My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Berkunjung kerumah mertua



Setelah jam magrid Sham membawa Rena kerumah kedua tuanya, apa yang dipintak oleh Rena sore tadi.


Sham hanya mengikuti kata istrinya saat ini kerena ada benar juga kata Rena sore tadi, tidak mungkin Sham harus mendiamkan saja Rena sudah bersamanya.


Setelah sampai dirumah besar milik orang tuanya Sham saat ini sedikit senang bisa membawa putra dan istrinya kerumah Utama milik Aditama.


"Ayok kita turun sayang kamu, biar bawak ini saja, biar aku gedong Rafki." Kata Sham mengasih buah tangan yang dibelinya sebeluam sampai dirumah orang tuanya.


Rena hanya mengikut saja kata suaminya dengan senyuman turun dari dalam mobil Sham dengan Rasa bahagia ingin bertemu lagi dengan nyonya mamy.


"Ayok sayang kita masuk !!Ajak Sham pada Rena yang lagi meneteng buah tangan yang dibeli Sham.


"Ayok mas kita masuk!! " Kata Rena dengan semangat ingin bertemu dengan nyonya mertuanya itu.


"Ayok sayang papa akan bawak kalian bertemu Oma dan opa ya, mereka pasti senang bertemu kamu malam ini." ucapa Sham senang dengan mengedong putranya itu dan satu tangan merakul pinggang istrinya masuk kedalam rumah besar milik Aditama.


Sham masuk kedalam dengan mengucapkan salam serentak dengan Rena juga.


Asalamualaikum...!" kata Sham dan Rena bersamaan.


"Walaiakin salam sahut dari dalam.


Buk Ris melihat kerah suara yang ada di pintu masuk yang tidak jauh dari ruangan santai mereka lagi duduk, Buk Ris langsung berdiri meligat Sham mengedong bayi dan ada Rena bersama putranya itu.


"Kalian datang juga akhirnya, mamy sudah sangat tidak sabar menunggu hari ini." kata Buk Ris sangat sebagai melihat cucu dan menantunya datang bersama putranya saat ini.


"Iya Mi, Sham baru hari ini menjemput mereka berdua, jadi baru hari ini bisa bawak cucu dan menantu mamy dan Papi kesini, maafkan Sham." kata Sham pada kedua orang tuanya.


Tuan Aditama tidak banyak bicara kerena dirinya sudah tidak sabar ingin mengedong cucunya itu, selama ini diri menahan tidak datang untuk berkunjung kerumah Raka saat Rena lahiran Cucunya itu kerena tuan aditama tidak ingin Raka tahu bahwa adiknya adalah menantunya.


"Sini cucu opa yang tampan, maafkan opa ya gak pernah jenguk kamu, kerena opa ingin papa kamu yang menjemput kamu sendiri dan juga dia juga yang membawa kamu kedalam rumah ini sayang." Kata Tuan aditama mengabil ahli gedong Rafki dari tangan Sham.


Rena hanya tersenyum saja melihat mertuanya itu sangat meyayangi putranya.


"Apa kabar nyoya mamy? " sapa Rena santai dengan panggilan itu.


"Aduhhh ini anak kok pakai nyoya juga, jika pangil mertua itu yang benar sayang, kamu gak bole lagi pakai nyoya, pangil mamy saja sama kayak Sham pagil." kata Mamy Ris menatap menantunya itu dengan Nada yang tidak aman lagi buat Rena.


"Tapi nyo...ya...!! " kata terputus.


"Lakukan apa yang sudah saya bilang Zeren kamu gak boleh membantah, jika tidak kamu akan saya keluarkan jadi menantu dituamah ini." ancam Mamy Ris tidak suka mendegar Rena masih memanggilnya dengan sebutan nyoya.


"Baiklah mamy." senyuman Rena dengan sedikit aneh kerana terpaksa.


"Oh iya Mi tadi mas Ben beli ini untuk mamy, biar saya saja yang bawak kedapur biar bisa dimakan Mi." kata Rena meningalkan mereka bertiga diruangan keluarga itu.


