My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Meridukan kamu



Didalam perjalanan pulang Sham tidak banyak bicara, saat ini juga tidak terlalu bicara pada suaminya itu, dirinya tahu mungkin saat ini Sham belum mau menceritakan padanya siapa wanita itu.


Rena juga tidak mau bertanya pada suami saat hati Sham lagi tidak baik.


Rena hanya diam saja sambil duduk memeluk putranya yang masih sedikit aktif,Rena lebih baik diam dari pada bertanya pada Sham.


Sham sedikit memperhatikan istrinya saat ini juga diam tidak bicara padanya,Sham juga merasa tidak enak pada istrinya, namun tidak waktunya untuk bercerita hari ini kerena dirinya harus bekerja pagi ini, waktu yang membuat Sham harus berdiam saat ini.


"Sayang apa kamu mau sarapan diluar dulu, apa mau langsung pulang saja? " Tanya Sham memecah keheningan dalam mobilnya saat ini.


"Gak usah aja dehh mas, aku ingin langsung pulang saja, kerena juga nanti aku akan masak untuk kamu, aku akan mengantar makan siang buat kamu mas, setelah itu aku dan Rafki ingin ketempat bang Raka saja kerena kami suntuk jika dirumah saja, sebaiknya kita berdua ketempat Ayah dan ibuk, biar Rafki senang juga lihat nenek dan kakek,iya nak?? " Kata Rena biasa saja didepan Sham saat ini, tapi dihatinya juga ingin tahu banyak pada wanita yang ada dirumah mertuanya.


"Ya sudah, itu terserah kamu saja Sayang, aku tunggu kamu dikantor pas makan siang nantik ya."Kata Sham sedikit senang saat itrinya masih mau bicara saat ini, Walau Sham tahu istrinya itu tidak baik-baik saja saat ini, pasti ada sedikit yang membuat hati istrinya mersa sakit kerena ucapan Bella tadi.


Tapi Sham belum mau untuk membahasnya untuk saat ini, lebih baik dia diam saja sampai malam nantik pas dirinya sudah dirumah.


Tidak lama mobil Sham memasuki gerbang rumah besar dan mewah miliknya itu, Sham memakirkan mobilnya dihalaman rumahnya,Sham turun lebih dulu dan membukanya pintu mobil itu untuk istrinya,agar Rena bisa turun dengan nyaman saat mengedong putranya.


"Ayok sayang sini, papa gedong kamu ya, biar mama gak susah turun." kata Sham dengan cepat mengabil putranya itu dari gedonga Rena.


"Makasih papa." Balas Rena dengan senyuman dibibirnya saat ini pada Sham.


"Ayok masuk,aku juga mau ganti pakaian lebih dahulu sebelum mau kekantor." Kata Sham masuk dengan mengedong Beby Rafki masuk kedalam rumahanya itu.


Sham tidak masuk dengan mengandeng istrinya itu dengan sangat mesra, walau dirinya masih mengedong Rafki masih bisa dirinya merakul istrinya itu dengan perhatian lebih untuk Rena.


Buk mai saat majikannya itu baru saja masuk kedalam rumah itu,wanita sudah berumur itu hanya terseyum saja,Buk Mai sudah lama bekerja dengan Sham jadi tidak ada yang tidak tahu tentang tuan muda rumah itu.


"Semoga saja tuan Sham bisa bahagia dengan keluarga kecil tuan, saya sangat senang jika nona Rena yang menjadi pendamping hidup tuan, gadis itu baik tidak salah tuan menikahinya."Kata Buk mai dalam hati melihat tuan mudah rumah itu naik ke lantai dua bersama istri dan anaknya.


Sampai dikamar Sham menaruh putranya itu diatas Ranjang yang agak luas itu dengan hati-hati.


"Kamu disini dulu ya sayang, kamu gak boleh rewel ya, papa mau ganti pakaian lebih dulu,sabar tunggu mama ya,saat ini mengurus papa lebih dahulu."Kata Sham berkata sambail mencolek wajah imut putranya itu.


Sham melihat Rena lagi menyiapkan pakaian kantornya yang ada didalam lemari, Sham tersenyum saja melihat Rena saat memilih dasi untuknya.


"Jangan bingung jika memilih dasi untukku sayang, kamu cocokan saja dengan jasku saja." kata sham memeluk istrinya itu dari belakang.


"Mas kamu ini bikin aku kaget saja." Sahut Rena dengan kaget saat suaminya itu memeluknya dari dengan tiba-tiba.


