My Live For Battle

My Live For Battle
Bergabungnya Tyson



“Jika aku tidak lahir saat itu, aku tidak akan merasakan bagaimana lembutya belaian ibuku, bagaimana lezatnya masakan ibuku, dan kebahagiaan lainnya.” Alviona menatap Tyson yang baru tersadar tetang itu


Alviona melanjutkan, “Aku tidak akan mengetahui keindahan dunia, saat berlayar ditengah lautan, saat mengunjugi air terjun yang indah, dan aku tidak mungkin akan bertemu dengan teman sebaik Kai. Kemungkinan terburuknya adalah raja Yana berhasil menguasai dunia.”


“Raja Yana? Siapa dia?” tanya Tyson


“Dia adalah raja jahat dari kerajaan Indana tempat aku dilahirkan.” jawab Alviona


“Apakah dia raja yang sangat kuat?” tanya Tyson


“Ya, dia raja yang sangat kuat, angkuh, egois, dan hanya mementingkan kekayaan dan luas wilayah. Tidak pernah memberikan bantuan pada rakyat miskin, menarik pajak terlu tinggi, hingga memperbudak rakyatnya sendiri. Kemungkinan dirinya bisa menguasai dunia adalah sembilan puluh sembilan dari seratus” jawab Alviona


“Apakah kau yang membunuhnya?” tanya Tyson kagum


“Tidak. Aku hanya membantu dalam proses pembunuhan itu” jawab Alviona


Tyson kagum dengan kemampuan Alviona. “Apakah karena itu kau terbunuh lalu dihidupkan kembali oleh seorang dewa dengan membawa roh hitam debagai gantinya?”


“Benar, aku kira aku akan bernasib sama dengan ayahku yang meninggal di pertempuran. Tapi ternyata masih ada orang yang menyayangiku seperti anaknya sendiri” air matanya mulai jatuh. Mengetahui hal itu Alviona segera menghapusnya


“Oh ya, tadi kau bilang dugaanku tentang seorang dalang dari balik kutukan itu benar. Jadi siapa dalangnya?” tanya Alviona menghadapkan badannya kearah Tyson


Tyson mencoba mengingat-ingat. “Aku tidak tahu siapa, tapi satu kepastian: orang itu adalah orang yang mengirimkan roh hitam kepadaku. Temanku bilang saat orang itu mengetahui bahwa sasaranya meleset, dia mencoba membunuhmu dengan berbagai cara. Tapi sejauh yang diamati oleh temanku, dia selalu gagal karena kau memiliki sebuah perisai tak terlihat yang melindungimu dari serangan kekuatan gaib. Jadi, dia memberikan masalah pada kehidupanmu agar kau mati”


Alviona tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh Tyson. “Sungguh?! Aku bahkan baru tahu tentang itu”


“Tapi, mengapa dia melakukan itu? Dan apa tujuannya mengirim roh jahat padamu?” tanya Alviona


“Dia melakukan itu karena sasarannya adalah aku, jadi dia sudah mempertimbangkan akan seperti apa sifatku nanti yang bisa ia pergunakan. Tapi karena sasarannya meleset, jadi dia tidak tahu apa yang akan dilakukan olehmu. Tapi tujuannya mengirim roh jahat itu padaku, aku tidak tahu.” Jawab Tyson


“Alviona, itu namamu?” tanya Tyson


Alviona mengangguk, “Ya, itu namaku.”


“Sekarang kau sudah tahu semuanya” ujar Tyson sambil berdiri, ia mengeluarkan pedang dari sarungnya lalu menancapkannya ke tanah “Aku memberimu dua pilihan. Jika kau lelah dengan kehidupan yang kau terima dariku, maka tidak masalah jika kau bunuh diri. Tapi jika kau masih ingin melanjutkan hidupmu, silahkan. Kau memiliki dua pedang tajam sekarang, pilihan ada di tanganmu.”


Alviona berpikir sejenak, teringat saat-saat dia menyerah dan ingin bunuh diri, tapi Kai menyelamatkannya. Dengan tulus, Kai memberikan pelukan hangat yang belum pernah ia rasakan dari orang lain selain ibunya.


“Aku... Sudah melakukan perjalanan yang sangat panjang. Jika aku berhenti disini, maka perjalanan dan perjuangan panjang itu tidak ada artinya. Aku tidak akan menyerah untuk menggapai tujuanku!” seru Alviona dengan semangat dan senyum lebar


Tiba-tiba Kai dan Kiowa sudah berada tidak jauh dari mereka “ALV! KAU DI SANA?!” teriak Kai


“Mereka mencarimu. Apakah tidak apa-apa jika mereka melihatku?” tanya Tyson khawatir


“Tidak apa-apa, selagi aku bukan orang jahat” jawab Alviona


“AKU DI SINI!” Alviona membalas teriakan Kai


Kai dan Kiowa segera berlari ke arah Alviona. Saat mereka bertemu, Kiowa segera memeluknya denagn khawatir. “Astaga, kemana penutup matamu? Dan bagaimana ada luka ini?”


