My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Sham bisa jujur pada kedua orang tua istrinya



Raka hanya bingung saja tidak terlalu megambil hati kata adiknya itu tapi Raka bingung saat Ada pria bersama Adiknya itu.


"Nak Ben? " Kaget Buk Surti saat melihat menantunya sudah berdiri didepannya saat ini.


"Iya buk ini aku. " Sahut Sham dengan tersenyum pada mertuanya itu.


" Kemana saja kamu setahun ini nak, baru sekarang kamu terlihat? " kata Buk Surti tidak percaya saat ini menantunya itu ada bersama mereka.


"Cerita nya panjang buk,nantik Rena cerita, biarkan mas Ben duduk dulu," Kata Rena memintak ibunya tidak bertanya dulu.


"Mas duduk lebih dahulu, nantik kamu bisa jelaskan pada ibu dan Ayah." Kata Rena memintak Sham untuk duduk lebih dahulu.


Sham hanya menatap saja kerah bayi yang ada digendonga Raka, dengan sedikit rasa ingin mengambil putranya itu.


Rena tahu saat ini suamainya ingin melihat anaknya itu tapi dia masih segan dengan Raka.


"Ohhh ya bang Raka ini suami Rena, Mas Ben." Kata Rena memperkenalkan suaminya itu pada Raka.


"Halo adik ipar,Saya Raka abang Rena."Sapa Raka dengan Rama pada Sham.


Saat ini Raka tidak mengenal wajah Sham, kerena Sham kembali memakai wajahnya dimana pertama kali dirinya bertemu dengan keluarga itu, Raka tidak tahu Ben yang sekarang adalah anak dari bos besarnya.


Rena mendekat pada putranya yang lagi digendong oleh Abangnya saat ini dan mengambil Rafki pada Raka.


"Sini sayang mama, kasihan tingal lagi ya." kata Rena mengajak putranya itu bicara dengan tingkah Rafki dengan senang saat mamanya bicara padanya dengan ketawa.


Rena membawa Rafki kearah Sham yang sudah ingin mengedong putranya itu dari dirinya sampai, tapi tidak mungkin mengabil Rafki langsuang, takutnya Putranya itu akan menagis saat melihat orang baru.


"Ini papa nak,kita bertemu juga sama papa akhirnya." kata Rena memberikkan Rafki pada Sham.


"Maafkan Papa ya meningalkan kalian berdua terlalu lama." kata Sham sabil mencium pipi putranya itu dengan rasa sayangnya saat ini anaknya ada dipekukkannya.


Tudak terasa air mata Sham jatuh saat mengedong putranya itu yang sudah tubuh sangat aktif selama ini yang tidak pernah dia tahu setelah dia meniggalkan Rena dalam keadaan hamil saat itu.


Saat mereka lagi asik melihat Sham bersama putranya itu Pak Tarman baru sampai dari luar kerena ada yang dibeli Pak Tarman kewarung yang terdekat dari rumah kontrakan Raka.


"Asalamualaikum...!! " Kata pak Tarman dari luar.


"Walaikumsalam,ayah dari mana sih? " kata Raka melihat ayahnya itu membawah kantung yang berisi telor ada ditangan Pak Tarman.


"Ini nak baru beli telor buat dimasak ibuk kamu,biar bisa kita makan siang ini, walau hanya dengan dadar telur saja." kata Pak Tarman bicara apa adanya pada putranya itu.


"Rena masih bisa masak Ya, kenapa harus makan dengan telur dadar." kata Rena


"Ibu kamu itu gak sempat masak, kerena cucunya tidak mau diam, hari ini Rafki agak Rewal, dan ibukmu itu gak bisa apa-apa ulah anakmu itu." kata Pak Tarman tersenyum saja dengan tingkah cucunya itu.


"Maafkan Rena ya Yah kerena Rena kalian jadi sibuk untuk urus Rafki." kata Rena.


"Apakah itu kamu Nak Ben? " kata Pak Tarman saat mendegar suara yang sudah lama tidak didengar nya itu.


"Iya Yah ini saya." Sapa Ben dan tidak lupa mencium tangan mertuanya dengan sopan.


"Syukurlah kamu masih ingat kita." kata Pak Tarman saat ini sangat senang melihat suami putrinya itu.


Pak Tarman tidak pernah membayangkan Rena akan bertemu lagi dengan suaminya, kerena pak Tarman hanya merasa saat itu Ben tidak mengingat putrinya lagi dan keluarganya, Pak Tarman mengira Ben bentul-betul hilang ingatan.


