
Waktu berlanjut saat ini Rena lagi mengemas pakain Rafki yang baru dibawak dari rumah Raka, kerena Sham tidak akan membiarkan Rena tingal sendiri lagi, cukup Sham meyia-yiakan istri dan putranya selama setahun ini.
Sham masuk kedalam kamar beby Rafki yang sengaja Sham untuk mengosongkan satu kamar tamu yang ada di lantai dua disebelah kamarnya pada pada Buk Mai.
Kamar itu dijadikan kamar untuk putranya, kerena Hari ini pertama kali Sham bersama keluarga kecilnya.
Sham mengoda Beby Rafki dan bermain diatas tempat tidur anaknya itu sambil menemani Rena lagi merapikan pakaian dilemari pakain putranya.
Sham tampak senang hari ini bisa seharian bermain dengan putranya yang selama ini tidak pernah sangkah Rena akan hamil anaknya setelah dia meningalkan Istrinya bersama kedua mertuanya didesa.
Sunggu Sham tidak percaya ada rasa salah besar Sham pada istri dan putranya saat ini.
"Mas kenapa melamun? " Kata Rena melihat suaminya itu sedikit melamun saat sedang bermain dengan Beby Rafki.
"Ahmm,ya sayang kamu tanya apa barusan? " Kata Sham agak bingung.
"Makanya sore-sore gini jangan melamun kamu mas, kesambet baru tau." Kata Rena dengan santai bicara pada Sham.
"Aku gak melamun tapi lagi mikir kamu dan Putra kita sayang,aku sungguh ayah dan suami kurang baik untuk kamu dan Rafki selama setahun ini aku tidak pernah tahu keadaan kamu." Kata Sham terlihat sendu jika ingat betapa menderitanya Istrinya selama dia tidak bersamanya.
"Sudah mas jangan mengingat itu lagi, sekarang kita bisa berkumpul lagi dengan satu bonus, lihat dia itu senang banget bersama kamu." Kata Rena tidak mau mendegar kata dari suaminya itu.
"Maafkan aku ya." kata Sham lagi tersenyum paa istrinya itu.
"Kita ke rumah nyonya mamy yok mas,masak aku sudah kamu bawak tingal disini tapi kamu belum bilang sama orang tua kamu, dan kamu juga belum mengenalkan Rafki pada Tuan Papi!! "Kata Rena Santai dengan cara dia menyebut kedua mertuanya itu dengan caranya.
"Hahaha, sayang kenapa kamu harus seperti itu pangil mereka, entar bisa Mamy dan Papi akan menertawai kamu lho? "Kata Sham dengan tawanya saat mendegar kata istrinya barusan, kerena menyebut orang tuanya asal saja.
"Apa sih mas emang salah aku pangil gitu, engakkan? " kata Rena tetap acuh tampah perduli pada kata suaminya itu.
Sham hanya tersenyum saja mendengar kata unik dari istrinya kerena jika Rena asal jika bicara, tapi itulah yang membuat Sham senang pada Istrinya membuat dia jatuh cinta pada Zerena gadis desa yang tidak pernah pada awalnya Sham duka pada istrinya itu,namun seiring waktu rasa suka Sham pada Rena tumbuh begitu saja.
Sham terseyum saat mengingat awal dia menyukai Rena kerena gadis seperti Rena kadang membuatnya ingin ketawa satiap saat, sifat istrinya itu memang suka usil dan bicara asal padanya apa lagi Rena juga gadis yang tidak bisa diam mulutnya, itu semua yang membuat Sham menyukai Rena.
Saat Sham lagi mengingat masa lalunya bersama Rena, baru Sham ingat pada Rekening yang pernah dibuat untuk Istrinya itu.
"Sayang aku ingin bertanya sesuatu pada kamu, kamu jawab jujur ya? " Kata Sham kembali menatap istrinya yang lagi merapikan lemari beby Rafki.
"Apa mas,apa penting kali ya? Mengharuskan aku menjawab ya? " Kata Rena kembali.
