
Sham sorenya hendak pulang, kerena dirinya akan menjemput Rena yang berada dirumah abangnya hari ini, tadi pas mengantar Rena turun saat Rena mengatar makan siangnya Sham sudah berjanji pada istrinya akan menjemputnya.
Ardi juga ingin langsung pulang sorenya setelah siap bekerja, Bos dan asisten itu sama-sama keluar dari ruang kerja mereka masing-masing,Sham hanya santai saja berjalan pas mau kearah life yang tidak jauh dari ruangan mereka.
"Tuan anda akan langsung pulang? " Sapa Ardi pada bosnya itu.
"Tidak Ar, aku akan menjemput Rena dan anakku lebih dahulu dirumah Raka."Kata Sham menjawab kata asistennya itu seadanya.
"Ohhh,kata Ardi sedikit santai tapi setelah itu dirinya baru ingat sesuatu. "Ehh tuan muda aku baru mendengar dari orangku, seminggu ini Bella menampakkan dirinya dikota ini, semenjak tuan putus dia tidak pernah terlihat dikota ini?"Kata Ardi bicara pada Sham.
"Nah kamu tahu bukan Ar, maka itu jadi tugas kamu jika kamu merasa aneh juga pada wanita itu, mulailah bergerak orang kamu, apa tujuan wanita itu kembali ke kota ini, pagi tadi dia terang-terangan datang kerumah mamy, pas aku dan Rena juga disana."Kata Sham memberitahu Ardi.
"Kenapa dia lancang sekali untuk datang ke rumah orang tua anda, apa yang rencanakan dia lagi, apa untuk membalas dendam, kerena Ronal mati tertembak? "Kata Ardi sedikit berpikir saat dalam Life hendak turun kelatai dasar gedung tinggi itu.
"Saat ini aku juga berpikir sama dengan kamu Ar, jadi kita jangan lengah atas Bella, dan juga dia sudah melihat istri dan anakku,mulai besok kamu harus menaruh orang untuk berjaga-jaga di sekitar rumahku, kerena aku juga tidak mau Rena celaka, kerena Bella sangat nekat." Kata Sham meminta Ardi untuk mengawasi Bella.
"Baiklah tuan, saya akan lakukan apa yang anda mintak."Kata Ardi tidak bisa banyak bicara jika atasnya itu sudah bicara begitu padanya.
Setelah dilantai besmen Sham dan Ardi berjalan seperti biasa di samping Sham, saat itu mereka berdua sebelum dipintu keluar dari perusahaan itu, Sham dilihatkan wajah wanita yang pagi sudah dilihatnya, sore ini Bella juga berada diperusahaan Sham.
Sham santai saja berjalan depan Bella yang tersenyum padanya.
"Sham, tunggu!! " kata Bella masih tetap mengejar Sham yang berjalan keluar dari gedung itu hendak menuju mobilnya.
Sham tidak menghiraukan pangilan Bella, kerena dirinya mersa tidak suka dan jijik dengan Bella setelah apa yang Bella lakukan terhadapnya, menusuk Sham dari belakang.
"Sham, tunggu aku ingin bicara pada kamu, aku mohon?? " kata Bella yang selalu mengikuti sham.
Sham tiba-tiba berenti saat mendegar kata Bella barusan, dirinya memutar tubuh tingginya dan sedikit berotot itu..
"Apa yang ingin kamu katakan,cepat katakan? " kata Sham dengan cuek dan santai pada Bella.
"Maafkan aku Sham, aku ingin kita kembali seperti dulu, aku mengaku salah pada kamu tapi mohon maafkan aku."Kata Bella seperti megemid pada Sham agar dirinya dimaafkan oleh Sham.
"Sudah aku bilang pagi tadi pada kamu Bella, jangan mencoba untuk melihatkan wajahmu padaku lagi,aku tidak akan pernah memaafkan kesalahan kamu." Kata Sham penuh tekanan pada Bella masih berdiri di hadapan nya
"Kenapa kau sangat membenciku Sham, dulu kamu sangat mencintai ku?? " Kata belah lagi.
"Seharusnya kau tanya pada dirimu sendiri, kenapa aku sangat membencimu? "Senyum sinis Sham saat mendengar kata Bella.
