
“Kalau begitu, ayo kita mulai perjalanannya.” ajak Kai
“Ayo!” Alviona berjalan mengikuti Kai bersama dengan Tyson dan Kiowa
Tiba-tiba Tyson merasakan ada seseorang yang datang dan mengikuti mereka. “Alv, apakah kau merasakannya?” tanya Tyson menghentikan langkah Alviona
Alviona langsung berhenti dan mengamati keadaan sekitar. Seketika telinganya menangkap pergerakan dari balik semak belukar. “Ya, ada seseorang disana.” Alviona menunjuk ke arah semak itu
“Aku tahu siapa mereka.” ujar Tyson
Alviona mengangkat dagunya. Tiba-tiba Tyson menarik tangan Alviona “Awas!”
Wuss
Sebilah panah melesat tepat di depan mata Alviona. Beruntung panah itu tidak melukai siapapun dan penancap di pohon. Tyson mengambil panah itu, ternyata ada sebuah ukiran simbol air di batang panahnya
“Benar dugaanku.” Tyson mematahkan panah itu
“Apa?” tanya Kai penasaran. Beberapa saat setelah Kai bertanya, semak-semak yang di tunjuk Alviona tadi bergerak-gerak semakin kuat. Suara gemerisik juga semakin terdengar dengan jelas
Ketika mengetahui sebuah bola sihir di luncurkan, Tyson langsung memberi aba-aba. “Lari!”
Ternyata bola sihir itu mengarah ke Tyson, mengetahui hal itu dengan cepat Alviona melindungi Tyson dengan perisainya. “Aku akan membantumu”
Segera para prajurit dari kerajaan datang menyerang mereka, Tyson memberikan strateginya “Aku akan serang dari samping, kau tahan di sini” “Kau serang dari samping, aku tahan disini” Alviona mengatakan strateginya yang sama dengan strategi Tyson secara bersamaan
“Baiklah” mereka menjawab itu bersamaan juga
Mereka berpisah, Tyson ke arah samping sedangkan Alviona bersiap di depan. Satu persatu dari mereka berhasil di tumbangkan, melihat itu salah satu prajuritnya pengeluarkan serangan bola air ke arah Tyson
Serangannya tepat mengenai sasaran. Tyson terjatuh dan melemah karena serangan itu. Setelah menyelesaikan bagiannya, Alviona segera menolong Tyson dan membawanya pergi secepat mungkin. Akhirnya mereka berhasil sampai di kapal dan meninggalkan wilayah Kyandra
“Sihir pusaran bundar air...” Tyson mencoba untuk berdiri dan mengambil kembali sihirnya, tapi karena serangan tadi, tubuhnya masih sangat lemah
“Apa yang terjadi pada sihirmu?” tanya Kiowa
“Mereka mengambilnya” jawab Tyson lemah
“Bagaimana kita mengambilnya kembali? Mereka... sangat.. kuat” tanya Alviona dengan nafas terengah-engah karena kelelahan
“Satu-satunya jalan adalah membentuknya lagi.” Jawab Tyson
“Bagaimana cara membentuknya? Sihir itu adalah sihir tingkat yang sangat tinggi” tanya Kai
“Aku tahu caranya. Aku pernah membentuknya tentu saja aku bisa membentuknya lagi” Tyson berhenti senejak mengatur nafas lalu melanjutakan “Berlayarlah ke arah Barat, nanti aku tahu jalannya”
Kai mengangguk, lalu menurunkan layar lalu berlayar ke arah yang Tyson tunjukkan.
15 hari telah berlalu...