Mamy Ris sedikit aneh mendengar Rena saat bilang nama putranya itu sudah beda saja. ada sedikit ingin tahu tentang putranya itu saat pertama bertemu dengan istrinya itu.


"Sham, bangai mana bisa mana kamu ganti seperti baru di sebut istrinya kamu itu, bagai mana ceritanya putra mamy bisa ada nama dua? " kata Mamy Sham sangat ingin tahu.


"Mi, mungkin Rena sudah terbiasa pangil Sham kayak gitu ya mau diapakan lagi, Sham untuk saat ini bisa diam saja."kata Sham singkat tidak banyak bicara.


"Ada saja kamu ini Sham, pake nama lain segala saat kenalan sama Zeren, jadi pasti aneh mamy dengarnya.


"Itu salah Sham mi, Sham yang nyamarkan mana saat itu baru sadar dari pingsan selama satu minggu dipukesmas didesa Rena, Sham juga bilang saat itu gak ingat keluaga Sham pada Rena, kerena Sham takut anak buah Ronal akan mecari Sham didesa itu dengan tanya nama Sham asli jadi itu sebabnya Sham samarkan nama itu agar mereka aman saja." Jelas Sham pada Mamy nya itu.


"Ohhh gitu ya, mamy gak tahu cerita nya kayak mana." Kata Buk Ris pada putranya itu mengerti apa dari ucapa putranya.


Tuan Aditama asik dengan cucunya dan mengajak cucunya itu bermain dan ketawa terkikik Baby Rafki kerena ulah tuan Tama yang selalu mengajak cucu yang berumur 4 bulan itu bicara.


Rena baru dari dapur membawa piring yang sudah berisi cemilan untuk mereka yang ada diruang keluarga itu, Rena melihat putranya bisa langsung senang dengan opanya , Rena hanya tersenyum saja melihat mereka tampak bahagia bermain dengan cucu pertama dikeluarga Aditama.


"Sayang kamu lagi lihat apa?"Kata Sham memperhatikan istrinya melihat pada mamy dan papinya lagi main dengan Rafki.


"Lihat mereka tampak senang main dengan Rafki mas,aku gak sangka mereka akan seperti ini pada putra kita." Kata Rena rasa terharu dengan sikap mertuanya pada anaknya.


"Ya tentu sayang namanya itu cucunya, makanya mereka sangat meyayangi Putra kita,nantik kita bikin adik Rafki banyak Ya." Kata Sham sedikit mengoda istrinya itu, sehinga Rena tampak kaget saat suaminya itu bicara seperti barusan padanya..


"Apaan sih mas, cukup Rafki dulu saat ini yang kita jaga, kerena aku gak mau membagi kasih sayang untuk Rafki dengan adiknya mas." kata Rena sedikit malu saat mendegar kata suaminya.


"Biarkan Rafki sama mamy dan papi, kita bisa bikin satu lagi."Kata Sham dengan seenaknya.


"Ahhh dasar kamu ini ya, kasihan Rafki mas dia masih kecil harus berbagi kasih sayang dengan Adiknya, itu membuat aku gak tega sama putraku." Ucap Rena tidak mau apa yang dikatakan Sham padanya.


Sham hanya tersenyum saja saat penolakan dari istrinya itu, Sham mana akan tega pada putranya yang masih kecil untuk memberinya adik lagi, itu terlalu cepat baginya.


Saat ini bertemu saja dengan istrinya dan putranya saja sudah membuatnya sangat bahagia, tidak ada yang Sham mau lagi selain bisa hidup bahagia dengan keluarganya.


Hidup bersama istri dan anaknya saja Sham sudah merasa bersyukur Tuhan masih mempertemukan dia lagi dengan istri, tampa dia tahu sudah ada saja Rafki bersamanya.


itulah hidup tidak pernah terpikir yang bukan-bukan oleh Sham selama ini, tapi saat adanya putranya membuat Sham sungguh bahagia, kerena dikeluargabya hanya dia saja keturunan dari aditama, sekarang sudah ada Rafki yang akan meneruskan keturunannya untuk generasi aditama berikutnya..


Next......