
"Baiklah mbak terimakasih banyak ya." kata Rena sangat sopan pada kariawan resepsionis yang mengantarkan dia kerungan Sham.
Setelah itu Rena berjalan kearah ruangan Sham, Rena sangat ragu saat mau mengetuk pintu ruangan itu.
Namun disaat Rena ingin mengetuk pintu ruangan itu ponsel nya berbunyi ada didalam Tas kecilnya.
Rena mengambil dan menjawab pangilan itu dengan cepat kerena Raka yang menghubunginya.
"Ya bang, ada apa? " Tanya Rena pada abangnya itu.
"Apa kamu sudah pulang kerja dek, ini Rafki menagis saja setelah bangun dari tidurnya barusan gak mau didiamkan oleh ibuk." Kata Raka menjelaskan tentang bayinya itu.
"Apa anakku rewel lagi ya? Kata Rena sangat panik saat mendengar bayinya menagis dari abangnya.
Rena lansung mematikan sambungan telpon itu dirinya celingak-cilinguk mencari sesuatu,pas dia lagi bingung ada kariawan yang baru keluar dari life, Rena berlari kearah perempuan cantik itu.
"Maaf mbak saya mintak tolong sama mbak, boleh gak? " Kata Rena pada kariawan Sham yang hendak megantar berkas juga keruangan Sham.
"Ya mbak, ada apa ya, apa yang bisa bantu? " Kata Wanita cantik itu dengan rapi memakai pakaian kantornya itu.
"Saya ada urusan menyesak jadi saya gak bisa untuk masuk keruangan tuan Sham,saya titip makan siang untuk tuan Sham ya."Kata Rena pada wanita cantikn itu.
"Baiklah mbak, saya juga mau keruangan Pak Sham jadi biar saya sekalian kasih pada pak Sham." Kata wanita itu dengan ramah dan tersenyum pada Rena.
"Tunggu ya Mbak, aku ada pesan sedikit untuk tuan muda.",Kata Rena dengan cepat mengambil buku catatan kecil di tasnya, dan Rena menulis beberapa kata untuk Sham di kertas kecil itu.
Setelah itu Rena mengasih rantang ditangan nya dan kertas kecil itu pada Wanita cantik yang berdiri di sampingnya.
"Ini mbak, saya titip ini saja sama Tuan Sham ya, kerena saya benar-benar terdesak."kata Rena sangat terdesak dan sebelum pergi Rena tidak lupa berterimakasih pada kariawan Sham.
Rena dengan cepat masuk kedalam life dengan meningalkan rantang makan siang itu pada Wanita yang tersenyum padanya.
Kariawan Sham setelah melihat Rena pergi dia langsung berjalan kembali kearah ruangan atasannya itu dengan rantang ditanganya, dan mengetuk pintu ruangan Sham dengan pelan.
"Masuk!! " Sahut Sham dari dalam.
"Selamat siang Pak Sham." Kata Maya adalah menejer bagian keuangan diperusahaan Sham.
"Siang Maya, ada apa May? " Kata Sham dengan sedikit mengakat kepalanya sebentar setelah itu Sham kembali pokus kearah layar komputer yang ada didepannya.
"Saya hanya mengantar berkas yang bapak mintak tadi." kata Maya seadanya..
"Ohh ya kamu tarok saja disini nantik saya akan periksa."santai Sham bicara.
"Maaf Pak Sham,Barusan ada seseorang menitip makan siang bapak pada saya pas saya ingin masuk keruangan ini, orangnya gak bisa langsung masuk kesini Pak kerena dia ada urusan yang mendesak, jadi dia hanya menitip pada saya." Jelas Maya seadanya.
"Baik may, kamu tarok saja dimeja sana, nantik saya akan makan, terimakasih ya, kamu boleh pergi." kata Sham masih menatap pasa Layar pipi itu.
Maya menaruh Rantang itu di atas meja disofa tamu yang ada diruangan atasannya itu dan tidak lupa Maya menaruh kertas kecil ditulis oleh Rena.
Maya meningakkan ruangan Sham tampa bertanya apapun lagi, kerena dia tahu atasnya itu memang cuek dan dingin santai terhadap apapun disekitarnya.
Setelah kepergian kariawan nya itu Sham kembali menatap rantang dimeja tidak jauh dari meja kerjanya itu.
Sham berjalan arah sofa itu dan menarik rantang itu kedepan dia duduk, saat Sham ingin membuka rantang itu dia melihat kertas kecil yang tertulis beberapa kalimat dari Rena.