“Di setiap pertarungan selalu ada luka, jika tidak ada luka, barulah petarungnya yang tidak biasa” jawab Alviona mengambil penutup matanya yang lain lalu mengenakannya.


“Siapa penculikmu tadi?” tanya Kai


Alviona agak ragu untuk menjawabnya. “Eee... Dia... A-“ “Aku. Aku yang menculiknya tadi” tiba-tiba Tyson datang menampakkan diri


“Siapa kau?! Dan apa yang kau inginkan?” Kai maju melindungi Alviona dengan busur dan panahnya


Alviona berusaha menenangkan Kai. “Kai...“ “Aku hanya menjelaskan kaitanku dengannya. Kami memiliki ikatan yang kuat.” jelas Tyson


Tyson mengangkat kedua tangannya sebagai simbol damai. “Kau boleh membunuhku, tapi jika aku mati, dia juga mati. Namun jika dia yang mati, aku tidak akan mati.” ujar Tyson menunjuk Alviona sambil berjalan mendekati panah Kai dan berhenti tepat saat panah itu di depan dadanya


Sontak Kai terkejut dengan pernyataan Tyson lalu melirik Alviona yang ada di belakangnya. Alviona mengangguk “Itu benar.”


“Kita bisa bicarakan ini baik-baik.” ujar Tyson


“Baiklah.” Perlahan kai menurunkan panahnya, diikuti Tyson yang menurunkan tangannya


Tyson mulai menjelaskan, “Dia adalah separuh dari jiwaku”


“Maksudmu dia cinta sejatimu?” tanya Kiowa


Tyson menggeleng. “Bukan begitu, dia memiliki jiwa laki-laki dan kesatria itu dariku.”


Tyson menjelaskan semuanya sama persis seperti saat menjelaskannya pada Alviona. “Jadi bukan soal percintaan, tapi fenomena”


“Jadi, kalian ini satu jiwa?” tanya Kai


“Ya, tapi aku tidak akan mengambil jiwamu kembali. Yang pertama hal itu sulit, dan yang kedua aku malas.” jawab Tyson


Tyson mengehela nafas. “Lebih tepatnya aku merasa bersalah telah melakukan ritual itu tanpa tahu cara kerjanya. Apalagi sampai membebani hidup orang lain.”


“Untuk menebus kesalahanku sekarang aku akan membantu Alviona, termasuk kalian semua.” sambung Tyson


“Sungguh?” tanya Alviona


“Iya!” seru Tyson bersemangat


“Kalau begitu bantu kami membentuk sihir air” pinta Alviona


“Masalah mudah... Ini” Tyaon memberikan sebuah batu biru dengan ukiran air


Alviona menerima batu itu. “Apa ini?” tanya Kiowa


Tyson menjelaskan, “Batu ini adalah batu sihir tingkat tinggi. Jauh lebih tunggi dari tingkat dasar, tapi tetap saja, tingkat cakra sangat jauh dari tingkat batu ini”


“Hebat!” puji Alviona


“Rencananya kalian akan ke mana saja?” Tanya Tyson


“Setelah mendapat sihir air, kami akan pergi ke Dosakara untuk mengambil potongan hati es lalu memperbaikinya” kata Kai


Tyson berpikir sejenak. “Aku tahu bagaimana cara cepat untuk memeperbaiki hati es itu”


“Bagaimana?” tanya Kiowa penasaran


“Hal yang pertama kali harus dilakukan adalah mengumpulkan potongan hati es itu. Lalu aku akan membuatkan pusaran bundar air untuk menggabungkan potong demi potong hati es itu hingga utuh. Tapi proses itu harus dilakukan di wilayah kerajaan es” jelas Tyson


Alviona terlejut. “Gawat. Apakah tudak bsia dilakukan di tempat lain? Jika aku berada disana, tentu saja aku akan tertangkap”


“Tidak, hawa dingin di kerajaan es jauh lebih kuat dibandingkan di kerajaan lainnya. Tapi aku bisa membuatnya dengan cepat” jawab Tyson


“Baiklah, walau terpaksa... Tapi tidak ada jalan lainnya” keluh Alviona


Tyson memberi semangat “Tidak masalah, aku yakin kita akan berhasil”


Bersambung....