My Maid Is My Wife

My Maid Is My Wife
Hakhirnya kau jadi milikku



Rena tidak langsung menjawab kata suaminya itu, kerena ada sedikit rasa malu pada Sham.


"Hai kenapa diam saja, apa kamu tidak menginginkan malam ini kita akan melakukan nya? " Tanya Sham kembali melihat istrinya hanya diam saja.


Sham juga tidak mau meksakan kehendaknya jika istrinya belum siap untuk melakukan hubungan suami-istri itu dengannya.


"Tapi Mas, aku takut pasti itu sangat sakit ya,kata teman Rena saat pertama kali melakukannya itu akan sakit."Sahut Rena dengan lembut, bukan dirinya tidak mau untuk melayani suaminya itu hanya saja agak nyilu saja Rena jika malam ini memberikan untuk suaminya harta yang yang paling berharga untuk suaminya.


"Itu pasti sayang, tapi tidak akan mungkin kamu terus diam sepeti ini, Lama-lama juga akan melayani suami kamu, walau itu sakit, tapi itu sudah jadi tugas kamu untuk meyenangkan suami."Ungkap Sham lagi dengan lembut.


"Tapi kamu gak boleh kasar ya, aku sangat takut Mas."Balas Rena lagi dengan luguhnya.


"Baiklah, aku akan lembut melakukannya, kamu tidak akan merasakan sakit." ucap Sham dengan senang mendegar kata istrinya itu, akhirnya malam ini dirinya akan memiliki Rena seutuhnya.


Ben kembali melayangkan satu kecupan dikeninga Rena berlahan ciuman itu turun dengan lembut dileher jenjang Rena, sehinga Rena hanya merasakan sensasi lain saat suaminya meyetuh anggota tubuh yang lainya.


Rena tidak dapat menahan sentuhan itu sehinga keluar suara yang membuat Sham bertambah lebih semgat lagi untuk meyelusuri tubuh istrinya itu.


"Ahhhh Mas Ben?? "Hanya ******* itu yang keluar dari mulut gadis itu.


Tangan Sham tidak tingal diam saja satu persatu pakaian ditubuh istrinya sudah terlepas juga dengan dirinya sudah sama seperti bayi baru lahir, tampa sehelai benangpun tubuh keduanya saat ini. Ben sunguh terpanah melihat tubuh sexy istrinya itu sungguh ciptaan Tuhan yang sempurna tidak kurang satupun dari tubuh cantik Rena.


"Apa aku boleh memulainya sayang?"ucap Sham sebelum benda tumpulnya masuk kedalam gua milik Rena.


"Ahmmm,lakukanlah Mas, malam ini aku milik kamu, itu hak kamu Mas Ben." kata Rena dengan angukan dan senyuman di bibir manisnya itu.


"Terimakasih kamu megerti apa yang aku inginkan." Ucap Sham dan kembali menghujamkan satu ciuman kembali di bibir istrinya itu.


Dengan mengibangi permainannya Sham menghujamkan senjatah miliknya itu untuk masuk kedalam milik istrinya itu, beberapa kali meleset kerena masih sagat sempit.


Sham masih bersemangat untuk bisa membobol gawang itu dengan cepat, pada akhirnya Sham dapat merasakan betapa nikmatnya permainan itu malam sangat berarti untuknya.


Hanya seisi kamar itu yang meyaksikan pertempuran sepasang suami-istri itu, malam semakin dingin, sehinga dua manusia itu masih berusaha mencapai surgawi yang tidak bisa dikatakan dengan kata-kata.


Dengan keringat di tubuh keduanya Sham tumbang juga pada akhirnya setelah mencapai puncak persama istrinya itu, keduanya saling terseyum dan bahagaia.


Sham menciuam kening istrinya itu dengan rasa cinta dan sayangnya pada Rena malam ini semua yang ada dirinya Rena sudah dimilikinya.


"Terimakasih sayang kamu sudah menjalankan tugas kamu sebagai istriku, dan terimakasih untuk semua ini kamu sudah menjaga harta itu hanya untuk suami kamu." Kata Sham sangat bahagia akhirnya malam ini dirinya bisa mendapatkan Rena.


"Ahmm..! " Hanya angukan saja yang Rena bisa lihatkan pada Sham kerena dirinya tidak sanggup lagi, sunguh merasa lelah dirinya melayani suaminya itu.


"Tidurlah sejenak sebelum waktu shubuh masuk." kata Sham untuk mengasih istrinya untuk beristirahat sebentar.


Keduanya sama-sama tertidur dengan tubuh sama-sama saling berpelukan,jam lima lewat baru Rena terbangun kerena mendegar azan shubuh berkumandang dari mesjid yang tidak jauh dari rumahnya itu, dengan rasa malas Rena untuk bangkit dari tempat tidur itu kerena tubuhnya terasa sakit semua kerena pertempuran ranjangnya barus hampir satu jam tenaganya terkuras untuk melayani suaminya itu diranjang.