"Kenapa memangnya denganku? "Ucap Sham lagi sambil mencium pipi sebelah kanan Rena.


"Mas Ben, apa-apa sih kamu ini." kata Rena sedikit agak dak.. duk jantungnya saat Sham dengan erat Memeluknya.


"Mas, ini sudah jama berapa?Entar kamu terlambat lagi."Kata Rena saat ini merasa salah tingkah ulah Suami itu.


"Bisakah kamu tidak memangilku dengan sebutan nama Kenangan itu sayang, saat ini bukan Ben lagi yang ada didekat kamu, tapi Sham suami kamu." Kata Sham tidak ingin istrinya itu memanggilnya dengan nama Ben lagi, tapi Rena harus menyebut nama Asli nya.


" Maaf mas aku selalu lupa, tapi aku janji ya, akan mengingat Sham nama suamiku yang tampan ini."Kata Rena membalas Sham dengan menarik hidung mancung suaminya dengan sedikit manja.


"Jangan memancing sayang,pagi ini aku ada miting jadi jangan buat aku gak masuk kerja hari ini." Kata Sham sangat menahan diri pada istrinya saat ini.


"Salah siapa yang peluk-pekuk duluan, kamu bukan peluk aku lebih dahulu? " Ucap Rena santai mengasih kemeja yang mau dipakai Sham hari ini.


Sham hanya terseyum saja saat pilihan Rena memang tahu seleranya,walau istrinya itu gadis desa tapi seleranya tidak buruk, Rena mala memilih kemeja dan dasi yang cocok dengan kemeja dan jas akan dipakai Sham pagi ini untuk berangkat keperusahaan nya.


Setelah siap dengan memakai pakaiannya, Rena langsung memakai dasi dileher suaminya itu, sham senang untuk pertama kali dirinya diurus oleh istri sendiri hari ini,Rasa beda saat dirinya pertama kali baru menikah dengan Rena, perlakuan Rena hanya biasa saja padanya, kerena tidak ada yang perlu diurus untuk berangkat kebawah dan kekebun jagung warga sekitar desa Rena.


Rena melihat suaminya tersenyum sambil menatapnya dalam saat ini, Rena juga salah tingkah dibuatnya.


"Mas Kamu kenapa menatapku sepeti itu, dan apa yang membuat kamu tersenyum seperti itu padaku? " Kata Rena ingin tahu apa yang lagi ada dipikiran suaminya.


"Aku masih ingat saat aku masih didesa sayang, setiap hari aku harus mencari nafkah untuk kamu dengan berpanas disawah dan di kebun jangung penduduk desa."Kata Sham masih mengingat itu semua.


Rena tersenyum pada Sham sambil mendekatkan kepalanya didada Sham dengan sedikit manja.


"Tapi itulah hidup mas, aku tidak meyangkah suamiku adalah meliader di sebuah kota,aku tidak pernah terpikir akan menikah dengan orang kanya dan pengusaha sukses seperti kamu mas,juga berwajah sangat tampan, sehinga aku sendiri merasa mimpi saat pertama kamu bilang kamu suamiku."Kata Rena dengan erat memeluk tubuh suaminya itu.


"Aku janji akan membuat kamu bahagia dan senang sayang,kita akan selalu bersama untuk selamanya." Kata Sham sangat bersyukur jodoh yang kirim oleh yang diatas untuknya dengan kejadian itu membawanya ke desa Rena dan mempertemukan dirinya dengan Rena istrinya.


"Aku sanagat bahagia mas, saat ini aku bisa bertemu lagi dengan kamu, jika tidak entah bagai mana nasib kami berdua dengan Rafki."Kata Rena saat ingat Sham tidak pernah kembali lagi untuknya.


"Tapi nyatanya aku tetap mencari kamu walau kita tidak dipertemukan didesa, tapi dirumah ku sendiri, dengan kamu berkerja sebagai pembantu dirumahku sendiri."Kata Sham saat ini senang.


"Bisa dikatakan pembantuku adalah istriku." Ketawa Rena sedikit pecah saat dirinya bucara barusan.


Sham juga ikut ketawa bersama istrinya saat melihat wajah senang Rena dengan jujur biacara dirinya adalah pembantu suami sendiri.


Next........


Hai kakak cantik dan untuk bunda cantik terimakasih atas dukungan selama novel ini Rilis, tapi masih tetap beri dukungan ya, dengan komentar lake dan juga jangan lupa pote dan hadianya, agar Thor lebih semangat lagi.


Terimakasih banyak buat pembaca setia dinovel Rena dan Sham.🙏🙏🙏