
Hari berlanjut satu bulan setelah pernikahan mereka,perasaan Rena sudah tidak enak dalam berberapa hari ini, dirinya sering pusing, apa lagi suaminya sudah bilang akan berangkat ke kota padanya untuk mencari kerja yang lebih jangan dari sekarang agar bisa menghidupi dirinya dengan baik.
Namun Sham belum bisa jujur yang sebenarnya terjadi saat ini padanya kerena urusan perusahaan saat ini lagi bermasalah setelah tiga bulan dirinya hilang.
Sudah waktunya dirinya untuk melihatkan dirinya kembali diperusahaan yang lagi dibawah kendali sepupunya saat ini,Tuan Aditama membiarkan saja anak dari kakaknya itu dalam rencananya saat ini,Bukan tidak tahu saat ini tuan Aditama kelakuan keponakannya itu,denga teganya untuk menyuruh orang untuk menghabisi nyawa putranya setelah tiga bulan ini tuan Aditama menyelidikinya, saat ini mungkin untuk mengubah kebenarannya maka dari itu Sham harus kembali dari desa tempat dia tiga bulan ini hidup.
"Tuan muda harus kembali secepatnya kerena papi anda sudah menyuruh anda untuk kembali secepatnya."Ucap Asistennya Sham berbicara dengannya langsung dimana saat ini Sham sedang memetik buah jagung disalah satu kebun petani didesa itu.
"Kamu jangan khawatir secepatnya aku akan kembali, tapi aku harus bicara terlebih dahulu pada istriku."Ucap Sham sambil berpikir bagai mana caranya dia akan bilang ke Rena dan kedua mertuanya.
"Baiklah tuan jika begitu saya pergi dahulu sebelum orang curiga padaku, ini uang yang tuan mintak."Kata Ardi memberikan satu amplop yang berisi uang di dalam nya.
"Ok, baiklah kamu sudah membantu selama saya tidak ada Ar,apa mamiku saat ini baik?Tanya Sham kembali.
"Saat ini nyonya besar sudah tidak dirawat lagi dirumah sakit Tuan, kerena nyoya sudah tahu keadaan tuan dari papi tuan."Jelas Ardi pada Bosnya itu..
"Syukur lah jika begitu, aku juga senang saat ini, Kamu kembali tiga hari lagi untuk menjemputku, tapi ingat terus dengan seperti ini agar orang-orang desa sini tidak curiga pada kamu."Kata Sham bicara dengan gaya Ardi seperti petani juga.
"Baik tuan,hari itu aku akan tinggu tuan disni saja."Kata Ardi mengerti maksud dari bosnya itu.
"Bagus, pergilah sekarang."Suruh Sham pada asistennya itu.
Setelah pembicaraan Sham dan Ardi dirinya kembali melanjutkan kerjaanya memanen buah jagung yang yang sebentar lagi akan diambil oleh pegepul.
Setelah siap dengan pekerjaanya Sham lansung pulang setelah menerima gaji hariannya sudah sehari bekerja di kebun milik penduduk desa itu.
Sham dengan wajah senang membawa uang yang sudah satu minggu bekerja di kebun itu baru hari ini dirinya menerima uang hasil keringatnya beberapa lembaran merah itu ditangannya.
Sampai dirumah Sham mencari Rena bermaksud ingin memberikan gaji minggu ini, agar istrinya bisa belanja kebutuhan untuk dirinya sendiri dan keluarganya.
"Rena....!! Dengan pelan Sham memangil nama istrinya itu..
"Ada apa, kok kamu sudah pulang ini baru jam berapa, biasanya kamu sore sudah pulang ini baru jam 2 siang? "Rena dengan bingung melihat suaminya itu sudah berada dirumah.
"Kerjaan dikebun pak Somat udah siap, mungkin minggu depan lagi kebun yang lain jagungnya bisa dipetik, tapi kayaknya aku gak bisa lagi bantu pak Somat untuk memetik jangungnya, kerena mas akan kekota tiga hari lagi, ada teman dari desa sebelah ngajak mas bekerja dikota." Kata Sham dengan alasan teman sebelah desa mengajaknya.
"Kok mendadak mas kamu mau pergi, nantik kamu kasih tahu dulu Ayah dulu dari sekarang, biar mereka gak salah paham pas kamu pergi tergesa-gesa." Ucap Rena memberi saran pada suaminya itu.
"Bikin kopi dulu sana sayang aku ingin ngopi."Kata Sham dengan lembut pada istrinya..
"Mandi dulu sana kamu mas, itu gatal badan kamu nantik?? "suruh Rena pada Sham dengan perhatiannya.
"Iya, tapi kopinya sudah siap ya pas aku selesai mandi."Kata Sham berajak kebelakang dengan meyabar handuk yang ada disebelah tempat dirinya bicara, namun sebelum pergi tidak lupa Sham melayangkan ciuman dipipi istrinya itu.
