My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Pagi-pagi Beby Rafki sudah membangunkan seisi rumah



Sedangkan ditempat lain sat ini Bella yang masih berada di bar bersama laki-laki di sampingnya, sedang membicarakan sesuatu, entah apa yang sedang dibicarakan oleh sepasang manusia itu dengan gaya liar Bella saat di luar .


Tampa sadar Bella, sepasang mata sedang memperhatikannya dan mengawasi apa sedang Bella lakukan,seseorang sedang merekam apa yang dilakukan oleh Bella di bar malam ini.


Seorang pria dengan senyuman sinisnya dengan melihat semua rekaman yang didapatkan malam ini akan membuat bosnya akan merasa puas dengan kerjanya.


Pria dengan jas yang memakai topi itu pergi dari bar itu dengan senyuman kepuasan setelah apa yang sudah didapatkan malam ini.


Setelah sampai dipintu Ardi sudah ditunggu dengan orang kepercayaan yang saat ini sudah bekerja dengan baik.


"Kerjaan bagus bro, lanjutkan kerjaan kamu dan puaskanlah perempuan itu setelah apa yang bisa kamu dapat dari wanita murahan sepertinya."Kata Ardi dengan senyuman senang setelah mendapat sesuatu dari orangnya.


Ardi meningalkan pria itu dengan masih menatap Ardi meningalkan bar dengan mobil mewahnya itu.


"Sunggu hariku beruntung malam ini tuan tampan,aku bisa bersenang-senang dengan wanita cantik, aku akan bermain rapi, apa yang anda mintak."Kata Pria itu berjalan masuk kembali kedalam bar itu untuk melanjutkan apa yang sudah direncanakan Ardi dengannya.


Lain saat ini dengan Sham masih bersenang-senang dengan istrinya Rena yang masih bergairah dengan permain panas mereka berdua, Sham sudah lama tidak merasakan tubuh istrinya, jadi malam ini dirinya dapat puas dengan apa sudah diberikan oleh istrinya, sampai Sham sudah terkulai lemas disamping tubuh istri yang dicinta dan disanyangnya itu.


"Terimakasih banyak ya sayang kamu sudah sangat mebuatku puas malam ini,tapi aku masih tidak bisa berenti setelah ini."Kata sham masih bermanja di samping istrinya walau saat ini dirinya sudah lemas kerena lelah sedikit tidak bertenaga lagi yang sudah beberapa kali mencapai puncak dengan istrinya, namun masih bisa bicara masih tidak bisa berenti untuk bermain dengan istrinya itu lagi.


Rena juga tidak sanggup lagi melanjutkan lagi apa yang diinginkan oleh suaminya, sudah sampai tengah malam dengan beberapa kali mengulang permaina Sham, Rena sudah merasa lelah.


"Aku sudah tidak sanggup lagi mas, aku sungguh lelah melayani kamu seperti ini yang tidak pernah merasakan puas membuatku mersa lelah dan capeknya mintak ampun."Kata Rena dengan mata terpejam.


"Tidurlah, aku tidak akan mekasa kamu untuk melayani aku lagi,Masih ada waktu untuk esok."Kata Sham tersenyum pada istrinya yang sudah tertidur dipelukannya.


Sham akhirnya juga menyusul Rena ke alam mimpinya, sehinga tidak sadarkan diri lagi sampai pagi menjelang.


Pagi Beby Rafki sudah bikin ribut seisi rumah besar itu dengan tangis Rafki yang kuat, kerena dirinya tidak mengenal pengasuhnya yang baru dirumah itu, membuat Putra Sham dan Rena menagis tidak dapat melihat Mamanya.


"Buk Mai dan pengasuh Rafki kebingungan untuk mendiamkan boca imut itu.


Sham yang mendegar Rafki menagis saat diselah tidurnya dengan sayup-sayup dikamarnya, kerena kamar Putra itu berada disebalah kamarnya.


Sham dengan cepat turun dari ranjang itu dengan memasang pakaiannya yang masih berserak dilantai kamar itu.


Sham langsung berlari kekamar sebelah kerena dirinya sangat kawatir saat ini dengan anaknya.


Sampai dikamar Rafki, Sham melihat putranya itu sudah kehabisan suaranya menagis sudah lebih satu jam, sehinga Beby Rafki menagis tidak bersuara lagi, hanya sesegukan yang terlihat saat Sham datanya dikamar itu.


