My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Kejujuran Sham pada Kedua orang tuanya



Setelah kepergian Rena Seminggu lalu Namun Sham juga masih memikirkan gadis yang dilihatnya ditaman rumahnya itu dengan rasa penasaran dirinya sampai saat ini, hati kecilnya berkata itu memang Rena istrinya, tapi disisi lain itu tidak mungkin saja Rena akan meningalkan desa, dia bernah bilang tidak akan meningalkan desanya sampai Sham kembali.


" Kenapa aku selalu memikir gadis itu, apa benar itu istri ku,atau cuma pikiran ku saja kerena aku sangat merindukanmu Rena. " Kata Sham saat ini rasa hati berkecamuk sendiri.


Sham mulai melatih dirinya lebih lancar lagi berjalan dari seminggu lalu dirinya masih berlatih dengan berlahan, tapi tidak saat ini dirinya sudah lebih ringan selankah demi selangka untuk berjalan walau itu belum lancar seperti apa yang diinginkan Sham.


Mamy Sham baru saja melihat putranya mulai ada sedikit usahanya untuk berjalan membuat hati Buk Ris senang memperhatikan Sham dengan semangat dengan usahanya melati kakinya itu tampa bantuan dari siapa lagi, biasanya masih ada dokter yang membantunya semenjak dia keluar dari rumah sakit,tapi tidak lagi saat ini, Sham lebih ingin dirinya sendiri melatih kakinya lebih cepat pulih dan dapat berjalan lagi.


Setelah Sham merasa lelah dirinya duduk kembali dibangku taman itu dengan keringatnya yang bercucuran di dahinya.


"Sudah Sham kamu jangan terlalu memaksakan diri segitunya."Kata Mamy Sham duduk disamping Putranya itu.


"Mamy,"Senyuman Sham sedikit melihat Mamy nya itu.


"Lelah ya sayang? Kata buk Ris lagi sambil menipuk pelan bahu putranya itu dengan rasa sayang seorang ibu pada putranya. " Mamy senang melihat kamu bisa kembali pada kami Sham, saat kamu koma selama 8 bulan membuat Mamy sesak, Mamy gak kuat harus melihat putra mamy yang satunya lagi harus meningalkan mamy, cukup Ronal saja yang sudah meninggal mamy, Mamy sangat meyayanginya sama seperti kamu, Tapi apa yang dia angap selama ini, dia menaruh dendam yang tidak dia tahu kenapa ayah meningal, kerena kecelakaan itu bukan kita pembunuh keluhannya Nak."Kata Buk Ris sagat sedih dengan mata berkaca menatap jauh bayangan Ronal.


"Mamy jangan sedih lagi, Sham sudah kembali,lupakan Ronal Mi dia sudah tenang disana,Ronal seperti itu kerena kesalahannya sendiri bukan kita yang bersalah Mi." Kata Sham sambil memeluk mamy itu dengan kasih sayangnya pada mamy nya itu.


"Mamy sangat kehilangan dia Sham dari kecil kalian mamy besar dengan kasih sayang yang sama, many tidak pernah membagi kasih sayang itu nak padanya, tidak pernah membandingkan kamu dan dia, kalian berdua sama, apa kurang mamy lagi padanya, pada akhirnya dia pergi meningalkan kita dengan jalan seperti itu."Ucap Mamy Ris hanya tertuduk dengan linangan air matanya.


"Jangan sedih lagi mi, Masih ada Sham mi bersama Mamy disini." Kata Sham menenangkan Mamy yang masih sedih kerena kematian Ronal.


Lama Keduanya saling peluk anatara Anak dan ibu itu, Sham juga sangat bersyukur bisa kembali lagi dengan berjuang untuk hidup selama 8 bulan dirinya tidak sadarkan diri kerena kejadian penembakan oleh seuadara sepupunya yang selalu iri dan menganggap keluarganyalah yang mmembunuh kedua orang tua Ronal, Ronal hanya salah sangka selama ini pada kedua orang tua Sham.


Sungguh memilukan dihati many Ris saat mengingat kejadian itu kedua putranya yang dibesarkan sama-sama tertembak dan amruk dilantai perusahaan itu bersamaan.


"Kalian berdua lagi apa kok lagi melo-melonya disini? Bingung tuan Adi melihat istri dan putranya lagi saling peluk.


