.
Sham melihat istrinya itu dengan mengedong putranya dengan rantang makanan ditangannya tampak Rena agak kesusahan.
Sham menyusul istri dan anaknya itu pas karyawan diperusahaan sham berlalu lalang untuk keluar dari perusahaan itu untuk makan siang,saat Sham menyapa istri banyak karyawan tidak tahu bahwa Sham sudah menikah dan punya anak.
"Sayang, kamu kok terlambat datang hari ini, aku sampai gak tenang nunguin kamu." kata Sham menyusul istrinya yang juga mengarah padanya.
"Mas maaf aku agak lambat hari ini kerena ada sesuatu hal yang membuat aku lambat."Santai Rena bicara pada Sham yang mengambil ahli mengedong Putranya itu dari Rena.
"Sini sayang, biar sama papa saja lihat itu mama kamu sudah kesusahan bawak makanan sambil gedong kamu." Kata Sham santai mengedong Rafki.
Para karyawan yang melihat momen itu mungkin saja mereka semua pada bertanya kerena selama ini Sham tidak pernah menikah, apalagi selama ini Atasan mereka itu tidak pernah membawa wanita keperusahaan setelah putus dari Bella.
Rena kurang nyaman kerena tatapan para karyawan suaminya itu melihat kearahnya, Rena merasa bingung saat berjalan disamping suaminya itu..
"Haai apa yang lagi kamu perhatian?" Tanya Sham melihat istrinya kurang nyaman berjalan bersamanya untuk pertama kali.
" Mas apa kamu gak sadar, Lihat mereka menatap kita seperti itu, aku jadi gak nyaman mas, kenapa kamu malah menungguku disini sih, kamu bisa berdiam saja diruangan kamu sampai aku datang, lihat gosip yang tidak enak didengar tentang aku atau kamu nantik."Kata Rena kurang senang melihat karyawan Sham berbisik menatap padanya.
"Biarkan saja mereka sayang, mereka akan tau sendiri nantik, nantik biar Ardi aku suruh urus mereka, agar tidak ada gosip tentang kamu diperusahaan ini."Jawab Sham agar istrinya sedikit tenang.
Rena hanya mengikut saja apa baiknya kata dari Sham, dia yang bisa membuat diam mulut karyawannya itu, jadi tidak ada yang perlu ditakutkan oleh Rena.
Sampai diruangan Sham Rena lagnsung membuka Rantang makanan untuk suaminya itu,setelah itu Rena kembali mengambil Rafki dari Sham agar suaminya bisa makan dengan tenang tampa diganggu oleh Putranya.
"Makanlah mas ini sudah hampir jam satu siang, kamu pasti sudah sangat lapar apa lagi pagi tadi kamu gak sempat sarapan." Kata Rena menyuruh sumainya untuk memakan makanan yang sudah dihidangkan di atas meja sofa tamu yang ada diruangan Sham.
Sham juga Langsung makan kerena Sham sudah tidak sabar lagi ingin memakan masakan istri itu,apa saat ini masakan kesukaan Sham yang dibuat oleh Rena, cumi pedas manis yang sangat disukai oleh Sham.
"Gak usah mas aku udah makan sebelum kedini." Tolak Rena dengan cepat agar suaminya itu bisa makan dengan kenyang.
"Gak apa cuma satu suap ini saja." kata Sham tetap memaksa istrinya itu untuk memakan nasi yang sudah ada di depan mulutnya.
Akhirnya Rena menerima suapan dari suaminya itu dari pada Sham selalu memaksanya.
"Sudah mas kamu lanjutkan makanya, aku sudah sangat kenyang." kata Rena tidak mau menganggu suaminya itu makan.
Sham hanya tersenyum saja saat ini, dirinya ingin memberikan perhatian yang lebih untuk istrinya.
Sham juga tidak mau dirinya megabaikan istrinya kerena kesibukannya diperusahaan, sampai dirinya tidak sempat dan kurang perhatian pada keluarganya, itu yang tidak dimau Sham.
Setelah siap makan siang Sham memangil Ardi untuk kurungannya saat ini juga, tidak lama Asistennya itu baru terlihat dipintu masuk ruangannaya.
"Permisi tuan, ada apa anda memangil saya, apa ada yang ingin anda perlukan?Kata Ardi sedikit bingung pada atasannya itu.
"Ar, kamu kumpulkan semua karyawan diaula perusahaan, kerena aku juga ingin mereka tahu bahwa saat ini aku sudah memiliki keluaga dan sudah menikah, jadi saat Rena datang ke sini mereka tidak ada yang bergosip bukan-bukan tentang kami."Kata Sham pada orang kepercayaan itu.
"Baiklah tuan."Kata Ardi tidak banyak bicara lagi kerena itu permintaan atasannya.
15 menit berlalu Sham dan Rena juga putranya digedongan Sham menuju aula perusahaan dimana semua karyawan sudah ada diruangan itu berkumpil menunggu kedatangan bos besar mereka.
Sham masuk dengan wajah berwibawa dan sedikit sifat kepemimpinan terlihat diwajah tampan Sham.
Semua kariawan yang melihat Rena yang berjalan disamping Sham dengan merangkul lengan Sham.
"Siapa Dia ya." Separuh kariawan ingin tahu siapa yang ada bersama pemilik perusahaan mereka bekerja.
Banyak pembicaraan yang terdengar bertanya tentang Rena, membuat Sham tersenyum saja mendengar keributan diruangan aula itu.
"Aku tidak tahu selama ini Pak Sham sudah menikah, dan lihatlah bayi yang digedongan pak Sham mirip sekali dengannya, tampan seperti pak Sham." Kata Sebagian Kariawan lagi memuji ketampanan putra atasan mereka.
"Istrinya pak Sham juga cantik ya."Kata yang lain juga.
Ardi berdiri diam saja sebentar dan dirinya memberi runga untuk Atasannya itu untuk bicara sebentar pada semua kariawan yang sudah memenuhi ruangan aulah itu.
"Selamat siang semua, saya siang ini memang sengaja memintak rekan semua untuk berkumpul disini, kerena nanti saya tidak ingin mendengar kata yang tidak mengenakkan di telinga atau gosip yang tidak sedap didengar ditelingaku."Kata Sham sangat serius atas apa yang diucapkan didepan semua kariawan nya, sehinga seluruh kariawan yang mendegar kata Sham terdiam.
"Hari ini saya ingin megenalkan pada kalian semua pada hari ini, istri dan anak saya ada disini, selama ini banyak dari kalian semua tidak tahu tentang saya, jadi kenalkan ini Rena istrinya dari Sham Aditama dan Putra kami Rafki yang baru berumur hampir Empat bulan, saya menikah lebih dari setahun, selama ini orang lain tidak pernah tahu selain orang terdekat saya sendiri bahwasanya sudah menikah."Kata Sham dengan senang hati mengenalkan istrinya pada seluruh kariawan diperusahaan miliknya itu.
"Atas perhatian kalain siang ini Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk saya."Kata Sham juga sekalian memintak kariawan itu untuk kembali melakukan aktivitas mereka masing-masing.
Setelah siap dengan semua itu Sham lalu mengatar Istri dan beby Rafki kebawah, kerena Rena akan lansung ke rumah Raka.
Next.......