
Telah berjalan satu minggu Rena bekerja dirumah nya Sham dengan nyaman tidak ada yang aneh atas sikap Sham lagi semenjak hari itu pertama kali dirinya melihat istrinya.
Seperti pagi ini Sham sebelum berangkat kerja Selalu tidak lupa mengisi perutnya terlebih dahulu.
Sham makan serapan pagi yang dibikin Rena dengan santai saja dirinya tidak pernah protes dengan apa yang dimasak Istrinya itu, Sham makan walau dirinya lagi makan tapi sesaat dirinya selalu memperhatikan Istrinya itu diam-diam tampak sepengetahuan Rena.
Itu yang selam satu minggu ini yang Sham bisa lakukan, untuk jujur Sham belum bisa kerena diri masih sangat takut Rena tidak dapat menerima penjelasan darinya.
Sham melihat Rena lagi mencuci alat masak yang kotor diwatapel dapur rumah besar milik Sham.
"Hanya seperti ini aku bisa melihat kamu Rena,entah kapan aku ada keberanian untuk bicara pada kamu, aku masih ragu."Kata Sham diselah makannya dalam diam masih memperhatikan istrinya itu.
"Zeren, Nanti kamu lagi yang akan membersihkan kamarku,sekarang tangung jawab kamu yang membersihkan kamarku. " Kata Sham berdiri dari meja makan setelah dirinya siap makan saarapanya.
"Kok Saya lagi Tuan, bukankah itu kerjaan yang tukang bersi-bersi rumah Tuan yang mengerjakan? " Kata Rena dengan bingung pada Sham.
"Jangan membanta Zeren, nantik aku akan tambah gaji kamu, kamu gak usah pikirkan." kata Sham sedikit memaksa papa Istrinya itu.
"Itu bukan tugas saya Tuan Muda? " kata Rena kembali membantah kata Sham.
"Itu tugas kamu karena kamar itu mi....!! " Kata Sham terputus kerena baru ingat lagi saat ini Sham bukan Ben, pasti saja Rena akan bertambah bingung saat mendengar katanya itu.
"Apa Tuan, kok diam saja? " Tanya Rena masih menatap bingung pada Sham.
"Ahhh gak, kamu kerjakan tugas kamu setelah ini, aku berangkat dulu." Kata Sham bicara pada istrinya itu.
Hanya itu saja yang bisa dibuat Sham pada istrinya, tidak banyak yang bisa dilakukan Sham dalam satu minggu ini Rena bekerja di rumahnya.
"Saya pergi, jangan lupa kerjaan kamu!! "Kata Sham santai berlalu dari Rena yang masi berdiri di tempat wastapel lagi mencuci alat masaknya.
Rena hanya melogoh saja melihat Majikan nya itu, kerena semakin hari Tuan Muda dirumah dia bekerja itu semakin bertingkah padanya, kenapa harus dia yang disuruh majikannya itu untuk membersihkan kamar lilik Sham untuk seterusnya.
"Sunggu melelahkan Pak bos,ada apa dengan sikap kamu itu sih, aneh saja beberapa hari ini aku perhatikan." Kata Rena masih bicara sendiri saja.
Setelah kepergian Sham Rena kembali melanjutkan pekerjaannya didapur itu dengan diam saja, Rena tidak tahu saat ini buk Mai lagi terseyum padanya kerena Tuan Muda rumah ini sangat menyukai Rena, selama ini tidak pernah yang bisa masuk sembarang orang kedalam kamar milik majikan yang itu jika tidak bukan sendirinya yang membersikan kamar majikanya itu.
"Zeren, kamu masih sibuk nak?" Kata buk Mai dengan membawa piring kotor bekas makan Sham kearah Rena.
"Tidak buk, ini saya hampir siap bersiakn ini semua, ada apa buk? " Kata Rena sedikit kaget melihat buk Mai sudah ada dibelakanganya saja.
"Kamu bergi sana bersihkan kamar Tuan Sham saja,terkadang Tuan Muda sering lupa,dan kembali tidak tahu waktu, jika kamar itu belum rapi dirinya akan sangat marah." Jelas buk Mai pada Rena.
"Jangan pikir yang macam-macam Zeren kerena Tuan itu suka cara kamu bekerja, tidak semuda itu Tuan Muda suka pada seseorang, kerena dia percaya pada kamu makanya kamu yang dipilih untuk memgantikan ibuk." Sahut buk Mai lagi pada Rena.