"(Maafkan saya tuan muda, hari ini saya tidak bisa mengantarkan makan siang langsung pada tuan, kerena saya ada urusan mendesak.semoga tuan bisa makan apa yang saya masak hari ini, kerena dari pagi saya sudah berpikir apa yang tuan mintak dengan masakan desa hanya makanan legendaris ini saja yang bisa terpikir oleh saya.Selamat menikmati ya tuan muda🤗🤗) " Yang ditulis Rena untuk majikannya itu.
Sham hanya tersenyum sambil geleng-geleng kepala siap membaca kertas kecil itu, Sham kembali membuka rantang itu, ada rasa penasaran saat membaca tulisan itu.
"Apa ya makanan legendaris yang ditulisnya dikertas ini?"Kata Sham ingin tahu.
Sham ketawa sedikit terbahak saat melihat isi rantang itu,dia hanya melihat Tepe berbalut tepung itu saja di dalam rantang pertama, dan rantang kedua ada sayur asam dan rabtang ketiga nasi dengan ada bungkusan sambal terasi disamping nasih itu diselip oleh Rena.
"Hahahaha,Lucu ini orang, masak makan kayak gini dikasih nama yang aneh." kata Sham ketawa sendiri melihat makanan itu sudah terletak di depanya.
Sham mencoba sepotong tempe mandoan yang dibuat oleh Rena dengan berlahan dirinya memakan tempe itu kemulutnya.
Sham tidak bisa bicara, wajah lucunya yang tadi saat melihat isi rantang itu seakan hilang, hanya butiran air matanya kembali jatuh dipipi Sham masih menguyah potong Tempe itu.
"Kenapa makanan ini sama rasanya dengan kamu buat Rena,tadi pagi aku makan sarapan yang dibuat oleh koki baru itu juga sama rasanya dengan nasih goreng kamu."Kata Sham masih melanjutkan makan siangnya dengan tangis yang tidak bisa dia tahan.
Setelah siap makan Sham keluar dari rungannya dan menuju tempat dimana bisa melihat orang yang masuk kedalam ruanga itu, Sham masuk keruangan pemantau CCTV diperusahaan milik nya itu.
Dengan rasa tidak percaya Sham melihat tubuh yang membelakangi arah kemera cctv diluar ruangan itu, wajah Rena juga tidak terlihat oleh Sham hanya pungung Rena saja yang terlihat.
"Ahhh sial kenapa saat aku ingin tahu siapa gadis itu, aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas." Kesal Sham saat melihat rekaman cctv itu.
Sham tidak bisa pokus lagi bekerja dirinya kembali pulang, ingin melihat orang yang bikin dia penasaran dalam beberapa bulan ini.
"Apakah itu kamu Rena, kenapa rasa makanan yang dibikin juru masak mamy dan koki baru dirumahku juga sama, apa kamu orang itu."Kata Sham sambil masuk kedalam mobilnya.
Rasa ingin tahu Sham saat ini sagat besar, sehinga dirinya kembali pulang ke rumahnya untuk mencari juru masak yang dikirim oleh mamy nya.
Sham tidak sabar lagi dia ingin melihat gadis itu, siapa sebenarnya gadis itu,rasa penasaran Sham selama ini membuatnya tidak bisa mengandalkan Ardi lagi, sampai ini Ardi tidak mau bilang alamat istrinya tingal di kota yang sama selama setahun ini dengan Sham.
Sampai dirumahnya Sham langsung masuk kedalam mencari buk Mai sebagai penagung jawab semua pekerja rumah Sham.
"Buk Mai!! " Pangil Sham sedikit kecang.
Buk Mai berlari dari dapur tergopo-gopo kerena tidak biasanya tuanya itu seperti itu memanggilnya.
"Ya, Tuan Sham, ada apa Tuan menangil saya? " Kata buk Mai sedikit ketakutan.
"Pangil juru masak yang di dikirim oleh mamy pagi ini." kata Sham sangat tidak sabar.
"Tapi maaf tuan, nona Zeren sudah pulang, kerena nyonya besar hanya menyuruh nona Zeren bekerja setega hari saja."Jelas buk Mai sangat takut pada Majikanya itu.
"Ahhh Sial, kenapa ada saja halangan setiap aku ingin melihatnya.
Sham hanya kesal saat mendegar penjelasan dari buk Mai barusan, Sham dengan mengacak rambutnya kerena sangat kesal hari ini juga tudak bisa bertemu dengan orang yang bernama Zeren.
"Besok pagi suruh dia menghadap padaku,saat saya sarapan pagi." Kata Sham langsung meningalkan buk Mai dengan menaiki tangga ke lantai dua dimana kamarnya.
"Ada dengan tuan dengan sikapnya sedikit aneh hari ini."Bingung buk Mai melihat majikanaya itu menaiki tangga dengan lemas dan tidak bersemangat.
Next......