“Coba ingat sekali lagi. Chaves LK?” tanya Alviona
“Aku hampir mengingatnya” Tyson mengetuk-ngetuk dahinya yang sudah berkeringat
“Aku bantu, Chavez Loka?” tanya Kai
“Bukan, bukan itu! Chaves... Luka? Ah bukan. Chaves Lokai? Bukan juga. Aah sedikit lagi! Ooh! Aku ingat! Chaves Locke! Chaves Locke!” teriak Tyson. Seketika laut di hadapan mereka yang tadinya kosong, perlahan mulai terlihat pulau hijau yang tersembunyi
“Sialan, kau membuang waktuku selama 15 hari hanya untuk menemukan sandi dari sihirmu sendiri.” ujar Alviona melipat tangannya di depan Tyson
“Dan waktuku juga terbuang oleh ocehanmu” balas Tyson lalu melompat turun dari kapal
Alviona mengehela nafas. “Aku sudah menduga kau akan mengatakannya”
“Lalu mengapa kau mengatakan itu?!” Teriak Tyson dari bawah
“Sudahlah, berdebat denganmu tidak akan ada ujungnya” balas Alviona sambil melompat bersama jangkar
“Sudah aku duga kau akan mengatannya” ucap Tyson
“Aku menduganya” Tyson tak mau kalah
“Aku yang menduganya!” Alviona menegaskan
“Aku” Tyson masih tidak mau mengalah
“Aku” Alviona juga tidak mau kalah
Perdebatan mereka masih terus berlanjut hingga jauh memasuki pulau itu. Tapi perdebatan mereka seketika berhenti saat orang-orang yang berkumpul di depan sebuah kuil menyambut kedatangan Tyson dengan semangat. Alviona yang memiliki pemikiran yang sama dengan Tyson langsung mengerti dengan apa yang mereka lakukan
“Siapa mereka?” tanya Kai
“Pengikut Tyson.” Jawab Alviona
“Sebenarnya tempat apa ini? Bagaimana tempat ini bisa muncul saat Tyson mengatakannya Chaves Locka?” tanya Kiowa keheranan
Alviona menjelaskan, “Tempat ini adalah tempat yang digunakan Tyson untuk mengamankan sihir air. Tempat ini juga untuk melindungi orang-orang yang memiliki sihir air tingkat tinggi, dia sudah seperti raja disini. Maka dari itu Tyson menguncinya selama pergi ke kerajaan Kyandra dengan sandi, tapi karena memori otaknya penuh, jadi ia melupakan sandi itu.”
Kai menatapnya dengan kaget “Jika kau sepemikiran dengan Tyson, bukankah seharusnya kau juga mengingat sandi itu?”
“Dan jika ia lupa, maka sudah otomatis aku juga lupa. Kami ini satu pikiran, hanya berbeda tubuh” jawab Alviona
Alviona berdehem di dekat Tyson yang sibuk menerima sambutan dari orang-orang. “Ekhem! Bisa kita lakukan itu sekarang? Aku tidak mau membuang waktu lagi” ujarnya
“Hah? Lakukan itu? Kau sudah punya istri?” tanya salah seorang yang menyambut Tyson
Mengetahui Tyson akan mengatakan ‘iya’, Alviona berkata sebelum jawaban itu terlontar dari mulut Tyson “Bukan”
Alviona melanjutkan “Aku bukan istri Tyson, bukan pacar, bukan tunangan, kami bukan sepasang kekasih dan tidak akan pernah menjadi sepasang kekasih”
“Sungguh?” tanya Tyson
“Ayolah, sekali saja kau bisa diajak serius” Alviona mulai kesal
“Serius? Aku mau jika kau mengajakku ke tingkat yang lebih serius” Tyson menaik-turunkan alisnya memikirkan hal lain
Alviona yang mengerti isi pikiran Tyson sangat terkejut. Masih dengan tatapan datarnya Alviona berkata “Dasar mes*m”
“Kau yang mengajakku bukan?” tanya Tyson
“Aku masih berbicara baik-baik denganmu, jadi jangan sia-siakan kesempatanmu” Alviona menunjukkan senyum peringatannya
Tyson yang mengerti peringatan Alviona langsung menurut. “Baiklah, aku bubarkan sekarang. Kau memang tak sekuat aku, tapi aku tidak tahu apa yang akan kau lakukan padaku. Jadi baiklah, tunggu sebentar” Tyson berlari diikuti para penyambutnya
Tidak lama setelah itu, dia kembali dengan membawa Sebotol air. “Kita muali sekarang, di dekat sini ada sebuah air terjun, kita bisa lakukan prosesnya disana” Tyson langsung berjalan menuju air terjun itu
Setelah sampai, mereka membantu Tyson membentuk sihir pusaran bundar air. Seperti menyiramkan air di depan dan sekelilingnya. Setelah semua persiapan selesai, Tyson memulai
“Baiklah, bantuan kalian disini sudah cukup. Sisanya aku yang melakukan, tunggu sebentar dan jangan ganggu aku atau kalian akan menunggu semakin lama” Tyson memperingatkan
“Baiklah, aku menunggu” Alviona duduk di pinggir aliran air terjun sembari menunggu Tyson selesai bersemedi
Lama mereka menunggu. Hingga malam hari, tapi tetap saja Tyson belum selesai bersemedi. Keesokan harinya, Tyson masih di posisinya tanpa bergeser atau bergerak sedikitpun.
“Jika kita hanya menunggu, aku rasa tidak akan efektif” ujar Alviona
“Tapi jika kita tinggalkan, bagaimana jika dia butuh bantuan?” tanya Kai
“Sementara ini, dia baik-baik saja. Bagaimana jika kita membangun sihir air saja?” Alviona meminta persetujuan Kai
Kai mengangguk. Lalu memberitahu Kiowa, Kiowa juga setuju
untuk melakukan itu
Bersambung....