
Setelah satu bulan pelayaran kembali ke Zipa dan tujuh bulan perjalanan melewati tujuh gunung, Alviona dan Kai sudah kembali ke Indana. Sesampainya di istana, mereka hanya di sambut oleh para prajurit.
“Senapati Alv dan Kai?” tanya prajurit penjaga pintu gerbang
Alviona dan Kai menoleh bersamaan “Ya?”
“Mereka kembali!” seru prajurit itu
Sontak para prajurit lainnya berdatangan menyabut kedatangan Alviona dan Kai. “Kita harus beritahu raja.” ujar salah satu prajurit
Dua orang prajurit pergi ke dalam istana untuk memberitahu raja Mota yang sedang rapat bersama pengurus kerajaan. Tidak lama setelah itu raja Mota, ratu Laluna, dan Laroy datang ke halaman depan istana. Untuk menyambut kedatangan Alviona dan Kai.
“Kami sudah tahu semuanya. Kalian baik-baik saja?” tanya raja Mota
“Sungguh? Kabar itu sudah tersebar?” tanya Alviona tak percaya
“Kami baik-baik saja” jawab Kai
“Kalian pasti lelah. Istirahatlah, dan bersiap karena bulan depan ada acara besar” ujar ratu Laluna
“Acara apa? Awh siapa ini? Kau sangat menggemaskan. Apakah ini putra pertama kalian?” tanya Alviona berjongkok saat melihat seorang anak usia sebelas bulan di gandeng oleh Laroy
“Ya ini putra pertama kami” raja Mota menggendong putranya “Siapa dia? Ayo sapa dia, Senapati Alv dan senapati Kai” Namun putranya hanya menyembunyikan wajahnya dari hadapan Alviona dengan senyum malu
“Aawwhh.. Siapa namamu nak? Aku tak tahan dengan pipi cabimu” tanya Alviona sambil mencubit pelan pipi putra raja Mota
“Fi” jawab putra raja Mota sambil memainkan jari-jarinya
“Namanya Fitz. Bulan depan adalah ulang tahunnya yang pertama, hari itu juga adalah hari pembangkitan kekuatan dasarnya. Semua keturunan dewa dan dewi akan melalui masa itu, jadi dia harus dijaga dengan ketat” ujar raja Mota sambil memindahkan gendongan Fitz ke ratu Laluna
“Dia benar. Jadi kalian istirahat saja, besok kalian hanya bertugas menjaga Fitz dari barisan kalian”perintah ratu Laluna
“Siap!” seru Alviona dan Kai bersaman sambil menegakkan badannya
Raja Mota, ratu laluna dan Laroy berjalan bersama kembali ke dalam istana. Alviona dan Kai juga kembali ke kamar mereka yang sudah lama tidak di gunakan.
Pagi harinya, Alviona dan Kai kembali menggunakan pangkat senapati mereka. Berlatih dan melatih prajurit, berpatroli, dan memastikan keamaan kerajaan. Tiba-tiba raja Mota datang memanggil mereka berdua.
“Senapati!” panggil raja Mota dengan sedikit berteriak
Alviona dan Kai segera datang ke hadapan raja Mota. “Hari ini aku akan mencari bunga Ezekiel di gunung Oz, kalian ikut aku.” Perintah raja Mota
“Kami siap.” ujar Alviona dan Kai bersama
Setelah semua persiapan siap, raja Mota, Alviona dan Kai berangkat ke gunung Oz. Tidak sampai setengah hari, mereka sudah sampai di gunung Oz dan mendapatkan bunga Ezekiel. Karena hari sudah malam, jadi mereka memutuskan untuk istirahat dan melanjutkan perjalanan pulang besok pagi
Tapi tiba-tiba sekelebat bayangan datang saat mereka bertiga tidur, bayangan itu semakin jelas saat berada di tengah terangnya cahaya rembulan. Kai yang menyadari keberadaan bayangan itu langsung melempar satu anak panahnya ke arah bayangan itu. Tiba-tiba terdengar suata jerit kesakitan dari bayangan itu dan muncul sesosok makhluk kegelapan yang terluka akibat anak panah Kai
“Bangun semuanya bangun!” teriak Kai
Alviona dan raja Mota tersentak bangun karena teriakan Kai. “Ada apa Kai?” Tanya raja Mota
“Lihat itu” Kai menunjuk ke arah makhluk itu
“Dari mana datangnya?” tanya raja Mota
“Dari sini” tiba-tiba terdengar suara bisikan dari balik pohon besar diikuti dengan sepasang mata merah yang menyala diantara bayangan pohon. Mata merah muncul semakin banyak mengepung mereka bertiga, raja Mota, Alviona dan Kai bersiap dengan senjata mereka masing-masing.