"Mas Ben bangun, ini udah shubuh kita sholat dulu yok?? " Kata Rena membangunkan suaminya itu


"Bantu Rena mas untuk kesumur, kita mandi lebih dahulu sebelum ayah dan ibuku bangun." kata Rena pada suaninya itu,saat ini Rena sedikit merasakan sakit di dimilikinya kerena barus pertama kali dirinya melakukan, apa lagi ular piton Sham yang sedikit agak besar itu membuat miliknya jadi sobek.


Sham dengan senang hati membatu istrinya untuk kesumur yang ada dibelakang rumah itu,dengan cepat keduanya mandi kerena sudah masuk waktu shubuh takutnya kedua orang tuanya Rena juga bangun.


Rena tidak mau Orang tuanya melihatnya keramas di pagi hari, sungguh betapa malunya dirinya baru saja memberikan perawanya pada suaminya.


Setelah diap sholat Rena hanya berdiam didalam kamar dirinya malas untuk keluar dari dalam kamar, kerena jalannya tidak seperti biasanya.


"Kamu kenapa malah tidur lagi Ren, sana bantu ibu didapur." Ucap Sham pada istrinya itu yang terlihat sedikit malas.


"Mas Ben hari ini Rena gak bikin kopi untuk mas ya, Rena malu keluar, nantik ibuk malah curiga lagi." Ucap Rena sedikit malas bucara pada Suaminya.


"Ya sudah biar aku sendiri yang bikin kopinya, kamu gak usah keluar jika masih sakit itunya, ibuk pasti megerti sayang, kerena kita baru saja menikah jadi tidak masalah kamu untuk keluar."Kata Sham megerti saat ini keadaan istrinya itu.


"Tapi jangan sekarang mas, aku sungguh merasa sakit untuk jalan, kamu gak apa ya bikin kopi sendiri."jujur Rena pada Sham dengan tingkah polosnya itu.


"Baiklah istri cantik ku, istirahatlah, jika begitu aku keluar dulu ya."Kata Sham meningalkan istrinya itu sendiri dikamar.


Sham berjalan keluar mengarah dapur untuk bikin kopi untuk nya dan teh untuk istrinya saat ini kurang agak sehat kerena ulah ular potonya yang tidak sabaran ingin masuk lubangnya jadi begitulah jadinya nasid Rena saat ini hanya bisa berdiam dikamar.


"Lhoooo kok kamu bikin kopi sendiri nak, istrinya kamu mana? " kata buk surti melihat menantu nya lagi bikin kopi dendiri.


"Dia lagi gak enak Badan buk, biarkan saja dia istirahat dikamar buk, tidak apa Ben bikin kopi sendiri, masa terus dilayani buk."Ucap Sham bicara kadang suka asal.


"Ya namanya istri ya seperti itu Nak Ben, semua kebutuhan suami dia yang akan melayani termasuk urusan ranjang juga dan lainnya." kata Buk surti dengan santai kerena buk surti juga mengerti saat ini putrinya lagi malu padanya, kerana terlihat tada merah dileher Sham oleh buk surti, jadi buk surti paham saja.


"Aku antar teh ini dulu untuk Rena buk."Kata Sham berjalan masuk kedalam kamar lagi.


Buk surti hanya meyugingkan senyuman senangnya saat ini melihat menantunya dengan wajah ceriah keluar dari kamar dengan keramas di pagi hari. Saat bersamaan pak Tarman baru saja keluar dari dalam kamar melihat istrinya senyum-senyum saja, membuatnya jadi bingung..


"Ahnmmm, kenapa lagi kali ini buk, kok senyum-senyum sendiri, apa ada yang aneh di pagi hari kayak gini? " Tanya pak Tarman pada istrinya itu.


"Ussss diam kamu pak, sepertinya putri kita tidak akan keluar seharian ini,kita akan cepat dapat cucu kayaknya pak, ibuk baru lihat itu mantu kita baru keramas pagi dan tandan merah dileher mantu kita hehehe." Ucap Buk surti dengan pelan bicara pada suaminya, dan sedikit cigingiran saat bercerita pada pak Tarman.


"Kamu ini dasar kepo ya, masak anak sendiri diperhatikan gitu buk, itu akan membuatnya malu."Kata Pak Tarman memarahi istrinya itu sungguh kepo.


"Kepo sama anak dan mantu sendiri kayak nya gak apalah pak."Kata buk Surti senang.


"Sana kamu masak, setelah itu kita berangkat kesawah, jangan suka kepoin putri sendiri, malu sebagai orang tuanya mereka buk."Ingat pak Tarman pada istrinya itu.


Buk surti akhirnya melajukan kerjaanya setelah itu mereka berdua lansung berangkat kesawah lebih awal kerena pak Tarman tidak ingin istrinya itu selalu memperhatikan putri dan menantunya jika berlama-lama dirumah, biarkan saja Sham dan Rena menghabiskan waktunya berdua saja hari ini dirumah tampa diganggu oleh siapapun .


******