"Papi kok ada disini, katanya mau kepadrik? " Tanya buk Ris melihat suaminya kok masih dirumah.


"Itu ada yang ketingalan sayang, saya mau Abil berkas yang akan diperlukan Raka, saat mengatarkan bahan kesalah satu gudang nantik." Kata Tuan Adi santai.


"Papi kenapa masih harus capek-capek lagi untuk mengurus pabrik itu, itu Raka sudah ada kenapa harus papi juga yang urus." Kata Sham pada Papinya itu.


"Mingkin Om Abian salah bawak orang kali ya Pi, kenapa bisa bawak kayak Raka itu, jadinya Papi pusing sendiri dengan tingkahnya sendiri."Kata Sham tidak percaya saja,hanya Raka seorang yang bisa membuat papinya yang tidak bisa bicara dengan tingkah Raka yang suka Bekerja dengan sesukanya.


Sham tidak tahu saja Raka adalah Abangnya Rena saat ini, dia tahu Raka adalah orang kepercayaan Papinya di pabrik Kertas papinya yang dikenalkan oleh Abian asisten papinya.


"Pi-Mi ada yang ingin Sham bilang pada kalian berdua, selama ini Sham ingin memberi tahukan pada Papi dan Mamy tapi tertunda kerena kejadian saat itu, membuat Sham tidak bisa bilang soal ini."Kata Sham melihat kedua orang disampingnya itu.


"Ada apa Nak, apa itu penting? " kataTuan Adi pada putra nya itu dengan sedikit bingung.


"Katakanlah Sham apa yang kamu katakan,kita berdua akan mendegar kamu."Sahut buk Ris pada Putranya itu.


"Sebelumnya Sham mintak maaf pada Papi dan mamy kerena Sham belum sempat memberi tahu tenntang Sham sudah menikah." Kata Sham tidak bisa menatap kedua orang tuanya itu kerena rasa bersalah pada orang yang dibesarkannya itu.


"Tatap kami Sham, Jangan tundukan kepalamu nak, kami senang kamu sudah menikah, hanya saja Papi ingin kamu jujur saja pada kami, Kita berdua sudah mengetahuinya pertama kali kamu baru sadar dari koma, kamu menyebutkan nama gadis itu saat kamu baru sadar dan bertanya pada kami." kata Tuan Aditama pada Putranya yang menatap bingung padanya.


"Masa Pi aku menyebutkan dan bertanya Rena pada Papi, tapi aku tidak ingat pi."Kata Sham tidak ingat sama sekali apa yang terjadi saat itu.


"Sudah jangan dipikirkan lagi, yang jelas saat ini kamu sudah jujur pada kami,sekarang pergilah jemput istrinya kamu pasti dia sangat meridukan kamu saat ini kerena tidak ada kabar dari kamu semenjak kamu meningakkan dia." kata Tuan Aditama tidak mempermasalahkan semua itu, dengan siapa putranya menikah.


"Apa Papi dan Mamy tidak marah padaku menikah dengan keluarga yang jauh kata tidak mampu dari kita Pi? " Tanya Sham seriatus pada Papinya itu.


"Tidak nak,Papi malah bersyukur putra Papi bisa menemukan jodohnya." kata Tuan Aditama tersenyum melihat putranay itu.


Sham sedikit lebih tenang saat ini dirinya dapat mengatakan ini pada kedua orang tuanya, tidak mungkin Sham akan berdiam diri saja,Sham juga harus menjemput Istrinya secepatnya bersamanya.


"Tapi Papi mintak padamu nak, pulihkan lebih dahulu dirimu baru kamu bisa pergi ke tempat itu untuk menjemput istri kamu."kata Tuan Aditama memintak putra jangan sekarang dia untuk ke desa istrinya saat ini, kerena keadaan Sham belum sepenuhnya pulih.


"Baik Pi, aku akan lebih semangat lagi untuk bisa pulih dan berjalan lebih baik dari sekarang. " Kata Sham dengan semangat dan senang kedua orang tuanya mendungnya.


Sham akan berjuang lagi untuk sembuh dan lebih giat lagi untuk kesembuhan Kakinya yang tidak bisa berjalan kerena akibat lamanya dirinya koma jadi Syarif otot pada Kakinya sedikit tidak berfungsi lagi mungkin kerena dapak penembakan pada anggota tubuhnnya.


*******