
Di dalamnya Tyson langsung berhadapan dengan manuisa hiu, ia menyiapkan pedangnya dan memasang kuda-kuda. Tanpa mengucapkan apapun, manusia hiu itu menyerangnya. Mereka bertarung hebat, namun tidak lama setelah itu, tenaga Tyson habis dan dengan mudah manusia hiu itu mengalahkannya lalu melemparnya keluar portal hingga kembali ke gua.
“Tyson!” Teriak Alviona sambil menangkap Tyson yang terlempar sangat kuat
“Bagaiaman kau berhasil mendapatkannya?” tanya Alviona
“Tidak... Dia banyak berubah. Dengan mudah dia mengalahkanku dalam sekejap” jawab Tyson
“Sekejap? Sudah tiga hari kau tidak keluar dari tempat itu” tanya Alviona kebingungan
“Karena satu hari di sini sama dengan satu menit di dalam sana” ungkap Tyson
Alviona mengangguk mengerti. “Jadi, besok kau akan mencobanya lagi?” tanya Alviona
“Tentu saja. Aku tidak akan menyerah sebelum mendapatkan sihir itu” ucap Tyson dengan semangat
“Sebaiknya hari ini kau istirahat untuk besok” saran Alviona
Tyson menurut lalu merebahkan dirinya ke tanah, sedangkan Alviona tetap berjaga di dekat mulut gua.
Keesokan harinya, Tyson mencobanya lagi. Tapi lagi-lagi ia kalah telak dengan manusia hiu itu dan terlempar sama seperti percobaan pertamanya. Ia mencoba lagi, lagi dan lagi. Tapi tetap saja, dirinya selalu terlempar keluar. Hingga percobaan yang ke sembilan, dirinya sudah putus asa
“Aku rasa aku tidak bisa mendapatkannya lagi” keluh Tyson
Alviona menghela nafas. “Hei, kau ingat perjalanan panjangmu?” tanya Alviona menatap Tyson yang lemas
“Maksudmu perjalananku selama mencarimu?” tanya Tyson memastikan
“Ya. Perjalanan panjang selama bertahun-tahun hanya untuk satu orang. Bukankah itu berat dan melelahkan?” tanya Alviona
Tyson mengangguk. “Benar, itu hanya untukmu”
“Lalu kau akan menyia-nyiakan itu semua hanya dengan satu kata yaitu ‘menyerah’?” tanya Alviona membuat Tyson berpikir ulang
Alviona tersenyum hangat “Aku pernah berada di posisimu. Di mana aku memperjuangkan ibuku yang di tahan di istana karena tidak bisa membayar pajak, aku nekat menempuh perjalanan panjang hanya untuk membebaskannya”
“Banyak sekali yang aku alami selama satu tahun itu. Dari yang menyenangkan hingga yang menyedihkan, dari yang melelahkan hingga yang menghibur. Semuanya aku lewati hanya untuknya, berulang kali kata menyerah terngiang di kepalaku. Tapi, aku selalu melihat ke belakang. Aku sudah terlalu jauh untuk menyerah disini”
“Memiliki sebuah tujuan sama halnya dengan memanjat tebing. Sangat berat dan melelahkan, bahkan membahayakan. Tapi jika menyerah, maka kita akan kembali dasar. Biasanya untuk memulainya lagi adalah hal yang sangat berat, jauh lebih berat dari sebelumnya”
“Tapi jika melanjutkannya, maka lama-kelamaan akan mencapai puncaknya, yaitu tujuanmu” Alviona menoleh kearah Tyson lalu tersenyum saat menatap matanya
“Sekarang kau sudah ¾ dari tebing yang kau panjat. Tinggal ¼nya lagi, apakah kau akan menyerah dan kembali ke dasar tebing?” tanya Alviona membuat Tyson yakin untuk tidak akan menyerah
“Tidak! Aku tidak akan pernah menyerah” seru Tyson penuh semangat sampai berdiri
“Tapi bagaimana aku mengalahkannya?” tanya Tyaon pada Alviona
Alviona berpikir sejenak. “Bagaimana jika kita berlatih beberapa hari, lalu kau mencobanya lagi?”
“Ide bagus. Ayo kita mulai” ajak Tyson
Mereka mulai berlatih dengan penuh semangat, memperbaiki gerakan dan kecepatan. Ternyata Alviona jauh lebih lemah dengan jiwa aslinya, ia sangat mudah di kalahkan, gerakan pertahanan lebih dominan dari pada serangan.