"Gitu ya buk!! "kata Rena masih saja rasa gak enak pada buk Mai.
"Sudah sana kerjakan kerjaan kamu Rena, sebelum Tuan kembali, kadang Tuan ada saja yang lupa." kata Buk Mai menyuruh Rena melakukan kerjaanya..
"Baiklah buk, Rena siapkan ini sikit lagi." Kata Rena ingin menerus akan kerjaan nya itu.
"Tingalkan itu Rena, biar ibu yang lanjutkan itu." kata Buk Mai mengambil alih kerjaan Rena yang lagi cuci piring.
Disaat Rena ingin naik ke lantai dua dirumah besar itu, Rena tidak sengaja bepas-pasan dengan rekan sesama kerjanya pembatu rumah yang bertugas bersi-bersi.
"Enak ya jadi kamu Juru masa Tuan Sham,dasar tukang rayu." kata Salah satu pembatu Sham dengan rasa, iri dan benci pada Rena berkata sangat ketus pada Rena.
Rena hanya diam saja saat mendengar rekan kerjanya itu tidak terlalu meyokapi kata dari rekan yang itu.
"Alah, segitu aja gaya kamu sudah belagu, bisa masuk kedalam kamar Tuan muda,kita tahu disini kamu pasti sudah merayu Tuan Muda." Kata rekanya itu lagi sehinga Rena naik darah mendegar kata Yang keluar dari mulut rekan kerjanya itu.
"Hai mbak, jaga mulutmu sebelum bicara,mbak anggap saya apa? " Kata Rena menahan emosinya agar tidak terjadi keributan dirumah majikanya itu.
"Ya apa lagi tukang rayu, jika gak seperti itu, mana mungkin Tuan Muda akan mudah menyuruh kamu untuk membersihkan kamarnya tuan Muda, kamu tahu selama saya kerja disni tidak siapapun yang bisa masuk kedalam kamar itu, selain buk Mai, apa lagi kamu yang gak merayu Tuan dengan tumbuh kamu ini." kata Rekan Rena sedikit rasa jijik pada Rena.
Setelah bicara rekan sekerjanya itu langsung pergi begitu saja,Rena sudah menahan emosianya agar tidak terjadi baku hantam.
"Awas saja kamu mbak, sekali lagi mulut kamu itu bilang saya tikang rayu, abis kamu." kata Rena sagat marah dan kesal pada rekan kerjanya yang baru saja meninggalkan dirnya ditangga rumah besar Milik Sham.
Rena tidak lagi ada mut saat sampai dikamar Sham, dirinya selalu mengubah saja sambil memberikan kamar Majikkannya itu, dan sambil merapikan ranjang Sham Rena masih merepet pada rekan kerjanya.
"Ini bukan mau saya, kenapa Tuan Sham mala milih aku untuk membersihkan kamarnya, jadi saya yang jadi sasaran mereka,mereka cap saya jadi tukang rayu majikan sendiri, aduhh malang benar nasib kamu Rena,kenapa suami kamu gak balik-balik untuk jemput kamu,mas Ben kamu dimana saat ini, apa benar kamu gak ingat sama Rena lagi, lihat istri kamu sekarang bekerja sebagai pembantu.aku jadi pembantu untuk membeli susu putara kita, dan sekarang istrinya kamu sudah dicap lagi tukang rayu majikanya."Kata Rena masih bicara sendiri sambil mengati seprey dikasur Sham.
Setelah itu Rena membawa yang kotor ketepi pintu untuk dibawahnya kebawah, namun Rena masih ada yang ingin dibersikan sebelum dia mulai menyapu dan mengepel lantai kamar itu.
Rena mengambil pakaian kotor Sham sebelum dia mulai menyapu dan mengepel lantai itu, tapi saat Rena mau mengambil pakaian itu disamping lemari dimana laci salah satu lemari pakaian itu terbukak, Rena ingin menutup laci itu tapi Rena melihat ada buku nikah didalam laci itu.
Dengan bingung Rena ingin mengambil buku itu,rasa ingin tahu Ren saat itu, kerena sepengetahunya Rena majikanya itu belum menikah, Saat Rena akan mengambil buku itu tapi dirinya dipangil oleh seorang dari pintu kamar itu.
Next.........