"Buk Mai Rafki kenapa?"Tanya Sham dengan cepat mengambil Rafki dari tangan Buk Mai yang ikut mendiamkan Putra tuannya itu.


"Maaf tuan muda,den Rafki munkin belum terbiasa dengan pengasunya, yang baru pertama dilihatnya jadi den Rafki sedikit ketakutan pada pengasuhnya."Kata Buk Mai menjelaskan apa adanya.


"Buk Bida gak usah takut padaku, aku mengerti saat ini putraku lagi belum terbiasa pada ibuk, jadi berlahan-lahan saja untuk mendekatinya."Kata Sham ramah pada pengasuh yang akan dipercayainya untuk menjaga Rafki.


"Maafkan saya tuan." kata Buk Bida merasa tidak enak pada tuanya itu.


"Tidak apa Buk, santai saja."Kata Sham membawa putranya itu masuk kekamar bersamanya.


Sham sambil mengedong Beby Rafki dirinya juga mengajak bicara putranya itu yang sudah diam menagis digedongannya.


"Jangan takut sama Buk Bida sayang Papa, kamu anak pintar, biar mama gak capek seharian bermain sama Kamu dan jaga kamu, sekali-kali kamu juga main sama Buk Bida ya, Jangan seperti ini sayang, kasihan buk Buk Bida nya." kata Sham mengajak putranya itu bicara dengan mengusap punggung putranya itu dengan lembut Seakan Rafki megerti kata Papanya.


Tidak lama Sham mengedong Putranya itu dengan mengusap pungung Beby Rafki dengan lembut, akhirnya Putra itu tertidur ditangannaya Sham dengan kepalah Putra nya masih dadanya.


Sham tersenyum senang saat ini melihat anaknya itu dengan tidur nyaman didadanya, dengan berlahan Sham menaruh Beby Rafki di samping Rena yang masih tidur nyenyak kerena masih lelah oleh Sham semalam.


"Kalian ini jika tidur sama saja, lihat itu mama kalau nak, tidur gak tau apa-apa." Kata Sham bicara sedikit lembut pada putranya itu kerena takut Rafki terbangun lagi.


Tidak lama Rena baru terbanggun saat Sham sudah selesai dengan mandi pas lagi memakai pakaian santainya saat ini pas hari libur, jadi tidak membuatnya sibuk pagi-pagi bersiap untuk ke kantor.


Sham melihat Rena hendak ingin miring kesebelah kirinya, takut akan mengenai Rafki yang lagi disamping istrinya itu yang lagi tidur pulas.


Dengan cepat Sham menarik tubuh istrinya itu agar Rena tidak jadi miring kesebelah putranya.


"Mas kamu ini kenapa la... gi!! " Kata Rena dengan mulut tertutup dengan tangan Sham dengan tiba-tiba, sebelum perkatanya belum siap disampaikan.


"Usss diam lihat disamping kamu itu ada dia? " Kata Sham menahan oada istrinya itu agar tidak bicara terlalu keras..


Rena laku menoleh kearah Sebelahnya terlihat putranya lagi tidur dengan nyaman tapi dengan mata masih berair, kerena abias menagis..


"Mas kenapa dengan Rafki? lihat matanya sedikit berair dan kelopak matanya agak bekak gitu? "Kata Rena benar-benar tidak mendegar putranya menagis.


"Dia abis menagis sayang, tadi dia agak takut sama Buk Bida, mungkin belum terbiasa melihat buk Bida selama ini di dekatnya." Kata Sham seadanya.


"Ohh, mungkin saja gitu mas, kitapun salah langsung meninggal dia bersama buk Bida semalam." Kata Rena pahan apa yang dikatakan oleh Sham barusan.


"Tidak apa, kamu bantu putraku untuk lebih dekat dengan bik Bida agar kamu tidak terlalu capek menjaga Rafki sendiri saja, ada buk Bida yang bantu kamu untuk jaga Rafki." Kata Sham bicara pada istrinya itu.


"Baiklah Mas, aku akan laksanakan apa yang diperintahkan tuan muda rumah ini." kata Rena dengan senyuman paginya saat ini didepan suaminya, sehinga Sham langsung mencium bibir istrinya kerena tingkah Rena selalu bikin Sham gemas saja.


Next........