My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Rena mendapatkan dua lawan



Lama Sepasang suami-istri itu berada didalam kamar itu dengan masih terkunci Rena didalam kamar Sham,para pembantu dirumah Sham sudah kocar kacir sampai saat ini Rena masih belum keluar juga dari dalam kamar majikkan mereka, apa lagi ada Tuan mudanya yang baru saja kembali kerumah itu lagi setelah Sham sudah berangkat kerja.


"Apa yang dikalukan wanita itu didalam kamar Tuan ya, sampai saat ini dia juga belum keluar."kata dua orang selalu memperhatikan Rena, kerena Rena lebih sering bicara pada Sham, apa lagi Rena ditugaskan Sham untuk mengatar makanan siang untuknya, ditambah lagi Rena dapat tungas untuk mengartikan buk Mai selama ini yang mebersikan kamar Sham.


"Bertabah belagu saja tingkah Zeren yang gajen itu, masak sama Tuan Sham berani merayunya." Kata Salah satu lagi.


"Aku heran apa yang sedang dilakuan Zeren pada Tuan muara saat ini sihh?? " Kata Mereka yang lagi asik bergosip tentang Rena.


"Apa lagi jika tidak memberikan tibunya itu pada Tuan Muda."Kata pembantu salah satunya lagi dengan mulutnya tadi sudah bikin Rena emosi.


"Masak iya, Tuan mau sama pembantunya sediri,apa gak jijik Tuan dengan Zeren yang bentuknya kayak gitu."Kata Mereka bedua masih saja asik bergosip Rena tampa melihat buk Mai sudah berdiri dibelakang mereka saat ini dengan tangan dipinganya.


"Apa kalian berdua sudah tidak ingin bekerja disni lagi, belum tentu yang kalian lihat itu benar, banyak yang tidak kalian tahu tentang Tuan muda." kata Buk Mai sangat marah saat mereka berdua mebucarakan Rena dan Sham saat ini.


"Maafkan kita buk, kita akan melanjutkan kembali kerjaan kita." kata Kedua wanita yang iri pada Rena.


"Dasar si nenek tua, gak sadar diri sudah tua juga, masih juga belagu sama saja dengan Wanita murahan itu." kata Biang gosip yang menuduh Rena wanita bukan-bukan.


Mereka dengan cepat meningalkan tempat mereka bergosip itu kerena buk Mai masih menatap mereka berdua dengan marah.


Tidak saat ini dengan Rena dan Sham didalam kamar itu hanya saling menjelaskan, Rena hanya bisa mendegar semua cerita Sham saat kejadian itu sampai dirinya mencarinya beberapa bulan ini.


"Semoga saja kamu bisa memahami apa kataku barusan Sayang, aku tidak ingin jauh lagi dari kamu,aku ingin lihat putraku,kerena putraku pasti gagah sepertiku ? " kata Sham sambil tersenyum dengan memuji dirinya sendiri.


"Kamu pasti kalah darinya Mas, dia melebihi kamu, dia sungguh tampan." Kata Rena tidak mau kalah saat ini pada suaminya itu.


"Apa itu benar sayang? " Kata Sham lagi rasa tidak sabar lagi ingin melihat putra bersama istrinya itu saat ini juga.


"Nantik kita akan kerumah, ada ayah dan ibuku ditrumah,tapi Mas jangan dengan wajah ini pakailah wajah yang pernah dikenal olah mereka setelah itu Mas bisa jelaskan dengan mereka baik-baik." Kata Rena pada suaminya itu.


"Baiklah jika istriku mendukungku, tidak masalah."Semagat Sham masih mengengam tangan istrinya itu.


"Sudah ahhh jangan ganggu aku lagi Mas, sekarang kamu berangkat kerja sana, aku sudah lama dalam kamarmu ini, apa kamu ingin aku digosipkan lagi oleh mereka yang tidak tahu status apa saat ini." Kata Rena menyuruh Sham untuk pergi bekarja.


"Siang nantik aku akan kembali, kamu gak usah antar makan siang keperusahaanku, aku akan makan siang dirumah saja, setelah itu aku ingin menemui ayah dan ibuk." Jelas Sham pada istrinya itu.


"Baiklah Tuan Muda, jika begitu saya akan memasak yang enak untuk kamu hari ini." kata Rena sangat senang pada suaminya itu.


