My Live For Battle

My Live For Battle
Alam bawah sadar



Kiowa meletakkan mangkuk air, sobekan mantra, dan bunga lily sama seperti saat di Kyandra. Membentuk barisan, dan memulainya. Sama seperti saat di Kyandra, sihir itu terbentuk lalu mendekati Kiowa. Ternyata Kiowa adalah orang pikihan sihir itu, orang yang penyabar, tenang dan mengikuti alur adalah sifat dari air


“Aku tudak menyangka kau adalah pilihan sihir itu” ujar Alviona


“Ya! Aku juga baru tahu” sahut Kiowa


Siang harinya, setelah makan, Tyson masih belum bergerak dari posisinya, duduk tegak dan tenang. Alviona tidak mengerti bagaimana ia bisa menahan posisi itu selama sehari semalam tanpa makan ataupun minum. Malam harinya juga masih begitu, mereka bertiga menunggu dan menjaga tubuh Tyson


Saat Alviona tertidur, dirinya bermimpi berada di suatu tempat seperti kerajaan. Tapi dikelilingi oleh ikan-ikan dan hewan laut lainnya. Ia melihat sihir pusaran bundar air yang dipegang oleh manusia berekor hiu. Menyadari dirinya berada di bawah air Alviona tersentak bangun. Ia bangun di tempat bebatuan, cukup sama sepertti saat ia terjatuh dan bertemu Alasie. Tapi angin di tempat itu cukup kencang, jadi Alviona memutuskan untuk mencari tempat yang memungkinkannya untuk berlindung dari akun dingin


Saat sedang mencari tempat berlindung, tiba-tiba di depannya adalah jurang yang sangat dalam. Tiba-tiba angin menjadi sangat kencang dan mendorongnya semakin mendekati jurang seolah mengantarkannya ke jurang itu. Alviona tidak bisa melawan angin yang sangat kuat itu, ia semakin mendekati pinggir jurabg yang dalam sampai akhirnya terdorong jatuh


Namun belum lama setelah itu sebuah tangan meraih tangannya dan menahannya agar tidak jatuh, dirinya diayun untuk bisa kembali ke atas jurang. Ternyata tangan itu adalah tangan Tyson, Alviona terkejut saat mengetahui itu


“Tyson?!” tanyanya terkejut


“Ya, ini aku. Aku tahu kau datang ke sini dan dalam bahaya, jadi aku datang kemari” jawab Tyson


“Tapi, bukankah kau masih bermeditasi?” tanya Alviona


“Ya, aku masih bermeditasi. Maka dari itu aku di sini” jawab Tyson sambil terbang menuju atas jurang dengan sayap airnya


Alviona masih tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi padanya dan Tyson. Setelah berhasil keluar dari jurang, Tyson langsung membawa Alviona ke sebuah gua yang hangat dan aman


“Tunggu, jelaskan apa yang sebenarnya terjadi. Bagaimana aku bisa terbangun disini? Sedangkan aku tidur di dekat sungai, dan bagaimana kau bisa di sini? Bukankah kau masih bermeditasi untuk sihir pusaran bundar air? Dan satu lagi, mengapa pikiran kita tidak sama lagi?” tanya Alviona mengeluarkan semua pertanyaan yang muncul di kepalanya


Tyson menjawab semua pertanyaan Alviona, “Pertanyaan yang pertama, karena kau masuk ke alam bawah sadarmu setelah tidur terlalu pulas. Pertanyaan kedua, aku bermeditasi untuk mencapai alam bawah sadar di sinilah sihir pusaran bundar air bisa aku temukan. Pertanyaan ketiga, karena disini semua orang adalah siapa mereka sebenarnya, tidak bisa menyamar menjadi wujud makhluk lain ataupun bentuk lainnya”


“Maksudmu? Kita sedang di alam bawah sadar dan, bagaimana kita bisa kembali?” tanya Alviona


“Setelah kau berhasil melakukan apa yang kau inginkan, sebelum itu belum kau gapai, maka kau belum bisa kembali ke dunia nyata” jelas Tyson


“Apakah ini mimpi?” tanya Alviona mencubit pipinya


“Ya semacam mimpi sadar. Tapi bedanya kau tidak bisa kembali ke tubuhmu sebelum tujuanmu terwujud” jawab Tyson


“Tapi aku tidak memiliki tujuan, aku bahkan tidak tahu mengapa aku bisa berada di sini” Alviona mulai panik


“Ooh, hehe... Eee.. soal itu, aku yang mengirimmu kemari” Tyson menggaruk belakang kepalanya


