
Suara kaget Kai yang cukup keras membuat pangeran Mota dan putri Laluna tersentak bangun lalu keluar memeriksa dan melihat sesosok makhluk mengerikan dengan tubuh hitam berbulu, mata merah, dan berkepala serigala yang sepertinya mencoba mengambil
“Makhluk apa itu?” tanya putri Laluna ketakutan. Alviona memastikan hati es aman lalu mengambil tali untuk membantu Kai kembali ke atas kapal
“Dia sepertinya membeku karena menyentuh hati es” ujar pangeran Mota
“Kai, ada apa ini?” tanya pangeran Mota setelah Kai berhasil naik
“Aku tidak tahu pangeran, semalam, kami berdua berjaga, tapi kami ketiduran dan saat bangun, dia sudah disini” jawab Kai menunjuk makhluk tadi
“Aku rasa dia orang suruhan raja Yana” ujar Alviona
“Sepertinya kau benar. Kita harus segera membunuhnya sebelum dia memberikan kesaksiannya pada Yana” jawab pangeran Mota
“Baiklah, Kai, kau tebas lehernya biar aku yang cairkan” ujar Alviona yang langsung diangguki Kai. Kai menyiapkan pedangnya dan bersiap dibelakang makhluk hitam itu sedangkan Alviona bersiap mencairkan dari tangan makhluk hitam
“Kau siap? Satu... dua... tiga!” Alviona menyentuhkan hati es pada tangan makhluk hitam, setelah cair dengan cepat Kai menebas kepala makhluk itu hingga terputus dengan badannya
Namun Alviona melihat leher makhluk hitam itu beregenerasi dengan cepat menumbuhkan lagi kepala yang baru dan tubuh yang lebih besar. Dengan cepat Alviona mengambil pedangnya dan memotong-motong tubuh yang baru saja terbentuk itu. 20 tebasan pedang dari Alviona membuat tubuh makhluk hitam itu terpotong menjadi 40 bagian
Jantungnya terlihat memisahkan diri dari tubuh dan mencoba membuat tubuh baru, tapi Alviona sudah menancapkan pedangnya tepat ditengah jantung itu. Bagian kanan jantung diinjak pangeran Mota sedangkan bagian kirinya terkena panah milik Kai
“Dia sudah mati?” tanya Kai yang masih menodongkan busurnya
“Aku rasa ya” jawab Alviona mencabut pedangnya dari jantung yang sudah hancur itu
“Dari mana dia berasal?” tanya putri Laluna yang belumpernah melihat makhluk seperti itu
“Aku tidak tahu, aku bahkan belum pernah melihat makhluk ini” jawab Pangeran Mota
“Tunggu, jika kita ditengah lautan, berarti dia tidak mungkin datang sendiri”ujar Alviona. Mereka berempat segera mengedarkan pangangan mereka mencoba mencari teman dari makhluk yang baru saja mereka bunuh, tapi tidak melihat apa-apa kecuali air dan awan dilangit
“Biar aku bantu, tutup mata dan telinga kalian” perintah putri Laluna yang langsung dilakukan pangeran Mota, Alviona dan Kai. Putri menutup matanya dan mencoba mencari mata yang tidak terlihat
“Siapapun yang ada dijangkauan batin ini, manusia atau jin, iblis atau raksasa, semua makhluk yang tidak terlihat, tujukkan dirimu! Aku memerintahmu” ujar putri Laluna membuka matanya dan terlihat makhluk hitam lainnya yang mengepung kapal mereka berempat. Namun mereka tak bisa bergerak karena mereka dalam kendali putri Laluna
“Itu mereka” ujar putri Laluna. Pangeran Mota, Alviona dan Kai membuka mata mereka dan melihat puluhan makhluk hitam mirip seperti makhluk yang baru saja mereka bunuh
Tiba-tiba sebuah kekuatan membuyarkan kendali putri Laluna yang membuat para makhluk hitam kembali bergerak bebas menyerang mereka berempat. Pangeran dengan cepat mengamankan putri sedangkan Alviona dan Kai dibarisan depan. Dan pertempuran antara mereka pangeran Mota, Alviona dan Kai dengan makhluk hitam dimulai