Rena tidak akan menyangkah suaminya itu adalah Sham, selama ini dirinya tingal dirumah keluarga suaminya sendiri.


Sham sebelum pergi tidak lupa mencium kening dan bibir istrinya itu yang sudah lama tidak dirasakanya.


"Aku berangkat ya, kamu jangan terlalu capek setelah membersihkan kamarni dan Jagan kerja yang lain lagi,masak yang enak buat aku hari ini."Kata Sham sagat senanag hatinya sudah bersama istrinya lagi.


Sham kembali megecup bibir milik istrinya itu sebelum dia pergi.


"Sana Mas, ini sudah jam berapa,sana pergi." usir Rena kedua kalinya.


"Baiklah, jika begitu aku berangkat, sampai jumpa nantik sayang ." kata Sham megecup pipi istrinya itu dan Sham langsung berlalu dari kamar itu dengan hati yang sangat berbunga-bunga dan bahagia.


Wajah tampan itu tampak senang, saat melewati ruangan tamu rumah itu dimana kedua pekerjaan yang selalu mengaggu istrinya selama bekerja dirumahnya. kedua biang gosip itu barada dituang tamu yang lagi mebersikan ruangan itu.


Sham hanya santai saja melewati mereka, tapi Sham tahu pasti mereka mengatakan Rena wanita tidak benar.


"Lihat saja nantik kalian, pasti kalian berdua akan kaget dengan orang yang kalian bicarakan saat ini." kata Sham sambil tersenyum saat melewati kedua pembantu rumahnya itu.


Rena kembali melakukan kerjaanya itu dengan rasa senang saat ini, tidak terasa sudah selesai saja dirinya melakukan kerjaannya dan Rena kembali turun kebawah dengan membawa pakaian kotor Sham seprei yang sudah kotor untuk dicuci oleh tukang cuci di rumah itu.


Rena sampai ditempat cucian itu dirinya menaruh keranjang yang sudah berisi pakain kotor Sham.


Setelah itu Rena kembali kedapur untuk menyiapkan bahan yang ingin dimasak untuk makan siang suaminya siang ini.


Dua penganggu Rena datang kembali saat Rena lagi asik memberikan sayuran.


"Enak benar ya jadi simpanan Tuan Muda ya." ejek rekan sesama kerja itu lagi pada Rena.


"Apa masud kalian ini, apa aku pernah menganggu kalian, kenapa kalian berdua senag sekali mencari gara-gara denganku?" kata Rena dengan sangat sabar dirinya masih bisa menahan emosinya.


"Hai zeren bukan aku gak tahu kelakuan kamu, mengapa saja kamu dengan Tuan Muda dikamar selama itu, apa lagi kasih jata Tuan ya." kata Sala satu lagi pembantu rumah itu dengan gaya ejekkanya pada Rena.


"Hai mbak jaga mulut kamu itu jika bicara, emang kalian berdua tahu apa yang kami perbuat?"Kata Rena santai saja saat mendegar kata mereka yang masih menghujatnya.


"Jangan sok suci kamu Zeren jika tidak memberikan tubuh kami ini pada Tuan mudah, mana mau tuan jika tidak kamu yang merayu Tuan." balas temanya itu sedikit mendorong rena.


"Pikiran kalian ini terlalu dangkal ya, mengagap saya ini akan menjajankan diri apa yang akan membuat saya senang, kalian salah besar, saya masih punya harga diri, jadi jangan pernah kalian samakan saya dengan diri kalian." kata Rena cap poin saja tidak mengingat lagi lawan bicaranya itu akan sakit hati padanya.


"Apa kamu bilang aku??Halo wanita murahan Tuan Muda, jangan asal bicar kamu ya." kata wanita yang tua dari Rena itu sangat emosi ketika Rena membalikkan tuduhan itu padanya nya.


"Hahaha, makanya jangan suka bicara asal kamu mbak, jika kamu tidak bisa disingung."kata Rena santai dan melajutkan kembali kerjaanya.


Kedua penganggu Rena akhirnya pergi dari dapur itu dengan hati sanagat panas saat Rena mengatakan wanita murahan juga dirinya.


"Awas kamu ya, aku gak akan diam saja, aku akan buat kamu bisa pergi dari rumah Tuan Sham,hanya aku bisa mendekati Tuan muda." kata Tini yang sangat geram pada Rena.


Next......