Rena selalu merasa senang saat diperlakukan setiap hari seperti itu oleh suaminya, sikap Sham sangat berlebihan apa lagi jika manjanya melebihi anak bayi.
Setelah siap Rena membuat kopi untuk Sham dirinya masuk kekamar untuk menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Tidak lama Sham siap dengan mandinya, wajahnya tampak segar setelah mandi apa lagi dengan rambut basahnya membuat wajah tampan tapi masih aneh menurut Rena,masi terlihat segar oleh istrinya.
"Sudah siap mas?"Kata Rena saat melihat suaminya sudah berdiri dengan handuk dipingangnya dan badan sedikit Kota-kota.
"Ini mas, sekarang kamu pakai itu bajunya, aku gak tahan jika lihat tubuh kamu yang sexy itu." Kata Rena selalu jujur pada suaminya itu.
"Jika tidak tahan kenapa gak mendekat saja!! "Kata Sham menarik tubuh istrinya itu kedalam dekapannya.
Sham selalu melayangkan kecupan bibir istrinya itu semakin gemasnya pada Rena yang selalu mengodanya setiap hari.
"Mas jangan becanda gitu ahh, malu didengar ayah dan ibu itu, mereka berdua diruamah." kata Rena dengan pelan.
"Baiklah tapi untuk malam ini jangan lupa untuk memberi jatah rutin untuk ku." Kata Sham dengan megedipkan sebelah matanya dengan genit pada istrinya itu.
"Ahh dasar alai kamu mas!! "Ketawa Rena kerena lucu melihat tingkah suaminya.
Sham ikut ketawa bersama istrinya itu, sedikit bercanda membuatnya bahagia.
Setelah memasang pakaianya,Sham kembali memeluk istrinya itu yang lagi duduk ditempat tidurnya.
"Sayang ini gaji semingu ini aku bekerja untuk kamu,jadi besok belilah keperluan kamu, apa yang kamu suka."Kata Sham. memberikan uang pecahan Warna merah itu beberapa lembar pada Rena.
"Kok dikasih sama aku semua mas jadi uang saku kamu gak ada? "Kata Rena melihat uang itu berada ditangannya.
"Aku gak perlu, itu untuk kamu, nanti pas aku berangkat ke kota aku akan pinjam uang sama temanku dan sudah cari pinjaman pada juragan pegepul jangung."Kata Sham bohong pada istrinya itu.
"Baiklah Mas jika begitu aku simpan ya uang ini ya." Kata Rena menaruh uang itu dilemarinya.
Sham kembali menarik istrinya itu kembali kepelukanya, kerena masih ada yang ingin dibicarakan lagi pada Istrinya itu.
"Sayang ada yang ingin aku omongin lagi sama kamu,tapi kamu gak boleh marah ya." Kata Sham menatap istrinya itu dengan sayu.
"Kenapa mas, apa lagi yang ingin kamu bicarakan? "Bingun Rena pada suaminya yang sedikit aneh.
"Begini Ren,mungkin akan lama aku ke kota untuk bekerja,kamu tidak apa aku tingalkan bersama ayah selama aku pergi, tapi aku janji setelah aku sedikit ada simpanan aku akan menjemput kamu untuk bersamaku?"Kata Sham dengan bimbang bicarakan itu pada istrinya.
"Aku tidak akan marah mas, tapi kamu janji akan menjemputku disini,aku takut saat dikota kamu akan ingat semua tentang kamu dan akan melupakan aku mas."Kata Rena mulai sedikut sedih dengan mata sedikit berkaca.
"Aku tidak mungkin melupakan kamu Ren,pasti aku akan ingat istri ku, aku akan bawak ini." Kata Sham melibatkan surat nikah mereka.
"Aku percaya sama kamu, kamu tidak akan melupakan aku."Kata rena dengan berat hati untuk berpisah dengan suaminya itu, baru saja dirinya sebulan menjalankan pernikahan tapi suaminya harus berpisah untuk mencari nafkah untuknya dan keluarga Rena.
"Ambil buku tabungan ini jika kamu dalam kesulitan kamu bisa ambil uang didalam tabungan ini, aku akan mengirim setiap bulan uang belanja untuk kamu." kata Sham dengan memberikan buku tabungan milik istrinya itu.
Dan ini uang untuk berjaga-jaga selama aku gak disini,habiskan ini dulu, baru kamu gunakan uang yang ada ditabungan milik kamu itu."Kata Sham memberikan amlop yang berisi uang yang diberikan oleh Ardi padanya tadi kepada Rena.
"Kok ada lagi uang mas,kamu dapat dari mana?Kata Rena betul-betul bingung dengan suaminya sat ini.
"Sudah aku bilang minjam dulu pada juragan pegepul, suda jangan pikirkan itu lagi kamu simpan uang itu cepatan, kita keluar sekarang aku juga mau ngomong sama Ayah."Ajak Sham pada istrinya.
Dengan bingung Rena meyimpan uang yang ada didalam amplop itu ke dalam lemari bersama buku tabungannya.
******