“Kancil, kau lumpuhkan mereka. Kai, panah jantung mereka hingga mati, biar aku pancing mereka menuju kematian” perintah pangeran Mota langsung diangguki Alviona dan Kai
Pangeran Mota merubah dirinya menjadi wujud aslinya sebagai pemilik cakra api yang memiliki sayap api lalu terbang membantai makhluk hitam dari udara sedangkan Alviona dan Kai membantai dari kapal. Berulang kali putri Laluna mencoba menghipnotis para makhluk hitam itu namun selalu gagal, entah mengapa. Seolah ada sebuah kekuatan hebat yang melindungi para makhluk itu dari hipnotisnya
Setelah membantai begitu banyak makhluk hitam, datang sesosok makhluk hitam yang lebih besar dan mengerikan. Saking besar dan cepat regenerasinya, mereka sampai 3 lawan 1. Namun kekuatannya tetap tak sebanding. Bahkan panah Kai tak sampai di jantung si makhluk. Disaat itu juga, putri Laluna mencoba lagi untuk menghipnotis makhluk itu. Setelah mencoba cukup lama, akhirnya makhluk itu diam tak bergerak mengikuti kendali putri Laluna
“Berhasil!” seru putri Laluna. Pangeran Mota, Alviona dan Kai menoleh kearah putri Laluna tak percaya hipnotisnya berhasil
“Berikan semua yang kau punya” perintah putri Laluna pada makhluk itu. Makhluk itu memberikan sebuah bungkusan berisi beberapa barang
“Sudah selesai?” tanya Kai
“Ya, kuncinya hanya pada makhluk besar ini” jawab pangeran kembali ke bentuk manusianya
“Apa ini?” tanya Alviona membuka bungkusan yang diberikan makhluk hitam tadi
“Aku tidak tahu, coba kau buka” jawab putri Laluna
Alviona mengangguk dan membuka bungkusan yang terikat itu. Didalamnya ada sebuah kunci, peta dengan sebuah kode, pemancar kotak, dan batu hitam berbentuk kotak.
“Kau tahu apa ini?” tanya Alviona menunjukkan batu hitam itu
“Aku rasa itu milik Yana” jawab pangeran Mota
“Lalu yang ini?” tanya Alviona menunjuk barang-barang yang ia temukan di bungkusan tadi
“Aku hanya mengenali batu itu, yang lainnya aku tidak tahu” jawab pangeran Mota
“Sebaiknya kita simpan, barang kali bermanfaat nantinya” saran putri Laluna
“Benda apa itu? Terlihat seperti pemancar” tanya Kai menunjuk pemancar kotak itu
“Setahuku, pemancar seperti itu bisa memancarkan cahaya” ujar putri Laluna
“Seberapa terang?” tanya Alviona
“Aku hanya pernah mendengarnya, aku belum pernah melihatnya” jawab Putri
Alviona mencoba meraba-raba pemancar berbentuk kotak itu dan melihat ke dalam, tapi isinya hanya kabut dan asap hitam yang terus bergerak. Ketika Alviona menyentuh bagian samping kanan dan kiri pemancar itu dengan telunjuknya, tiba-tiba cahaya hitam gelap memancar ke atas langit. Takut akan mengundang sesuatu, Alviona menutup bagian atas pemancar yang memancarkan cahaya
“Maaf, aku tidak tahu” ucap Alviona merasa bersalah
“Sepertinya kita bisa menggunakannya” ujar pangeran Mota
“Untuk apa?” tanya Kai penasaran
“Misi kita susup menyusup nanti, Alviona bisa memancarkan pemancar ini untuk memanggilmu” jawab pangeran Mota
“Ide bagus!” ujar Alviona lalu menyimpan pemancar itu di tasnya
“Untuk peta, kunci, dan batu itu, simpan saja. Makhluk tadi orang suruhan raja Yana bukan? Itu berarti barang-barang ini memiliki hubungan dengannya” saran putri Laluna
Alviona segera menyimpan barang-barang itu di tasnya, ketika melihat peta dari makhluk tadi, terlihat ada kode aneh yang belum pernah ia lihat sebelumnya
Bersambung....