"Maafkan saya Yah, menigalkan Rena terlalu lama dan tidak menepati janji saat itu kerena banyak yang yang tidak terduga selama setahun ini pada diri saya." kata Sham merasa bersalah pada kedua orang tua Rena yang tidak menepati janjinya saat itu menjemput Rena kembali.


"Emang apa yang membuat kamu tidak kembali nak Ben, apa yang tidak bapak tahu selama ini?" Kata Pak Tarman masih bingung mendegar kata menantunya itu.


"Mas bilang dan jelaskan pada Ayah dan ibuk tentang kamu semua, agar kamu tidak memakai wajah aneh kamu ini lagi." Kata Rena meyuruh suaminya itu jujur pada kedua orang tuanya saat ini, kerena Sham bohong selama desa waktu itu dirinya yang tidak dengan wajah aslinya dan nama samaran itu,semoga saja hari ini keluarga Rena bisa mengerti keadan Sham.


"Baiklah sayang, aku akan jujur pada Ayah dan ibuk." kata Sham akhirnya menceritakan semua apa yang terjadi padanya selama setahun ini tidak ada yang tertinggal satupun dari apa yang terjadi padanya belakangan ini.


"Maafkan saya Yah-ibuk sudah berbohong pada kelian semua, kerena hal itu harus saya lakukan untuk keselamatan kalian juga." kata Sham jujur pada kedua orang tua istrinya itu.


"Jadi siapa kamu sebenarnya adik ipar jika itu bukan nama dan wajh asli kamu? " kata Raka ingin tahu dan rasa penasarannya saat ini siapa orang dibalik wajah lain itu.


"Kamu gak usah merasa bersalah gitu Nak Ben, sekarang kami mengerti kesulitan kamu dan apa yang sudah menipah kamu, sekarang lupakan yang sudah berlalu, saat ini kamu sudah bersama anak dan istrinya kamu, makan hiduplah bahagia dengan mereka berdua, kerena kami juga tidak bisa menjaga anak dan istrinya kamu terlalu lama,kami akan kembali kedesa yang sudah lama juga ayah tingalkan." Jelas Pak Tarman senag akhirnya menantunya kembali.


"Terimakasih Yah, kalian semua mengerti keadaan ku." kata Sham senang saat ini keluarga Rean tidak mempermasalahkan itu semua.


Raka yang dari tadi sudah merasa penasaran dengan wajah asli adik iparnya itu,Raka tidak lepas tatapan yang dari Sham yang masih bicara pada kedua orang tuanya.


"Inilah Yah wajah asliku dibalik wajah Ben." kata Sham membuka wajah Ben dengan terlihat wajah baru yang hampir mirip dengan putranya Rafki.


"Tuan muda?? " kata Raka tidak percaya melihat putra dari bos besarnya adalah suami dari adiknya sendiri,pengusaha yang terkenal dimanca negara.


Raka tidak percaya saja pengusaha mudah yang saat ini ada bersamanya adalah suami adiknya sendiri, putra dari Aditama, Raka pernah mendegar kejadian itu dari bosnya Abian yang membawanya kedalam keluarga Aditama untuk bekerja dan menjadi orang kepercayaan dikeluarga Sham, apa lagi Raka adalah orang yang bisa dipercaya oleh Tuan besar Aditama.


Sham hanya tersenyum saja sudah menaruh wajah samaran itu dimeja.


"Sekarang kamu gak usah pakai wajah aneh kamu lagi mas,aku memiliki suami yang tampan."canda Rena senang Sham saat ini Sham sudah jujur pada kedua orang tuanya.


"Terimakasih ya kamu sudah mau mendengar penjelasanku, tapi aku ingin kamu tingal dirumah kita, dan ayah-ibu juga untuk sementara waktu, agar rumah didesa siap direnovasi saat ini." kata Sham yang sudah menyuruh orang kepercayaannya untuk merenovasi rumah milik mertuanya itu.


"Aku tidak masalah mas, itu tergantung pada mereka berdua, jika bang Raka juga ikut bersama kita tingal gak maslah juga." kata Rena melihat kearah Raka yang bingung itu.


"Aku??? " tunjuk Raka dengan cepat menolak adiknya itu. "Abang tingal disini saja Ren, sudah nyaman dikomplek sini abang tingal lagi pula abang sudah lama tingal disini." kata Raka pada adiknya itu, kerena Raka tidak mau merepotkan keluarga baru adiknya.


Rena hanya menghela nafas saja apa yang baru didengar dari mulut abangnya itu.


Next........