"Aku pernah bikin rekening buat kamu saat itu apa kamu pernah pakai? " Kata Sham pada istrinya itu ingin tahu jawaban dari Rena.
"Tabungan ya, ohh itu, gak pernah aku lihat itu isinya kerena aku gak butuhkan itu, untuk biaya lahiran dan peralatan lahiran sudah dikasih nyonya mamy saat itu aku pas berenti kerja."kata Rena menjawab apa adanya.
"Pakai uang lah mas, masak pakai daun."Kata Rena sedikit becanda pada Sham.
"Jangan becanda Ren, aku serius ingin tahu tentang kamu selama aku gak ada." Kata Sham lagi.
Rena hanya santai saja, seolah dia tidak pernah tahu apa yang dikatakan suaminya itu tentang rekening yang diselalu diisi saldonya oleh Ardi walau saat itu Sham masih koma, tapi asistennya tidak pernah lupa akan pesan Sham sebelum kejadian itu menimpanya.
"Mas Ben tenang saja, uangnya masih aman didalam buku tabunganku." kata Rena santai.
"Kamu pernah lihat isinya berapa? " Kata Sham ingin tahu berapa saldo yang dikirim oleh Ardi setiap bulan untuk menafkahi istrinya bosnya itu.
"Engak, tapi aku yang salah mas waktu itu aku gak mau melihat isi buku itu kerena aku merasa sedih kerena kamu gak pernah kembali lagi padaku, rencana ku untuk tabungan biaya Rafki kelak jika kita tidak pernah bertemu lagi." Kata Rena menjelaskan pada Sham.
"Jadi itu yang membuat kamu untuk bekerja mencari uang untuk meneruskan hidup kamu ya?"Kata Sham pilu saat Istrinya berkata begitu.
"Maafkan aku mas, tapi nyatanya begitu, aku sangat takut waktu itu memikirkan kamu tidak akan mengingatku lagi." kata jujur Rena.
Sham tidak bisa berkata lagi pada istrinya itu kerena Rena orang mengingat hari esok,Sham juga sangat bersyukur Rena menjadi istrinya.
Semoga saja dipertemuan kedua ini dengan istrinya hidupnya bahagia dengan keluarga kecilnya, Sham bisa membuat istrinya bahagia untuk seumur hidupnya.
Saat Sham lagi asik bicara dengan Rena Beby Rafki sudah tertidur sendiri saat bermain bersamanya, Sham baru saja sadar putra kecilnya itu sudah tidur saja dikasur empuk milik beby Rafki.
Sham tersenyum saat melihat tingkah putranya itu tidak menyulitkan dirinya maupun Rena.
"Lihat dia betapa lucunya saat dia seperti ini sayang, aku gak pernah sangkah aku akan memiliki anak yang sudah lincah." kata Sham merasa senang melihat putranya itu lagi tidur nyaman disampingnya.
"Apa kamu saat amilnya begitu meyulitkan kamu Sayang? Kata Sham ingin tahu sedikit saat Rena hamil Rafki.
"Tidak begitu kali mas, aku hanya muntah di pagi hari saja tapi aku ingin setiap saat bersama kamu waktu hamil 4 bulan Rafki, tapi itulah yang sangat aku sesal sampai saat ini tidak bisa bermanja bersama suami ku, saat aku butuh kamu."kata Rena sendu dan rasa kesedihan mengingat waktu hamil putranya.
"Maafkan aku, tapi jika aku tidak tertembak hari itu mungkin kamu bisa mendapatkan semua keinginan kamu." kata Sham dengan merangkul istrinya itu kepelukannya.
"Tapi itu sudah lewat mas,untuk apa mengungkit lagi, saat nantik aku hamil kedua anak kamu aku akan mendapatkan itu semua." kata Rena pada Sham dengan senyuman yang sangat mengoda Sham.
Sham tidak bisa menahan diri saat istrinya seperti itu, Sham dengan cepat neyambar bibir manis istrinya itu yang sudah lama tidak merasakan bibir itu.
Keduanya larut dalam ciuman itu dengan melepas rasa rindu selama ini mereka tahan.
Next.........