“Apa?! Tapi mengapa? Kita berdua adalah inti dari masalah ini. Kita berdua buronannya, lalu bagaimana jika para prajurit menemukan kita dan menggorok tubuh kita? Kita tidak bisa kembali ke tubuh kita dan terjebak di sini selama-lamanya” Alviona mengehela nafas untuk meredakan emosinya, sambil memijit pelan dahinya


“Maaf, aku tidak memikirkannya” ujar Tyson menintip mata Alviona dari sela-sela jari yang memijit dahinya


“Baiklah, bagini saja. Berapa lama perjalanmu hingga mendapatkan sihir itu?” tanya Alviona mulai tenang


“Sekitar sepuluh hari” jawab Tyson


Tyson menjelaskan, “Karena aku butuh pasukan, setidaknya teman. Aku tidak terlalu baik dalam merencanakan sesuatu dengan teratur, kau adalah orang yang pandai dalam hal itu. Jadi, aku mengirimmu kemari untuk membantu misiku”


Alviona teringat dengan manusia hiu yang ia lihat sebelum terbangun di tepi jurang “Oh ya, aku ingat. Sebelum terbangun di atas jurang itu, aku sempat bertemu dengan manusia setengah hiu. Jadi tubuhnya dari kepala, tangan dan badannya manusia, tapi tidak berkaki, tapi berekor hiu. Di lengan tangannya juga memiliki sirip hiu, begitu juga punggungnya”


“Sungguh? Apakah dia memiliki kekuatan?” tanya Tyson


“Ya, dia membawa sihir pusaran bundar air di tangannya” jawab Alviona


“Sudah tudak salah lagi. Pasti dia orangnya” ujar Tyson bersemangat


“Memangnya siapa dia?” tanya Alviona


“Dia adalah sang pemilik... Ehm, penjaga sihir pusaran bundar air. Untuk mendapatkan sihir itu, harus bisa mengalahkannya, dan kesempatannya hanya satu kali sehari” ungkap Tyson


“Jadi, kira akan berhadapan dengannya?” Tanya Alviona memastikan


“Ya! Setelah itu, mari kita selesaikan masalahmu” ujar Tyson memberi semangat


“Baiklah, sekarang aku mengerti mengapa kau sampai mengirimku kemari. Tapi apakah kau mampu menerjang angin sekencang itu?” tanya Alviona menunjuk ke arah luar gua


“Tidak, aku memang bisa terbang, tapi kemungkinan ada angin puyuh, jadi kita mulai perjalanannya besok saja” ujar Tyson


“Setuju” Alviona merebahkan dirinya di tanah dan tidur. Tyson juga tidur tidak jauh dari Alviona


Pagi harinya, Kai merasa aneh karena biasanya ia dibangunkan oleh suara pedang dari Alviona. Tapi hari ini Alviona justru bangun terlambat, bahkah sampai matahari sudah terbit, Alviona masih belum bangun juga


“Kak, apakah sebaiknya kita bangunkan saja?” tanya Kai


“Jangan Kai, mungkin saja dia lelah. Biarkan dia tidur, lagi pula kita hanya menunggu Tyaon selesai bersemedi, kan?” jawab Kiowa


Kai mengangguk. “Baiklah”


Setelah siang hari, Alviona masih saja belum bangun. Kai dan Kiowa mulai merasa janggal, mereka mulai membangunkan Alviona. Namun karena Alviona sedang berada di alam bawah sadar, tubuhnya seperti tak bernyawa, lemas tanpa tenaga


Sedangkan Alviona dan Tyson sudah memulai perjalanan mereka ke tempat manusia hiu itu berada. Melewati sungai, ladang, sawah, desa dan bukit.


Kai dan Kiowa mulai panik ketika tubuh Alviona dingin dan sangat lemas. Di goyangkan sekuat apapun dan di teriaki sekencang-kencangnya pun tidak ada respon dari tubuh Alviona. Mereka mengira Alviona kehilangan nyawanya, namun belum berani menguburkan tubuhnya. Mereka menunggu beberapa hari untuk memastikan apakah Alviona benar-benar mati atau masih hidup


3 hari kemudian, tubuh Alviona masih sehat, tidak ada tanda-tanda pembusukan. Tapi Kai dan Kiowa masih belum mengerti juga apa yang terjadi pada Alviona


Sementara di alam bawah sadar, Alviona dan Tyaon sudah sampai di tujuan mereka. Sebuah gua yang menghubungkan tempat mereka dengan tempat manusia hiu itu, mereka memasuki gua itu. Didalamnya ada sebuah portal biru yang merupakan penghubung antara gua itu dengan tempat manusia hiu itu berada


Tyson menitipkan barang-barangnya pada Alviona dan memasuki portal itu


Bersambung....