"Jika kau sadar diri, kau tidak akan muncul lagi dihadapanku sampai kapanpun, kerena aku jijik dengan tingkah kamu selama ini." kata Sham masih ingat kelakuan Bella beberapa tahu lalu padanya.
"Sekarang menjauhlah dariku dan keluargaku,jangan pernah lagi kau muncul dihadapan ku lagi." ungkap Sham masuk kemobilnya dan meninggalkan Bella yang masih berdiri mematung.
Ardi yang memperhatikan Bella dari jauh hanya tersenyum saja saat wanita itu kesal setengah mati dan mengubati Bosnya dengan geram.
"Lihat saja nona Bella, apa yang sedang kau permainkan saat ini, kerena aku tidak akan membiarkan kau bisa berbuat yang macam-macam pada keluaga tuan muda."Senyuman Ardi penuh arti.
Setelah mendapatkan apa yang Sham inginkan, Sham kembali melanjutkan perjalanan kerumah Raka, tidak butuh lama Sham sampai juga dirumah kontrakan Raka.
Sham keluar dari dalam mobilnya dengan tangan tidak kosong saja, dirinya membawah makanan yang sudah dibelinya sebelum sampai dikontrakan Raka dengan beberapa tentengan ditangannya.
"Asalamualaikum....!! "ucap Sham sebelum masuk kerumah itu.
"Walaikumsalam." sahut dari dalam, Suara Rena yang menyahut salam itu.
"Mas kamu sudah datang?"Kata Rena senang melihat Suaminya baru menjemputnya, dan rena melihat kantong di tangan Sham, dirinya sedikit heran saja.
"Mas itu apa yang kamu bawak sih?Tanya Rena sambil mecium tangan suaminya itu.
"Ini hanya makanan untuk Ayah dan ibuk sayang, mana Rafki?"kata Sham tidak melihat putranya bersama istrinya.
"Ada didalam, ayah dan ibuk ada tamu yang datang."Kata Rena dengan senyuman di bibir cantiknya.
"Tamu?? " Kata Sham sedikit bingung.
"Iya ayok masuk, sini aku saja yang bawak mas, biar aku tarok dipiring selagi kita rame disini."Kata Rena dengan Santai.
Sham masuk kedalam rumah kontrakan Raka namun pas diruang tamu gak terlihat siapapun disana.
"Katanya ada tamu kok gak ada orang? "Kata Sham lagi dengan heran pada istrinya.
Sham mengikuti Rena kearah ruang tengah rumah itu, sham sedikit tidak percaya saja saat ini Papinya berada dirumah Raka, dan sedang berbicara dengan ayah mertuanya.
"Pi,kok ada disini? "Tanya Sham bingung pada papinya saat ini ada dirumah Raka.
"Kamu Sham!!,ahh tadi papi baru ingin kepakrik tapi Raka ingin pulang jadi papi sekalian kesini saja untuk mengenal mertua kamu."Jawab Tuan Aditama pada putranya.
"Duduk dulu, adik ipar." Canda Raka pada Sham yang masih berdiri.
"Ohh ya bang. " Kata Sham duduk bersama semua orang yanga ada di ruang tengah rumah kontrakan Raka yang hanya duduk di lantai dengan beralaskan tikar.
Sham melihat putranya lagi Asik bermain dengan mainan bola karet kecil ditangannya, tampah menganggu satupun yang duduk didekatnya.
"Hai jagoan Papa, lagi main sendiri ya!" Kata Sham mencium putranya yang bikin dirinya tidak tahan jika tidak mecium putranya itu.
"Mas jangan biasakan cium anak sebelum kamu bersikan tubuh lebih dahulu,kamu baru dari luar, apa-apa itu harus cuci tangan setidaknya, ini main nyosor saja." Repet Rena dengan membawa makanan didalam piring.
Semua yang mendegar sham yang diomelin istrinya hanya ketawa saja, termasuk tuan Aditama ikut ketawa bersama keluarga menantunya itu.
Kebersamaan saat itu baru terasa oleh tuan aditama saat seperti ini,suasana sangat berbeda saat dirinya di rumah.
********