Selama lima hari lamanya mereka berlatih, banyak perubahan yang dirasakan Tyson. Mulai dari kemampuan bertarung hingga kekuatan sihirnya. Hari ini ia akan mencoba untuk mengalahkan manusia hiu itu lagi
“Kau siap?” tanya Alviona
“Ya. Aku siap.” Tyson mempersiapkan dirinya lalu memasuki portal
Seperti percobaan-percobaan sebelumnya, dirinya langsung di sambut oleh manuisa hiu. Manuisa hiu itu langsung menyerang Tyson, dengan penuh persiapan dan perbaikan gerakan dari Alviona, Tyson dapat menghindar dan bertahan dari serangan demi serangan yang di berikan oleh manusia hiu itu. Setelah pertarungan yang cukup melelahkan, ia berhasil merebut sihir pusaran bundar air dan langsung kabur keluar portal.
“Kau tidak apa-apa?” tanya Alviona khawatir
“Aku berhasil! Aku berhasil!” seru Tyson lemah
“Oh waw! Kau berhasil, hebat!” Alviona ikut berseru kegirangan
“Ayo kita kembali ke dunia nyata” ajak Tyson
Alviona mengangguk, lalu Tyson membawanya terbang tinggi menembus cahaya yang sangat terang. Setelah dua bulan lamanya, Alviona akhirnya bisa kembali ke dunia nyata, begitu juga dengan Tyson. Mereka akhirnya bangun di tubuh mereka
“Alviona?” tanya Kiowa yang melihat Alviona bangun
“Ya? Oh ya. Aku ingat, kalian menungguku selama dua bulan bukan? Aku juga melakukan hal yang sama pada Tyson” ujar Alviona
“Maksudmu?” tanya Kai kebingungan
Tyson mendekat lalu menjelaskan, “Selama dua bulan lamanya, lebih tepatnya empat puluh dua hari. Aku berusaha mengambil sihir pusaran bundar air, dan aku meminta bantuan Alviona karena aku yakin dia bisa banyak membantu. Dan ya! Dia membantuku dalam merebut sihir ini. Dia menungguku dengan sabar selama bertarung untuk merebut sihir ini” Tyson menunjukkan sihir yang baru saja ia dapatkan
“Jadi, kalian... Tidak mati?” tanya Kiowa
Tyson dan Alviona tertawa. “Bwahahaha.. yah, bisa dibilang begitu. Karena selama dua bulan itu tubuh kami tidak bernyawa” ujar mereka bersamaan
“Ooh, masih beruntung tubuhmu belum aku kuburkan Alv” canda Kai
Alviona dan Tyson kembali tertawa. Begitu juga dengan Kai dan Kiowa
“Baiklah, aku rasa itu cukup. Karena sekarang kau sudah mendapatkan sihirmu kembali, jadi sekarang kita ke Dosakara” ajak Kai
“Ayo!” seru Alviona dan Tyson bersamaan
Mereka kembali ke kapal, menaikkan jangkar dan menurunkan layar, lalu mulai berlayar
“Untuk mempercepat waktu, bagaiaman kalau aku bantu mempercepat kapal?” Tyson menawarkan bantuannya
“Ide bagus. Itu sangat menghemat waktu” ujar Kai
Tyson bersiap di belakang kapal sambil mempersiapkan sihir air nya untuk mengayuh kapal lebih cepat.
“MAXWELL MIRA!” setelah Tyson mengucapakan itu, air di bawah kapal mendorong kapal bergerak lebih cepat, bahkan jika layar di naikan
Satu bulan kemudian, mereka sudah tiba di kerajaan Eira. Mereka sudah mengambil hati es dan bersiap untuk menyatukannya kembali di kerajaan itu
Mereka berpisah, Tyson pergi sendiri menuju sebuah bukit es untuk menyiapkan sihir pusaran bundar air, sedangkan Kai, Alviona dan Kiowa mengabil jalan memutari kerajaan agar tidak di ketahui prajurit sambil mebawa potongan hati es.
“Kita pasti aman” ujar Kai
“Belum pasti, bagaimana jika ada prajurit yang berpatroli? Bisa bahaya” jawab Alviona tanpa melepas fokus mengamati sekitarnya
Tiba-tiba mereka Tyson menyusul dari belakang. “Hei! Tunggu” teriaknya
“Loh? Tyson? Mengapa kau ada di sini?” tanya Kai
“Aku dikejar para prajurit. Mereka mengetahui keberadaanku, aku rasa kita harus pindah tempat memperbaiki hati es ini” jawabnya
Alviona mulai meras janggal dengan Tyson yang berada di depannya. "Mengapa pikiranku dengan pikirannya tidak sama?" tanya Alviona dalam hatinya
Bersambung....