“Siapa kau?!” tanya raja Mota dengan lantang
“Aku adalah ketakutan semua orang, aku menyimpan berbagai misteri dan makhluk malam. Akulah kegelapan malam” jawab bisikan itu dengan suara yang semakin jelas
“Apa maumu? Tunjukkan dirimu!” perintah raja Mota
“Bunga Ezekiel. Hehehahaha!” Seketika semua makhluk bermata merah keluar dari persembunyiannya dan menyerang raja Mota, Alviona serta Kai. Mereka bertiga melawan sebisa mungkin dan mempertahankan bunga Ezekiel itu.
“Kai, pergilah ke kerajaan membawa pasukan. Cepat!” perintah raja Mota
“Baiklah!” jawab Kai sambil berlari ke kudanya dan memacunya secepat mungkin
Sementara menunggu Kai kembali dengan pasukan, raja Mota membangun pasukan hewan api dari kekuatannya. Beberapa api melayang di keluarkannya untuk menerangi tempat itu.
“Kancil!” teriak raja Mota
Alviona langsung menundukkan tubuhnya. Raja Mota naik ke punggung Alviona tepat di perisainya, Alviona mendorongnya ke atas membuat raja Mota melayang cukup tinggi. Seketika api dahsyat menyembur dari tangan raja Mota dan membakar makhluk-makhluk kegelapan itu.
Namun tak lama setelah itu, makhluk kegelapan datang lebih banyak. Meskipun sudah di bakar oleh raja Mota dan di bantai Alviona, jumlah mereka seakan tak terhingga. Setiap kali satu terbunuh, datang lagi, lagi dan lagi. Bahkan lebih banyak
Setelah mengamati arah datang makhluk kegelapan itu sambil bertarung, raja Mota mengetahui asal mereka datang. Pohon besar yang rimbun adalah tempat yang aman untuk para makhluk kegelapan bersembunyi. Dengan cepat bola api ia tembakkan ke arah pohon itu, saat pohon itu terbakar, makhluk kegelapan tidak lagi muncul. Tapi sesosok raksasa hitam, meskipun tak terlalu besar, tapi aura kegelapannya sangat pekat.
“Aku dengar akan ada acara besar di kerajaan bukan?” tanya raksasa itu “Maka dari itu kalian mengambil bunga itu” sambungnya “Tanpa kalian ketahui kerajaanku juga akan melaksanakan sebuah misi besar lalu merayakan keberhasilannya”
Alviona dan raja Mota hanya diam sambil bersiap dengan serangan dari raksasa itu. “Misinya saja belum terlaksana, bagaimana kau sudah merencanakan keberhasilannya?” tanya raja Mota
Raksasa itu tertawa. “Hahahaha... Kau memang benar. Hasil memang belum di ketahui, tapi ketika sudah di pastikan, maka keberhasilannya tinggal menunggu waktu”
“Ngomong-ngomong, kau baru saja kembali dari perjalanan panjang bukan? Pasti lelah. Bagaiman jika aku memberimu tempat istirahat yang sangat nyaman?” tanya raksasa itu sambil berjalan mendekati Alviona
Alviona menebaskan pedangnya ke leher raksasa itu, tapi sebuah perisat tak terlihat melindunginya dari tebasan pedang tajam dati Alviona “Selama tugasku belum selesai, aku tidak akan pernah beristirahat. Bahkan jika seluruh dunia memaksaku istirahat, aku tidak akan istirahat”
Raksasa itu memiringkan kepalanya. “Sungguh? Aku tak percaya kau bisa melawan paksaan dari orang tuamu”
Alviona semakin marah saat raksasa itu membawa orang tuanya “Jangan sesekali kau mengatakan sesuatu tentang orang tuaku! Aku adalah perisai mereka. Siapapun yang berurusan mereka, akan berhadapan denganku!” bentak Alviona
“Maka majulah” raksasa itu mengeluarkan pasukannya yang merupakan makhluk kegelapan
"Akan aku pancing mereka. Kau urusi dari belakang." ujar raja Mota
Alviona mengangguk. Raja Mota berlari ke arah lain untuk memancing para makhluk kegelapan mengejarnya, tapi tak ada satupun makhluk yang mengejarnya
"Apa yang terjadi? mengapa mereka tak mengejar?" tanya raja Mota
Bersambung....